Keenan & Bella (Nikah SMA)

Keenan & Bella (Nikah SMA)
Episode 39 (Baik baik Saja)


__ADS_3

Bella duduk di atas tempat tidur berhadapan dengan Keenan.


Pelan-pelan keenan memulai obrolan pada bella, dia menceritakan perihal kejadian tadi di sekolah.


Bella menundukan kepala ditengah keenan sedang bercerita. Hatinya sesak mendengar itu semua, apalagi dengan melihat keadaan keenan yang sekarang ada di sebelahnya.


"Bellaa.." ucap keenan menatap bella.


"Iyaa..."


"Kamuu kenapa? udah gak usah khawatir, aku baikbaik aja kok"


"Maapin aku keenan, semuanya gara-gara aku.."


"Enggak! kamu gak salah"


Bella menatap balik keenan dengan penuh penyesalan.


"Keenan akuuu takut...."


Tanpa bicara, keenan menggenggam erat tangan bella.


"Keenan sekali lagi maapin aku, maap aku sudah membuat mu seperti ini, semuanya gara-gara aku dari awal memang aku yang salah, kebagahiaan kamu, kehidupan kamu dan karena pernikahan ini, keenan tidak bisa memiliki perempuan idaman yang pantas mendampingi keenan kan..." ucap bella dengan bibir bergetar.


"Sssst.." keenan langsung meletakan telunjuk di bibirnya bella.


"Kehidupan gue itu urusan gue. Yang penting kita menjalani pernikahan ini sama-sama, jadi kamu gak boleh berbicara seperti itu.." ucap keenan menenangkan.


"Bella, kita sudah berjanji dengan Bunda dan ayah. Kita juga sudah mulai dekat, cinta dan sayang yang tumbuh karena keterbiasaan, selangkah lagi kita pasti bisa saling memiliki rasa itu seutuhnya" lanjut keenan.


Bella hanya diam, pandangan matanya tidak lepas dari keenan.


"Apa Keenan baik-baik saja menjalani kehidupan seperti ini?"


Keenan tersenyum mendengar pertanyaan yang terdengar aneh tetapi bisa dipahami, lalu mengangguk mantap.


Setelah itu sebuah senyuman kecil tercetak di bibir mungilnya bella.


"Apa bella juga baik-baik saja dengan kehidupan seperti ini?" tanya keenan meniru bella sambil menahan senyum.


Pipinya bella memanas wajah blushing nya. Bibirnya terkatup rapat tetapi rona senyum tampak menghiasi wajah manisnya.


"Gue anggap itu sebagai jawaban iyaa.." Akhirnya bella bisa tersenyum keenan senang melihatnya.


Gue berjanji akan menjaga senyuman itu -batin keenan


"Keenan.. jangan balas dendam sama amar yaa?" ucap bella.


Keenan terkejut, bagaimana bella bisa tau apa yang ada di otak keenan.


"Bella, orang seperti dia.." keenan hendak berbicara tetapi dipotong ucapan bella yang membuat hati dan otaknya bertekuk lutut pada bella.


"Akuu mohon..." ucap bella.


×××


Saat bella sedang membuang sampah di depan rumah, bersamaan dengan mobil Bunda yang baru tiba.


"Hmmm betah ya kalian tinggal disini.." celetuk bunda setelah turun dari mobil.


"Bunda....." bella langsung memeluk bunda dengan menahan tangisannya.


Bunda membalas pelukann dari bella dengan begitu erat.


Setelah itu, Ayah dan bunda beserta isal langsung masuk kedalam rumah untuk melihat keadaan keenan.


Bella mempersilahkan keluarganya itu untuk masuk kedalam rumah.


Sesampainya didalam mereka semua langsung melihat ke kamarnya keenan.


"Lohhhhh keenannn, kamuuuu kenapaaaaa?" tanya bunda panikk melihat keadaan tangan keenan yang bungkus perban.


Keenan hanya diam dan menatap kearah bunda ayah dan juga adiknya..


Bunda langsung panik melihat keenan heboh dan ingin tau cerita lengkapnya, mengapa keenan bisa seperti itu.

