
Namanya adalah Erica Putri biasa di panggil Ica, usianya tahun ini menginjak 25 tahun belum menikah bahkan belum memiliki pasangan, karena setelah putus dari pacar semasa SMAnya, dia memutuskan tidak berpacaran lagi dengan pria manapun.
Erica merupakan gadis yang sederhana, tidaklah terlalu cantik.
Kini dia bekerja di sebuah perusahaan distributor makanan minuman menjabat sebagai adminitrasi pajak.
"Hai Yuli, gimana semalam jalan sama Budi seru enggak?" Tanya Erica.
"Seru donk, orang kami nonton bioskop" tawa tersembunyi si Yuli ini.
"Lainnya?" Tanya Erica.
"Hmm, enggak ada la Ica, kami hanya pegangan tangan, deg-degan rasanya, dia memegang tangan aku untuk di genggam pas di keramaian loh!" Cerita Yuli.
"Iya deh yang punya gebetan semoga cepat jadian aja aghh" goda Ica.
"Amin"
"Waahh cepat ya di amin kan" protes Ica.
Memang Yuli dan Budi telah saling menyukai tetapi belum meresmikan hubungannya, mendengar kisah Yuli, Ica merasa sedikit iri, karena dia belum memiliki pasangan untuk di ceritakan.
Erica membayangkan bagaimana jika dia yang nonton bersama pria pujaannya di bioskop juga.
"Dengar-dengar Pak Bos masukkan karyawan baru ya?" Bisik Yuli ke Ica
"Iya, cuma enggak tau rupanya bagaimana, untuk bagian supervisi" Jawab Ica.
Tiba-tiba hening karena pria yang barusan di ceritakan mereka telah datang, mereka segera masuk ke ruang kerja masing-masing.
Ruang kerja Erica dan Yuli hanya berbeda pintu tetapi di satu deretan yang sama.
__ADS_1
Setelah Pak Bos mengenalkan pria tersebut ke seluruh karyawan yang ada, kini giliran untuk dikenalkan ke Erica dan Yuli, karena mereka memang di khususkan pisah ruangan dan lantai yang berbeda.
"Ini supervisi baru ya Ica,Yuli, kalian bisa bekerja sama" Pak Bos mulai memperkenalkannya.
"Yuli"
"Erica, panggil aja Ica"
"Saya, Ryan Wijaya" kata pria tadi.
Dalam hati Ica, formal sekali orang ini, berbicara apa gitu terus ya?"
Setelah berkenalan mereka pun kembali ke masing-masing meja kerja.
Hari menjelang sore, waktunya mereka pulang kerja.
Yang lain sudah pada pulang termasuk Yuli, hari ini tersisa Erica yang belum pulang karena menyelesaikan sedikit kerjaannya, dia tidak suka menundanya.
Waktunya Erica selesai dengan kerjaannya, dia pun turun ke lantai 1 pas dibawah tangga berjumpa dengan pria yang tadinya juga belum pulang.
"Loh, Ryan belum pulang juga?" Tanya Erica.
"Belum, saya baru selesai melihat berkas-berkas yang ada" jawab Ryan.
"Oh" hanya itu yang keluar dari suara Ica.
Dia pun berjalanan duluan, sesampainya di depan pintu gerbang, dia menunggu Abangnya buat jemput, tidak lama ada chat WAnya masuk berisi tentang kalau Abangnya akan menjemput tetapi masih akan lama lagi dikarenakan motor Abangnya mogok dijalan.
Karena Erica memang di antar jemput oleh Abangnya. Akhirnya Erica menunggu.
"Yaaahh macam mana ini, sudah mulai mau menjelang malam" pikir Erica.
__ADS_1
"Erica" tiba-tiba suara itu terdengar, Ica pun terkejut.
"Kenapa kamu belum pulang, tadi buru-buru perginya??" Tanya Ryan.
"Hmm itu loh! Tak kirain Abangku sudah jemput, ternyata belum dan barusan chat bilang motornya mogok tadi di suruh menunggu sih!" Jelas Ica.
"Ya uda ikut saya aja ayo!" Kata Ryan.
"Eh, gak apa-apa kah?" Erica
"Tenang, walau baru kenal kamu aman kog"
Kata Ryan.
Akhirnya setelah menimbang dalam pikiran nya, dia pun ikut Ryan untuk di antar pulang, sebelumnya Erica mengirim pesan ke Abangnya mengabarkan bahwa dia ikut temannya.
Di perjalanan Erica binggung cara duduknya, karena takut menempel terlalu dekat ke tubuh Ryan, akhirnya dengan tas Erica di simpan tengah, bagi Erica aman.
Sepanjang jalan mereka hanya diam saja.
Tidak lama setelah itu mereka telah sampai dirumah Erica.
"Ok, makasi ya, maaf merepotkan" kata Erica.
"Ok" cuma itu saja yang keluar dari mulut Ryan.
Ryan langsung tancap gas motornya dan pergi.
Ternyata dari dalam rumah orang tua Erica sudah, memperhatikan gerak gerik anak gadisnya bersama pria tadi.
Orang tuanya mengira itu adalah pacar Erica.
__ADS_1
Erica menjelaskan kepada orang tuanya kalau yang baru saja mengantarnya bukan la pacarnya tetapi hanya teman kantornya, itu pun baru kenal hari ini.