Keenan & Bella (Nikah SMA)

Keenan & Bella (Nikah SMA)
Episode 27 (Kejujuran Part II)


__ADS_3

Sesaat bella memasak, tiba² suara ketukan pintu luar rumah.


"Aduh pasti ini jovi sama zakki, gue belum sempet bilang lagi ke bella, gakpapa lah biar nanti saja langsung melihatnya" batin keenan yang langsung pergi membukakan pintu.


Dan benar jovi dan zakki sudah ada di depan rumah keenan, kemudian mereka duduk diruang tamu.


Di dapur bella mendengar suara keenan yang menyuruh masuk orang, bella pun penasaran dia pikir Bunda dan isal yang datang. Bella pun pergi menyusul ke ruang tamu.


"Sejak kapan lu tinggal disini, pindah lu?" tanya zakki sedikit penasaran.


"Yaa pada intinya inilah rumah gue kii" jawab keenan tersenyum


Tak lama bella datang menghampiri mereka semua di ruang tamu.


"Ehhh..." kaget bella yang sedang memegang teh di lengannya.


"Anjirrr!! kok ada lu disini bell?" kaget zakki.


"Sudah² jangan kaget kagetan, sini duduk bell" ucap keenan setenang mungkin.


Bella masih kaget, tapi sudah terlanjur dia tidak bisa apa apa lagi, dia pun menurut perintah keenan dan duduk.


"Lu serumah sama bella?" tanya zakki dibarengi jovi.


"Kita berdua di jodohin" ucap keenan dengan jujur.


"Apa? di jodohin?" zakki sangat terkejut mendengar itu.


"Kalian bercanda kan?" tanya zakki tak percaya.


"Engga kii.." jawab bella.


"Jadi kalian sudah menikah?" tanya zakki ditengah keterkejutannya.


Keenan dan bella mengangguk malu.


Zakki menyenderkan tubuhnya di sofa tak percaya dengan kenyataan sahabatnya yang sudah menikah.


"Jadi kalian beneran jadi nikah?" tanya jovi yang sikapnya jauh lebih tenang.


"Iyaa kita menikah dan hanya keluarga kita saja yang tau.. maaf tidak kasih tau kalian sebelumnya, bukannya tidak mau.. gue cuman takut saja, sebenernya gue berpikir kita mampu menghadapi sendiri masalah ini dengan menyembunyikan pernikahan kita" ucap keenan.


"Dan ternyata lo kasih tau kita, artinya lo gak mampu.." lanjut zakki.


"Vira juga tau, dia tadi kesini.." ucap bella.


"Hahh si vira tau juga?" jawab jovi.


"Iyaa..."


Keenan mengangguk membenarkan apa kata bella. keenan juga masih membutuhkan kehadiran sahabatnya.


"Kalian menikah pas gak masuk sekolah bareng itu?" tanya zakki sudah mulai tenang


"Iyaa" jawab bella.


"Pantesan gue curiga.. hmm ternyata. Terus kalian juga tinggal berdua saja?" lanjut zakki.


Keenan dan belma mengangguk kikuk.


"Waooooo.. udah di apain aja bemm sama keenan?" Tanya zakki dengan godaanya. jovi pun ikut tertawa.


"Sembarangan, gak ada lah kita punya komitmen sendiri.." sahut keenan tidak terima.


"Jadi kalian malam pertama ngapain aja?" Tanya zakki frontal membuat jovi tertawa.


Bella membulatkan matanya terkejut, benar juga.


Keenan juga terkejut dengan pertanyaan zakki tadi.


"Lu masih waras kan? kita masih sekolah bego gak mungkin ngelakuin hal kaya gitu lah" alasan keenan, sebenarnya dia juga sempat memikirkan hal itu.


Kini bella jadi memikirkan hal itu dan membuat pipinya memerah. Arah pembicaraan sudah mulai tidak benar.


"Oke sekarang kan sudah jelas, jadi gak ada yang disembunyiin lagi, benarkan bell, nan?" ucap jovi diangguki bella dan keenan.


"Sekarang hukuman lahh" lanjut jovi.


"Hukuman?" tanya bella dan keenan bersamaan.