__ADS_1


Keenan dan bella pun kemudian menceritakan semuanya dengan detail saling bergantian kepada ayah bunda dan isal.


Diakhir cerita keenan kepada bundanya, dia langsung berbicara soal pernikahannya dengan bella yang sudah diketahui pihak sekolah.


"Pernikahan kita sudah diketahui oleh pihak sekolah.. dan besok ayah sama bunda harus datang untuk membuat pernyataan yang sebenarnya, juga membawa bukti-bukti pernikahan kita.." ucap keenan sejujurnya.


"Apa?" Isal kaget.


Tetapi tidak dengan bunda dan ayah, mereka malah diam saja sambil beradu pandang.


"Itu saja?" tanya ayah dengan tenangnya sedangkan bunda malah tersenyum.


Keenan memasang wajah bingung, tidak paham dengan jalan pikiran keluarganya ini.


"Ehmmm.." Ayah berdehem.


"Ayah sudah menduganya, hal ini cepat atau lambat akan terjadi.."


"Iyaa, bunda juga berpikir seperti itu.." sambung bunda.


"Tapi kan.. ini masalah serius nda.." sahut keenan.


"Kamu tenang saja, ayah sudah pikirkan ini sejak kalian membuat pernyataan soal komitmen itu. Jadi mungkin sekolah tidak akan mempermasalahkan pernikahan kalian, tapi sejauh mana kalian melakukan perbuatan yang dilarang untuk siswa sekolah seperti kalian karena itu merupakan pelanggaran.." jelas ayah.


Keenan masih belum mengerti.


"Bunda tanya, kalian sudah melakukan hubungan sejauh mana? Apa kalian sudah pernah bikin bayi?" tanya bunda bagaikan petir di telinga keenan dan bella.


What the...


"Bunda apa-apaan siii.." jawab keenan dengan panik, bisa-bisanya bunda bertanya seperti itu terang-terangan, apalagi ada bella yang sudah hampir tenggelam karena malu.


"Yaa kalau belum, bagus. Tetapi kalau sudah seperti itu kalian pasti bakal di DO" jelas bunda.


"Kalau begitu pegangan tangan pernah? pelukan atau cium-ciuman?" tanya bunda lagi.


"Dikit" jawab keenan pelan, malu...


"Yakinn cuman dikit?" tegas bunda sudah seperti diktator.


Bunda tersenyum, diikuti ayah dan isal dengan tawa ringan. Sedangkan bella sudah benar-benar tenggelam karena malu.


"Nah, itu sih masih wajar untuk anak sekolah, kalian kan juga sudah halal jadi tidak dosa kalau berduaan, mesra-mesraan, cium-ciuman.."


"Udahhh nda....." potong keenan cepat, ucapan bunda lagi-lagi membuat keenan kesal. Lagian mana ada sekolah behin gitu.


"Ehmmmm.. Selama kalian bisa menjaga komitmen, ayah yakin sekah tidak akan memberi sanksi berat untuk kalian.." ujar ayah yang sudah mulai serius.


Mereka semua diam sejenak. "Jadi?" tanya isal penasaran.


"Kita selesaikan besok.. Serahkan demua dama bunda.." ucap bunda dengan angkuhnya.


"Bunda ingin kalian berdua bahagia, bunda sudah terlalu banyak membuat kalian menderita.." lanjit bunda.


"Itu benar.." sahut ayah.


Akhirnya ada titik terang dimana masalah ini akan segera teratasi oleh bantuan ayah dan bunda, berkat dukungan keduanya keenan sudah tidak ragu lagi menghadapi masalah ini.


×××


Kemudian semuanya keluar kamar keenan, bunda mengajak bella dan isal untuk pergi ke supermarket di depan komplek, untuk membeli beberapa makanan ringan.


Di dalam kamar menyisakan Ayah dan juga keenan, mereka berdua berbincang, sesekali ayah melihat luka tangannya keenan.


"Anak ayah mah jagoan, besok juga sembuh tangannya hehe" ucap ayah menyemangati.


