
...🍀🍀🍀...
Camellia semakin panik melihat Kainer yang benar-benar ingin membunuh Gloria. Arthur, Dimitri, Theodore dan Gustaf juga tidak diam saja melihat Gloria diambang kematian. Mereka berusaha menghentikan Kainer membunuh nya. Namun, energi iblis Kainer yang kuat tidak bisa diremehkan. Ya, namanya juga Raja iblis. Dia pasti lebih kuat dari iblis iblis lain.
WUSHH
Theodore, Dimitri, Arthur dan Gustaf terhempas saat Kainer menyerang mereka dalam sekali serangan.
"Kkeukkk!!!!"
Aku..aku hampir tidak bisa bernafas!. Gloria tidak cukup kuat untuk melepaskan dirinya dari cengkraman Kainer.
"Hentikan! Lucifer hentikan!" seru Camellia sambil memeluk Kainer dengan erat. Camellia melihat mata Kainer memerah.
Beraninya dia mengatakan tentang kematian Camellia! Camellia akan hidup selamanya bersamaku dan bahagia. Raja iblis itu masih marah
Gadis itu sangat takut kalau Gloria mati, akhirnya ia berusaha memutar otaknya untuk menghentikan Kainer. Tanpa pikir panjang, Camellia mencium bibir Kainer untuk mengalihkan kemarahan dan pandangannya.
Camellia..mencium ku
"Hmmmph!!"
Kainer terpana, perlahan-lahan matanya yang merah berubah kembali menjadi hitam. Tangannya juga terlepas dari leher Gloria yang sebelumnya mencekik wanita tua itu. Gloria terjatuh dan memegang lehernya, wanita tua itu mulai mengatur nafasnya kembali.
"Haaahh.. haaahhhhh.." Gloria menatap Kainer dengan marah.
"Saint, apa kau baik-baik saja?" tanya Gustaf sambil membantu Gloria berdiri.
"Aku.. haa.. aku baik-baik saja" jawab Gloria marah
Raja iblis sangat keras kepala, dia benar-benar berniat membunuhku.
__ADS_1
Theodore sakit hati melihat Camellia dan Kainer berciuman di depannya. Setelah sakit hati pernikahan dibatalkan, sakit hatinya bertambah lagi saat melihat gadis yang dicintainya sedang berciuman dengan pria lain.
Anehnya Theodore tidak merasa benci pada Camellia, Theodore tau kalau Camellia melakukan hal itu untuk mengalihkan perhatian Kainer yang sedang dalam mode marah. Namun, tetap saja hatinya terluka.
Setelah yakin kalau Kainer sudah tidak emosi, Camellia berniat melepaskan ciumannya, namun Kainer malah semakin erat menarik nya dan terbuai dalam ciuman itu.
"Hmphh!!" Tangan gadis itu memukul mukul tubuh Kainer, meronta meminta dilepaskan
Apa yang dia lakukan? lepaskan aku bodoh! orang-orang sedang melihat, dasar tidak tahu malu!. Camellia merutuki Kainer di dalam hatinya.
Beberapa detik kemudian Kainer melepaskan ciuman nya, memberikan kesempatan pada gadis itu untuknya bernapas. Camellia kesal dengan tindakan Kainer.
"Kalian sudah lihat kan? kami saling mencintai dan akan hidup bahagia selamanya. Putra mahkota Dimitri, pangeran Arthur dan pangeran Gustaf, kalian tidak usah mencemaskan keselamatan putri Camellia. Karena aku akan selalu menjaganya"
"Persetan dengan apa yang kau katakan! jangan bawa adikku!" seru Arthur
"Kau hanya akan menyesal Raja iblis, kalau kau membawanya ke dunia mu. Dia tidak akan bahagia meskipun kau memberikannya banyak cinta! " seru Gloria mengingatkan dengan tegas
Keluarga Camellia, juga Theodore yang masih ada disana dan mendengar kata-kata Gloria. Mulai merasa takut dengan ramalan yang dikatakan Gloria tentang Camellia dan Kainer.
"Bicara sekali lagi, aku akan benar-benar membunuhmu! akan ku jadikan kau makanan Gordon!" ancam Kainer dengan tatapan tajamnya pada Gloria.
Wanita tua ini pasti hanya membual, tidak akan ada yang terjadi pada nya. Karena aku ada disisinya, dia malah akan lebih aman.
