
Hari-hari yang Erica lalui seperti biasa setelah Ryan menyatakan perasaan nya, mereka semakin dekat, semakin intens bersama.
Ryan setiap pagi datang menjemput Erica dan menganptarnya pulang jika sudah jam pulang kerja, mereka jalanin tanpa ada hambatan dari mana pun.
Bos di kantor tempatnya bekerja pun tidak mempermasalahkan hubungan mereka, asalkan mereka mampu profesional dalam bekerja, tidak menyangkut pautkan hubungan.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk" kata Erica.
"Selamat ulang tahun sayang" kejutan dari Ryan dan rekan kerjanya, Yuli pun ikut andil dalam kejutan ini.
"Emang hari ini aku ulang tahun kah?"
"Iya Ica, kan hari ini tanggal 28 juli ulang tahun mu!" Jawab Yuli.
"Aku benar-benar melupakannya! Terima kasih Ryan, terima kasih semuanya!
Semua yang mendengar Erica melupakan ulang tahunnya pun tertawa.
"Cium, cium, cium" sorak rekannya tapi ada beberapa yang diam saja binggung mengapa mereka bersorak begitu.
Ryan berdiri di hadapan Erica sambil membawakan kuenya, bunga mawar merah berserta kado kecil di dalam saku bajunya.
"Berdoa dulu, baru tiup lilin ya sayang" kata Ryan.
Erica pun berdoa, dalam hatinya ia hanya meminta segalanya di permudah dalam hubungannya, karirnya dan keluarganya.
Rekan kerjanya ada yang sedang berbisik sedikit terdengar oleh Erica "Ica dan Ryan pacaran ya, kog kita gak tau?"
"Gak tau, liat saja manggilnya sayang-sayang!" Kata rekan kerjanya.
Yuli melirik Erica untuk memberi kode bermaksud untuk memberitahu mereka saja biar tidak timbul gosip.
Erica mengatakan jangan dalam bahasa isyaratnya, ada beberapa rekan kerjanya yang memang tidak tau, Erica dan Ryan di anggap dekat biasa saja.
Ryan pun memberikan bunganya dan kadonya yang dari dalam saku baju, sebuah kotak kecil berwarna merah, Erica menerimanya dengan wajah merah, karena malu diliat oleh ramainya rekan kerja, Ryan membuka kotak kecil itu dan isinya kalung, Ryan pun memakaikannya dan mencium kening Erica. Erica benar-benar di buat bahagia oleh Ryan, atas kejutan ini.
Semuanya bersorak dan memberi selamat.
Mereka pun berangsur keluar dari ruangan Erica dan akhirnya hubungan Ryan dan Erica semua teman kerjanya tahu kalau mereka pasangan.
__ADS_1
Erica benar-benar tidak mengingat hari ini ulang tahunnya, karena di rumah pun tidak ada satu orang pun yang mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.
Biasanya yang lebih dulu mengucapkannya adalah mamanya.
"Erica nanti malam kita makan malam bersama ya" kata Ryan.
"Dimana" tanya Erica.
"Kamu siap-siap saja!"
Jam pulang kerja seperti biasa Ryan mengantarnya pulang dan setelah itu langsung pulang kerumahnya.
"Ma, Pa, Ica pulang ni!" Kata Erica.
"Kog mama gak ucapin selamat ulang tahun buat Ica, apa mama lupa hari ini ulang tahun Ica" kata Ica, sambil menarik kursi dimeja makan untuk duduk.
"Agh, iya mama lupa Ica, maaf ya!"
"Papa juga Ica, papa lupa, papa sibuk sih, mana sempat mikirin ulang tahun mu!"
"Ya sudah la gak apa-apa yang penting hari ini Ica senang Ryan memberikan kejutan dikantor, dan ini hadiahnya" sambil menujukan kalung yang Ryan berikan tadi di kantor.
Mama dan papa Erica pun hanya tersenyum melihat Erica senang begitu.
"Mau kemana Ica?" Tanya Kenzo, yang baru pulang kerja juga.
"Agh, abang, Ica kesal sama abang, abang melupakan ulang tahun Ica" sambil bersekap tangannya dan membuang kepalanya.
"Aduh, iya kah hari ulang tahun mu, maaf abang lupa, tadi pagi abang sudah kesiangankan dan cepat-cepat pergi kerjanya." Jelas Kenzo.
"Ya udah lah Ica mau dinner dulu sama Ryan!"
Sambil menunggu di ruang tamu.
"Gak biasanya Ryan telat, kog belum sampai ya!" Dalam batin Ica bertanya pada diri sendiri.
Sudah setangah jam berlalu Erica pun mulai kesal, dia merasakan dandannya rasa mau luntur aja dibuatnya.
Tok! Tok! Tok!
Suara pintu di ketuk, Erica pun segera berlari membukanya.
__ADS_1
"Kog telat?" Tanya Erica langsung saat diliatnya Ryan di depan pintu.
"Ketiduran" jawab Ryan.
"Kenapa gak lanjut aja tidurnya" kesal Erica.
"Mau kemana" tanya Erica.
"Kesini!" Kata Ryan.
"Katanya mau dinner, gimana sih, udah telat datang, malah gak jelas? Kesalnya Erica bertambah.
"Kejutan" kata Kenzo dari belakang Erica saat dia sedang berdebat dengan Ryan.
"Kami tidak melupakan ulang tahun mu dek" kata Kenzo.
Erica mendapat kue ulang tahun lagi kali ini dari Kenzo, mama dan papanya yang ikut menyusul di belakang.
Erica kaget dan langsung berubah ke wajah senang, "kalian tidak lupa?" Tanya Erica.
"Tentu tidak nak, kami hanya pura-pura lupa saja untuk memberimu kejutan!" Kata mama Erica.
Papanya dan Kenzo pun mengangguk.
Kenzo pun meminta Erica meniup lilinnya dan sebelumnya tentu berdoa.
Erica tidak tahu jika hari ini Ryan memang di undang oleh keluarganya untuk merayakna ulang tahunnya di rumah.
"Masuk nak Ryan" kata papa Erica.
"Iya Om" jawab Ryan.
"Kita makan malam bersama ya" kata mamanya Erica.
"Terima kasih mama, papa dan abang atas kejutan ini!" Kata Erica.
Setelah selesai makan malam bersama, papa Erica dan Kenzo pun berbincang-bincang dengan Ryan.
Sedangkan Erica dan mamanya sedang mencuci piringnya di dapur.
"Ma, Erica sempat sedih, walau tadi siang mendapatkan kejutan dari Ryan di kantor, Erica sedih keluarga inti Erica, sampai lupa ulang tahun Erica, tetapi ternyata tidak, Erica bahagia ma, makasi ma" cium Erica mendarat di pipi mamanya.
__ADS_1
"Sama-sama nak" jawab mamanya.