"Iyaaa yahh, cuman sekarang agak linu yahh masih kerasa nyut nyutan nyaa di tangan ini"


"Iyaaa, tapi kamu harus kuat yaa, kalo kamu sakit terus kaya gini apa kamu tega ngeliat istrimu membereskan seluruh rumah sendirian?"


"Enggak lah yahhh, keenan juga akan cepat sembuh dan gak akan pernah tega ngeliat bella seperti itu.."


"Anak itu yang berantem sama kamu, gimana? babak belur dia sepertimu?"


"Iyaa dong yah hahaha, keenan cuman kalah personil aja mangkanya patah deh haahah" tawa keenan selagi berbicara.

__ADS_1


"Besokk dia juga pasti kena sidang kan?"


"Kata temen-temen yang di sekolah sihh katanya sama bakalan di sidang dan dipanggil orangtua nya".


"Yaudahhh besok biar ayah yang liat langsung kesekolah oke, kamu dirumah saja yaa nanti ayah ijinin ke sekolah supaya bella juga bisa menemani kamu diam disini, cuman jangan lupa makan dan juga belajar selagi bisa."


"Iyaaa siap pakbossss" ucap keenan lantang.


"Usaha kamu bagaimana sekarang? sudah sampai mana?" tanya ayah.


"Belum yahh, keenan masih perlu survei... setelah masalah ini selesai pasti keenan akan mulai kerjakan.."


"Okee, ayah tunggu.." ucapan ayah langsung diangguki keenan.


Lama keenan menghabiskan waktu bersama ayah sampai tidak terasa hari sudah mulai gelap. Mungkin katena jarangnya keenan mengobrol seperti itu dengan ayah nya.


Akhirnya semua pamit pulang, Keenan dan belka turut mengantar semuanya sampai di depan rumah.


"Besok kalian gak usah sekolah yaa.." perintah bunda.


"Iyaa bunda.." ucap bella tidak enak.


"Bella sayang, pastikan besok suamimu dirumah, awas!"


"Iyaaa bunda hehe.." jawab bella.


"Nanti besok ade temenin kesini lagi deh.." sambung isal.


"Lahh lu gak sekolah?" tanya keenan heran.


"Ngelibur dong.." jawab isal ringan.


Kalau gur dulu yang bilang seperti itu sudah pasti bunda marah, kenapa sihh adek selalu terdepan. batin keenan.


"Byee.. istirahat yaa sayang.." pamit bunda ke bella dan keenan.


"Assalamuallaikum"


"Waalaikumsallam" mereka sudah pergi, keenan sama bella masih berdiri di tempat.


"Masuk yuu.." ajak keenan.


"Iyaa.."


Diruang tamu. "Bella pengen makan apa?" tanya keenan.


Bella mengerenyit bingung. "Biar aku yang masak aja dehh"


"Mending pesen go-food aja" nyengir keenan.


"Ohh hehe yaudah mau makan apa keenan?" ucap bella tertawa ringan.


Kemudian bella mulai memesan makana yang ingin mereka berdua makan.


Tiba-tiba saja keenan teringat perdebatannya dengan bunda tadi. Cium-cium boleh.


Bella akan beranjak tetapi sebelum itu keenan menarik dengan sebelah tangannya. Bella mengaduh kaget tiba-tiba.


"Bell makasih yaa udah kuat jadi istri gue.."


Bella tersenyum maluu...


"Sekali lagi makasih..." ucap keenan


Mwahhh. keenan mencium kedua pipinya bella dengan lembut.


Dan tiba tiba keenan mecium mesra bibir merah mudanya bella tanpa rasa malu lagi, bella hanya mengikuti alur keenan, bella menutup matanya malu...


Lamanya mereka berciuman tiba- tiba, "Awwww sakit.." rintih keenan, yang tangan kirinya tak sengaja di pegang bella.


"Ahhhhh maaap keenan....."


Setelah itu, karena sudah puas keenan mencium bella keenan pun melepaskan bella dari pelukannya. Tetapi bella langsung buru-buru melangkah menuju kamar karena malu dengan apa yang barusan terjadi.


Keenan malah tersenyum melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2