"Ayo pergi Camellia, kau sudah selesai berpamitan kan?" tanya nya pada Camellia, tangannya menggenggam tangan Camellia dengan erat.
"Jangan menyesal! aku sudah mengingatkan mu! apa yang aku lihat sebelumnya juga terjadi sekarang, pada akhirnya aku tidak bisa mencegah takdir. Aku pikir aku bisa mengubahnya, tapi Raja iblis.. kau sungguh keras kepala. Kau akan menghancurkan semuanya!"
Kainer terdiam, ia tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Gloria. Ia tidak peduli dengan perasaan orang-orang yang ada di sekitarnya termasuk perasaan Camellia.
Raja iblis itu telah berubah menjadi seseorang yang egois dan obsesif. Camellia merasakannya, bahwa Lucifer dan Kainer kekasihnya bukanlah orang yang sama. Sifat dan kepribadian mereka bertolak belakang, walaupun keduanya memang mencintai Camellia.
__ADS_1
Apa sekarang Camellia harus memanggilnya Lucifer dan bukan Kainer lagi? entahlah, Camellia sangat bingung. Dalam hatinya ia tak mau kembali ke dunia iblis, tapi ia tak punya pilihan karena sudah janji.
Tanpa banyak bicara lagi, Kainer dan Camellia menghilang begitu saja dari dunia manusia. Arthur, Dimitri, Gustaf dan Theodore merasa sedih dan marah karena Camellia lagi-lagi dibawa pergi oleh Kainer ke dunia iblis.
"Saint, tolong katakan yang sebenarnya? apa yang kau lihat di masa depan tentang Camellia? kau bilang kalau itu adalah masa depan yang buruk." tanya Dimitri sedih
"Mari bicara setelah semuanya tenang, yang mulia putra mahkota Dimitri." jawab Gloria dengan wajah yang cemas
Semoga saja kecemasan dan penglihatan ku ini tidak terjadi. Membayangkannya saja hatiku terasa sakit, jika hal menyakitkan itu sampai terjadi pada putri Camellia. Cukup Ratu Leticia saja yang mengalami kemalangan karena sumpah darah, mengapa putrinya juga harus terlibat?
Dalam keadaan yang galau, Theodore dan kedua saudara Camellia bergotongroyong membantu orang-orang yang terluka. Bersama prajurit prajurit yang masih tersisa, mereka menguburkan mayat mayat yang tergeletak di jalanan.
Mereka membereskan sisa sisa perang dunia dengan bangsa iblis. Tangisan duka keluarga mengiringi pemakaman orang-orang yang sudah diambil nyawanya oleh bangsa iblis dengan brutal dan sadis. Jumlah rakyat yang mati sudah tidak terhitung lagi.
Raja Derrick pun membuatkan kuburan massal untuk menghormati orang-orang yang sudah tiada, ia juga memberikan jaminan tempat tinggal kepada orang-orang yang kehilangan kepala keluarga mereka.
Hari itu menjadi hari yang panjang untuk rakyat kerajaan Brilla yang mendapatkan serangan mendadak dari bangsa iblis. Hari penuh duka, banjir darah dan air mata.
Malam itu setelah semua orang mulai tenang, Theodore duduk di sebuah kursi yang ada di kerajaan Brilla. Ia memandangi cincin ditangannya yang ia berikan pada Camellia.
"Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia untukku dan kau, malah menjadi seperti ini. Kenapa takdir dan Tuhan selalu berusaha memisahkan kita?" gumam Theodore dengan senyuman pahit di bibirnya.
Pernikahannya dibatalkan, calon mempelainya dibawa oleh Raja iblis, hatinya terluka, sial sekali dirinya. Betapa tidak beruntung nya Theodore, ia pun menangisi cincin yang ada di tangannya itu dengan hati yang perih. Pria itu menangis tanpa suara, kesedihan nya bertubi-tubi bagai sudah jatuh tertimpa tangga.
Seseorang menepuk nepuk pundak Theodore dengan lembut. Sepasang mata berwarna hijau emerald itu memandang Theodore dengan tatapan sendu.
"Tidak apa-apa, keluarkan saja" Annelise tersenyum tipis dan menepuk-nepuk punggung Theodore untuk menghiburnya
Putra mahkota Ilios itu terkejut melihat sosok putri kerajaan Brilla yang ada di depannya. Dan wanita itu lah yang sudah menghiburnya.
...---***---...
__ADS_1