Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 12. Niat Baik


__ADS_3

Dikantor Ryan sedang berpikir, dia dan Erica sudah bersama selama kurang lebih hampir 2 tahun, apa yang akan Ryan lakukan selanjutnya. Dia sudah mempersiapkan rumah untuk mereka tinggal nanti.


Ryan meminta izin untuk cuti 3 hari dengan Pak Bosnya. Pak Bosnya pun mengizinkannya, karena hampir beberapa bulan ini Ryan tidak pernah mengajukan cutinya.


Ryan pulang kerumah tanpa sepengetahuan Erica. Ryan yang kini tengah berada dirumahnya bersama mama dan adiknya di ruang tamu.


"Ma, boleh bantu aku!" Kata Ryan membuka pembicaraan.


"Bantu apa!" Tanya mamanya.


Tia yang hanya mendengarkan kakaknya dan mamanya berbicara.


"Aku mau melamar Erica untukku jadikan istri" kata Ryan sedikit malu-malu.


"Kakak mau melamar kak Ica" kata Tia antusias


"Kamu uda siap segalanya belum" tanya mamanya.


"Sudah ma, aku sudah mempersiapkan rumah, dan dana untuk menikah" kata Ryan.


"Kalau kamu memang siap, baiklah mama akan lamar Erica untukmu, kalian bersama juga sudah lama" mama Ryan berkata begitu.


"Terima kasih ma, besok ya ma, Ryan cuti cuma 3 hari, hari kamis sudah balik kantor, ini kan hari minggu" kata Ryan.


"Asik, aku ada teman sekarang untuk dirumah!" Kata Tia.


"Mana, nanti kakak nikah kan, Erica ikut kakak" kata Ryan


"Yach" kata Tia melemah, padahal tadi dia bersemangat.


"Udah tidur sana, besok kita persiapan kerumah Erica, buat bicarain dulu dari pihak orang tua Erica mau bagaimana!" Kata mama Ryan. Dalam kondisi begini lah kesempatan Ryan berkumpul dengan keluarganya, dan dapat berbicara lebih banyak bersama mamanya, karena mereka jarang berbicara.


Ryan dan Tia pun menurut, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk tidur.


Paginya keluarga Ryan sudah bersiap untuk pergi kerumah Erica.


Erica yang hanya di chating biasa oleh Ryan tidak mengetahui niat Ryan.


Ketika sampai di rumah Erica, Ryan melihat Mama dan Papa Erica sedang diteras, duduk santai, memang itu yang biasa mereka lakukan setelah semua urusan rumah selesai, kini menujukan pukul 10 pagi.


Hari begitu cerah.


"Ada tamu pa, siapa ya, sepertinya mobil Ryan pa" kata mama Erica.


"Iya Ryan itu" jawab Papa Erica.


Keluarga Ryan pun turun dari mobilnya, sambil tersenyum mereka menghampirin orang tua Erica.

__ADS_1


Orang tua Erica yang melihatnya pun kaget tetapi menyamputnya dengan senang hati.


"Om, Tante " sapa Ryan.


"Perkenalkan ini mama Ryan dan adiknya Ryan" kata Ryan memperkenalkan mama dan adiknya.


"Sofi" kata mama Ryan


"Tia, Tante, Om" kata Tia.


"Saya Mina" kata mama Erica


"Bayu" kata papa Erica.


Mereka semua bersalaman dengan senyum yang merekah.


Orang tua Erica mempersilakan keluarga Ryan untuk masuk kedalam rumah dan di ruang tamu ada Kenzo yang sedang menonton.


"Ini anak laki-laki saya Kenzo" kata Mama Erica.


Kenzo pun memperkenalkan diri dan setelah itu pergi ke kamar Erica memanggil Erica keluar dan memberitahu keluarga Ryan ada di luar.


Betapa terkejutnya Erica saat itu dan langsung keluar dari kamarnya, untungnya Erica hari ini berpakaiaan rapi.


Sementara menunggu orang tua Erica dan orang tua Ryan mengobrol biasa saja.


"Tante" kata Erica menyapa mama Ryan.


"Iya donk kak, demi kakak cantik" goda Tia.


Orang tua Erica meminta Erica membuat minum terlebih dahulu, setelahnya dari dapur, Erica pun ikut bergabung disana.


"Begini Pak, saya kesini sebagai orang tua dari Ryan, ingin mengutarakan niat baik dari Ryan, Ryan ingin melamar Erica sebagai istrinya" kata mama Ryan.


Erica saat itu juga langsung terkejut, dia langsung merasa ini kejutan besar baginya.


"Saya sebagai papa dari Erica, sangat menyetujui hal ini, dan kami juga sudah mengenal Ryan lama, ini semua di kembalikan lagi ke Erica apa dia menerima lamaran ini apa tidak!" Kata papa Erica.


