
Ditengah kesibukan keenan dalam memulai usahanya, kini dia juga harus belajar siang dan malam untuk menghadapi ujian akhir sekolah, demi menyelesaikan sekolahnya selama tiga tahun.
Beruntung dengan adanya bella, keenan tidak kesulitan dalam proses belajarnya.
Bella selalu mengingatkan keenan untuk terus belajar dikala ada waktu luang, mereka juga sering belajar berdua saat sebelum tidur.
Keenan memang tidak sepandai bella, tapi dia tidak malu untuk bertanya jika ada kesulitan dalam mengerjakan soal dan bella dengan senang membantunya, karena bella orangnya sabaran jadi selalu membantu keenan yang lama dalam mengertikan materi pelajaran.
Selesai belajar,
Mereka langsung beres-beres buku pelajaran yang berserakan memenuhi lantai.
"Tidak terasa ujian sebentar lagi.." ucap bella tersenyum manis.
Keenan ikut tersenyum.
"Tidak terasa juga sudah 4 bulan kita menjalani pernikahan ini dan semuanya baik-baik saja" sahut keenan mengerlingkan matanya.
Bella blushing mengerti maksud ucapan keenan tadi. Memang waktu berjalan sangat cepat sampai dia tidak menyadarinya.
"Ada apa.." tanya keenan, bella menggeleng malu.
Keenan kembali tersenyum gemas, tangannya diletakan di atas kepala bella lalu mengusapnya pelan.
"Ternyata benar, waktu bisa mengubah segalanya" ucap keenan.
Bella menatap keenan kurang mengerti maksud ucapannya.
"Dari asing menjadi dekat.." ucap keenan menatap tajam manik mata bella.
Esok harinya,
Keenan dan bella baru saja berangkat ke sekolah, mereka berdua sangat bersemangat hari ini.
Tiba di sekolah, bella pamit ke keenan kemudian turun di tempat biasanya.
Di perjalanan menuju kelas, tiba-tiba seseorang menghadang langkahnya keenan.
"Minggir lu, gue mau lewat" ucap keenan pada amar yang langsung melewatinya.
Tetapi saat akan beranjak, Amar tiba-tiba menahan langkahnya keenan dengan cara memegang kerah belakang bajunya keenan.
"Duhh..." rintih keenan, yang langsung membalikan badannya dan mereka berdua kemudian berhadapan.
"ANJ* LO BANGSAT!!" ucap amar dengan nada tinggi.
"Idihhh ngapain lu bangsat.." ucap keenan yang kemudian melepaskan genggaman amar.
"JELASIN HUBUNGAN LO SAMA BELLA" lanjut amar mengintimidasi.
"Mau luu apaan si, bukan urusan lu soal hubungan gue sama bella!"
Keenan terbelalak melihat apa yang ditunjukan amar, tubuhnya langsung membeku.
Foto itu saat keenan dan bella tengah bertukar cincin.. ternyata tidak hanya itu saja, Amar menunjukan foto lain dengan angle yang berbeda, yaitu foto mereka berdua saat duduk bersama di pelaminan.
"MASIH MAU NGELES LU BANGSAD" ucap amar.
Keenan tidak bisa mengelak, amar memiliki sebuah bukti. Keenan tidak tau kenapa amar bisa mendapatkan foto itu.
"Apa yang udah lu lakuin sama bella sampai dia mau menerima semua ini.." dengan nada tinggi ucap amar.
Buggghhh.
Amar melayangkan pukulannya tepat di hidungnya keenan, sebuah pukulan yang cukup keras yang membuat keenan mundur beberapa langkah.
Tiba-tiba cucuran darah mengalir di hidungnya keenan.
Keenan hanya diam, dia berpikir untuk melakukan apa sekarang, apa yang dia pikirkan cukup begitu rumit hingga setelah beberapa pukulan yang dilayangkan amar kepada tubuh keenan, keenan kemudian menahan pukulan amar yang terakhir.
"Jawab anji* lu udah ngapain bella" ucap amar.
*Bughhh..
Bughh..
__ADS_1
Bughhhhh*..
Bertubi-tubi keenan melayangkan pukulannya kepada amar, hingga amar terpojok dibawah dan dianiki keenan.
Semua siswa yang ada di sekitar kemudian mengerumuni perkelahian keenan dan amar.
Keenan dan amar saling membalaskan pukulan yang membuat mereka berdua bercucuran darah di baju seragam putih mereka. Darah itu terlihat begitu jelas berwarna merah di seragam keenan dan amar.
