
Setelah kejadian dimana Erica di antar pulang oleh Ryan, Erica tidak banyak berbicara dengan Ryan, begitu pun juga Ryan.
Erica bersyukur karena tidak ada yang melihatnya di antar pulang oleh Ryan.
Yuli dan Rudi ternyata mereka telah memutuskan untuk menjadi pasangan kekasih.
Erica pun merasa senang temannya itu akhirnya menemukan pasangannya.
Tinggal dia sendiri yang belum memiliki pasangan.
Erica lagi sibuk mengetik data-data yang ada, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya dan dia pun mempersilakan orang tersebut untuk masuk. Ternyata itu Ryan.
"Erica nanti mau makan siang bareng saya".
"Hah, apa Ryan?" Pura-pura tidak mendengar dengan Ericanya.
"Makan bersama saya nanti siang"
"Kita makan kfc aja ya" ajak Ryan.
"Hmm boleh kebetulan aku tadi memang kepikiran mau kesana makan" sambil berpikir Erica menjawabnya.
Tetapi tiba- tiba dia teringat janjinya dengan Yuli kalau mereka mau makan bersama juga siang ini.
"Boleh mengajak Yuli" tanya Erica.
"Boleh" 1 kata saja yang keluar dari mulut coolnya Ryan.
Sebenarnya dalam hati terdalamnya dia merasa terganggu, karena saat ini dia ingin mengenal Erica lebih dalam lagi.
__ADS_1
Akhirnya Erica pun menelepon Yuli ke ruangannya, dengan telepon kantor yang memang di sediakan di masing-masing ruang kerja.
Tut tut tut!
"Yuli jadikah kita makan siangnya?" Tanya Erica di seberang teleponnya, pada saat itu Ryan belum pergi masih menunggu jawabannya.
"Maaf Ica, sepertinya enggak, karena tadi aku dapat pesan, si Budi pengen mengajak makan pizza"
"Ya uda gak apa-apa, lagian Ryan tadi juga mengajak aku makan siang" ceplosnya langsung
"Upssss" sambil menutup mulutnya dengan tangannya sendiri dan langsung saja reflek menutup teleponnya, sedangkan di seberang telepon sana Yuli merasakan ada hal baru ini.
Ryan yang melihatnya tersenyum.
Erica memberitahu Ryan kalau nanti Yuli enggak jadi ikut, jadi mereka berdua saja.
"Ok, nanti saya tunggu didepan gerbang atau di parkiran motor" sambil berjalan keluar ruangan Erica, Ryan berkata.
Setelah Ryan keluar dari ruangannya, Erica merasa malu sendiri kenapa harus keceplosan depan Ryan kalau dirinya diajak makan siang oleh Ryan.
"Daripada pusing lanjut kerja, semangattttt" batin Erica.
Bekerja menyelesaikan tugas kantorlah yang membuat waktu terasa cepat berlalu bagi Erica.
Tok, tok, tok!!!! Terdengar suara pintu di ketok di ruangan Erica.
"Ica, sudah jam makan siang ayok keluar, kenapa masih didalam?" Panggil Yuli yang baru keluar dari ruangannya.
"Iya Yul" seru Ica.
__ADS_1
Yuli tau Ica masih didalam ruangannya karena tidak terdengar suara pintu dibuka selain pintu ruangan Yuli.
Yuli mengoda Ica yang bakal makan siang dengan Ryan.
"Iiiihh, apaan si Yul, jangan gitu agh malu!" Ica berkata kepada Yuli.
"Hahaha, enggak apa-apakan, lagian sama-sama single" ketawa Yuli.
"Iya deh, lanjut" kata Ica.
Budi sudah berada di luar kantor menunggu Yuli, Budi tidak satu kantor dengan mereka.
"Yuk, duluan!" Kata Yuli.
"Ok" jawab Erica.
Erica menuju tempat dimana Ryan berada dan mereka pun makan bersama dalam hening.
Hanya ada rasa canggung di antara keduanya.
Selesai makan Ryan pun membuka suaranya kembali.
"Kamu sudah lama kerja disini?" Tanya Ryan.
"Iya, sudah 3 tahun ini" jawab Erica.
"Oohh!" Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Ryan.
Sesudah selesai dengan perbincangan singkatnya mereka pun cepat-cepat untuk kembali ke kantor karena jam istrahat mereka hanya 1 jam.
__ADS_1
Sambil berjalan Erica berpikir kalau berbicara dengan pria macam Ryan ini susah kalau tidak aktif pihak lawannya, karena hanya menanyakan seadanya dan jawab sesingkat mungkin.