Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 26. Merawat Erwin


__ADS_3

Erica merasa sangat lelah, penat dengan keadaannya sekarang. Dia juga sangat tidak bernafsu untuk makan, hingga produksi air asinya berkurang. Akhirnya Erica meminta Ryan membelikan susu formula, untuk susu tambahan bagi Erwin karena kadang Erwin tidaklah sabar, jika asinya kurang.


"Mengapa kamu tidak kasih asi saja, asi lebih bagus mengapa harus tambah-tambah susu formula segala" celoteh Ryan, dia merasa tidak suka jika anaknya diberikan susu formula.


"Kasian Erwin, asiku kurang baginya dan Erwin minumnya tidak puas, tidak kenyang maka dia menangis terus" jawab Erica.


"Alasan aja kamu, maka dari itu makan yang banyak untuk menunjang asi" kata Ryan.


"Memang asi ini yang berkurang, aku mau bagaimana, kamu kira aku senang tidak bisa memberikan asi full untuk Erwin, aku ibunya, aku yang merasakannya" Erica meneteskan air matanya, dia merasa kesal dengan sikap Ryan padanya.


"Kalau kamu mau, kamu coba lah berada diposisi aku" kata Erica lagi.


"Aghh, sudahlah sudah malam, jangan ribut lagi, Erwin juga sudah tidur" jawab Ryan.


Erica hanya diam tanpa membalas kata-kata dari Ryan, dia pun menhadapkan dirinya ke Erwin, membelakangin punggung ketemu punggung dengan Ryan.


"Baru segini aja sudah enggak pengertiaan soal anak" batin Erica.


Erica hari ini pergi ke Dokter untuk kontrol ulang luka Seacarnya, dan membawa Erwin bersamanya, hari ini Ryan menyempatkan diri untuk mengantarnya.


Sesampainya dirumah sakit mereka langsung masuk keruangan karena memang sudah dijadwalkan.


"Bagaimana Dok, kondisi saya" tanya Erica setelah selesai diperiksa.


"Bagus, kondisi luka juga sudah cepat baiknya" jawab dokternya.


Pada saat itu Ryan berinisiatif mengendong Erwin dan berada diluar ruangan pemeriksaan.


Waktu tidak terasa, kini Erwin telah berusia 40 hari, Erica telah melewati masa nifasnya.


Mereka mengadakan acara syukuran, keluarganya akan datang, dan teman-teman dekatnya, termasuk teman kantor mereka.

__ADS_1


Malam yang di tunggu tiba, sudah terlihat jika keluarga Erica dan keluarga Ryan datang bersamaan.


Ketika itu ada pemandangan yang menarik, Kenzo membawa seorang gadis bersama diantara keluarganya.


"Ini siapa?" Tanya mama Ryan.


"Ini pacar Kenzo, tante!" Jawab Kenzo malu-malu.


"Jangan malu-malu gitu Kak!" Kata Tia.


"Kenalkan dia bernama vania, vania ini mamanya Ryan dan Tia adiknya Ryan!" Kata Kenzo.


"Vania, tante, Tia" jawab Vania.


Tidak jauh dari itu Erica menangkap kedatangan keluarganya, dia sangat bahagia.


"Mama, Papa" panggil Erica sambil memeluk kedua orang tuanya.


"Mama, Tia" panggil Erica, untuk mama mertua dan adik iparnya lalu Erica pun memeluknya bergantian.


"Oh, disana ma sama Ryan!" Jawab Erica sambil melihat Kenzo yang bersama seorang gadis.


"Siapa ini bang?" Tanya Erica ketika Kenzo mendekat.


"Vania, ini adikku, ini vania pacar abang" kata Kenzo.


"Pacar abang yang keberapa?" Tanya Erica bercanda ke Kenzo, langsung saja Vania melirik ke Kenzo, bertanya apa itu benar yang dikatakan Erica.


"Bercanda kak Vania, bang Kenzo, jomblo setia kog, yang dibawa kakak aja" kata Erica.


"Dasar" kata Kenzo.

__ADS_1


Di sini juga Yuli, Budi dan teman-teman kantor lain ada datng special melihat anak Erica.


Mita juga hadir, dia hadir bersama anak bayinya dan suaminya.


"Terima kasih Mit, sudah mau datang" kata Erica.


"Sama-sama" jawab Mita.


"Cewek ya" kata Erica.


"Iya cewek" jawab Mita.


"Jadi siapa yang jaga siapa ini nanti, anak mu cewek anak ku cowok tetap lebih kecil dikit" canda Erica.


"Saling jaga aja mereka, haha" jawab Mita sambil ketawa.


Erica meninggalkan para tamu undangan beralih ke orang tuanya, disana orang tuanya telah mengendong cucunya.


"Cucu kakek, jadi anak pintar ya" doa kakeknya, kakeknya dan neneknya terlihat begitu menyayangin Erwin, begitu juga mamanya Ryan.


Tidak terasa acara selesai begitu saja, Erwin mendapatkan begitu banyak kado. Tetapi tidak langsung dibuka oleh Erica.


Kini Erwin telah tidur, karena pasti sangat lelah dengan acaranya hari ini. Digendong sana sini oleh para tamu. Keluarga Erica dan Ryan mereka langsung pulang kerumahnya tidak menginap.


Erica sudah tidak terlalu merenggek seperti waktu pertama kali ia baru melahirkan.


"Duh, Erwin kenapa nangis?" Tanya Ryan yang terbangun dari tidurnya, ketika itu Erica lagi ingin membuatkan susu formula untuk anaknya, tetapi Erwin sudah tidak sabar dan menangis.


"Diamkan lah, aku mau tidur, aku capek" kata Ryan lagi.


"Kita sama-sama capek tetapi lebih capek aku, dari tadi aku enggak bisa tidur karena menyusui tau, setelah itu dia enggak puas dan aku buatkan susu formula" jawab Erica.

__ADS_1


"Pokoknya aku enggak mau tau masalah begitu, itu urusan mu" kata Ryan.


Erica hanya diam saja tidak ingin menjawabnya. Setelah selesai susu formulanya di buat langsung dikasihkan buat anaknya minum, Erwin minum dengan cepat, memang anaknya sangat kuat menyusu, mungkin kata orang-orang benar jika anak laki-laki itu kuat menyusu.


__ADS_2