Lamanya mereka berkelahi, semua siswa panik karena tidak ada yang bisa melerai perkelahian mereka yang begitu keras.
Tiba-tiba keenan di keroyok oleh teman temannya amar, hingga ketika keenan di keroyok habis habisan disaat tangannya menahan sebuah pukulan amar yang menggunakan besi, *Trakkkk....
Arghhhhh*...... teriak keenan yang begitu kencang ketika bagian tangan kirinya yang menahan pukulan itu patah.
Amar kaget melihat tangan keenan yang patah, dia hanya diam membeku. Keenan yang mengerang kesakitan kemudian terjatuh.
Hingga seseorang berlari dari arah koridor sekolah..
"STOPPP!!!" teriak bella di tengah kerumunan.
Semua orang langsung menoleh kearah bella.
Bella menerobos masuk kerumunan dengan cemas, tangannya bergetar. Bella kemudian memeluk keenan yang sudah ambruk dengan cucuran darang dan ketika melihat tangan keenan yang patah.
Air mata bella tidak bisa dibemdung lagi, aor matanya mengalir saat bella melihat begitu banyaknya darah yang ada di baju keenan.
Hatinya sesak melihat keadaan seperti itu, wajahnya keenan sudah sangat pucat karena efek kaget melihat tangannya yang patah.
Kemudian semua siswa membantu keenan setelah perkelahian keenan dan amar terleraikan.
Amar pergi dibantu temannya,
Sedangkan keenan, dibantu bella dengan cepat bella tidak memperdulikan semua siswa yang melihatnya, teriakan guru, panggilan sahabat mereka yang baru datang, tatapan orang-orang, semuanya bella gak peduli, yang dia pedulikan hanya keenan!.
Bella berlari menuju parkiran untuk mengambil mobil, merebahkan tubuh keenan di kursi belakang kemudian bergegas pergi menuju rumah sakit terdekat atau apapun agar keenan cepat tertolong.
Sampai di sebuah puskesmas, bella kembali membantu keenan menerobos orang, lalu lalang membawanya menuju ruang perawat, disana semua orang melihat keenan yang begitu banyak darah di wajah serta seragamnya, diseragam bella pun ada akibat dia membantu merangkul keenan untuk berjalan.
"Tolong dokter.." ucap bella ke ibu-ibu berbaju serba putih.
"Ehhh ayooo cepet bawa masuk" ucap dokter lalu membuka pintu kamar, Bella ikut masuk lalu membantu keenan untuk tiduran di atas kasur pasien.
Dokter langsung memeriksa keadaan keenan yang terus menerus mengerang kesakitan.
Bella bener-bener takut, tak henti hentinya dia menangis melihat keadaan keenan. Dia tidak pernah histeris seperti itu.
"Gimana dokk!!" tanya bella dalam tangisannya setelah dokter memeriksa keenan.
"Mbakk, ini harus di operasi sekarang untuk pemasangan pen di lengannya yang patah" ucap dokter itu yang langsung membawa keenan keruang ugd, di barengi bella yang masih panik dan menangis...
Begitu lama..
Hingga setelah selesai dokter mengoperasi tangan keenan, bella masih belum tenang dan dokter oun kemudian menengakan bella, dan mengatakan bahwa keenan akan baik-baik saja, semua lukanya cukup ringan hanya menyisakan lebam-lebam dan yang oarah hanya lengannya saja yang patah, namun itu sudah di operasi dengan sangat baik.
"Terimakasih dokterrr... tapi keenan akan baik-baik saja kan dok" ucap sedih bella yang sedkit tenang.
"Baik-baik aja kok, yang tenang yaaa.. jika sudah sadar nanti sudah boleh pulang kok.."
"Ohh iyaa nama lengkap pasiennya siapa dek?" lanjut dokter itu.
"Adipati Keenan Asalla"
"Baik, nanti ibu sampaikan ke bagian administrasi"
Ibu dokter sangat ramah ke bella, beliau memberikan nasehat dan juga memberitahu untuk memberikan obat secara teratur untuk keenan nanti.
"Terimakasih eekali lagi dokter.." ucap bella yang sudah menyeka air matanya dan begitu tenang setelah mendengar ucapan nasehat dari dokter.
"Iyaa dek sama-sama, pacarnya yaa?" selidik ibu dokter melirik ke arah bella lalu melirik kearah keenan yang masih terbaring di kasur pasien.
"Bukan dok.. itu suami saya.." ucap bella melirik keenan.
