
Mereka berdua pun sampai dirumah barunya.
Keenan memarkirkan mobilnya di depan garasi rumah. Setelah itu turun lalu mengeluarkan semua barang di jok belakang, sedangkan bella membuka pintu utama.
Mereka berdua membawa semua barang masuk kedalam rumah. Saat semua bawaan sudah dibawa masuk, keenan melihat setiap sudut ruangan rumah begitu teliti satu persatu ruangan yang ada di rumah barunya. Semuanya masih sama seperti sejak keenan waktu kecil tinggal disana dan masih bagus.
Rumahnya minimalis tidak begitu terlalu besar seperti rumahnya yang ditempati bunda, untuk kamar ada 3, dapurnya merangkap dengan ruang makan, kamar mandinya di kamar utama dan juga satu lagi dekat dapur.
Keenan menatap bella bersiap.
"Rumahnya masih bagus kan?" ucap keenan
"Iyaa"
"Gakpapa tinggal disini?"
"Yakk engga apa apa keenan, ini kan dulunya rumah kamu juga".
Bella menatap keenan lalu meralat ucapannya "Rumah kita" pipinya merona.
Keenan hanya tersenyum, keenan memang suka melihat bella ketika pipinya merona.
Keenan dan bella akhirnya sibuk bekerja membersihkan rumah dan membereskan barang² yang nanti akan jadi tempat tinggal mereka, diselingi obrolan ringan atau membahas isi rumah karena bella yang mulai bercerita.
Hingga mereka pun merasa sudah mulai dekat.
Mobil dengan perabotan yang dikirim ayah sudah datang, banyak peralatan dan perabot. Mereka hanya tinggal menentukan semuanya mau di taruh dimana.
Cukup lama, sampai akhirnya semua udah selesai dan tertata rapih sesuai keinginan, rumah sudah siap untuk ditinggali.
"Capek... tapi bella kemana yaa?" ucap keenan yang cekingukan.
Dia mencari diluar rumah tidak ada, didapur tidak ada, dikamar satu dan dua tidak ada juga, hingga akhirnya dia mengintip kamar utama, dan ternyata bella disana sedang menata tempat tidur.
"Kamar satu buat gue?" Tanya keenan setelah berada di dekat bella.
Bella menoleh sejenak, lalu menggelengkan kepala.
"Maksudnya gimana?" tanya keenan.
Sesaat dia melihat tas dan ranselnya yang sudah tertata rapih di sudut kamar dengan tas dan ransel bella.
"Kita sekamar?" tanya keenan tidak percaya.
Bella lalu memalingkan wajahnya, lalu mengangguk pelan.
"Yakin?" tanya keenan masih tidak percaya, tiba² suasana menjadi canggung.
Keenan diam sejenak sambil mengatur nafasnya dan menetralkan pikirannya.
"Kalai gue khilaf bagaimana? Cowok cewek dalam satu kasur gak mungkin kan kalai tidak terjadi sesuatu?" tanya keenan mulai tenang.
Keenan mendadak mendekat kearah bella sampai tepat didepannya, kedua pipi bella pun merona malu.
Bella pun mulai teringat dengan ucapan bunda..
'Ingat bella, bagaimana pun juga kalian sudah menikah, jadi gak baik kalau kalian tidurnya beda kamar'
'Apapun yang terjadi kamu harus percaya sama suamimu, keenan juga pasti akan percaya sama kamu, kalian harus saling percaya'
"Pesan bunda waktu itu emang gak salah, tapi aku dan keenan masih sangat muda, apa keenan sanggup untuk menahannya?" batin bella ragu.
"Aku...aku percaya kok sama keenan" ucap bella yang akhirnya menjawab.
Keenan sedikit kaget ketika mendengar ucapan bella, dia tidak percaya kalau bella sudah mempercayainya.
Meski kenyataanya mereka sudah menikah, wajar sebenarnya bagi sepasang suami istri. Tetapi umur dan kematangan mereka belum sampai pada titik itu.
"Yasudah lanjutkan beres²nya, kalau sudah selesai nanti kita bicarakan lagi.." ucap keenan lalu keluar.
Keenan duduk di teras, mengeluarkan bungkus rokok. Keenan mengambil sebatang lalu menyalakannya dan mulai menghisap, menekan semua pikiran yang sudah menumpuk di otak.