__ADS_1


"Iyaa karena lu gak undang kita waktu acara pernikahan kalian, makannya ini sebagai gantinya" ucap jovi ke keenan.


"Setuju kita jalan².. keenan ongkosin kita pokoknya" ucap zakki penuh semangat.


"Kita jalan² pakai mobil keenan, udah lama sekali rasanya.." imbuh jovi semangat.


Jovi dan zakki sangat setuju. Bella dan keenan hanya bisa pasrah dengan itu semua, mereka menerima hukumannya.


Mereka ber empat menghabiskan waktu bersamaan saat ini, dengan tawa selalu menyertai mereka. Ikatan yang kuat tidak akan mudah putus meskipun diterpa angin kencang sekalipun, yakinlah percayalah.


hujan pun dengan sangat deras mengguyur halaman pada saat itu, jam sudah menunjukan pukul 06.00 sore, zakki dan jovi menunggu hujan reda.


"Udah lah kalian nginep aja, tadikan kalian juga udh mau nginep pada bawa baju kan" ucap keenan.


"Nohh si zakki yang maksa buat kita nginep nan" jawab jovi yang menunjuk kearah zakki.


"Yehh emang iya gue kangen udah lama kita gak main ps bareng, tapi tau kalau kalian sudah menikah gini jadi malu lah gue"


"Gapapa masih ada kamar koaong kok buat kalian berdua" jawab keenan.


"Gapapa kan bell?" lanjut keenan sembari menatap bella.


"Ehh iyaa gapapa kalian nginep aja disini" ucap bella.


"Gapapa nan nunggu ujan reda ajalah" imbuh zakki sembari melihat kearah jendela


"Iyaa.. nah sambil nunggu gimana kalau kita main ps aja yuuu" ucap jovi yang di angguki keenan dan zakki.


"Idee bagus tuhh"


"Bell, tolong buatin kopi dong" perintah keenan.


"Ehh.. iyaiyaa sebentar"


"Duhh enak yaa kalau udah punya istri mau apa apa tinggal nyuruh hahaha" tawa zakki.


"Ngacooo luuu" jawab keenan.


Kemudian mereka bertiga memulai bermain ps, game saat itu adalah pes game bola yang mereka bertiga sukai, Zakki bermain duluan bersama keenan.


"Aduhh kii kan lupa rokok gue ketinggalan anjirr" ucap jovi yang sembari menggeladah tas dan sakunya.


"Yahhh gue juga belum beli tadi karna rusuh juga kan ujan" balas zakki menghentikan bermain pes nya.


"Waduhhh mantap kali, sebungkus per orang ini nan haha, tumben banget lo baik" ucap zakki yang langsung mengambil satu bungkus rokok.


"Makasihh nan, terbaik memang lagi hujan gini" ucap jovi tersenyum.


Bella datang dengan nampan yang diatasnya ada tiga kopi, untuk keenan dan kedua sahabatnya.


"Ini kopinya.." ucap bella membagikan kopi yang langsung di sambut ketiga pria itu.


"Makasiiih bella" ucap zakki dan jovi bersamaan.


Bella melihat zakki dan jovi yang sedang merokok saat itu, bella geram dan langsung melirik kearah keenan sembari memberikan kode bahwa bella tidak suka dengan rokok.


Keenan tersadar, dia melirik bella dan langsung pura pura mengalihkan pandangannya lagi.


Bella pun pamit ke kamarnya, yang diangguki mereka semua.


"Lu gak ngerokkk?" ucap zakki sembari melirik keenan.


"Euhhh ini baru mauu hehe" serengeh keenan sembari memikirkan apa bella akan marah atau tidak melihat keenan merokok dirumah.


"Yehh kirain lu takut ngerokok karna bella haha" goda jovi tertawa.


Keenan sebenernya takut kalau bella nanti marah gara² rokok, tapi dia gengsi di depan teman temannya, masa dia tidak merokok gara² tidak di perbolehkan bella.


Ps pun kemudian di ambil alih oleh jovi dan zakki, keenan menonton sambil tertawa melihat tingkah lucu kedua sahabatnya yang saling toyor ketiga bermain pes.


Tiba² ponsel keenan bergetar menandakan pesan masuk.


