
****
Kainer duduk di singgasana nya, ia tampak resah dan gelisah setelah perbincangan nya dengan Koros tidak berakhir baik. Kainer yakin bahwa Koros akan mengkhianati nya lalu menyerang dunia manusia secepatnya, tanpa menunggu keputusan nya. Hal itu memang tidak bisa dicegah lagi, cepat atau lambat dunia manusia akan dibantai oleh bangsa iblis dan dimasukkan secara paksa ke dalam neraka.
Kini keselamatan dunia manusia tempat kekasihnya berada menjadi ancaman yang besar.
"Yang mulia, apa ada yang membuat yang mulia resah?"tanya Keith
Ini pasti masalah putri manusia rendahan itu.
"Kumpulkan iblis kelas atas kemari"
"Sekarang yang mulia?" tanya Keith
"Tidak, seribu tahun lagi. Tentu saja sekarang, bodoh!!" ujar Kainer kesal
"Baiklah yang mulia" jawab Keith
"Katakan juga pada mereka, ini adalah rapat tentang menyerang dunia manusia" ucap Raja iblis itu
Wajah Keith langsung senang begitu mendengar bahwa Kainer akan mengadakan rapat tentang dunia manusia akan di serang. Dengan semangat ia pergi meninggalkan singgasana Raja iblis, untuk pergi memberitahu iblis lainnya.
Apa akhirnya raja nya itu sudah membuka matanya?
Tidak! Kainer tidak berfikir akan memusnahkan semua manusia. Disana adalah tempat tinggalnya dahulu saat ia masih menjadi manusia dan disana juga ada Camellia yang sangat ia cintai.
Kainer tertegun dan merenung sambil menunggu iblis yang lain akan datang padanya.
"Aku harus mencari cara agar Camellia dan keluarga nya bisa terhindar dari serangan bangsa iblis. Aku harus membuat perlindungan untuk mereka" gumam Kainer. " GORDON!!" seru Kainer memanggil burung peliharaan nya itu.
"Ya yang mulia, hamba disini" Gordon langsung datang hanya dalam sekali panggil.
"Aku punya tugas penting untukmu. Pergilah ke dunia manusia dan lindungi Camellia juga kedua kakak nya jika terjadi sesuatu pada mereka, kau harus jadi orang pertama yang menyerang sesuatu yang mengganggu mereka itu. Paham?" jelas Kainer
"Maaf yang mulia, mohon maaf sekali jika saya berani menyela dengan bertanya. Saya hanya heran, kenapa yang mulia menyerahkan tugas ini kepada saya yang hanya iblis tingkat atas ke 3? biasanya yang mulia akan menyerahkan tugas ini kepada Keith" tanya Gordon heran
"Hm... aku tidak bisa membiarkan orang yang membenci kekasihku berada disampingnya, yang ada dia bukan melindungi nya. "
Jadi yang mulia sudah tau kalau Keith berniat jahat pada putri Camellia?. batin Gordon
"Pergilah Gordon, dan laporkan hal sekecil apapun tentang Camellia!" titah Kainer
"Baik yang mulia" jawab Gordon patuh
Gordon yang berwujud burung elang itu, terbang dan menghilang dengan kekuatan teleportasi miliknya.
WUSHH
***
__ADS_1
Setelah berada selama 1 hari di kastil Gloria, pagi itu, Camelia, Theodore, dan kedua kakak Camellia berpamitan pada Gloria untuk pergi kembali ke Brilla.
Sekalian mereka juga mengajak Gloria untuk tinggal di istana Brilla daripada menyendiri di hutan itu.
"Saint, ikutlah kami. Disini tidak aman dan mungkin saja akan ada iblis yang datang menyerang" kata Camellia pada Gloria
"Baiklah, lagipula sudah terlalu lama aku menyendiri didalam sini"
Gloria menggunakan sihirnya untuk menyembunyikan kastilnya, lalu ia juga membawa sebuah tas besar yang entah apa isinya.
"Saintess benar-benar mau ikut dengan kami?" tanya Camellia senang
"Iya, aku akan ikut" terlihat senyuman di wajah keriput Gloria.
Aku harus berada di sampingmu tuan putri, agar aku bisa melindungi mu. Jika bangsa iblis itu tau kalau kau mempunyai darah yang spesial. Nyawamu akan dalam bahaya.
"Sini nek, saya bawakan tas nya" ucap Arthur
PLETAK
Sebuah tongkat mengetuk kepala Arthur dengan keras.
"Aduh sakit nek.." gerutu Arthur dengan bibir monyong nya.
"Sudah kubilang jangan panggil aku nenek! aku saint! Saintess!" gerutu Gloria kesal
"Hahaha.." Theodore, Camellia dan Dimitri tertawa melihat tingkah Arthur dan Gloria.