Begitu rileks, keenan duduk di teras bermain game Mobile Legends sambil menghisap rokoknya.
"Keenan merokok?"
Keenan menoleh kearah bella yang sudah berdiri tepat di belakangnya. Bella begitu sinis dengan tatapannya.
Bella berbakik hendak masuk lagi kedalam rumah, dan dengan cepat keenan memegang tangannya.
"Kenapa?" ucap keenan tanpa melepaskan tangan bella.
"Sebenernya aku gak begitu suka ngeliat kamu ngerokok.." ucap bella dengan suara getir.
Keenan menelan ludahnya. "Duhh berat juga" batinnya keenan.
"Cuman satu batang kok.." ucap keenan.
"Yaa tetep aku gasuka".
"Ihh bener kok ini cuman satu batang, nih kalo gak percaya boleh disimpen sisanya".
Tanpa lama bella pun langsung mengambilnya, bukan menyimpannya bella malah membuang semua rokok keenan di tempat sampah.
Keenan hanya bisa diam pasrah melihat apa yang bella lakukan sampai bella kembali kehadapannya.
"Ituu yang terakhir kalinya, aku gamau ada bau asap rokok dirumah ini, titik!". ucap bella lalu meninggalkan keenan.
"Ohh god! Apaansih bella, masa gue harus berenti ngerokok, kan susah" gumam keenan sembari melihat kepergian bella.
__ADS_1
Setelah menghabiskan rokok yang tadi masih ditangannya keenan pun memutuskan masuk kedalam rumah, tidak sengaja mendengar suara dari arah dapur dan karena penasaran keenan pun berjalan kesana.
Ternyata bella sedang memasak, karena memang bella itu suka dan begitu handal memasak.
"Bisa.. masak apa aja nih?" tanya keenan yang berada di dekat bella.
"Gak bisa banyak tapi cukup" jawab bella sedikit pelan.
"Masak masakan yang paling enak yaa.." ucap keenan dengan senyuman meremehkan.
"Apa dia meremehkan masakkan gue? sialan lihat aja nanti" batin bella tambah kesal.
Setelah mengucapkan itu keenan pergi, dan bella hanya fokus dengan masakannya.
Setelah sekian lama akhirnya semua masakan sudah selesai, bella pun mulai mengabsen hasil masakannya satu² "Yashh gak ada yang kurang, sesuai keiinginan" gumam bella.
Bella memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, sesaat masuk kamar tidak sengaja dia melihat keenan yang sedang merakit komputernya disudut kamar.
Kemudian bella berjalan sambil melihat kearahnya, keenan terlalu fokus hingga dia tidak sadar melihat kedatangan bella, begitu serius. Bella pun bergegas pergi ke kamar mandi.
"Segar sekali rasanya setelah mandi, fresh dan rasa capek pun hilang" gumam bella yang setelah selesai mandi.
Bella pun keluar dari kamar mandi dengan keadaan masih memakai handuknya yang dia lipatkan di dadanya.
Mungkin karena belum sadar bella dengan dinginnya membuka lemari sambil memilih milih piyama yang mau dia pakai. hingga.....
"Bella mandi? Tapi kapan ke kamar mandinya?" ucap keenan yang sangat begitu dekat di pinggir lemari.
"Ahhhhhhh Keeennaaannnn!!" teriak bella kaget ditambah malu, dia baru menyadari kalau sekarang dikamarnya sudah ada keenan.
"Ehh maaf aduhh" jawab keenan yang juga kaget dia tidak sengaja melihat bella dengan keadaan badannya yang hanya di selimuti handuk. Dia pun berlari keluar kamar sesaat bella teriak.
"KEENNAANNN!!!" bella teriak untuk yang kedua kalinya sesaat keenan kabur keluar dari kamar.
"Aduhh aduhh, gimana nih kenapa bisa aku begitu dinginnya hanya memakai handuk, aku lupa kalau sekarang kita sekamar, ahhh kenapa sih aku begitu bego padahal tadi aku sudah melihatnya sedang merakit komputernya sebelum aku mandi" batin bella yang begitu malu dengan kejadian barusan.
Bella pun bergegas memakai bajunya, dan disisi lain..
"Anjirrrr saking begitu indahnya gue lupa kalau bella hanya pake handuk.. tapi gapapa kan gue suaminya, njirrr body nya wahhhh gue beruntung jadi suaminya gue suka hehe.. tapi apa dia marah gak yaa? pasti marah orang tadi dia teriak, haduhhh gimana nih canggung gue" gumam keenan di ruang TV dekat pintu keluar.
