
Tidak terasa kini Erwin telah berusia 6 bulan, Erica sudah mulai memberinya Mpasi (makanan pendukung asi).
"Bi Tin tolong lihatin Erwin dulu ya, aku mau masak bubur untuk Erwin" kata Erica ke assisten rumah tangganya.
"Baik, nyonya!" Jawab Bi Tin.
Kini Erwin sudah bisa tengkurep, Erica yang waktu itu pertama kali melihat Erwin begitu sangat senang sekali. Dia sampai menelepon ke Ryan untuk memberitahunya, tetapi malah dia langsung dimarahi oleh Ryan, bagi Ryan itu hal biasa, apa yang Erica lakukan, hal yang baginya kurang kerjaan.
Sekarang apapun yang dilakukan Erwin atau untuk Erwin, Erica lebih untuk diam dan tidak memberitahu kepada Ryan, biar Ryan saja yang melihat sendiri.
Erica sedang memasak bubur dengan sayur wortel didalamnya.
Tiba-tiba saja Ryan pulang untuk makan siang, dan biasanya juga memang begitu, karenakan jarak rumah dan kantornya dekat, kecuali dia sibuk, dia tidak akan pulang.
"Masak apa?" Tanya Ryan ketika sudah masuk saja menuju ke dapur.
"Ini masak bubur untuk Erwin" jawab Erica
"Apa Erwin sudah boleh makan bubur" tanya Ryan.
"Sudah, kan karena sekarang sudah waktunya mpasi" kata Erica.
"Oh" hanya itu yang Ryan jawab.
"Ya udah sana makan, sudah tersedia dimeja makan" kata Erica.
__ADS_1
Ryan pun makan dan setelah makan dia rencana mau istirahat sebentar setelah itu dia akan pergi kekantor lagi.
Erica mencoba memberikan buburnya ke Erwin. Erwin yang baru pertama kali mencoba pun, masih belum bisa menerima bubur tersebut, selalu dia keluarkan dari mulutnya dengan menjulurkan lidahnya.
"Di telan ya sayang" kata Erica ke anaknya lembut.
Semakin lama Erwin mencoba buburnya dia sudah mengerti untuk sedikit menelan buburnya.
"Duh, anak mama pintar, sayang sekali sama Erwin" kata Erica.
Sedangkan Erwin hanya, ambigu-gu saja dengan bahasa bayinya.
Hari ini Erica ada janjian dengan Mita mereka mau ketemuan ditaman kota.
Erica dan Erwin sudah berpakaian rapi, Erwin digendong oleh mamanya, kemudian Erica memesan Go-car untuk menuju ketaman, hari masih pagi tidak terlalu panas untuk beraktivitas.
Erwin terlihat sangat senang, kaki tangannya dihentak-hentakannya memandang keatas langit, seperti kebebasan bagi Erwin.
"Senang sekali kamu nak, indah ya" tanya Erica ke anaknya.
Sedangkan anak hanya tertawa cekikikan.
"Nah, itu temanmu sudah datang nak" kata Erica ke Erwin.
"Hai Mit, apa kabar?" Sapa Erica ke Mita ketika melihat Mita dan anak perempuannya dari kejauhan berjalan mendekatinya.
__ADS_1
"Baik Ica, kamu juga apa kabar?"
"Seperti yang kamu lihat, aku baik?" Jawab Erica.
"Hai cantik" sapa Erica kepada bayi perempuan Mita.
Bayinya Mita tertawa, sangat lucu dan mengemaskan, cantik.
"Siapa namanya" tanya Erica ke bayi perempuan Mita.
"Gina putri" jawab Mita sambil meniru suara bayi.
"Erwin lihat ada cewek montok, cantik loh!" Kata Erica sambil melihat Erwin dan bayi perempuan Mita dan mendekatkan strollernya mereka, tidak disangka bayi Erwin dan bayi Gina mengeluarkan tangan masing-masing dan berpegangan.
"Wah, kalian romantis ya" kata Mita, melihat kedua bayi tersebut tertawa.
"Lucu sekali kalian berkenalannya!" Kata Erica.
"Iya lucu ya mereka" jawab Mita
"Oh iya dimana kedua anakmu yang lain Mit?" Tanya Erica.
"Dirumah sama pengasuhnya, kalau dibawa ke-3 nya repot loh, ini mau santai dulu" kata Mita.
"Oh, iya la" jawab Erica.
__ADS_1
Erica melihat tubuh Gina yang montok sangat ingin mencubitnya tetapi dia urungkan.