Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 36. Ingin Kerumah Orang Tua


__ADS_3

Sekarang Erwin telah berusia 1 tahun 9 bulan. Dia semakin aktif dan sangat lincah bergerak, tetapi Erwin lebih dekat dengan Erica dibanding dengan Ryan. Biasanya anak-anak seusia Erwin suka menangis jika melihat papanya pergi atau pulang langsung disambut.


Berbeda dengan Erwin, dia tidak perduli papanya mau berbuat apa saja, mungkin karena papanya sangat jarang bermain bersama Erwin, selalu sibuk dengan hp dan kerjaannya, sesekali Ryan juga sudah mulai keluar malam, tetapi tidak Erica pertanyakan mengapa, karena Ryan sesekali juga memberitahu Erica, dia kemana. Ryan kini lebih mau menghabiskan waktu bersama teman-teman kantornya.


Dimalam hari, Erica sedang menyisir rambutnya, Erwin sedang berguling-guling dikasur, sedangkan Ryan sedang memegang hpnya sambil sesekali tertawa terbahak-bahak, entah apa yang dia dan teman-temannya chatkan, karena Ryan terlihat sibuk mengetik, sambil mengelengkan kepadanya.


Erica yang melihat Ryan begitu hanya bisa berkata dalam hatinya "dasar gila".


Erica dan keluarga kecilnya ini sudah lama tidak pulang kerumah orang tuanya atau pun rumah orang tua Ryan. Dia bermaksud mengajak Ryan untuk pulang dan meminta cuti ke kantornya. Tetapi Ryan tidak berniat untuk perjalanan pulang ke keluarganya disana padahal hanya beberapa jam saja mereka akan sampai tujuan.


"Ayo lah kita pulang kerumah orang tua!" Ajak Erica lagi


"Sesekali ajak Erwin untuk jalan-jalan juga, kasian anakmu hanya dirumah terus!" Kata Erica.


Ryan hanya diam mendengarkan saja tidak menjawab.


"Kamu cuti ya!" Bujuk Ryan.


"Enggak, Aku kan sudah bilang aku sibuk loh!" Jawab Ryan.


"Kamu kapan sih enggak sibuk, setiap saat diajak kemana bilangnya sibuk, padahal bisa juga kamu pergi kumpul sama temanmu tidak ku larang" jawab Erica kesal.


"Kalau kamu mau pulang, ya pulang aja sama travel, dan jangan lupa singgah rumah mama ku, liat mereka disana bagaimana, jangan hanya pulang kerumah orang tua mu" kata Ryan.


"Aku kan memang pulang mau mengunjungin mereka" jawab Erica kesal.


"Sudah agh, aku mau tidur jangan berisik, jaga anakmu jangan sampai aku terbangun!" Kata Ryan.


Erica memilih tidak menjawabnya dalam hati Erica sangat memuncak kesalnya dia di dalam hati dia.

__ADS_1


Erica bertekad, dia bisa sendiri tanpa Ryan.


Akhirnya Erica tetap memutuskan dia akan pulang, tetapi tidak lama, hanya seminggu.


Besoknya Erica memesan taxi travel, menyiapkan apa yang dia akan bawa.


Paginya Ryan telah siap untuk kekantor.


"Ryan, nanti siang aku jadi ya berangkat jam 1 an, kamu juga enggak pulang makan siang kan?" Kata Erica sambil mengendong Erwin untuk berpamitan dulu dengan papanya.


"Hanya 1 minggu kog ya, Taxi travel sudah ku pesan!" Bujuk Erica.


"Ya sudah enggak apa-apa, yang penting jaga Erwin baik-baik!" Kata Ryan.


"Sayang papa dulu sini, cium papa, Erwin kan mau ketemu Kakek dan Nenek-nenek, Om, dan Tante Erwin ini, jangan nakal ya, dengar kata mama!" Ryan berkata kepada anaknya, Erwin mencium pipi Ryan, Ryan sangat senang memdapatkan ciuman dari Erwin.


"Dha-dha papa dulu nak!" kata Erica kepada Erwin.


Erwin pun melambaikan tangannya.


Erica dan Erwin lagi menunggu jemputan, sembari menunggu jemputan, Erica mengirim pesan untuk Ryan, dia berkata bahwa dia akan jalan, dan dijawab Ryan, ok.


Taxi datang Erica dan Erwin segera naik, dan meletakan barang bawaan di bangku belakang. 5 jam perjalanan mereka pun sampai disebuah rumah sederhana yang sangat nyaman bagi Erica.


Tok! Tok! Tok!


Erica mengetuk pintu, dia tidak memberitahu mamanya jika dia ingin berkunjung.


"Erwin!" Kata mama Erica.

__ADS_1


"Wah, cucu duluan yang disambut!" Kata Erica.


"Sayang anak la ma dulu baru cucu!" Kata Erica sambil beranjak masuk.


"Mama lebih sayang cucu mama!" Kata mama Erica.


"Nek!" Panggil Erwin sambil merangkul neneknya, digendongan.


"Kenapa kamu pulang tidak kasih tau, mana suamimu?" Tanya mama.


"Kamu berkelaikah!?" Tanya papanya.


"Enggak pa, Ryan sibuk, dia bilang Erica naik taxi saja, karena Erica pengen pulang ya Erica coba beranikan, akhirnya sampai!" Jawab Erica.


"Kalau kamu kelai, jarang pernah lari dari rumah, harus diselesaikan dulu!" Kata papa Erica.


"Iya pa!" Jawab Erica.


Erica memang sangat rindu kepada keluarganya.


"Mana Bang Kenzo, ma?" Tanya Erica.


"Kerumah Vania!" Jawab mama.


"Sudah ma, suruh nikah saya!" Jawab Erica.


"Memang mudah main nikah-nikah aja, harus saling mengenal luar dalam dulu, lagian pacaran itu beda loh sama nikah, kamu rasakan gimana?" Tanya mama Erica.


Erica terdiam saja, diam memang tidak menceritakan kepada orang tuanya, jika Ryan memang berbeda dari waktu nikah, semua yang belum nampak dipacaran nampak semuanya, Erica merasa masih kurang pengenalan untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2