
Setelah selesai acara ulang tahun Erwin, kehidupan rumah tangga Erica terjalin seperti biasa lagi.
Kini Bi Tin ingin berhenti bekerja karena ingin mengunjungin anaknya di desa.
Erica dan Ryan dengan berat hati melepaskan Bi Tin berhenti, tetapi mau tidak mau mereka harus memberikan Bi Tin kebebasan memilih.
Ryan memberikan pesangon yang lumayan besar juga untuk Bi Tin.
"Bi, nanti kalau kami butuh bantuan lagi boleh ya meminta tolong Bi Tin kembali" kata Erica sambil melepaskan pelukan perpisahan dengan Bi Tin.
"Boleh nyonya" jawab Bi Tin.
Bi Tin pun pergi setelah berpamitan dengan majikannya.
Sekarang Ryan, Erica dan Erwin tinggal bertiga saja dirumah, jika Ryan kerja makan mereka tinggal berdua.
Erica sedang berpikir, dia harus mengatur waktu untuk mengurus rumah dan Erwin.
Dari yang dia dengar dari teman-temannya itu bukan hal yang mudah, tetapi itu tanggung jawab seorang istri dan juga sekaligus tanggung jawab seorang ibu.
Pagi ini Ryan akan pergi kerja, dia berpamitan dengan Erica dan Erwin.
__ADS_1
"Dah-dah! Papa dulu sayang!" Kata Erica ke Erwin.
Tetapi Erwin tidak perduli dan hanya melihat saja, mungkin dia belum cukup mengerti.
"Dah-dah Erwin!" Kata Ryan.
Sekarang Erica melihat rumahnya yang berantakan, dia juga harus memasak untuk makanan Ryan dan Erwin.
Sekarang sudah menujukan pukul 10.30 pagi Erwin belum terlihat berniat untuk tidur siang.
"Sayang, tidur ya mama mau masak, nyapu, ngepel loh, kalau kamu tidak tidur gimana mama kerjakannya, kamu kalau dibiarkan sendiri nanti takut jatuh atau memberantakan barang-barang" kata Erica kepada Erwin.
Erica yang melihat Erwin menguap satu kali, segera mengendong Erwin untuk ditidurkan, Erica memberikan susu botol lalu meletakan Erwin dalam ayunannya, setengah jam diayun Erwin baru tertidur.
Sekarang Erica harus buru-buru memasak karena 1 jam lagi Ryan pulang makan.
Erica ingin memasak ayam goreng dan sup.
Ditengah pengerjaan masakannya memakan waktu banyak, karena bagi Erica masak sendiri ini benar-benar membutuhkan waktu, beda dengan adanya Bi Tin.
Selesai masak Erica segera menghidangkan dimeja, jika Ryan pulang maka akan segera bisa dimakan.
__ADS_1
Ryan masuk menuju kedapur, karena ketika dia pulang tidak di sambut oleh Erica ataupun Erwin.
"Yak ampun, mengapa rumah ini kotor, sampah masih dimana-mana?" Tanya Ryan pas melihat Erica.
"Aku enggak sempat bersih-bersih, Erwin baru tidur 1 jam lalu, aku masak dulu, agar kamu pulang bisa makan!" Jawab Erica sambil mengambil penyapu karena dia sudah berniat menyapu.
"Kamu belum mandi?" Tanya Ryan melihat Erica juga seperti seorang belum mandi.
"Sudah, cuma ya secepat kilat kalau enggak bahaya tinggalkan Erwin sendirian?" Jawab Erica.
"Bahaya kenapa?" Tanya Ryan.
"Yah, bahaya kalau Erwin terbangun, aku masih banyak kerjaan! Lagian itu anak enggak bisa ditinggal!" Jawab Erica.
Erwin sangat susah buat dilepaskan dari Erica, walau Erwin mau digendong oleh siapa pun yang dia kenal.
Hek, hek, hek! terdengar suara Erwin menangis, Erica segera berlari melihat Erwin berniat mengayun untuk menidurkan kembali Erwin, tetapi datang Ryan, dia malah langsung melihat kedalam ayunan, Erwin yang melihat papanya pun langsung membuka mata lebih lebar.
"Kamu ngapaen si liat dia jadi bangunkan, gimana aku mau nyelesaikan kerjaan rumah?" tanya Erica yang kesal karena seharusnya Erwin masih bisa tertidur, malah terbangun gara-gara melihat Ryan.
"Nanti-nanti saja lah nyapu ngepelnya!" jawab Ryan dengan santainya, sedangkan bagi Erica itu hal paling merisihkan, karena kalau dia sudah mau memulai harus segera dibereskan jika tidak dia akan timbul kemalasannya.
__ADS_1