"Apa gue kekamar lalu meminta maaf yahh?" batin keenan.
Dan keenan pun memutuskan pergi ke kamar untuk meminta maaf atas salahnya tadi. Sebelum membuka pintu keenan mendengar suara panggilan dari bella.
"Keenannnn.." panggil bella yang ada di dalam kamar.
"Ehhh iyaa ini kesana" dengan segera keenan lari dan masuk kekamar.
Keenan membuka pintu kamar dengan tangan yang satunya sambil menutup kedua matanya. Bella yang begitu kesal, tapi sesaat melihat kelakuan keenan yang masuk dengan menutup matanya, bella sedikit tertawa.
"Bella maaf gak sengaja sumpah" ucap keenan yang masih dengan gaya menutup matanya.
"Engga kok gak liat bell.."
"Bohongg!!"
"Cuman dikit kok.."
"Ahhhh keenannnn!"
"Yaa maaf, abisnya kamu kaya hantu aja tiba² ada di belakang keenan".
"Pokoknya gamau gamau gamau!"
"Yaudahh kan udah minta maaf bell, gue harus ngapain lagi coba kan udah kejadian juga.."
Bella pun memaafkan keenan dengan rasa masih sedikit tidak percaya dengan tingkah laku keenan yang menjawabnya dengan senyum² nya yang tidak meyakinkan.
"Yaudah aku juga maaf, udah sekarang buka matanya aku udah pake baju kok.." ucap bella dengan sedikit malu.
"Hehe kamu putih banget yaa bell, sampe kebawah bawah hehe" goda keenan setelah membuka matanya sambil teesenyum.
"Keenann ihh!"
"Iyaa iyaa becanda kokk hahaha"
"Mandi dulu sana" ucap bella.
"Iyaa ini mau" jawab keenan.
Keenan pun langsung pergi kekamar mandi, dan bella menyiapkan pakaian keenan dan menyimpannya diatas kasur, setelah menyiapkan baju yang akan di pakai keenan. Lalu bella pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan.
Keena selesai dengan mandinya, dia sedikit tersenyum setelah melihat pakaian yang sudah bella siapkan untuknya. Setelahnya keenan langsung pergi ke dapur untuk makan dengan bella.
"Makasih buat bajunya.." ucap keenan canggung.
"Iyaa.." jawab bella.
Kemudian mereka berdua menikmati makan malam, keenan begitu lahap dengan apa yang dimasak oleh bella, yang menurutnya pas buat lidahnya.
"Kenapa yahh gue ini didekatnya kadang² jadi canggung kadang juga engga. Nampaknya gue masih belum bisaa mengontrol suasananya" batin keenan.
Selesai makan malam, keenan mengingat obrolan dengan bella yang tertunda.
"Bellaa" panggil keenan.
"Hmmmm"
"Njirrt sial dia mulai berubah cuek ke gue" batin keenan.
__ADS_1
"Soal tadi siang gue tunggu di kamar yaa" ucap keenan.
Keenan pun duduk di meja komputernya yang ada di kamar. Tak lama bella masuk, dia langsung duduk diatas kasur.
"Keenan.." panggil bella.
"Ehh dah ada, betar bell" jawab keenan yang lalu mematikan komputernya.
Hendak mengahmpiri bella tiba² keenan mendengar suara ketukan pintu dari luar rumah.
"Siapa malem²" tanya bella.
"Gatau.. bentar" jawab keenan yang langsung pergi untuk membuka.
Keenan pun melihat dari jendela ada seorang lelaki mengetuk pintu. Tanpa lama keenan pun membukanya.
"Iyaa ada apa yaa pak?" tanya keenan.
"Ehhh dek maaf mengganggu malamnya, itu gerbang rumah nya belum di kunci dek" jawab lelaki itu.
"Ohh iyaa saya lupa pak, makasih yaa"
"Iyaa sama² dek, ehh iya kenalin dek saya hansip di komplek ini, nama saya Pak Burhan".
"Ohh jadi Bapak hansip disini yahh, kenalin pak nama saya Keenan saya baru pindahan hari ini"
"Iyaa dek pantas saya baru liat, biasanya gaada orang dirumah ini dek selain pak Andi yang suka bersih² dirumah ini".