"Bagaimana ini? seperti nya kereta nya hanya cukup untuk satu orang" ucap Arthur sambil melihat ke arah dalam kereta yang berukuran sempit itu.
"Biar aku naik kuda bersama kak Dimitri, dan Saintess saja yang naik ke kereta itu"kata Camellia
"Tidak apa tuan putri, hamba benar-benar baik-baik saja walau naik kuda" Gloria menolak
"Itu benar Saint, anda bisa kedinginan di malam hari kalau berada di luar kereta." kata Dimitri cemas
"Baiklah, yang mulia putra mahkota tolong jaga tuan putri baik-baik" Gloria mengingatkan
"Aku pasti akan melindungi adikku, saint tenang saja" Dimitri tersenyum
Gloria naik ke dalam kereta dan di kendarai oleh Arthur di depannya sebagai kusir. Sementara itu Camellia naik kuda bersama kakaknya. Theo menelan ludahnya, ia ingin naik kuda bersama dengan Camellia, namun sayangnya kesempatan tidak tercipta untuknya.
KLOTAK
KLOTAK
"Butuh waktu 4 hari untuk sampai ke Brilla, akan lebih cepat jika kita naik kapal laut" ucap Dimitri
"Itu benar, saat kita sampai di perbatasan. Kita akan melihat pantai dan naik kapal laut dari sana" Theodore membenarkan
__ADS_1
"Benarkah? apa kita akan melihat pantai?" tanya Camellia dengan wajah yang senang
"Iya, apa kau senang?" tanya Dimitri
Sejak kecil Lia ingin sekali pergi ke pantai, namun ayah selalu sibuk untuk berjalan-jalan dengan kami. Kali ini aku akan membahagiakan Lia, walaupun itu tak bisa menggantikan waktu dulu saat aku dan Arthur pernah mengabaikan nya.
"Iya kakak, aku ingin lihat pantai" jawab Camellia semangat
Pasti pantai itu indah sekali seperti lukisan yang ada di kamar ibu, dulu.
Theodore tersenyum melihat Camellia begitu bersemangat untuk pergi ke pantai. Mereka pun melakukan perjalanan tanpa istirahat untuk sampai ke perbatasan antara Brilla dan Fostiarus.
Sampailah mereka saat matahari akan terbenam ke sebuah pantai. Camellia terlihat senang melihat suasana pantai dan pemandangan matahari terbenam yang ada dipantai itu.
Gloria, Arthur dan Dimitri duduk di sebuah karpet yang ada dipantai sambil menunggu kapal yang akan membawa mereka ke Brilla. Sambil melihat Camellia yang sedang telanjang kaki dan berlari lari kecil di pasir putih pantai.
"Ini sangat menyenangkan, aku merasakan kaki ku sangat hangat" kata Camellia
"Putri, apa ini pertama kalinya kau melihat pantai?" tanya Theodore
"Hm.. iya..apa aku terlihat norak?" tanya nya sedih
"Tidak kok, aku tidak bermaksud mengatakan kalau kau norak. Aku cuma bertanya saja, jangan salah paham" Theodore tidak enak hati, merasa bahwa Camellia tersinggung dengan kata-kata nya.
"PFut..haha, kenapa kau serius sekali? aku hanya bercanda." Camellia tertawa
"Bercanda apanya? kau terlihat sangat serius, aku pikir kau marah beneran. Tapi, terimakasih ya"
"Terimakasih? untuk apa?" tanya Camellia
"Terimakasih karena hari ini sudah tersenyum dan tertawa. Sebenarnya aku tidak tenang melihatmu seharian dengan wajah yang sedih" jelas Theodore tulus
"Ke-kenapa kau mengatakan semua ini? kenapa berterimakasih karena aku senang?" tanya Camellia bingung
"Kau bertanya karena tidak tahu? menurut mu kenapa aku bersikap seperti ini putri?" tanya Theodore sambil menatap tajam wanita yang ada di depannya itu.
"Putra mahkota Theodore.."
"Aku menyukai mu putri Camellia, alasanku berada sejauh ini bersamamu, alasanku selama ini ingin berada di sisimu adalah karena aku menyukai mu, dan aku senang melihat kau senang. Aku sedih melihat kau sedih.."
Aneh nya tidak ada perasaan apa-apa saat Theodore mengatakan cintanya pada Camellia.Gadis itu terlihat biasa saja, ia malah tampak bingung dengan apa yang baru saja ia dengar.
Di saat seperti itu, Camellia malah teringat dengan Raja iblis yang sedang berada di dunia nya sendiri.
"Putra mahkota Theodore.. aku sebenarnya.." Camellia berusaha bicara, namun Theodore memotong kata-kata nya
"Jangan! aku tidak meminta mu menjawabnya, aku hanya ingin kau tau perasaanku saja. Jangan jawab sekarang"
Aku tau kalau kau menjawab ku sekarang, kau pasti akan menolak ku..
__ADS_1
...---***---...