"Bagaimana nak, kamu mau menikah belum, usia kamu juga sudah mau 27 loh, bulan depan" kata mama Erica.


"Mama jangan sebut umur ku depan tante Sofi, malu" kata Erica. Mama Ryan dan Tia tersenyum mendengar Erica berkata begitu.


"Ica menerima" jawab Erica malu, merona wajahnya.


"Makasi ya sayang" kata Ryan langsung yang pada saat itu diam saja terus.


"Kapan waktu yang baik bapak liat, untuk melaksana kan lamaran dan pernikahan dan syarat apa yang bapak perlukan, biar kami persiapankan" kata mama Ryan.

__ADS_1


"Maaf sebelumnya, saya mau tanya, kemana papa Ryan ya, yang saya dengar dari anak saya katanya papa Ryan masih ada!" Kata papa Erica.


"Saya dan papa Ryan sudah bercerai sejak anak-anak kecil dan saya membesarkan mereka sendiri dengan cara bekerja disebuah kantor!" Terang mama Ryan.


"Oh, begini saya hanya ingin sebelum hari lamaran dan pernikahan Ryan dan Erica, Ryan dan Erica bisa pergi meminta izin juga kepada papanya untuk memberitahu hal baik ini, disini kita bukan ingin mengungkap luka lama ibu, saya hanya ingin Ryan yang masih mempunyai papa, papanya harus tau jika anaknya sudah mau menikah, meminta restunya juga, walau dia telah meninggalkan Ryan dan Tia dari kecil, apa anda keberatan?" Kata papa Erica.


Dalam hal ini sebenarnya mama Ryan tidak begitu keberatan, tetapi dia juga merasa malas berjumpa dengan mantan suaminya dulu.


Mama Ryan juga biasa meminta Ryan dan Tia menghubungin papanya se-sekali karena bagaimana pun bagi mama Ryan mereka mempunyai hubungan darah yang kental, ikatan antara anak dan papa tidak ada yang namanya mantan, tidak ada yang namanya mantan papa, tetapi ikatan istri dan suami itu bisa menjadi mantan.


"Saya tidak keberatan asalkan Ryan dan Erica yang mau pergi mencari Papanya dimana!" Jawab mama Ryan.


"Bagaimana Ryan, kamu siap?" Tanya papa Erica.


"Hmm, saya siap Om" setelah dipikirkan baik-baik oleh Ryan.


"Erica kamu juga harus ikut Ryan ya, temankan dia, dan biarkan papa Ryan mengetahui calon menantunya, jangan nanti sampai tidak kenal jika dijalan bertemu" kata papa Erica.


"Ok pa" jawab Erica.


"Ryan meminta pertunangannya diadakan bulan depan tepat ulang tahunnya Erica dan seminggu kemudian menikah!" Kata mama Ryan.


"Boleh, saya kapan saja boleh, hari apa saja itu hari baik" kata papa Erica.


"Untuk persiapan pernikahan, gedungnya semua, chatring, semua saya serahkan ibu dan Erica saja yang memilih bagaimana baiknya" kata papa Erica.


Papa Erica, bukannya tidak mau andil dalam pernikahan anaknya, tetapi bagi papa Erica jika ia sudah melepas anaknya untuk menikah, maka dia sebagai orang tua hanya mendukung dan tidak boleh ikut campur lagi dalam masalah anaknya, dan pihak laki-laki la lebih berhak.


"Baiklah kalau hanya itu saja pak" jawab mama Ryan.


"Pertunangan diadakan dirumah ini saja pak, kata Ryan mengundang beberapa teman dekat, rekan kerjanya dan kerabat saja" kata mama Ryan.


"Ok, akan kami persiapkan" kata papa Erica.


Semua percakapan telah selesai, Ryan, Tia dan mamanya telah pulang.


"Pa, Ma, Ica gak nyangka bakal menikah juga!" Kata Erica.


"Bersyukur lah nak, jodoh mu memang sudah datang" kata mama Erica.


"Ingat pesan papa, jika sudah menikah banyaklah mengalah dari Ryan, dia juga orang yang punya sifat keras kepala kuat, jika dia pulang kerja jangan kamu marah-marah tidak jelas, mengertilah kondisi suami mu" kata papa Erica.


"Iya papa" jawab Erica.


"Selamat adikku sayang" kata Kenzo.


"Kamu dilangkah gak apa-apa Kenzo?" Kata mama mereka.

__ADS_1


"Gak apa-apa ma, yang penting Erika bahagia, lagian Kenzo cowok usia 30 ke atas nikah juga gak apa-apa" kata Kenzo.


"Bang, jangan lupa bawa calon kakak ipar ya" kata Erica mengoda Kenzo.


__ADS_2