Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 29. Baby Twins


__ADS_3

...πŸ€πŸ€πŸ€...


Leon dengan sigap segera membawa istrinya yang akan melahirkan ke rumah sakit. Dia menggendong istrinya masuk ke dalam mobil. Padahal dia bisa saja menggunakan sihir teleportasi nya, tapi hal itu sangat beresiko apalagi Violet melarang nya memakai sihir. Dia pernah mengatakan kalau dia ingin hidup normal bersama Leon, meski Leon sejatinya adalah iblis.


Sebisa mungkin, Leon memberikan kehidupan normal untuk Violet tanpa sihir. Kecuali di saat saat genting.


"Haahh... haaahhh...." Violet berada di dalam mobil bersama Leon, pria itu memeganginya dan mengelap keringat di wajah istrinya.


"Sayang, kamu bertahanlah! Apa sangat sakit kah?" tanya Leon sambil menatap cemas pada istrinya yang sedang terengah-engah itu.


"Uhh...ini sangat menyakitkan..rasanya.. ada sesuatu yang akan keluar dari..perut..ku.." jawabnya terbata-bata, dia merasakan sakit yang luar biasa di perutnya.


"Pak! Cepatlah! Istriku sudah tidak tahan lagi! Kenapa juga kau berhenti?!" ujar Leon berteriak pada supir nya yang bernama Lumiere. Leon memprotes Lumiere yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan.


"Ma-maaf pak, ini sudah kecepatan tinggi..tapi, jalanan macet pak." jawab Lumiere resah, melihat di depannya banyak mobil. Jalanan macet.


Leon juga sama resah nya, dia tidak tega melihat istrinya kesakitan apalagi sebentar lagi dia akan melahirkan.


"Violet, apa kau bisa bertahan??" tanya Leon pada istrinya.


"A..apa kau berencana menggunakan nya? Jangan coba-coba, aku sudah bilang-"


"Maafkan aku, aku akan terima hukuman ku nanti!"


Leon menutup matanya sejenak, dia menggunakan sihir penghenti waktu. Seketika semua nya berhenti. Violet terlihat kesal pada Leon yang menggunakan sihir.


"Leon, kamu...Ahhh..."


"Maaf, ini demi kebaikan mu dan anak kita." Leon bergerak cepat. Dia membawa Violet keluar dari mobil itu, dengan menggendong nya.


Leon meminta Violet untuk menutup mata, karena dia akan menggunakan sihir teleportasi nya. Violet menutup mata, beberapa detik kemudian dia sudah sampai di rumah sakit bersama Leon.


Sihir penghenti waktu juga sudah berhenti, semua nya berjalan sama seperti biasanya. Leon berteriak-teriak memanggil petugas rumah sakit. Violet langsung dilarikan ke ruang persalinan darurat. Selagi menunggu dokter memeriksa Violet, Leon mengurus administrasi dan mengabari Mike dan Bu Elisa tentang Violet yang akan melahirkan.


Cekret..


"Dokter, bagaimana keadaan istriku?" tanya Leon pada dokter yang keluar dari ruangan Violet.


"Ada masalah dengan proses kelahiran Bu Violet, seperti nya kami harus melakukan operasi atau Bu Violet tidak akan selamat." Jelas dokter itu dengan wajah cemas.


"Operasi? Memangnya apa yang terjadi sehingga istriku harus di operasi?" tanya Leon heran.


"Saya tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, tapi bayi yang ada di dalam perut Bu Violet terasa aneh, gerakan nya juga tidak biasa."


Gerakan aneh? Tidak biasa? Gloria! Dimana dia, hanya dia yang tau apa yang harus aku lakukan.


"Dokter, boleh saya menemui istri saya sebentar dan bicara padanya?" tanya Leon berusaha menenangkan dirinya.

__ADS_1


"Baik pak, jangan lama-lama. Bapak harus segera mengambil keputusan!" ujar dokter mengingatkan.


