Kehidupan Setelah Pernikahan

Kehidupan Setelah Pernikahan
Ep 13. Persiapan, Sedikit Konflik


__ADS_3

Sesuai orang tua Ryan menemui orang tua Erica.


Keesokan harinya pun Ryan mengajak Erica mencari keberadaan papanya.


Berbekal informasi dari pamannya.


Setelah beberapa jam berputar mencari alamatnya, Ryan dan Erica berhenti di sebuah rumah sederhana yang lebih kecil dari rumah Ryan.


Ryan hanya diam mematung, Erica mengoyang-goyangkan Ryan, memberi isyarat pada Ryan untuk bicara.


"Mau cari siapa ya?" Kata papa Ryan.


"Kamu gak kenal aku?" Jawab Ryan.


"Kamu Ryan?, Kamu uda sebesar ini!" Kata papanya lagi.


Papa Ryan meminta Ryan dan Erica masuk kedalam rumah terlebih dahulu.


"Ryan, panggil papa lah jangan pakai kamu" bisik Erica.


"Pa, Ryan kesini hanya ingin meminta restu, Ryan bulan depan akan menikah" kata Ryan.


"Kamu, memanggil ku pa! Papa senang mendengarnya, maafkan papa selama ini bersalah sama kalian, papa sudah jahat meninggalkan kalian dan berlaku kasar pada kalian!" Kata papanya yang suaranya sedikit serak karena ingin menangis, menyesalin perbuatannya dimasa lalu.


"Sudah lah lupakan saja, aku juga tidak mau mengingat hal menyakitkan itu" jawab Ryan.


"Kalian akan menikah, bolehkah papa hadir?"


Tanya papanya.


"Terserah papa, mau hadir apa tidak, sekarang aku hanya ingin meminta restu dan nanti Ryan memberikan alamat di selenggarakan acaranya" kata Ryan.


Yang terlihat dimata Ryan hanya perlakuaan papanya dimasa kecil dia.

__ADS_1


"Sekali lagi papa minta maaf, sampaikan juga permintaan maaf papa untuk Tia dan mama mu, kamu sudah mau datang bertemu papa, papa sangat senang" kata papa Ryan.


Erica hanya diam memperhatikan papa dan anak yang sedang berbicara.


"Sudah lah, aku mau pulang dulu, karena masih mau mengurus yang lain" kata Ryan.


"Iya nak, hati-hati" kata papa Ryan.


"Pulang dulu Om" kata Erica.


Erica yang melihat kejadian antara Ryan dan papanya dapat menyimpulkan bahwa Ryan di waktu kecilnya bersama adik dan mamanya mendapat perlakuan yang sangat menyedihkan yang di lakukan oleh papa Ryan.


Selama ini pun Ryan tidak pernah mau bercerita tentang papanya.


Sekarang Erica dan Ryan berada dirumah Ryan. Mama Ryan sedang melihat gedung mana yang mau di pilih dan makanan apa saja yang dipilih, sedangkan untuk bridal mama Ryan menyerahkan kepada Erica dan Ryan yang memilih karena mereka yang akan pakai.


"Gimana tadi kalian sudah bertemu papanya Ryan?" Tanya mama Ryan.


"Percuma dia menyesal, saya pun tidak akan pernah menerimanya kembali" kata mama Ryan.


Mama Ryan pun bercerita bagaimana perlakuaan papa Ryan, ketika anak-anaknya masih kecil.


Flash On


Ryan yang waktu itu masi berusia 5 tahun dan Tia berusia 3 tahun.


Sering mendengar pertengkaran mama papanya.


Papa Ryan memukul mama Ryan, menamparnya dan mengurung anak-anak dan istrinya dalam kamar selama satu hari satu malam, tidak memberinya makan, untung saja dikamar masi ada tersimpan roti, roti itu yang diberikan kepada Ryan dan Tia.


Setelah bertahan untuk beberapa saat dengan suaminya yang begitu, mama Ryan akhirnya memutuskan untuk bercerai dan memilih menjauh dari papa Ryan.


Papa Ryan begitu karena dia masih suka berjudi, jika kalah berjudi maka anak istrinya yang jadi pelampiasannya.

__ADS_1


Flash Back


Ryan yang usianya 5 tahun saat itu setidaknya mengingat sedikit perlakuan papanya.


Tetapi beda dengan Tia, dia lupa akan hal itu, tetapi dia juga tidak mengingat sosok papanya dan apabila mendengar cerita dari mama dan Ryan, dia juga merasa sakit hati.


Tia tidak pernah mencari sosok papanya, ataupun menanyakannya.


"Begitulah" kata mama Ryan, sambil sedikit menangis mengingat peristiwa tersebut.


"Tapi Tante hebat melalui itu semua" kata Erica.


Mereka pun milih sebuah hotel untuk acara dan 8 jenis lauk, sayurnya.


Hari cuti Ryan telah habis dan dia harus segera pulang ke kantornya.


Beberapa hari setelah Ryan pulang kekantornya, Ryan dan Erica belum juga menemukan bridal mana yang akan mereka pakai.


"Ryan, mau bridal ini gak!" Tanya Erica yang di sertai foto, setelah sekian banyak bridal yang mereka lihat, ketika Erica cocok, Ryan tidak cocok begitu sebaliknya.


"Terserah kamu aja lah, capek aku milihnya" kata Ryan


"Kog kamu gitu sih, ini buat pernikahan kita loh, apa kamu gak niat untuk menikah dengan aku, kamu gak serius sama pernikahan kita, apa kita hentikan saja!" Cercah Erica karena dia juga merasa capek dari mengurusin pernikahan ini.


"Kamu mau berhenti, kamu kata tidak serius, percuma kalau begitu aku melamar kamu, hanya hal kecil kamu begini, udah gak apa-apa kamu pulih saja, aku ikut aja!" Balas Ryan lagi.


Erica berpikir lagi, dia berpikir mungkin Ryan juga lagi lelah dalam kerjaannya.


"Maaf" balas Erica.


Pesannya pun tidak di balas oleh Ryan.


Batin Erica "benar kata orang ya, jika sudah dekat hari H, ada saja pertengkaran kecil, aku kira, aku gak bakal begitu, karena aku merasa sangat enjoy melaksanakannya".

__ADS_1


__ADS_2