Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 16. Hamil


__ADS_3

Erica sudah tidak bekerja di kantornya, dia pun sudah bersiap untuk ikut Ryan ke daerah dimana kantor Ryan berada.


"Ica, baik-baik ya disana, dengar kata suami" kata mama Erica ketika Erica dan Ryan ingin berpamitan.


"Jaga Ica ya Ryan, jangan ada berantemnya, yang sabar hadapin Ica, begitu pun sebalik nya ya Ica!" Kata papa Erica.


"Dah, adik abang yang abang sayang" kata Kenzo sambil memeluk adiknya.


"Kalau kamu macam-macam bro, hadapin aku" kata Kenzo ke Ryan.


"Baik, Pa, Ma, dan Bang Ken, Ryan akan ingat pesan kalian!" Kata Ryan.


Ryan dan Erica pun pergi, keluarga Erica hanya berharap Erica baik-baik saja disana.


Ryan dan Erica telah sampai di rumah mama Ryan, untuk berpamitan.


"Ma, Ica, ikut Ryan ya, mama baik-baik disini sama Tia, Tia jangan suka keluar malam ya!" Kata Erica.


"Baik kak" kata Tia, Tia memang lebih menurut ke Erica.


"Kamu yang baik-baik disana ya, sabar hadapin Ryan" kata mama Ryan.


"Ma, Ryan dan Ica pergi dulu ya!" Kata Ryan.


"Iya, hati-hati di jalan" kata mama Ryan.


Mereka pun pergi di perjalanan Erica menyempatkan tidur.


Setelah kemarin sebelum berangkat ia kecapekan membereskan pakaiaannya.


Terbangunnya Erica ternyata telah sampai di sebuah rumah sederhana tetapi cantik, dengan ada taman mininya, kolam ikannya.


"Ini rumah kita dan anak-anak kita" kata Ryan.


"Hah, maksudmu ini rumah pribadi kita"


"Iya" jawab Ryan


"Aku sudah membeli ini lama dan merahasiakan dari mu karena buat kejutan, cantikkan" kata Ryan.


Mereka pun masuk mengelilingin rumahnya, dan setelah itu Erica membereskan pakaiannya di lemari baju, dan langsung mandi, karena sudah menjelang sore, mereka telah memesan makan online.


Setelah mereka selesai makan, mereka pun masuk ke kamarnya.


"Udah selesai belum sayang" tanya Ryan sambil memeluk Erica.


"Hmm, belum" kata Erica bohong.


"Masak, uda 1 minggu lebih loh kan dari malam kita nikah" kata Ryan mengingat tanggal haid Erica.


"Hehe, udah!" Kata Erica.


Tanpa bicara lagi Ryan pun langsung melaksanakan tugas sebagai suami, Erica pun memberikannya dengan ikhlas karena memang hak suaminya.


Mereka menghabiskan beberapa jam untuk melakukannya dan untungnya Ryan besok belum bekerja.

__ADS_1


Sebelum tertidur Ryan mencium perut rata istrinya, dan berdoa semoga anaknya cepat hadir di perut istrinya.


Setelah lelah mereka pun tertidur.


Paginya Erica mau bangun, seperti biasa tangan Ryan selalu diperutnya.


Setelah berhasil melepas tangan Ryan, Erica pun beranjak untuk mandi.


"Aduh" teriak Erica pelan untungnya tidak membuat Ryan bangun.


"Sakit semua badan ini" batin Erica, mungkin ini karena pertama kali baginya.


Akhirnya Erica pergi mandi dan menyiapkan makan pagi untuk Ryan.


"Sudah siap makan paginya, rajinnya istriku" puji Ryan yang nampak segar karena habis mandi.


"Buat kamu" kata Erica.


Ryan sangat cerah, karena ia berhasil menuntaskan apa yang selama ini dia tahan.


Beberapa hari berlalu mereka habiskan dalam rumah, dan besok waktunya Ryan bekerja.


"Aku kerja dulu ya, di rumah aja nonton, ok" kata Ryan.


"Iya", kata Erica.


Setelah Ryan pergi Erica pun membersihkan rumah, menyapu, mengepel, menyiram tanaman.


Malamnya Ryan pulang Erica menyambutnya dengan sangat senang karena ia bosan menunggu suaminya pulang, makanan pun telah siap.


