Keenan & Bella (Nikah SMA)

Keenan & Bella (Nikah SMA)
Episode 30 (Rencana Kedepannya)


__ADS_3

Setelah sarapan kemudian mereka berdua berangkat menuju sekolah.


Di sekolah,


Keenan yang sudah berada didalam kelas, mendengarkan celotehan guru yang sama sekali tidak nyambung di pemikirannya.


Keenan lebih memilih bermain game di hp, tentu saja gurunya tidak tahu, lamanya bermain hingga dia lupa waktu. Tiba² hpnya di serobot seseorang "Ehh monyet"


Tentu itu ulah zakki dan dia membawa hp keenan sambil cengengesan keluar kelas.


"Ayoo nan.." ajak jovi.


Dan akhirnya keenan menyusul mereka, seperti hari² biasanya mereka mengobrol bareng di kantin, zakki menceritakan kekonyolannya saat mereka jalan² kemarin dan kepoin keenan ngapain aja sama bella.


Bel masuk berbunyi,


Keenan menyuruh zakki dan jovi masuk kelas duluan, karena dia ingin pergi buang air kecil dahulu.


Disisi lain, bella pun sama hendak pergi ke toilet sebelum masuk, sesampainya di belokan toilet yang ada di ujung gedung, tiba² seseorang menghampirinya.


"Heyy.." sapa seorang lelaki.


"Ehh.." kaget bella sesaat pundaknya di tepuk oleh amar.


"Gimana jadi gak jalan?" ucap amar.


"Ehh.."


Belum sempat menjawab tiba².


"Hehh lagi ngapain?" sahut keenan yang muncul dari arah toilet yang kemudian menghampiri mereka.


"Keenan.." kaget bella.


"Lagi ngapain disini?" ucap keenan, yang sesekali memandang kearah amar.


"Ganggu aja lo" ucap amar datar.


"Ini mau ke toilet.." ucap bella.


"Gue gak ngomong sama lo!" sedikit tegas keenan yang memandang amar.


"Maksud lo apa?" sahut amar.


"Luu gak denger dia mau ke toilet?" ucap keenan sembari memalingkan mukanya kearah bella.


"Yaa gue juga tau dia mau ke toilet, terus apa urusan lu tiba² ngoceh gajelas" balas amar.


"Udah² aku gak jadi ke toilet.. ayoo masuk nan" ucap bella yang kemudian mengajak keenan.


Tak membalas ucapan dari amar, keenan pun melangkah dengan diiringi bella untuk segera masuk kelas


Belum jauh melangkah tiba²,


"Bella jangan lupa nanti pulangnya bareng aku tunggu di parkiran yaa" teriak amar.


Keenan hendak ingin balik untuk menghadapi amar, tapi tangannya ditarik paksa oleh bella.


"Udah.. aku gak mau kamu berantem!" ucap bella sedikit menunduk.


"Kamu masih meladeni chat dari dia?" tanya keenan sedikit tegas.


"Enggggaaa kok" jawab bella sedikit ragu.


"Aku dari dulu udah gasuka sama dia, apalagi sekarang dia coba ngedeketin kamu" ucap keenan.


"Awas yaa kalo sampe kamu masih balas chat dari dia!" tegas keenan.


Bella terkejut mengapa keenan tau kalo amar masih suka chat bella, bella hanya terdiam dan tidak menjawab dia hanya mengangguk ngangguk apa yang telah dikatakan keenan.


×××


Pulang sekolah,


Seperti biasa, keenan menjemput bella di gerbang dengan cepat bella pun langsung naik lalu memasang sabuk pengaman.


"Sudah?" tanya keenan yang diangguki bella.


Mereka tidak pulang kerumah, tetapi kerumah bunda karena permintaan keenan kemarin.


Sampai disana rumahnya sangat ramai, mereka sangat penasaran siapa tamu bunda sebanyak ini.

__ADS_1


"Keenan.." panggil bella.


