Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 33. Erica Kecewa


__ADS_3

Sudah beberapa bulan Bi Tin tidak bekerja dirumah Erica. Kesibukan Erica kini bertambah karena tidak adanya Bi Tin.


"Ica, tolong bikinkan aku teh donk!" Perintah Ryan.


"Iya, tapi tolong jaga Erwin dulu dia lagi suka memanjat meja" kata Erica yang lagi mengikutin Erwin.


"Suadahlah biarin saja enggak kenapa-kenapa juga kog, cepat bikinkan aku teh dulu!" Jawab Ryan, Ryan malas bergerak dari tempat duduknya kini, dia berada dibelakang rumah, sedangkan Erica dan Erwin diruang tamu.


Erica kesal dan tidak menjawab lagi, dia pun meninggalkan Erwin bermain sendiri dan dia segera membuatkan teh buat Ryan.


Ketika teh sudah siap diantarkan ke Ryan.


Tiba-tiba terdengar suara ke debuk, suara jatuh kebawah dan suara tangis Erwin.


Erica segera berlari kearah Erwin,


"Astaga Erwin!" Teriak Erica.


Anak tersebut pun menangis semakin kencang, didahinya terlihat ada bekas bentur dan merah, Erica panik, segera dia mengosokkan tangannya didahi Erwin, anaknya kesakitan dan semakin menangis, mengundang Ryan yang dari belakang segera menghampiri mereka.


"Erwin kenapa?" Tanya Ryan.


"Jatuh dari meja, lihat itu dahinya merah dan sedikit benjol!" Kata Erica.


"Kenapa bisa sampai jatuh, kamu enggak menjaganya dengan baik?" Hardik Ryan.


"Tadi gara-gara kamu minta aku bikinkan teh, tetapi kamu enggak mau membantu menjaga Erwin ya ini yang ku takutkan tau!" Erica sangat kesal karena Ryan taunya menyalahkan dia.


"Sudah cepat kali salep saja biar benjolnya cepat hilang" kata Ryan mengalihkan pembicaraan.


"Anak papa sakit mana" tanya Ryan ke Erwin.

__ADS_1


"Pa-pa-pa!" Jawab Erwin, bukan berarti enggak apa-apa tapi memanggil papanya.


"Sudah enggak apa-apa ya!" Tanya Ryan ke anaknya.


"Sini papa gendong" segera Ryan mengambil Erwin dari Erwin dari Erica.


Erica pun diam memberikannya dirasa sudah cukup mengosok kepala Erwin, jantung Erica berdetak sangat cepat, dia seperti orang yang ketakutan atau habis berlari jauh karena melihat Erwin begitu.


Setelah kejadian Erwin jatuh, jika Erica melakukan sesuatu dia lebih memilih mengendong Erwin bersamanya atau berada dijangkauan lebih dekat baginya.


Erwin juga sudah mulai lancar berjalan, dan memanggil mama, papa, kakek, nenek, sekata.


Hari ini Erica sedang menerka-nerka apa hadiah atau kejutan yang dikasih ke dia, karena dia berulang tahun. "Apa tadi pagi dia tidak mengucapkan selamat ulang tahun karena ingin membuat kejutan atau hadiah ya!" Kata Erica pada batinnya.


Setelah seharian menunggu akhirnya Ryan pulang kerja. Erica dan Erwin menyambutnya dengan bahagia. Tapi tidak membuat Ryan heran juga Erica mengapa begitu.


Ryan yang terlihat biasa saja, sama seperti hari-hari biasanya, tidak ada kata mengajak Erica jalan atau pun memberikan Erica kado.


"Dasar enggak peka"! Pekik Erica kesal dalam hatinya.


Hua! Hua! Hua! Suara Erwin menangis


"Ma" kata Erwin


"Diam, bising mama kamu begitu" kata Erica terhadap Erwin, padahal Erwin hanya merenggek ingin minta susu karena dia mau tidur, Erica sejenis melampiaskan kekesalannya kepada Erwin.


"Kamu, mengapa begitu ke Erwin?" Tanya Ryan yang baru selesai mandi di malam hari kira-kira sudah mau jam 9 malam, karena setelah pulang dia bersantai-santai terlebih dahulu sambil menonton dan makan.


"Aku bising" jawab Erica ketus.


"Kamu pms?" Tanya Ryan

__ADS_1


"Enggak" jawab Erica yang sedang ingin keluar membuatkan Erwin susu.


"Jaga Erwin, aku mau kedapur buat susu" suara Kesal Erica.


Segera Erica membuatkan susu untuk Erwin dan memberikan kepada Erwin.


Tidak lama pun Erwin tertidur.


"Kamu kenapa, cemberut gitu mukanya?" Tanya Ryan yang sedang memcoba untuk memegang Erica tetapi ditepis Erica dengan cepat.


"Kamu enggak ingat hari ini hari apa?" Tanya Erica.


"Enggak?" Jawab Ryan lagi-lagi Ryan mencoba memegang bahu Erica, dia pun segera melarikan badannya.


"Omonganmu enggak bisa dipercaya, dulu bilangnya ulang tahunku akan diingat selalu dan spesial, buktinya sekarang apa?" Kata Erica.


"Eh, tunggu dulu memang hari ini ulang tahun mu?" Tanya Ryan.


"Lihat saja tanggal!" Kata Erica.


Keluarga Erica yang lain sudah mengucapkan selamat ulang tahun untuk Erica, sedangkan yang setiap hari bersama saja tidak ingat bagaimana Erica tidak kecewa terhadap Ryan.


Ketika Ryan melihat tanggalnya, dia pun biasa saja, bukan kaget atau pun minta maaf.


"Kamu mau kado apa, aku kasih mentahnya ya!" Tanya Ryan, maksud Ryan kasih uangnya biar Erica beli sendiri.


"Enggak perlu!" Jawab Erica segera membalikan badannya menghadap lain, dia malas melihat Ryan.


"Haduh, gitu saja marah, jangan marahlah aku lupa bah!" Jawab Ryan.


Erica tidak memperdulikan lagi omongan Ryan, dia lebih memilih tidur saja.

__ADS_1


Ryan kini benar-benar tidak seperti dulu mereka pacaran bagi Erica, apa masa pengenalan mereka kurang Erica berpikir begitu.


__ADS_2