Pesan dari.


Bella# Awas aja kalau kamu ngeroko!


Keenan# Bell, sekali ini aja soalnya malu akutuh sama mereka:(


Bella# Gamau tau aku, kamu ngerokok sama dengan kamu minta tidur diluar! udah tau aku benci asap rokok!

__ADS_1


Keenan tidak membalas lagi pesannya, malah asik bermain sambil merokok.


Hingga hujan pun mereda pada jam 09.00 malam, zakki dan jovi pun memutuskan untuk pamit pulang karna sudah terlalu malam.


Zakki dan jovi berjanji akan merahasiakan semuanya dari lingkungan sekolah.


Keenan pun memanggil bella untuk berpamitan pada zakki dan jovi yang mau pulang, keenan pun melambaikan tangan kearah kepergian mereka.


Bella langsung pergi ke kamar tanpa menunggu keenan.


"Yahhh dia marah lagi.." batin keenan, yang langsung ikut mengejar bella ke kamar.


Sesampainya di kamar, mereka berdua tiduran di atas ranjang. Namun bella membelakangi keenan dan tidak mau melihat keenan.


"Bella, jangan marah dong.." ucap keenan memelas sembari menggoyangkan bahunya bella.


"hmmm" datar bella.


"Janji deh gak ngerokok lagi.."


"Hmmm"


"Mulai besok aku berhenti merokok ya"


"Hmmm"


Hmmm aja terus sampai pagi lah, kesel gue.. batin keenan berucap.


Tanpa sengaja tangan keenan menyentuh perut bella, bella pun terkejut sama halnya dengan keenan.


"Ehh ehhh maap gak sengaja..." ucap keenan yang langsung mengangkat tangannya.


"Ihhh keenan, gaboleh jangan! takut aku!" ucap belma yang langsung menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Engga kok gak sengaja ihh maap bell"


Bella tersipu malu, dia malah melihat dengan sangat jelas bahwa ketulusan keenan terpancar di matanya. "Aduhh manis banget dia:(" batin bella.


"Keenan..." panggil bella.


"Iyaaa maap.."


"Makasih.." ucap bella pelan


Keenan menoleh bingung. "Makasih untuk apa?".


"Semuanya..."


Aneh- batin keenan bingung.


Keenan melangkah menuju depan TV menyalakannya lalu mencari channel yang menarik.


Lalu datang bella dengan secangkir teh, dia mengambil tempat duduk disamping keenan yang sudah fokus menatap TV.


"Lusa kerumah bunda yaa?" tanya keenan tanpa menoleh bella.


"Iyaa.."


Setelah acara TV selesai, keenan pergi ke kamar sedangkan bella kedapur untuk beres².


Keenan masuk ke kamar lebih dulu, untuk sekedar bermain game di komputernya.


*Jdarrr..


Zreshhhh*...


Hujan turun kembali malam itu, keenan segera keluar kamar bersamaan dengan bella yang datang dari arah dapur.


"Mau kemana?" tanya bella.


"Lihat luar" ucap keenan.


Baru melangkah tiba² kilat menyambar menampilkan kilatan cahaya putih merah. Dengan reflek karena kaget keenan menutup telinga dengan kedua tangannya, setelah beberapa saat ternyata bella juga melakukan hal yang sama yaitu menutup kedua telinganya.


Hujan yang semakin lama semakin lebat, disertai angin kencang membuat mereka berdua kedinginan. "Aku duluan ya.." ucap bella dan diangguki keenan.


Sesaat sebelum keenan menyusul masuk kedalam dia mengecek pintu dan jendela, karena takut terjadi seperti kemarin gerbangnya belum terkunci. Dan begitu semua selesai, keenan langsung mematikan lampu kemudian kembali masuk kamar.


Sesampainya di kamar terdapat bella yang sedang bersandar di atas kasur sambil melihat hp nya.

__ADS_1


Keenan pun menghampiri bella dan bersandar di sebelahnya. "Belum ngantuk?" tanya keenan.


Bella mengankat wajahnya lalu menatap keenan sebentar. "Belum.." ucap bella setelah itu kembali fokus ke hp nya.


__ADS_2