"Hmm"


"Kok rame banget yaa?" begitu penasarannya bella.


"Gak tau juga, kayaknya temen arisan bunda.. yuk masuk" ajak keenan yang diikuti bella.


"Assalamuallaikum" salam mereka berdua.


Didalam begitu banyak perempuan seumuran bunda sedang duduk ditempat yang sudah disediakan.


"Waalaikumsallam"


Keenan membawa bella masuk setelah bunda menyadari kedatangan mereka berdua, bella memilih berjalan dibelakang keenan. Karena malu dengan banyak orang yang belum dia kenal.


"Keenan kan?"


"Keenan tambah dewasa saja"


"Anaknya udah pulang jeng"


"Gantengnya.."


Keenan yang mendengar itu hanya tersenyum kearah mereka semua.


"Itu yang dibelakang keenan siapa jeng?" tanya seorang teman bunda saat menyadari kehadiran bella.


"Iyaa jeng, siapa?" sahut yang lain.


Setelah itu semua mata tertuju kearah bella, bella sendiri malu dilihat seperti itu oleh banyak orang.


"Sini sayang" Bunda melambaikan tangan kearah bella sambil tersenyum.


Bella sedikit ragu,


"Udah gakpapa" perintah keenan dengan seutas senyum. Bella mengangguk kemudian berjalan kearah bunda dan ikut duduk disampingnya.


"Kenalin jeng menantu saya, istri keenan namanya bella, cantik kan hehe.." bunda terlihat senang memperkenalkan bella di hadapan teman² nya.


Semuanya seketika langsung heboh setelah pengakuan dari bunda,


"Kok gak undang² jeng?"


"Wahh selamat ya jeng"


"Cantikk nya, gak salah pilih menantu"


Begitulah respin mereka teman arisan bunda, yang membuat bella malu.


"Mereka berdua memang sudah ditakdirkan berjodoh jeng, jadi langsung dinikahkan saja hehe" ujar bunda sedikit berlebihan dan itu membuat bella begitu malu.


"Kalian memang cocok"


"Iyaa cantik dan ganteng, anaknya nanti nurun siapa yaa?"


"Dapet cucu yang lucu can cakep pasti nih jeng hehe"


"Siap nimang cucu pertama nih jeng"


"Iyaa, bella kapan kasih bunda cucu hehe?"


"Semoga cepay diberikan momongan hehe"


Deg..


Untuk sesaat bella sedikit kaget dengan omongan teman² bunda, sampai² begitu sulit untuk menghirup udara baginya karena masih terkejut.


"Anak..?" batin bella kaget..


×××


Bella kemudian mengajak keenan untuk mengobrol di kamar atas dan keenan pun mengikutinya setelah berpamitan kepada bunda dan teman² bunda.


Tak lama mereka berdua sudah dikamar, "Aku.. akuu belum siap untuk itu.. maapkan aku keenan.. aku.. belum siap... untuk menjadi seorang ibu.. aku masih belum bisa.."


Bella meluapkan isi hatinya dengan menangis.


Keenan merengkuh tubuh bella, yang kemudian beberapa saat dapat meredakan tangisannya bella, masih setia dalam pelukan keenan dan bella hanya menyisakan sesegukan.


Setelah bella cukup tenang, keenan memegang kedua pundaknya bella lalu menjauhkan tubuhnya. Wajahnya bella memerah, pandangan matanya lemah dan di kedua pipinya masih basah air mata.

__ADS_1


"Sssttt sudah yaa nangisnya" ucap keenan sembari menyeka air mata di pipinya bella menggunakan ibu jarinya.


"Bella.." ucap keenan memperhatikan bella yang menundukan kepalanya.


"Keenan ngerti.. keenan juga ngerasain kok apa yang kami rasain, karena posisi kita sama".


Lalu bella mengangkatkan kepalanya, setelah itu pandangan mereka saling beradu.


