
Setelah ulang tahun Erica lewat beberapa hari, Ryan berinisiatif membawa Erica untuk berjumpa dengan mamanya berserta adiknya.
Pov Erica
Ting! Ting! Ting!
Pesan masuk di hpnya Erica kebetulan dia sedang mengetik laporannya dan tidak memperdulikan hpnya.
Setelah selesai apa ya ia ketik, ia pun melihat hpnya, chat dari Ryan, Erica membukanya dan melihat isi pesan apa yang dia kirimkan padahal bisa dibicarakan nanti siang.
"Nanti kamu, ku bawah ketemu mama dan adikku ya!" Chat dari Ryan.
"Aduh, aku belum siap sayang" balas Ryan.
Ryan tahu jika ia mengajak Erica berbicara langsung hal ini akan menimbulkan perdebatan karena sudah beberapa kali di coba apalagi, kalo di coba di saat mereka di kantin, menimbulkan pemandangan baru bagi rekan kerjanya.
"Kamu sudah berkali-kali menolaknya Erica, kali ini saja, ini tanda keseriusan ku dalam hubungan kita" terang Ryan.
Erica pun berpikir dan ia pun memutuskan
"Baik lah, tapi aku malu, aku takut, aku takut tidak di terima oleh mama mu, aku hanya gadis biasa saja!" Balas Erica.
"Tenang saja, kan ada aku di samping mu!" Balas Ryan lagi.
"Ok lah" balas Erica dengan terpaksa, karena dia juga merasakan tidak enak karena sudah berkali-kali menolak untuk kerumah Ryan, karena dia belum siap, sedangkan hubungan mereka sudah berjalan 3 bulan.
Malam tiba, Erica sedang bersiap diri untuk pergi kerumah Ryan dan untuk di jemput.
"Mau kemana, sudah rapi aja?" Tanya mamanya
"Mau kerumah Ryan ma!" Kata Erica.
"Baguslah dia sudah mengajak mu kerumahnya" kata mama Erica.
"Sudah lama ma, di ajak, Ica aja yang gak siap diri, karena takut di tolak ma!" Jawab Erica.
"Jangan begitu Ica, anggap lah mamanya Ryan, mama mu juga maka kamu akan merasa nyaman berada di sana, jaga sopan santun mu, cara berbicara dan tingkah laku mu" kata papanya yang sedang duduk sambil menonton, walau menonton tetapi juga masih mendengarkan pembicaraan anak istrinya.
"Baik pa, tapi Ica benar takut pa, ini kan pertama kali bagi Ica"
__ADS_1
"Gak apa-apa nak, kamu bisa kog, yang tenang jangan takut!" Kata mamanya.
"Dan ingat pesan papa" kata papanya lagi.
"Doain Ica ya mama, papa ku tersayang" kata Erica.
Ryan pun telah datang, Erica sudah membukakan pintu untuk Ryan.
"Om, Tante, Ryan izin bawa Erica dulu ya kerumah!" Kata Ryan.
"Iya, jaga Erica ya" kata papanya Erica.
Setelah meminta izin membawa Erica keluar, Ryan pun segera membawa Erica kerumahnya.
Perjalanan yang menghabiskan waktu 1 jam telah sampai di rumah Ryan.
"Masuk" kata Ryan setelah Ryan memberhentikan motornya dan memarkirnya di sebuah rumah yang nampak lebih besar dari rumah Erica dan di sekeliling banyak bunganya.
"Aduh, aku deg-degan, gimana ini?" Tanya Erica.
"Tenang aja ada aku" Ryan pun mengenggam tangan Erica untuk menenangkannya.
"Ma, ini kekasihku!" Ryan memperkenalkan Erica ke mamanya.
"Tante, saya Erica" kata Erica yang sedikit bergemetar karena takut salah dalam bertindak.
"Ya, duduk lah" kata mama Ryan.
"Kalian kenal dimana?" Tanya mama Ryan.
"Di kantor tante, tepatnya kami 1 kantor" jawab Erica.
"Oh, iya la" jawab mamanya Ryan.
Mamanya Ryan tergolong orang yang agak pendiam seperti Ryan, tidak banyak bicara, tetapi sebenarnya, mama Ryan orang yang cukup ramah dan mau bercerita tetapi jika sudah ia kenal dekat.
Erica bergabung dengan mamanya Ryan dan menonton bersama, tanpa banyak bicara, Erica lebih banyak diam, karena dia masih merasa takut untuk berbicara.
Tidak lama, mama Ryan pun berpamitan untuk ke kamar dan beristirahat.
__ADS_1
Tinggal lah Ryan dan Erica.
"Enggakkan mama ku, terhadap mu?" Tanya Ryan.
"Iya enggak!" Jawab Erica.
Ryan menjelaskan bahwa mamanya memang tidak la banyak berbicara, tetapi nanti jika sudah dekat pasti akan lebih banyak bicaranya.
Ryan mendekatkan dirinya ke Erica untuk duduk disamping Erica, meminta Erica meluruskan pahanya, karena ia ingin berbaring di pangkuan Erica, dan meminta Erica memijit kepalanya karena merasa sedikit pusing.
Erica pun melakukannya, memijit kepala Ryan yang di pangkuannya.
Dalam hatinya, dia merasa senang karena merasa tenang dalam saat ini, 1 tahap telah dia lalui, sudah menemui orang tua Ryan.
"Adik mu mana?" Tanya Erica.
"Sepertinya sedang jalan dengan cowoknya" kata Ryan sambil bangkit untuk duduk setelah Ryan rasa kepalanya sudah mendingan.
Tiba-tiba Ryan mendekatkan wajahnya ke wajah Erica, Erica menutup matanya, ia berpikir Ryan akan menciumnya.
Karena dia teringat akan cerita Yuli, jika Budi menciumnya ketika wajah Budi mendekatkan ke wajah Yuli.
Kletuk! Bunyi kening Erica di ketuk oleh Ryan.
"Aduh, sakit tau" kata Erica.
"Kamu ngapaen tutup mata?" Tanya Ryan.
"Hmm, kirain tadi mau itu, tu!" Kata Erica malu, karena sudah berpikiran jauh!
"Begini" langsung saja Ryan memegang kepala Erica dengan kedua tangannya di kanan kiri pipi Erica, dan mencium kening Erica.
Erica langsung terkejut dan malu, karena takut mama Ryan keluar dari kamar, atau tiba-tiba adiknya Ryan kembali.
"Sayang kamu" kata Ryan, memeluk Erica.
"Aku juga sayang kamu" kata Erica mempererat pelukannya. Dan tv la yang menonton mereka.
"Udah malam, ku antar pulang yuk!" Kata Ryan.
__ADS_1
"Ayo, nanti papa marah kalau pulang terlalu malam juga" jawab Erica.