
Orang tua Erica dan Kenzo telah datang, Erica sangat bahagia akhirnya dia bertemu keluarganya lagi setelah sekian lama tidak berjumpa.
"Mama, Papa, Abang, Ica kangen" Erica meneteskan air mata harunya.
"Ma, Pa, Ken" sapa Ryan keluarga Erica.
Mama Erica segera memeluk anaknya.
"Cucu mama" kata mama Erica.
"Habis melahirkan jangan menangis" begitulah kata mama Erica.
"Cucu papa" kata papa Erica.
"Akhirnya aku punya ponaan" kata Kenzo senang sambil mengelus lembut pipi Erwin.
"Bagaimana kabar mu nak" tanya papa Erica ke Ryan.
"Baik pa" jawab Ryan.
Tidak berapa lama pun disusul Mertua Erica datang bersama adiknya Ryan. Keluarga Erica pun bertegur sapa, mereka bersalaman dna terlihat sangat gembira karena kehadiran keluarga baru ini.
"Ma, Tia, Ica kangen juga sama kalian" kata Erica sambil memeluk mama mertuanya dan adik iparnya.
"Mana cucu mama" kata mama Ryan.
"Itu ma, sama bang Ken" kata Ryan yang ternyata tadi sudah memberikan Erwin kegendongan Kenzo.
"Sini mama mau gendong" kata mama Ryan, Kenzo pun memberikan ponaannya kepada mama Ryan.
Mama Ryan sangat bahagia karena sekarang dia sudah mempunyai cucu dan cucu laki-laki yang sangat tampan ini, Tia yang melihat ponaannya merasa gemas inilgin segera mengcubit pipinya, Ryan pun tau dan segera melarang Tia untuk mengcubit anaknya.
Erica sangat bahagia melihat semuanya berkumpul.
"Kapan Ken mau nyusul?" Tanya Ryan.
"Apaan si, belum ada calon akunya" jawab Kenzo
"Enggak laku kah?" Celetuk Tia.
__ADS_1
Langsung saja Ryan mengetuk dahi Tia yang langsung aja nyambung obrolan mereka.
"Aduh, sakit kak" jawab Tia.
Mereka yang melihatnya hanya dapat tertawa, Erica pun tertawa.
"Aduh" teriak Erica pelan.
"Kenapa?" tanya mama Erica langsung,
"Perutnya masih sakit buat ketawa" jawab Erica.
"Hati-hati dijaga lukanya" kata Mama Ryan.
"Hm, iya ma, lupa habis disobek ini perut" kata Erica santai.
"Kebiasaan" kata Ryan.
Erica pun langsung diam saja saat Ryan berkata begitu.
Keluarga Erica dan keluarga Ryan pun segera Ryan bawa pulang kerumahnya untuk beristirahat, mereka semua besok akan pulang kerumah mereka masing-masing karena mereka punya kerjaan.
Di hari kedua melahirkan Erica tidak nafsu makan, dia merasa cemas setiap saat, ketika anaknya di bawa pergi oleh Suster untuk dimandikan, dia merasa sangat tidak yakin.
Ketika anaknya sudah dikembalikan kepadanya, dia mengecek tubuh anaknya.
Ryan yang melihatnya merasa heran kenapa Erica menjadi posesif begitu, kemarin masih biasa saja.
"Aku ingin cepat pulang, enggak mau terus disini" Erica tiba-tiba berkata sambil ingin menangis matanya sudah memerah.
"Kamu ini kenapa?" Tanya Ryan.
"Iiih apaan si dasar suami yang tidak pengertian?" Jawab Erica.
"Aku hanya ingin pulang" kata Erica.
"Dokterkan berkata bahwa besok baru kamu boleh pulang, istirahat dulu!" Ryan berkata, sesuai yang Dokter pesan bahwa besok Erica baru boleh pulang.
"Agh, sudahlah bising!" Kata Erica sedikit keras.
__ADS_1
Ryan yang binggung Erica kenapa begitu, tiba-tiba saja tadi bicaranya sampai mau menangis dan tidak lama malah marah-marah tidak jelas begitu.
Ryan pun keluar dari kamar inap tersebut dan berada diluar, ketika sedang berada diluar keluarga mereka datang untuk melihat Erica berserta cucunya mereka dan ingin pamit pulang.
"Kenapa diluar kak?" Tanya Tia.
"Itu kakak ipar mu, marah-marah tidak jelas dan tiba-tiba juga menangis, tadi saja tidak mau makan, dan terlihat tidak bersemangat begitu terhadap anaknya, ada juga kejadian dia enggak percaya sama suster pada saat susternya ingin memandikan Erwin, setelah Erwin kembali kepadanya, dia mengecek seluruh tubuh Erwin!" Jelas Ryan panjang lebar, mereka yang disana mendengarkan dengan seksama.
"Itu seperti tanda-tanda baby blues kak, sepertinya Tia pernah membaca artikel yang begitu deh!" Jawab Tia.
Orang tua Erica dan Kenzo hanya diam mendengarkan terlebih dahulu, termasuk mama Ryan.
"Erica hanya butuh istirahat, karena masih menjadi ibu baru, perubahannya belum bisa terlalu dia terima" terang mama Erica.
"Iya benar" jawab mama Ryan.
"Jaga Erica dan Erwin" papa Erica berkata sambil menepuk bahu Ryan pelan.
"Semangat bro" kata Kenzo memberi dukungan pada Ryan.
Mereka semua pun masuk kedalam ruangan Erica, ketika diruangan mereka melihat Erica baru saja menidurkan Erwin, dan Erica kini sudah lebih mudah bergerak.
"Kenapa si kalian semua sudah harus pulang, Ica masih kangen" kata Erica terlihat sedih seperti ingin menangis karena matanya sudah memerah.
"Kamukan tau kegiatan kita semua" kata Kenzo.
"Kalian semua yang enggak mengerti Erica!" Tangis Erica pecah dan semua yang melihatnya merasa bersalah tetapi juga tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisi.
"Sudah nak, kamu sekarang sudah menjadi seorang ibu, bersikaplah layaknya seorang ibu, ibu yang kuat, sabar, pengertiaan, ok!" Kata papa Erica.
Bagi Erica itu pencerahan sejenak.
"Iya Ica, nanti ada waktu mama dan Tia pasti datang lagi" kata mama Ryan.
"Janji ya ma" kata Erica.
"Iya, kamu jaga cucu mama baik2 ya!" Kata mama Ryan.
"Baik ma"
__ADS_1
"Mama juga mau pulang sama papa dan Kenzo ya nak, kamu jaga diri baik-baik, jaga anak mu baik-baik, yang sabar ya, nanti kami pasti datang lagi kog ya!" Kata mama Erica seperti membujuk Erica.