***


2 bulan pun berlalu, rutinitas yang dilakukan Ryan dan Erica, masih saja selalu sama, karena kesibukan kantor Erica belum pernah di ajak jalan-jalan oleh Ryan.


"Sayang, aku uda telat loh!" Kata Erica.


"Telat apa?!" Tanya Ryan.


"Haidnya" kata Erica.


"Terus kemarin aku ada ke apotek dekat sini, beli tespek ini, dan hasilnya ini, coba lihat!" Kata Erica menujukan benda yang ditangannya.


"Kamu hamil?" Teriak girang Ryan, karena itu yang memang Ryan ingin kan.


"Iya" jawab riang dari Erica.


Ryan langsung memeluk Erica kan, dan menciumnya bertubi-tubi di pipi, dan di kening istrinya.


Lalu mencium perut rata Erica, dan berkata "sehat-sehat ya anak papa, papa mama menunggu mu!" Kata Ryan pada anaknya yang masih belum terbentuk.


"Terima kasih sayang" kata Ryan.


Erica sangat senang melihat suaminya sangat senang mendapatkan kabar dia hamil.


Besoknya Ryan mengajak Erica untuk mengecek kandungannya terlebih dahulu, setelah nama Erica dipanggil di poli bagian kandungan, Erica dan Ryan pun masuk keruangan pemeriksaan, sebelumnya ditanyain dulu oleh suster untuk kelengkapan datanya, dan setelah itu bertemu dengan dokternya.

__ADS_1


Seorang dokter pria.


"Pagi pak, Bu, ibunya silakan berbaring" kata dokter tersebut.


"Kehamilan pertama ya!" Kata dokter tersebut.


"Iya dok" jawab Erica sambil berbaring, dan dibantu oleh suster lalu suater memberikan sedikit jel diperut rata Erica dan Dokter meletakan alat diatas sana, dan terlihat dari monitor mesin depan Dokternya, sebuah gambar yang masih belum berbentuk.


"Ini ya pak, janinnya, masih belum terbentuk sempurna karana baru 8 minggu ya" terang dokternya.


Erica yang melihatnya terpesona, akan ada janin yang nanti berkembang di perutnya.


Ryan pun hanya mengangguk-angguk saja.


"Kapan detak jantungnya dapat di dengar Dok" tanya Ryan.


"Kira-kira 2 bulan lagi pak" jawab Dokternya.


Suster membantu Erica membersihkan jelnya dan bangun dari ranjang.


Dokter pun menuliskan resep, berisikan vitamin untuk Erica minum.


Setelah selesai pembicaraan dengan dokter mereka pun segera, ke apotek untuk mengambil vitamin yang di resepkan oleh dokter.


"Ma, aku hamil uda 8 minggu" kata Erica, ketika menelepon mamanya.


"Wah, mama akan segera menjadi nenek" kata mama Erica dengan sangat senang.


"Iya ma, ini baru habis periksa"


"Jaga baik-baik, jaga makanan minuman dan jangan capek-capek" kata mama Erica.


"Iya ma, oh iya ma udah dulu, mau nelepon mama mertua juga, udah malam ini takut kemalaman neleponnya" kata Erica.


"Ok, gak apa-apa" kata mama Erica.


Erica pun segera menelepon mama mertuanya.


"Halo ma, ini Ica mau memberikan mama kabar, Ica hamil ma, sudah 8 minggu, baru pulang periksa dari dokter" kata Erica.


"Jaga baik-baik cucu mama ya" kata mama mertuanya Erica.


"Iya ma, maaf telepon malam-malam ya!


"Gak apa-apa kog, lagian tumben malam ini mama juga belum tidur, biasa lebih cepat, mungkin memang mau mendengar kabar dari kamu, kalau mama bakal punya cucu" kata mama Ryan.


"Iya ma, Erica tutup dulu ya ma, uda malam mau tidur, mama juga tidur ya"


"Iya" kata mama Ryan.


Erica pun segera kekasurnya untuk tidur, disana Ryan sudah berbaring dikasur, sebelum tidur, Ryan mengusap, mencium perut Erica, dan berbicara dengan calon anaknya.


"Sayang papa, yang sehat ya, dalam perut mama" kata Ryan.


Setelah itu mencium kening Erica dan memeluknya. Dan tertidur bersama dan mimpi indah bersama.

__ADS_1


__ADS_2