Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 19. Tolong Sedikit Mengerti


__ADS_3

Ketika berada dirumah Erica kembali menangis, terisak, dia takut kehilangan anaknya, dia takut anaknya benar-benar tidak akan tumbuh sehat didalam rahimnya.


Ryan pulang karena waktunya memang juga sudah sore dan jam pulangnya, ketika Ryan masuk kerumah terlihat sepi, dia berpikir Erica belum pulang atau tertidur dikamarnya, biasanya jam segini Erica akan menunggu Ryan pulang.


Sesampainya dekat pintu Ryan sekilas mendengar suara orang menangis, "kenapa lagi dengan Ica ini dari hamil nangis terus jadi wanita cenggeng" batin Ryan.


Dia membuka perlahan pintunya, dilihat Erica sedang memegang foto USG bagi mereka, Ryan mendekat dan melihatnya, Erica pun dengan cepat menghapus air matanya.


"Wah, anakku sudah berbentuk, sudah ada kaki, tangan n mukanya sudah mulai berbentuk, pasti nanti mirip paap ni" katanya pada hasil Usg tersebut.


"Iya" jawab Erica singkat.


"Kamu kenapa menangis, gimana hasil cek upnya?" Tanya Ryan.


"Hm, kata Dokter anak kita sehat, cuma pertumbuhannya yang agak kurang dari ukurannya" jawab Erica murung dengan mata ingin memerah ingin menangis lagi, tetapi dia tahan.


"Kenapa bisa begitu, kamunya bandel enggak mau makan, minum susunya pun kurang" Ryan mengomel, padahal saat itu bukan Erica tidak mau meminum susu hamilnya, hanya saja dia belum ingin, tetapi dia tetap akan minum susunya, sedangkan jika makan, bagaimana dia mau makan lebih banyak ke mual muntahnya, dia juga berusaha makan, Ryan saja yang sebagai suami tidak memperhatikan istrinya yang berjuang untuk makan, agar anaknya ternutrisi.


"Kamu lihat sendiri buku ini" Erica memberikan buku panduan ibu hamilnya, disana tercatat apa kondisi Erica.


Ryan membacanya dan dia kaget jika Erica bisa saja terkena Preeklamsia penyakit yang juga memang berbahaya mengancam ibu hamil. Ryan mengetahui gangguan tersebut karena dia pernah membacanya di sebuah artikel di sosial media.


Erica malas untuk membela dirinya karena bagi Ryan jika Erica menjawab dengan alasan atau bagaimana jalan ceritanya, dia akan di anggap alasan oleh Ryan.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa mempunyai gejala ini?" Tanya Ryan cemas.


"Aku gak tau, tetapi Dokter bilang itu karena awal dari pikiranku, emosiku" kata Erica.


"Memangnya apa yang kamu pikirkan, kamu disini sudah tidak bekerja, makan tidur, apa lagi yang mau dipikirkan?" Jawab Ryan.


"A-ku, aghh enggak tau" jawab Erica yang mau menangis lagi.


"Jangan menangis lagi, aku capek melihatmu menangis" kata Ryan.


"Sudahlah, aku mau istirahat, jika terus berdebat tidak ada artinya" jawab Erica.


Erica kemudian merebahkan tubuhnya dikasur, dia sebenarnya belum bisa tidur, hanya menutup matanya agar terlihat seperti tertidur. Dalam hati Erica berkata bahwa ia harus menguatkan dirinya, tidak boleh seperti ini terus.


Erica berjanji pada dirinya dia harus mengubah cara berpikirnya agar dia lebih tenang, dia harus lebih dewasa.


Seperti papanya bilang sebelum dia menikah, bahwa dia harus berpikir secara logika, jika tidak dimengerti oleh orang lain, maka dia yang harus mengerti orang tersebut apalagi suaminya.


Ryan yang melihat Erica tertidur begitu sangatlah merasa kasihan terhadap istrinya.


Ryan pun berpikir mungkin ini semua efek dari kehamilan istrinya, tetapi memang kondisi fisik dan batin Erica sedikit juga terpengaruh dari Ryan.


Keesokkan harinya adalah hari minggu, Ryan berinisiatif mengajak Erika untuk berjalan-jalan, membuang rasa jenuhnya karena selama Erica hamil dia selalu saja sibuk tidak ada waktu untuk Erica.

__ADS_1


"Ica, bangun! Kita jalan-jalan yuk" ajak Ryan sambil membangunkan Erica dengan menepuk-nepukkan tangannya sedikit dipipi Erica.


"Hm, mau kemana!" Tanya Erica.


"Jalan aja kemana pun boleh" kata Ryan


"Iya, aku siap-siap dulu" jawab Erica, dia pun bangun dan segera kekamar mandi membersihkan dirinya, dia pun heran mengapa hari ini dia tidak mual muntah, apa mungkin fasenya sudah lewat, padahal menurutnya ini baru 3 bulan, seharusnya memasukin bulan ke-4 baru tidak lagi mual muntahnya, dia pun teringat mungkin karena dia meminum obat dari Dokter.


Erica yang berada dikamar mandi pun mandi sambil tersenyum, mengapa Ryan mengajaknya jalan-jalan, biasanya selalu saja sibuk, tetapi dia bersyukur walau Ryan baru mengajaknya jalan dari semenjak dia hamil.


"Papa ajak jalan nak, mama senang deh, kamu senangkan ?" Erica berbicara pada bayinya.


"Kamu harus tumbuh yang sehat ya, mama janji akan lebih memikirkan dirimu daripada papamu itu!" Kata Erica lagi sebelum dia menyelesaikan mandinya.


Ryan dan Erica pun pergi ke pusat perbelanjaan, mereka berada disebuah mall, berkeliling mencari apa yang bisa mereka beli, tiba-tiba saja kaki Erica terasa kram, mereka pun segera mencari tempat duduk.


"Kakiku sakit" kata Erica.


"Dimana?" Tanya Ryan, Erica pun langsung menujukan letak sakitnya.


Ryan pun langsung berjongkok dan memegang kaki Erica yang sakit dan memijitnya.


Ketika itu Erica sangat senang Ryan memperlakukannya begitu, padahal disana ramai orang.

__ADS_1


Hal kecil seperti ini yang membuat Erica melupakan apa yang ia rasa belakangan ini.


__ADS_2