Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 35. Kecewa Erica 3


__ADS_3

Beberapa hari berlalu seperti biasa, dengan kondisi Erica yang masih mengambekan diri karena sikap Erwin yang kemarin-kemarin belum diterimanya.


Besok merupakan hari yang dinanti oleh Erica, ulang tahun pernikahannya. Erica sangat berharap yang kali ini Ryan tidak akan melupakannya, cukup Ryan melupakan ulang tahunnya.


Malam ini Erica tidak bisa tidur, Erwin sudah tertidur, dia melihat Ryan pun belum tidur, masih seperti orang yang sedang berchatting, Erica tidak pernah ingin melihat privasi Ryan dihpnya, tetapi Erica tau kunci layar hp Ryan, terkecuali kunci applikasi lainnya.


Erica melihat jam dihpnya sudah menunjukan pukul 1 lewat ternyata, tetapi juga tidak ada suara Ryan keluar, atau membicarakan hal tersebut, akhirnya Erica memilih untuk tidur, tidak lama pun Ryan menyusul ikut tidur.


Paginya hari minggu, Erica sudah bangun menyiapkan makan pagi dan minum Ryan, Erwin dan Ryan masih tertidur.


Ketika Erica ingin melihat apa mereka sudah bangun apa belum, ternyata Erwin sudah bangun, baru saja Erwin ingin menangis melihat mamanya tidak ada, tetapi tidak jadi karena kedatangan Erica, dengan membuka kedua tangannya lebar-lebar, dan tersenyum sambil mengucek matanya, Erwin meminta untuk digendong.


Erica mengendong anaknya, tidak berapa lama pun membawa Erwin ke kamar mandi untuk mandi pagi, Erwin awalnya tidak mau mandi pagi, tetapi Erica memaksanya.


"Harus mandi, mama bilang mandi ya mandi, nurut ya sama mama!" Kata Erica sambil membuka baju Erwin, tetapi Erwin terus menolak, menghindar dari tangan mamanya.


"Erwinnn" bentak Erica, akhirnya pergerakkan Erwin berhenti dan dia pun menangis.


"Sudah jangan nangis pagi-pagi, kita mandi dulu ya sayang" kata Erica sambil menarik tangan Erwin kekamar mandi, Erwin masih menangis pun terpaksa mengikutin kemauan mamanya.


Selesai Erwin mandi, mereka segera balik kekamar tidurnya, disana Ryan masih tertidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 pagi.


Erica memakaikan pakaian untuk Erwin, tetapi Erwin lari sana sini, sehingga lama sekali hanya untuk memberikan Erwin pakaian, Erica kesal dan dia pun berteriak lagi, tetapi tidak terlalu kuat.


"Erwinnnn!"


"Lari terus kamu, sini enggak!" Kata Erica, anaknya masih cenggesan pun tetap berlari menuju papanya, dengan cepat menaiki kasur, langsung saja Ryan terbangun dan langsung menciumin Erwin, Erwin merasa geli dan tertawa-tawa.


"Erwin cepat enggak pakai pakaiaanmu"


Erica sudah sangat geram dengan Erwin yang lari begitu.


"Kenapa si teriak-teriak!" Tanya Ryan yang baru akan bangun dari kasur.


"Lihat itu Erwin, mau dipakaikan baju malah lari begitu!" Kata Erica dengan nada kesal.

__ADS_1


"Erwin pakai baju dulu gih sama mama, nanti mama makin marah itu!" Kata Ryan membukuk Erwin, Ryan pun sambil mengendong anaknya untuk didekatkan ke istrinya.


"Kamu ya nakal!" Geram Erica ke Erwin.


Erwin pun loncat-loncatkan kakinya seperti orang yang kegirangan.


Ryan pun segera bangun untuk mandi, selesai dia mandi, segera dia kedapur untuk makan, karena sudah terasa laparnya dia.


"Sudah ada makanan?" Tanya Ryan.


"Sudah, lihat saja didapur" jawab Erica.


Erica pun segera kedapur, untuk menyiapkan makanan untuk Erwin, mendudukan Erwin disebuah kursi, tetapi Erwin malah turun dan berjalan kearah lain, Ryan yang melihat itu pun hanya membiarkan saja.


"Ni orang bukannya bantu jaga anaknya, malah dibiarkan pergi aja" Kata Erica.


"Kan pergi enggak jauh, tinggal tangkap dudukan lagi!" Jawab Ryan.


Erica jadi hanya mengeleng-gelengkan kepalanya, dan segera menangkap Erwin dan memaksanya untuk diam ditempat.


"Aaaa" kata Erica ingin melihat isi mulut Erwin apa sudah habis atau belum.


Erwin pun membuka mulutnya.


"Telan Erwin, bukan dikulum gitu!" Erica berkata sambil menekankan suaranya.


Erwin malah ingin langsung turun dan mendekat ke papanya lagi.


"Iiih, kesal aku!" Kata Erica sambil meletakan piring makan Erwin sedikit keras kemeja.


Ryan yang lagi makan pun bersuara.


"Kenapa sih?"


"Kamu enggak lihat anakmu macam itu, makan pun lari sana sini, sudah itu dikulumnya, nanti anak mu terlihat kuris bilangnnya aku enggak kasih makan, enggak merawatnya!" Jawab Erica.

__ADS_1


"Sudahlah pelan-pelan saja!" Kata Ryan.


"Capek aku, aku pun mau makan, nunggukan Erwin selesai kapan aku makan!" Kata Erica.


"Kan bisa sambilan bah makan!" Kata Ryan dengan santai.


Erica hanya diam tidak menanggapin Ryan, dia pun segera makan.


"Kamu enggak ingat ini hari apa?" Tanya Erica setelah selesai makan, dengan Erwin yang sedang main sendirian dengan mobil2annya.


"Memang hari apa?" Tanya Ryan.


"Yak ampun ini pun kamu enggak ngingat memang enggak penting ya bagi mu?" Kata Erica ketus.


"Apa bah?" Tanya Ryan.


"Hari pernikahan kita!" Kata Erica.


"Enggak ada gitu kado, enggak ada gitu kejutan, atau hanya jalan keluarga gitu!" Kata Erica.


"Ingat juga enggak!" Jawab Ryan.


"Ya sudah kita jalan-jalan saja yuk! Untuk merayakannya!" Kata Ryan.


"Jadi dari tadi marah-marah, cemberut gitu hanya karena aku enggak ingat ya?" Tanya Ryan lagi.


"Entahlah!" Jawab Erica.


"Ya sudah nanti kita ke mall ya!" Ajak Ryan.


"Terserah!" Jawab Erica.


"Sudah ya jangan marah-marah lagi, lain kali ku ingat!" Kata Ryan sambil beranjak dari kursinya dan mendekati Erica dan mencium kepala Erica.


Diperlakukan begitu saja membuat Erica tersipu, luntur lah perasaan kesalnya sejenak.

__ADS_1


Sorenya keluarga kecil Ryan pun pergi kemall, membiarkan Erwin masuk kearea permainan anak untuk seusia Erwin dengan pengawasan kedua orang tuanya, hal sederhana begini saja bagi Erica sudah membuatnya sangat bahagia.


__ADS_2