"Ohh iyaa pak andi itu pekerja ayah saya pak, ehh biar enak ayo duduk dulu pak Burhan" ucap keenan sembari mempersilahkan duduk keoada pak burhan.
Keenan lun pergi kedalam untuk memberi tahu bella.
"Siapa?" Tanya bella.
"Ituu hansip di komplek ini, Pak burhan namanya" jawab keenan.
"Terus, mau ngapain?"
"Euhh itukan tadinya sih cuman basa basi nyuruh dia duduk, ehh taunya malah duduk beneran" gelisah keenan.
"Yahh itu urusan kamu kan, udah ajakin ngobrol sana sekalian mempererat tali silaturahmi"
"Tapi.. masa gak ada cemilan? kita kan belum belanja kebutuhan rumah".
"Yaudah aku buatin kopi aja gimana?"
"Idee bagus hehe" senyum keenan.
Keenan pun kembali berjalan kedepan untuk menemui pak burhan, dan bella pergi kedapur untuk menyeduh kopi buat mereka berdua.
"Maaf pak menunggu" ucap keenan yang langsung menemani duduk.
"Iyaa dek gapapa, adek sendirian disini?" tanya pak burhan.
"Ohh engga pak disini saya sama istri saya.." jawab keenan sedikit malu, karena belum terbiasa menyebutkannya.
"Ohh jadi sudah menikah"
"Hehe iya pak sudah"
Tidak lama dari itu datanglah bella dengan membawa dua kopi yang ditaruh diatas nampan, dan langsung menyimpannya diatas meja.
"Ohh ini istrinya dek? Cantik yahh masih muda lagi hehe" ucap pak burhan yang melihat kedatangan bella.
Bella tersenyum sesaat mendengarnya, dan keenan mengangguki pak burhan.
"Saya bella pak, silahkan diminum kopinya" ucap bella tersenyum.
"Saya burhan hansip di komplek ini, iyaa terimkasih neng"
Mereka pun mengobrol soal pernikahannya kepada pak burhan, hingga bella meminta ijin mau masuk karena tidak kuat dia sudah mengantuk. Keenan pun mengijinkannya, dan bella pun pergi kedalam.
Hingga waktu menandakan sudah jam 9 malam, pak burhan pamit karena harus berkeliling komplek.
"Gak kerasa dek hehe, kalo gitu saya pamit yaa, makasih buat kopinya dek" ucap pak burhan yang hendak pergi.
"Iyaa sama-sama pak" ucap keenan yang sembari menyalami tangan pak burhan.
Kemudian setelah pak burhan pergi, keenan mengunci gerbang dan langsung pergi kedalam tak lupa dia juga mengunci pintunya, dia berjalan menuju kamar.
Setelah masuk kamar, dia melihat bella yang sudah tertidur pulas diatas kasur. Keenan hanya melihat dan sesekali kedua sudut bibirnya naik keatas menandakan dia tersenyum.
Karena keenan pun sama tak bisa menahan kantuknya lagi, diapun pergi kesamping bella.
"Yahh udah tidur, tadinya mau ngebahas soal ranjang.. yaudah lah skip aja gakusah dibahas.." batin keenan.
Keenan melihat bella tepat disampingnya, sesekali dia mengusap pipi bella dengan tangannya. Hingga akhirnya diapun tetidur.
Pagi sudah tiba, belka membuka matanya dan menoleh ke samping, yang dimana ada keenan yang masih tertidur yang terhalang oleh guling. Hingga membuat pipinya merona.
Bella melihat jam yang masih menunjukan angka lima, masih pagi sekali. Setelah melihat jam bella segera beranjak bangun dari tidurnya lalu menunaikan shalat subuh.
Setelah shalat kemudian bella membereskan kasur dan mencuci gelas bekas kopi keenan semalam. Sesudah beres semua bella kembali kekamar untuk membangunkan keenan.
Sesaat masuk ternyata keenan sudah bangun dan sedang membereskan kasur.
"Kirain belum bangun.." ucap bella yang menghampiri keenan.
"Udah kok, tapi masih ngantuk njir" jawab keenan lesu.
__ADS_1
Hingga mereka berdua mandi untuk bergegas pergi sekolah. Keenan mandi di kamar mandi yang di dekat dapur dan bella memakai yang ada di kamar.