
Pagi ini Erica sibuk menelepon orang tuanya dan mama mertuanya.
Meminta untuk mereka semua besok datang kebetulan esok pun hari minggu jadi mereka bisa untuk datang.
Karena besoknya adalah ulang tahun Erwin yang pertama.
"Bagaimana keluarga kita sudah dikasih tau?" Tanya Ryan.
"Sudah papa Erwin?" Jawab Erica.
"Antar aku ke pasar ya, buat belanja keperluaan besok" kata Erica yang melihat Ryan yang sedang duduk santai dibelakang rumah karena ada tamannya.
"Malas, pergi aja pake Go-jek" jawab Ryan.
"Temanin belanja gini aja malas, padahalkan belanjanya enggak jauh!" Jawab Erica.
"Jaga Erwinlah kalau begitu" Erica berkata lagi.
__ADS_1
"Minta Bi Tin saja jaga Erwin!" Kata Ryan.
"Ya udah ok, aku pergi belanja sendiri aja" jawab Erica sudah mulai kesal.
Ryan kalau sudah dirumah sangat sulit untuk diajak keluar, maunya bersantai saja, bagi dia dari senin-jumat sudah lelah bekerja, diwaktu libur dimanfaatkan buat bersantai, tetapi tidak juga bersantai bersama keluarganya.
Lebih mementingkan diri sendiri, juga tidak banyak membantu Erica merawat Erwin.
"Bi, tolong jaga Erwin dulu ya saya mau belanja dipasar yang dekat aja si, kalau rewel minta tolong papanya jaga saja" kata Erica ketika itu Erwin sedang dalam gendongannya dan Erica menyerahkan Erwin kepada Bi Tin.
"Baik nyonya" jawab Bi Tin.
Di pasar Erica sedang memilih-milih sayur yang dia dan Bi Tin mau masak saja buat acara, mereka berencana tidak mengundang banyak orang hanya keluarga dan orang terdekat saja.
Tidak terasa Erica dipasar juga memakan waktu yang lama kurang lebih satu setengah jam lebih.
Erica pun melanjutkan lagi mencari tempat yang jual permak pernik untuk acara ulang tahun.
__ADS_1
Sambil berjalan kaki, dengan kedua tangannya membawa belanjaan yang cukup berat, Erica sejujurnya merasa kerepotan.
Setelah menjumpai tempat yang ingin dia tuju, segera Erica membeli apa yang diperlukannya, dia pun sepanjang jalan sudah kepikiran dengan Erwin, apa dia menangis apa tidak.
Selesai berbelanja Erica segera memesan ojek online lagi dan sesampainya dirumah, Erica melihat ruang tamu yang berantakan bantal-bantal sofa berjatuhan, Erica merasakan kesal, dia sudah lelah berbelanja begitu, tetapi malah rumah kondisi berantakan begini. Dia juga mencari keberadaan Erwin dan Ryan.
Erica meletakan terlebih dahulu barang belanjaannya, terlihat didapur Bi Tin sedang mencuci piring yang berantakan.
"Bi, dimana bapak dan anak itu?" Tanya Erica.
"Dikamar nyonya?" Jawab Bi Tin.
"Ooh, ok la!" Jawab Erica.
"Saya kekamar dulu, Bi Tin tolong bereskan barang-barang dan sayuran ini dulu ya, lalu tolong juga yang di ruang tamu ya Bi, berantakan sekali kalau sudah ada papanya si Erwin dirumah itu!" Kata Erica sambil berlalu meninggalkan Bi Tinnya di dapur.
"Baik nyonya" jawab Bi Tin.
__ADS_1
Erica pun segera menuju kamarnya, dia melihat kamarnya pun sudah berantakan bantal dan guling sudah tidak berada ditempatnya, pakaian dalam lemari pun berhamburan keluar, ketika melihat hal tersebut Erica rasanya ingin berteriak kuat tetapi tidak dilakukan, dia lelah habis berbelanjaan, ditambah lagi keadaan kamar yang begitu berantakan, melihatnya saja dia ingin menangis, tetapi tidak dia lakukan juga.
Erwin tertidur bersama Ryan, kaki Erwin sudah berada dimuka papanya, tetapi Ryan mungkin tidak merasakannya, atau mengeser kaki Erwin, hal tersebutlah yang bisa membuat Erica tersenyum disaat rasa lelah yang sekarang menyerangnya.