Leon masuk ke dalam ruangan persalinan Violet. Dia meminta semua suster meninggalkannya berdua saja dengan Violet. Wanita yang hamil besar itu terlihat lelah dan pucat, bayi di dalam perutnya terus menggoncang tubuhnya. Seperti sedang menyiksa, hingga Violet hampir kehilangan tenaga.


"Bagaimana perasaan mu?" tanya Leon sambil mengelus kepala Violet dengan lembut. Matanya menatap cemas pada Violet.


"Aku tidak.. baik-baik saja." Jawab nya lemas, dia sudah kehabisan tenaga bahkan untuk berteriak. Matanya terbuka dan menutup dengan lemah.


"Dokter bilang kau harus di operasi.."


"Lalu? Tinggal lakukan saja kan?" tanya Violet pada suaminya.


"Tapi aku takut, kita tunggu Gloria sebentar lagi ya. Kau tau kan itu karena bayi kita mungkin bukanlah bayi biasa." Leon berkaca-kaca melihat istrinya tidak berdaya berbaring di ranjang itu.


Wush!!


Seseorang datang bersamaan dengan cahaya aneh ke ruangan itu, dia adalah Gloria. Tanpa banyak bicara, Gloria langsung memegang perut buncit Violet. Sebuah cahaya terang menyinari perutnya.


"Aaaaaaaaaahhhhhhhhh..."


"Gloria apa yang terjadi?!" Violet!" Leon panik melihat Violet kesakitan dan berteriak keras.


"Tenanglah Raja iblis, aku sedang berusaha menyelamatkan ibu dan bayinya!" Gloria masih komat-kamit membaca mantra, tangannya memegang perut itu. Dan cahaya masih ada disana. "Cepat panggil dokter! Dia akan segera melahirkan, tidak perlu operasi!" seru Gloria pada Leon, lalu dia menghilang dari sana.


Violet berteriak! Leon pun segera memanggil dokter. Persalinan berjalan lancar dan normal, walau dipenuhi dengan drama teriakan dan jambak rambut.


Leon tersenyum lebar begitu mendengar suara anak pertama nya telah lahir ke dunia. Suster menggendong bayi yang baru dilahirkan itu, dia langsung memandikan nya lalu membedongnya dengan kain.


"Sayang, anak kita sudah lahir..anak kita sudah lahir.." Leon tidak percaya, di dalam kehidupan kali ini Tuhan memberikan nya hadiah terindah. Menyatukan cintanya dan Camellia, sampai punya anak.


"Iya, aku ingin melihatnya. Aku ingin tau dia mirip siapa." Violet tersenyum memandang ke arah Leon.


Owaaaa... owaaaa.. bayi itu masih menangis di gendongan si suster.


"Selamat ya pak Leon, Bu Violet.. bayi nya laki-laki, tampan dan sehat." ucap suster itu sambil menyerahkan bayinya pada Leon. Dengan hati-hati Leon menggendong bayi mungil itu. Bayi laki-laki bermata biru itu terlihat tenang saat digendong ayahnya.


Leon menatap anak itu dengan mata berkaca-kaca dan penuh rasa haru. Dia sangat bahagia dengan pemberian Tuhan padanya. Dia mempunyai seorang anak, dia menjadi seorang ayah.


"Sayang, aku ingin melihat anak kita!" kata Violet yang masih berbaring di ranjang, dia masih lemas.


Leon menggendong bayi nya dan mendekatkan nya pada Violet. Wanita itu tersenyum lebar melihat wajah anaknya yang manis, tampan seperti Leon. "Wajahnya mirip denganmu."


Aku seorang ibu sekarang.


"Mata biru nya mirip dengan mu." Leon tersenyum melihat bayi itu membuka matanya. "Benar, matanya mirip dengan-"


"Auhhhh..... AAAAHHHH!!"

__ADS_1


"Vi, ada apa?" Tanya Leon panik melihat Violet merintih kesakitan.


Dokter langsung memeriksa kondisi Violet. Dia mengatakan bahwa Violet anak melahirkan lagi. Leon bertanya-tanya apa maksud nya? Dokter bilang bayinya kembar.