Tanpa ragu, keenan memegang satu tangannya yang bebas.


"Keenan sadar kalau sebuah pernikahan yang sebenarnya adalah ikatan sepasang kekasih yang saling mencintai dan menyayangi dengan melakukan kewajiban masing².."


"Sampai akhirnya semuanya akan menjadi kebahagiaan saat keduanya berhasil mewujudkannya.."


"Sebuah anugerah paling ditunggu yang akan menjadi sumber kebahagiaan bagi keduannya adalah kehadiran sang buah hati, yaitu anak.."


Bella hanya mendengarkan keenan dan sesekali dia menunduk lagi.


Genggaman keenan semakin erat memegangnya.


"Bella percaya kan sama keenan? Perlahan rasa sayang keenan ke bella semakin tumbuh bell.."


Bella hanya menatap keenan dengan mata yang berkaca kaca.


Kemudian keenan memeluk bella dengan erat dan mengucapkan, "Bella yang dulu sempat keenan tolak karena alasan perjodohan. Ini juga yang membuat keenan bisa bertemu bella dan melihat tujuan dari hidup keenan sekarang".


"Kita yang menikah.. jadi kita yang akan menentukan masa depan pernikahan ini"


"Soal tanggung jawab itu, kita pikirkan jalan keluarnya sama², yang penting saat ini keenan mulai sayang sama bella".


Dalam dekapannya keenan, bella benar² tidak bisa berkata kata dia hanya terdiam, dia melihat kesungguhan hati keenan, setiap kata² yang diucapkan keenan sangat menyentuh.


"Mulai detik ini keenan adalah orang yang sangat berharga bagitu setelah kepergian mama, dia mampu meluluhkan hatiku, memberikanku sebuah kepercayaan dan arti kasih sayang" ucap bella dalam hatinya.


"Aku ingin mengikutinya kemanapun dia pergi, dimanapun dia berada aku akan tetap disampingnya, aku ingin terus melangkah bersamanya, meraih kebahagiaan bersama" lanjut batin bella.


Kemudian setelah itu bella dapat mereda karena hatinya berasa hampir dipenuhi ribuan kupu², dia juga sudah mempercayakan semuanya kepada keenan apapun yang terjadi.


"Keenan.." ucap bella malu yang masih didalam dekapanya keenan.


"Iyaa kenapa?" balas keenan.


"Kamu bener gakpapa kalau aku belum siap.. untuk itu?"


"Untuk apa bella.." sebenarnya keenan tau topik pembicaraan bella tapi dia hanya menggoda.


"Ituu.. soall.."


"Soall apa?"


"Ihh ituu.. yang tadi.. kamu gakpapa?"


"Iyaa soal apa? soal anak?"


"Iya.." ucap bella dengan wajah malunya yang memerahkan pipinya.


"Iyaa gapapa bella"


"Makasih keenan.."


"Iyaa sayang.. tapi kalau cium² kamu masih bolehkan?" goda keenan.


"Ehh...." bella semakin memerah pipinya setelah mendengar ucapan keenan itu.


Mwahh..


"Diam berarti tandanya bolehkan hehe" ucap keenan setelah mencium bella.


"Ihh keenan.."


Mereka berdua kemudian ingin berpamitan untuk pulang kerumah, dan mereka berdua kemudian mengahampiri bunda yang sekarang sudah berada di dapur.


"Bunda kita pulang dulu yaa.." pamit bella kepada bunda, mencium tangan bunda sebagai tanda hormat.


Keenan pun sama melakukannya.


"Ihh kok cepet² udah pada mau pulang aja, yaudah kalo gitu hati² kalian dan jangan lupa besok yaa.." ucap bunda.


Bunda merencanakan rekreasi bersama besok setelah pulang sekolah, holiday satu keluarga dan keenan bersama bella harus ikut.


Setelah cukup berbasa basi kemudian mereka berdua pun langsung beranjak pulang.

__ADS_1


__ADS_2