Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 10. Hal kecil menjadi masalah


__ADS_3

Ryan dan Erica bekerja seperti biasanya lagi, hari-hari mereka lalu seperti biasa dengan pacaran jarak jauh. Beberapa bulan pun berlalu setelah habis dari annivesary mereka.


Suatu hari Erica menunggu kabar dari Ryan, sudah 2 hari Ryan tidak memberikan kabar, dia pun merasa khawatir, cemas dan segala isi dipikirannya.


Erica berpikir apa Ryan tengah berselingkuh, apakah ada wanita lain pada saat itu, mengapa Ryan tidak menghubunginnya.


Berpuluh kali Erica meneleponnya pun tidak diangkat.


Pesan chat yang dikirim pun tidak berbalas.


Ini chat terakhir yang akan Erica kirim kalau tidak balas, Erica berjanji dalam hati tidak akan mengirim chat lagi, sampai Ryan benar-benar mencarinya.


"Ryan, kamu kemana kog gak ada kabar, gak balas chat ku, enggak angkat telepon ku, kamu sedang selingkuhkah, kamu lagi sama wanita lain, kamu bosan sama aku, kamu gak kuat Ldr begini, bilang jangan diamkan aku!" Chatnya Erica kirim dengan mata terpejam ia menekan tombol kirim sebelum meletakkan jempolnya tepat ditulisan kirim.


Jauh disana Ryan baru tersadar dari tidurnya, ia melihat hpnya dan mendapatkan puluhan telepon, dan banyaknya chat dari Erica.


Ryan pun menelepon Erica.


"Akhirnya nih orang menelepon juga angkat apa tidak!" Batin Erica, kalau dia tidak angkat berarti Erica balas dendam, tapi kalau tidak diangkat juga Erica tidak tau apa-apa soal Ryan disana, Erica teringat perkataan papanya, pikirkan pakai logika jangan terlalu cepat marah, dan mengambil keputusan ketika marah.


Akhirnya Erica mengangkat teleponnya.


"Maaf sayang, aku kemarin sibuk sekali dan malamnya aku pergi minum dengan temanku dan kebanyakan, ya kamu tau lah apa yang terjadi" kata Ryan dengan santainya.


"Masih ingat menelepon aku, masih ingat aku, saat kamu pergi minum-minum apa ingat aku, sampai 2 hari ini kamu tidak memberi kabar sama sekali, kamu pikir enak menunggu kamu begitu?" Jawab Erica dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Iya maaf, aku gak enak sama teman-teman sini mereka mengajakku untuk bersenang-senang dikala penatnya kerjaan" jawab Ryan menjelaskan.


"Udah lah sana senang-senang saja sama teman-teman mu lupakan aku yang disini!" Teleponnya langsung ditutup oleh Erica.


Beberapa hari pun berlalu, hampir menjelang seminggu Erica dan Ryan tidak saling menghubungin, Erica bertahan pada egoisnya begitu pun Ryan.


Ryan merasa dia tidak salah, seharusnya Erica yang meminta maaf.


Hal ini padahal kesalahan keduanya, hanya tidak ada satu pun yang mengalah.


Ryan dia orangnya paling santai menghadapin hal ini, dia cuek saja.


Sedangkan Erica kepikiran terus mengapa sifat Ryan begitu, dia sampai berpikiran apa harus lanjut apa tidak, setelah sekian lama mereka saling mengenal selama 1,5 tahun berpacaran Ryan tidak pernah menunjukan sifat yang begini. Erica menyibukan diri untuk melupakan masalahnya dengan Ryan, tetapi tetap saja dia uring-uringan.


Erica dan papanya sedang duduk d ruang tamu. "Ica, tumben papa perhatikan kamu belakangan ini sepertinya tidak ceria seperti biasa, dan papa juga sangat jarang mendengar kamu menelepon Ryan, kalian tidak lagi berantemkan?" Tanya papanya.


"Ica, papa liat sifat Ryan orang yang baik, maka papa tidak melarang kamu bersamanya, jika dari awal papa tidak suka maka akan langsung memintamu untuk putus darinya, kamu menunduhnya tanpa mendengarkan penjelasannya lebih jelas, dan papa sudah pernah katakan pakai logikamu dalam berpikir! Jangan sesikit-sedikit kalian berkelai hingga tidak saling menghubungin, menimbulkan hubungan tidak sehat!" Nasehat papa Erica.


"Iya pa" Erica hanya menjawab sedikit saja tanpa melawan ucapan papanya.


"Udah malam, kamu tidur sana" kata papa Erica menyuruh Erica untuk tidur.


Erica pun bangkit dari ruang tamu dan masuk ke kamarnya.


Dikamarnya Erica pun berpikir dia harus meminta maaf, mengakhir perang dingin ini.

__ADS_1


"Ryan, aku minta maaf, ini salahku main menunduh mu, aku mohon maafkan aku!" Pesan chat yang Erica kirim ke Ryan.


Erica menunggu chatnya di balas karena di telepon pun Ryan tidak mau mengangkatnya.


Erica menunggu hingga ketiduran dan pagi menjelang ketika Erica melihat pesannya pun belum juga dibalas oleh Ryan.


Padahal malam itu Ryan ada memegang hpnya, tetapi dia belum ada berniat untuk membalas pesan dari Erica.


Erica berpikir cukup keras kepala sekali Ryan, kebetulan hari ini Erica tidak bekerja karena hari minggu, dia bangun pagi dan masih malas-malasan dikamarnya.


Erica pun mengirim pesan lagi "Ryan, maafkan aku, aku gak begitu lagi main sembarangan bicaranya, maaf, maaf, maaf!, Ku mohon balas ya!" Kirim Erica.


Banyak chat yang Erica kirim hanya berupa perkataan maaf. Ryan disana yang baru bangun dari tidurnya pun melihat hpnya, dan dia berpikir malas juga dalam kondisi begini terus, dia berpikir dia bukan anak kecil yang harus merajuk terus.


Ryan membalas chat Erica "Sudah lupakan saja kejadian kemarin-kemarin jangan diungkit lagi, kita mulai dari yang baru" pesan yang dikirim ke Erica.


Erica dengan cepat membaca pesan chat dari Ryan karena terus saja memegang hpnya.


Deg! Rasa jantung Erica seperti lebih kencang sedikit berdetaknya, Ryan tidak ada minta maaf dan hanya bilang begitu, apa dia harus terima, itu yang ada di pikirannya.


"Ya udah, ok, kamu lagi apa?" Chat Erica.


"Baru bangun tidur aja" balas Ryan.


Erica merasa sedikit sakit hati, apanya yang mulai dari baru, Ryan tidak ada menanyakan kembali apa yang biasa mereka tanyakan, biasanya jika Erica bertanya Ryan akan menanyakan hal yang sama, ini ketika masih dalam kondisi egois tidak ada pembicaraan yang halus, panggilan sayang pun hilang.

__ADS_1


"Oh ya udah, aku mau mandi" kirim Erica.


Ryan yang membacanya tidak berniat membalas chat dari Erica, dan melanjutkan tidurnya. Erica pun pergi mandi dan setelah mandi, dia melihat ada tidak pesan balasan dari Ryan, dan ternyata tidak ada, tetapi dalam hati terkecilnya Erica bersyukur dia dan Ryan tidak mengakhirin hubungannya.


__ADS_2