Ibu dokter terkejut sampai menghentikan aktivitas menulisnya.
"Kalian suami istri?" tanya beliau tidak percaya. bella mengangguk.
__ADS_1
"Tapi kalian sangat muda lihh, sekolah SMA kan?" tanya dokter melihat seragam bella.
"Iyaa dokter.."
"Gak bohong kan?" tanya ibu dokter lagi. Sepertinya ibu dokter tidak percaya.
Bella menggelengkan kepalanya, lalu mengeluarkan hp dan menunjukan foto pernikahan sederhananya.
Ibu dokter menatap bella heran.
"Ceritanya panjang dok.. tapi intinya kita berdua dijodohin"
"Masih ada yaa perjodohan jaman sekarang.." ujar ibu dokter lalu melanjutkan aktivitas menulisnya, bella kemudian menatap keenan yang tiba-tiba sudah terduduk di kasur pasien.
"Enghh..." Keenan mengeluarkan suara. Bella dan ibu dokter langsung menghampirinya.
Perlahan keenan melirik tangannya yang sudah di buntal perban.. kemudian seperti orang kebingungan. Setelah itu pandangannya jatuh ke arah bella.
"Bella..." suara keenan lemah memanggil bella.
"Iyaaa keenan, ini aku disini" ucap bella yang tiba-tiba kembali mengicurkan airmatanya.
Keenan menatap bella, "Kenapa nangiss" ucapnya kemudian beralih menatap ibu dokter singkat, kemudian melihat sekeliling ruangan.
"Kita di puskesmas. Tadi keenan pucat terus gak sadarkan diri, aku takut....." ucap bella yang kemudian memeluk pelan keenan.
Ibu dokter tersenyum melihat kearah mereka.
"Gue pingsan bell?" tanya keenan. diangguki bella dalam pelukannya.
"Baiklah, sebentar yaa ibu ambilkan resep obatnya, nanti di tebus di apotek sambil pulang" ucap ibu dokter.
"Iyaa terimakasih dokter" sahut bella, yang sudah melepaskan pelukannya.
Dokter sudah meninggalkan ruangan, hanya keenan dan bella saja sekarang. Bella kembali meneliti wajahnya keenan yang masih terlihat pucat, matanya bengkak, pipinya bengkak, tangannya patah. Bella terus menangis ketika melihat itu..
"Bella.." panggil keenan, keenan menyeka air mata bella lalu jari telunjuk di tempelkan di bibir bella, udah yaa jangan nangis..
"Kita pulang aja yahh, udah bisa pulang kan? aku udah baikan kok, cuman tangan ini aja yang masih agak linu" ucap keenan.
"Keenan maaf, maaf, maaf, keenan pasti itu sakit kann:(" ucap bella tak henti hentinya.
Skip tiba dirumah.
Bella membantu keenan berjalan menuju kamar, dia tau keenan membutuhkan istirahat.
Setelah sampai di tempat tidur, bella membantunya duduk bersandar di kepala ranjang terlebih dahulu untuk melepaskan satu persatu sepatunya, setelah itu mengambil pakaian ganti untuk keenan.
"Ganti baju dulu yaa?" ucap bella diangguki keenan.
Kemudian bella membantu keenan mengganti bajunya dengan kaos polos, dan tak lama dari itu bella pun sama mengganti bajunya.
beberapa saat kemudian.
"Bella.." keenan memanggil bella pelan.
"Bentar yaa aku ambilin makan, sekalian" ucap bella lalu pergi kedapur.
Setelah mengucapkan itu tidak ada sahutan dari keenan, bella menangkap pandangan mata keenan menatap bella penuh arti.
Bella terkejut
Tiba-tiba saja air mata keenan turun mengalir membasahi pipinya. Bibirnya terkatup rapat tetapi bella tau kalau keenan sedang menahan tangis.
Keenan pun menundukkan kepala, menangis sesegukan.
Bella mengurungkan niat untuk pergi kedapur, lalu segera menghampiri keenan kemudian duduk disampingnya.
Keenan, kemudian bella memeluknya.
"Hmmm hmmmm.." Keenan melingkarkan satu tangannya di punggung bella.
Bella mengusap punggung keenan dengan lembut untuk menenangkannya.
Bella sengaja diam, biarlah keenan menumpahkan tangisannya saat ini. Tubuhnya terasa hangat, membuat bella semakin mengeratkan pelukan.
__ADS_1
"Menangislah, selagi ada aku disamping keenan" bisik bella dengan lembut.