Leon terperanjat mendengar nya, suster langsung meminta Leon keluar dari ruangan itu. Leon menurut sambil menggendong anak pertama nya. Disana sudah ada Mike, Nina, dan Bu Elisa.


"Cucuku sudah lahir?" Bu Elisa terpana melihat bayi mungil yang sedang digendong oleh Leon.


"Keponakan ku?" Mike juga tak kalah senangnya dengan Bu Elisa.


"Salam ibu mertua, kakak ipar, kakak Nina." sapa Leon pada ibu mertua dan kedua kakak iparnya. Setelah Violet menikah dengan Leon, kakak nya Mike menyusul dan menikahi Nina, teman bekerja Violet di kantor.


"Boleh mama menggendong cucu mama?" tanya Bu Elisa dengan mata yang berbinar-binar.


"Iya ma, boleh" Leon memberikan bayi itu pada ibu mertuanya. Bu Elisa terlihat senang menggendong cucu pertama nya.


"Oh ya, dimana Violet? Kenapa pak Presdir ada di luar ruangan?" tanya Nina penasaran.


"Violet akan melahirkan lagi, katanya bayi kami kembar." jelas Leon singkat dengan menyunggingkan sedikit senyum. di wajahnya.


"Kembar?" Bu Elisa, Nina dan Mika terperangah mendengar nya.


Beberapa saat kemudian, terdengar lagi suara tangisan bayi dari dalam ruangan persalinan itu. Alangkah bahagianya hati Leon dan semua keluarga Violet yang ada di sana, begitu mendengar suara tangisan bayi dari dalam sana. Mereka persamaan masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat keadaan Violet dan bayi keduanya.


Bayi keduanya adalah perempuan, dia terlihat seperti Violet namun matanya berwarna gelap sama seperti Leon. Semua keluarga, dan teman-teman Leon juga Violet, memberikan selamat kepada mereka yang telah menjadi orang tua dari 2 anak. Tak lama setelah melahirkan, Leon dan Violet kembali bersama ke rumah mereka.


Ada keadaan tak lazim dengan salah satu bayi mereka. Ketika Violet sedang sendirian


mengurus kedua anaknya di rumah.


Kedua bayi itu menangis bersamaan minta digendong oleh Violet. "Owaa... Owaaaa.."


"Ya ampun, ada apa dengan anak-anak ibu? Kalian mau digendong bersamaan ya?" tanya Violet sambil mengganti popok baby Al, bayi laki-laki nya. Dia tersenyum melihat putranya itu, disisi lain si bayi perempuan juga menangis ingin diperhatikan mama nya.


"Ahh.. putri ibu juga mau digendong, bentar ya sayang..kakak mu sudah tidak sabar." Violet menggendong baby Al dan menyusuinya.


Bayi perempuan itu langsung berhenti menangis, seakan-akan dia mengerti apa yang dikatakan mama nya. Violet merasa bahwa anak perempuan nya ini terlihat lebih tenang dari anak laki-laki nya."Rupanya anak ibu sudah mengerti ya? Kamu terlihat lebih dewasa daripada kakakmu." Violet tersenyum, sambil mengelus putrinya yang sedang berbaring di ranjang. Baby Al masih menyusu pada nya, Violet menyerahkan botol berisi susu pada putrinya.


Sling!


Violet terkejut melihat bayi mungil itu mengambil botol susu nya sendiri dan tersenyum menatap mama nya. "Hah!! Aelina!!" teriak Violet terkejut melihat keanehan pada bayi perempuan nya itu.


Apalagi melihat matanya yang merah sama seperti Leon, tingkah Aelina seperti orang dewasa. "Leon!!" teriak Violet panik memanggil suaminya.


Leon sendiri masih berada di kantor di ruang rapat, tiba-tiba saja dia terdiam karena mendengar suara Violet yang memanggilnya. "Violet?"


...---***---...

__ADS_1


...Hai Readers? Masih mau boncap nya? Silahkan komen ya.❀️☺️...


__ADS_2