
Erica pun membereskan barang-barang yang berantakan dikamarnya, pakaian yang keluar dari lemari yang berhampuran, kemungkinan itu adalah kelakuaan dari Erwin, karena sekarang Erwin sudah sangat pandai dalam merangka, sudah juga mulai berdiri merabatkan tangan ke dinding, melangkah 1 atau 2 langkah dan jatuh lagi.
"Kamu pulangnya lama sekali" tiba-tiba Ryan bersuara, setelah dia perlahan mengeserkan tubuhnya menjauh dari Erwin.
"Ya memang lah begitu belanja, menghabiskan waktu dan aku juga kerepotan membawa barang-barang belanjaan" jawab Erica, sambil melipat pakaiaan yang di luar lemari.
"Erwin nangis tadi lalu ku buat susu formula, syukurnya mau minum, susah sekali menenangkannya ternyata, capek aku gendongnya" kata Erwin.
"Itu yang aku rasa, hanya gendong beberapa saat saja sudah capek, apalagi aku yang hampir seharian mengendong, bersama Erwin begitu?" Kata Erica.
"Kan kamu mamanya, aku mah enggak mau tau soal itu" kata Ryan.
"Kamu itu papanya, jaga anak enggak hanya mamanya, tetapi juga papanya, karena ini anak kita, bukan anakku atau anakmu saja!" Jawab Erica.
"Aku enggak mau tau itu, akukan sudah capek bekerja, kamu dirumah aja, cuma tinggal makan tidur begitu" jawab Ryan.
Erica sudah merasa kesal dengan percakapannya dengan Ryan, dia pun memilih hanya untuk diam saja, karena jika dilanjutkan akan berujung pertengkaran.
Setelah selesai Erica membereskan pakaiaan yang berantakan dia berniat untuk ke dapur, untuk memasak dulu yang bisa dimasak.
Ryan yang sedang berbaring dikasur oun beranjak untuk bersantai diruang tamu, ya untuk dia malas-malasan.
Melihat Ryan yang ini meninggalkan kamar juga, Erica terlihat seperti kesalnya meningkat.
"Mau kemana?" Tanya Erica.
"Ya santai-santai diruang tamu, sambil nonton!" Jawab Ryan santai.
"Jaga Erwin lah, aku mau kedapur masak buat besok acara, kalau ditinggalin nanti Erwin bangun nangisnya menjerit, lagian dia masih kecil untuk ditinggal sendirian" kata Erica.
"Enggak aghh, malas!" Jawab Ryan.
__ADS_1
"Ya sudahlah aku enggak usah masak, acara besok dibatal aja, capek aku, mau ngapa-ngapaen enggak bisa" jawab Erica mulai memuncak kesalnya, rasa ingin membanting sesuatu baginya.
Ryan ini benar-benar malas jika diminta untuk menjaga anaknya, bisa dikatakan Ryan mau punya anak, tetapi tidak mau membantu istrinya untuk menjaga anaknya.
"Ya sudah, sana aku, aku disini deh!" Kata Ryan setelah mendengar jawaban dari Erica yang begitu.
"Sudahlah jangan ngambek begitu, nanti masakannya enggak lagi, kayak waktu itu" kata Ryan.
"Iih, bising jiak" jawab Erica dan langsung saja menuju ke dapur.
Erica mempersiapkan masakannya bersama Bi Tin, yang sudah menunggunya dari tadi didapur, hari ini Bi Tin lembur dan menginap dirumah Erica.
Tok! Tok! Tok!
Bunyi pintu rumah Erica diketuk, hari tidak terasa sudah menunjukkan sorenya.
Erica pun mendengar suara pintu diketuk walau dia berada didapur, karena suasananya sepi.
"Baik nyonya!" Jawab Bi Tin.
"Mama, Papa, Bang Kenzo!" Seru Erica ketika barusan membuka pintunya.
"Kalian datang lebih awal ya, Erica senang sekali" kata Erica.
"Dimana Ryan dan Erwin" tanya Kenzo.
"Dikamar lagi tidur, tetapi mungkin sudah bangun bang!" Jawab Erica.
"Masuk Pa, Ma, Bang istirahat dulu"
"Iya Nak" kata papanya Erica.
__ADS_1
"Lagi apa kamu nak?" Tanya mama Erica.
"Lagi masak ma!" Jawab Erica.
"Sini mama bantu ya" kata Mamanya.
"Jangan ma, mama istirahat dulu ya!" Jawab Erica.
Mama Erica tetap memaksa Erica untuk bisa membantunya, akhirnya Erica mengizinkan mamanya ikut membantu di dapur.
Pekerjaan dapur Erica pun dengan cepatnya selesai karena mamanya ikut membantu.
Kini Ryan dan Erwin telah bangun dan ikut berkumpul diruangan keluarga, bersama Kenzo dan papanya Erica.
"Apa kabar pa, gimana kerjaan papa?" Tanya Ryan.
"Baik, semua lancar kog, bagaimana dengan kamu" tanya papanya Erica balik,
"Sedikit sibuk pa, dengan kerjaan kantor, terkadang ya sampai tidak ada waktu untuk Erwin dan Erica" jawab Ryan
"Ya, pandai-pandai kamu mengatur waktumu!" Kata papa Erica.
"Iya pa" jawab Ryan.
Kenzo sedang bermain bersama Erwin, dia melatih Erwin berjalan, memegangin kedua tangan Erwin.
"Wah, hebat cucu kakek, sudah mulai mau berjalan ya" kata papa Erica.
"Ponaanku ini pa" jawab Kenzo.
Ryan hanya tersenyum melihat keluarganya ini.
__ADS_1