
Ryan yang melihat anaknya digendong keluar oleh Suster segera menghampirin anaknya.
"Sus, ini anak saya?" Tanya Ryan antusias.
"Iya pak, akan kami bawa ke ruangan bayi dulu sementara, besok bisa di lihat lagi" kata Suster tersebut.
"Baiklah Sus, terima kasih!" Jawab Ryan yang belum berani menyentuh bayinya.
Ryan sangat bahagia, bahagianya tidak bisa diungkapnya, dia duduk di kursi luar sambil tersenyum, dia tidak menyangka menjadi seorang papa secepat ini.
Sedangkan didalam kamar operasi, Erica yang mendengar suara bayinya pun langsung terharu, iya meneteskan air mata bahagianya.
"Bu, bayinya sudah kami bawa keruangan bayi ya, besok baru ibu susui, sekarang ibu istirahat dulu" kata Dokternya.
"Baik Dok" jawab Erica, tidak lama setelah itu Erica memang benar-benar tertidur, karena rasa lelah yang menahan sakitnya, dan akhirnya pun harus operasi.
Erica melahirkan diwaktu subuh.
Erica tidak ada berpikiran lagi dimana Ryan atau pun hal lain, karena dia langsung tertidur saat selesai persalinannya.
Dikamar rawat inap Ryan telah menunggu dari Erica tertidur diruang operasi hingga di pindahkan, Ryan tertidur di samping kiri ranjang Erica, dengan meletak kepalanya dan tangannya diatas ranjang.
Merasa ada sedikit pergerakan dari tangan Erica, Ryan pun segera terbangun, Ryan sebenarnya masih merasa ngantuk karena hanya dapat tidur beberapa jam, beda dari jam biasanya dia.
"Sudah daritadi bangunkah?" Tanya Ryan.
"Enggak, barusan kog!" Jawab Erica dengan suara masih lemah, mungkin karena Efek obat yang dia terima dan faktor lelahnya melewatin persalinan.
"Dimana anak kita" tanya Erica.
"Diruangan bayi, semalam aku hanya dapat melihatnya sebentar dan tidak sempat memotretnya!" Kata Ryan.
"Aku mau lihat" kata Erica.
"Nanti Susternya bawa datang jika sudah waktunya menyusui" kata Ryan.
Erica mengcoba mengangkat kepalanya sedikit tetapi tidak bisa, yang dia rasakan saat ini sangat pusing, ketika itu ada perawat yang masuk dan berkata jika Erica belum bisa mengangkat kepalanya, mau menunggu beberapa jam lagi, hingga efek obatnya habis.
__ADS_1
Jadi Erica hanya berbaring kembali.
"Pak, silakan berikan istrinya minum" kata perawat tersebut.
"Iya, terima kasih" jawab Ryan sambil mengambil botol mineral sedang dari tangan perawat tersebut dengan sedotannya.
"Ini minum!" Ryan mengarahkan botol mineral tersebut mendekat ke Erica, dan memberi Erica minum.
"Pelan-pelan" kata Ryan.
"Iya" jawab Erica.
Setelah selesai minum, Erica seperti orang yang lagi mencari sesuatu yang hilang memandang ke kanan dan kiri.
"Papa, mama ku sudah dikabarin?
"Mama mertua ku apa juga sudah di kabarin?" Tanya Erica.
"Sudah semua, nanti mereka akan sampai kesini sore, karena perjalanan jauh!" Kata Ryan
"Oh, ok!" Jawab Erica.
"Erwin Wijaya" jawab Ryan.
"Sesuai nama depanku, aku suka" jawab Erica senang.
Erica merasa senang karena inisial nama depannya masih dipakai oleh anaknya.
Tidak berapa datang seorang suster sedang mendorong kereta bayi yang dimana didalamnya ada anak Erica dan Ryan.
"Anaknya boleh disusui ya bu, sudah tau caranya menyusui?" Tanya Susternya.
"Karena ibu habis operasi jadi tidak bisa banyak gerak sementara, bayinya diletakkan diranjang dan ibu, sedikit menyamping, kepala ibu masih belum bisa untuk mengangkatnya!" Jelas Suster tersebut.
Erica pun memperaktekkan apa yang Suster bilang, ketika melihat bayinya Erica sangat senang dia tidak menyangka sudah menjadi seorang wanita sempurna dan menjadi seorang ibu.
"Bisa?" Kata Susternya sambil meletakkan bayinya disamping kiri Erica.
__ADS_1
"Bisa Sus!" Jawab Erica, dia segera menciumin anaknya, mengelusnya dengan penuh kasih sayang.
"Anakku" kata Erica pelan.
"Awas tertimpah" kata Ryan ketika melihat Erica mencoba memposisikan badannya lagi.
Kemudia suster meninggalkan Ryan dengan keluarga kecilnya.
Ryan berjalan mendekati dimana anaknya berada disamping Erica.
Dia mengelus pipi anaknya, dan mengbungkukkan badannya untuk mencium anaknya. Dan sekilas dia juga mencium kening istrinya.
"Thanks ya sayang" kata Ryan.
"Sama-sama sayang" jawab Erica, erica sangat senang mendapatkan perlakuan tersebut dari suaminya, papa dari anaknya.
"Erwin, anak papa" kata Ryan yang kembali mengelus pipi anaknya dengan jarinya.
"Anak mama juga" kata Erica.
"Mukanya mirip sekali papanya, dari rambutnya yang sedikit berdiri, lurus dan hitam" kata Erica.
"Iya ya!" Jawab Ryan.
"Enggak ada bagian ku" jawab Erica.
Erica mencoba menyusui anaknya, agak sulit baginya, dan anaknya belum mengerti untuk menyusui dengan Erica.
Erica mencoba terus dan sedikit bisa.
Siang menjelang, Erwin telah tertidur, Ryan mengangkatnya, meletakkan Erwin dalam box bayinya, sebelum meletakkan Erwin tidak lupa Ryan menciumin anaknya lagi. Dan saatnya Erica untuk makan, tetapi karena kepalanya yang belum bisa diangkat akhirnya terpaksa Ryan yang mengyuapin Erica.
Seperti orang yang tidak Ikhlas Ryan menyuapin Erica.
"Duuh, tumpah-tumpah pelan suapinnya" kata Erica yang menglap bibirnya dengan tidur.
"Makan mu lelet" jawab Ryan.
__ADS_1
Padahal saat itu Erica makan sudah sangat cepat.
Ryan tidaklah telaten, tidaklah begitu sabar untuk menyuapin Erica.