Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 03. Pernyataan


__ADS_3

Setelah hari dimana Erica dan Ryan makan siang bersama, mereka pun sesekali pergi berdua lagi untuk sekedar keluar makan siang ataupun makan malam bersama.


Yuli sangat senang melihat temannya semakin dekat dengan Ryan, juga dia berharap kalau Ryan segera menyatakan perasaan kepada Erica.


Yuli diberitahu oleh Budi kalau pandangan Ryan ke Erica itu pandangan menyukai.


Budi melihatnya waktu tidak sengaja bertemu dengan Ryan dan Erica di sebuah cafe, pada saat itu Budi dan Yuli juga sedang ingin makan di cafe yang sama dengan mereka.


Ryan sedang binggung mempertimbangankan bagaimana perasaan dia, selama jalan bersama dengan Erica, ia merasa nyaman.


Dengan persiapan diri dia pun mengirim pesan ke Erica, berharap segera di balas pesannya. "Erica, nanti malam kita keluar makan malam ya, nanti saya jemput kamu di rumah, ada yang mau saya sampaikan!" Sejenis nada perintah yang Ryan tulisankan dan kirim kepada Erica.


Ting! Ting! Ting!


Pesan masuk di hp Erica, ia pun segera melihatnya, "pesan dari Ryan toh!" Batinnya berkata.


Erica membaca pesannya pun sambil berpikir, pikirannya pun mulai jauh, memikirkan hal seperti apa yang Yuli katakan padanya. "Jangan-jangan benar ini kata Yuli" kata Erica dalam batinnya.


"Ia, kita mau kemana ya?" Balas Erica.


"Makan malam di sebuah restoran saja!" Balas Ryan.


"Ok" balas Erica, setelah berpikir panjang terlebih dahulu.


Sore pun tiba, waktunya untuk semua karyawan pulang dan Erica juga pun ikut pulang untuk bersiap-siap dinner nanti malam.


Dirumahnya "tumben pulang cepat dek?" Tanya Abangnya, pas Abangnya lagi menonton di ruang tamu kebetulan Erica lewat.


"Ma-u, aduh kog jawab ku gugup ya?" Tanya Erica pada diri sendiri dengan suara agak pelan.


"Mau apa?" Kata Abangnya.


"Itu lo Bang, Ryan ajak dinner katanya ada yang mau dia sampaikan, kira-kira apa ya Bang?" Malah Erica balik bertanya kepada Abangnya.


"Jangan-jangan kamu mau di tembak" becanda Abangnya.

__ADS_1


"Mati la Bang!" Kata Erica.


"Udah agh, mending siap-siap aja!" Sambil melangkah pergi ke kamarnya.


Abang Erica pun menyampaikan kepada mama dan papanya bahwa Erica bakal segera membawa calon suami.


Orang tuanya sangat senang mendengarnya, padahal Erica saja belum tau apa yang bakal disampaikan oleh Ryan, Abangnya saja yang jahil.


"Ica!" Panggil mamanya di depan pintu kamarnya


"Ya ma, masuklah, Ica sudah siap kog ini!"


Teriaknya dari dalam kamar.


Kata Kenzo, kamu mau bawa calon suami ya?" Tanya mamanya.


"Hah, mana ada ma, ini hanya makan malam biasa loh, Abang sembarangan bicaranya saja aghh, kesal deh!" Sambil geram ia berkata.


"Mama juga harap begitu" mamanya Erica memang sudah sangat berharap Erica akan segera menikah, karena melihat usia Erica yang sudah dikatakan cukup untuk menikah.


Dan ternyata di ruang tamu sudah ada Ryan yang menunggunya sambil berbicara bersama Papanya Erica dan Kenzo.


"Loh kog, Ryan sudah datang saja" kaget Erica.


"Iya barusan dan sudah dapat berbicara sama Papa dan Kenzo" jelasnya kepada Erica.


Papanya hanya tersenyum.


"Bener kata Abang loh dek!" Kenzo membuka suaranya.


"Apanya Bang?" Tanyanya.


"Sudah, kalian jangan berdebat Ryan sudah menunggu!" Kata Papanya.


Sambil tersenyum malu Erica pun terdiam sejenak.

__ADS_1


"Om, Tante, Kenzo, permisi ya" kata Ryan.


"Ok bro, bawa saja anak ini enggak usah kembalikan juga enggak apa-apa!" Ejek Kenzo.


"Hush, jangan gitu Kenzo, Erica itu adik mu loh!" Kata papanya.


"Iya, hati-hati dijalan ya" tambah mamanya Erica.


Erica dan Ryan pun segera pergi ke tempat tujuan mereka. Disana telah dipesan salah satu meja khusus untuk mereka berdua, dengan makanan yang memang juga sudah dipersiapkan.


Ryan mempersilakan Erica duduk, dengan menarikkan sedikit kursinya, dia memperhatikan Erica yang cantik saat ini, daripada di kantor, dengan memakai dress.


Decorasi tempat yang cantik, membuat hati Erica berbunga-bunga.


"Kamu suka?" Tanya Ryan.


"Suka, sangat suka" jawab Erica.


"Erica, sebenarnya saya sudah lama menyukai kamu, apa kamu, mau menjadi kekasih saya?" Tanya Ryan tanpa basa basi lagi langsung to the point.


Deg! Seketika rasa kagetnya muncul, Erica pun terdiam, padahal saat itu juga Ryan sudah gugup karena Ryan sangat jarang memperlakukan wanita seperti ini.


Berpikir sejenak bagi Erica itu hal terbaiknya.


"Kita jalanin saja dulu" jawab Erica. Sakin gugupnya, ia binggung ingin katakan apa kepada Ryan.


Ryan pun setuju, mereka sekarang terlihat lebih santai tidak segugup tadi, sudah bisa bercerita, terbuka masing-masing walau tidak semua hal pada Ryan yang dia sampaikan atau beritahu kepada Erica, Ryan yang masih sedikit tertutup.


Beda halnya Erica menceritakan semua tentangnya, Erica bercerita tentang dirinya dan mereka pun tertawa bersama.


Ryan pada saat itu pun hanya memberitahu Erica, kalau dirinya hanya tinggal bersama Ibu dan Adiknya dan tidak mengatakan kemana papanya berada.


"Papamu kemana?" Tanya Erica.


"Papa dan Mamaku cerai dari aku kecil" terang Ryan kepada Erica.

__ADS_1


"Oh" hanya itu saja yang Erica jawab, karena ia tidak mau mengungkap masa lalu Ryan, karena dia melihat sepertinya Ryan sangat tidak suka menceritakan soal papanya.


__ADS_2