Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Darah Camellia


__ADS_3

...***...


Camellia memegangi tangannya yang terasa perih saat menampar si Raja iblis itu. Kainer memegang tangan Camellia dan meniup niup telapak tangan wanita itu pelan-pelan.


"Kau tidak pernah belajar dari masa lalu " Kainer menggunakan kekuatan nya untuk menghilangkan rasa sakit di tangan gadisnya itu.


" Ya, seharusnya aku belajar dari masa lalu dengan tidak mendekati mu."


"Ellia.." lirik Kainer lembut


Tidak seharusnya aku mencintaimu, ini semua nya salah.


"Pergilah dari sini, aku tidak mau melihatmu lagi"


"Aku tau hatimu tidak mengatakan itu, aku tahu hatimu untukku" kata Kainer percaya diri


"Kalau hati ku untukmu? memangnya kau dan aku bisa apa?" tanya Camellia


Kita berasal dari dunia yang berbeda, aku tidak bisa melupakan itu.


"Hanya kita berasal dari dunia berbeda dan kau melepaskan ku begitu saja? kita bisa melawan takdir itu, Camellia.."


"Tidak akan Kainer, aku tidak bisa. Alasan penolakan ku pada hubungan kita bukan karena itu saja" jelas Camellia tegas


Kainer tersenyum sinis, terlihat kekecewaan di wajahnya. Beberapa detik kemudian wajah itu berubah menjadi wajah yang penuh emosi dan kemarahan. Matanya menatap tajam pada Camellia, Kainer tidak habis pikir bahwa Camellia akan selalu menolaknya. Camellia tetap pada keputusannya untuk berpisah, walau hatinya berlainan arah dengan ucapan bibirnya.


Camelia hanya tidak mau hidup bersama dengan seseorang yang tidak mungkin biaa ia miliki dan tidak mungkin tergapai.


Raja iblis itu bisa saja membawanya pergi dari sana sekarang juga, namun ia tak mau memaksanya.


"Kainer, mengerti kah engkau? kenapa aku mengambil keputusan ini? perasaan kita hanya akan menimbulkan luka di masa depan, tidak akan akhir yang bahagia untuk kita berdua." jelas Camellia dengan senyuman pahit di wajahnya


"Jadi kau akan tetap keras kepala seperti ini, Camellia?" tanya Kainer


"Pergilah.. aku sudah selesai bicara"ucap Camellia sambil melangkah mendekati ranjang nya.


Kainer mendekati Camellia, ia terlihat seperti pria yang dicampakkan. "Kalau kau mendekat lagi,aku akan menyerang mu" ancam nya


Dengan sengaja Kainer semakin berjalan mendekati Camellia. Hanya tinggal beberapa senti lagi jarak antara dia dan gadis pujaannya itu.


SLING


Sebuah sihir angin menyerang Kainer, keluar dari tangan Camellia. Pria itu memasrahkan dirinya diserang oleh Camellia. Tanpa melawan, karena sihir seperti itu bukanlah apa-apa baginya.


"Kau!"


"Kalau kau mau kau bisa membunuhku, tapi kau harus menemani ku juga" Kainer tersenyum sambil memberikan Camellia sebuah belati.


Mata nya memincing, Camellia melempar belati itu. Hatinya tidak tega untuk melukai Kainer, walaupun ia tau kalau Kainer tidak akan terluka hanya karena belati biasa.


Sudah kuduga kau tidak akan sanggup melukaiku, kau mencintaiku. Kainer tersenyum menang


"Kau sudah gila! cepat pergi dari sini sebelum aku membunuhmu! Tidak tahu malu!" Tunjuk nya pada arah balkon kamar itu


"Kan sudah kubilang bunuh saja, sayang.." ucap Kainer dengan senyuman memikat nya, ia membelai rambut perak Camellia.


"Kau benar-benar sudah gila"


"Ya, aku sudah gila. Aku tergila-gila padamu, Camellia" Kainer dengan berani mencium leher Camellia, dan memeluknya dengan erat.


"Kau.. kau mau mati ya?!" Camellia berusaha melepaskan pelukannya dari Kainer dengan sekuat tenaga.


BRAK!!!


Pintu kamar itu terbuka lebar secara tiba-tiba, bersamaan dengan kehadiran Gloria, Theo, Dimitri dan Arthur. Mereka datang membawa senjata lengkap mereka.


"Lepaskan adikku, Raja iblis sialan!!" teriak Arthur memaki


"Sudah kuduga aku tidak salah mencium bau iblis yang sangat kuat disini" ucap Gloria


"Nenek tua, kau masih hidup?" tanya Kainer sambil menyeringai pada wanita tua itu.


"Sayang sekali aku masih berumur panjang, untuk melihat hal seperti ini. Lepaskan tuan putri!" seru Gloria pada Kainer


Tangan Kainer masih mengunci tubuh Camellia dengan eratnya, ia memeluk Camellia dari belakang. Kedua kakaknya dan juga Theodore terlihat marah melihatnya.


"Aku akan membawanya kembali ke dunia iblis, gadis ini milikku" ucap Kainer sambil mengikat Camellia dengan tali sihir nya.


Pria itu, dia yang sudah mendekati Camellia. Kainer menatap tajam pada Theodore.


SRET


"Lepaskan aku Lucifer! kau benar-benar berencana memaksaku?" Camellia marah


Raja iblis itu tidak mendengarkan perkataan Camellia, ia fokus pada Theodore. Sebelumnya ia melihat bayangan Theodore dan Camellia yang ditunjukkan oleh Zefanya padanya.


"Kau sudah menyentuh apa yang tidak seharusnya kau sentuh, putra mahkota Theodore" mata Kainer memerah


Tangannya mengarah pada Theodore, ia langsung meluapkan kemarahannya dengan serangan api yang membara. Api biru yang sangat panas, namun Dimitri menahan serangan itu dengan sihir airnya.

__ADS_1


WUSHHH----


SRATTTT....


Akhirnya dikamar itu terjadilah pertarungan adu sihir antara Kainer, Theodore dan Dimitri. Camellia tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia diikat oleh tali sihir yang sangat erat.


"Beraninya manusia lemah seperti kalian melawanku!" seru Kainer sambil menyeringai


Sihir Dimitri, sihir Theodore juga sihir Arthur bukanlah apa-apa untuk Kainer. Pria itu bisa saja membunuhnya, akan tetapi ia mengingat bahwa Dimitri dan Arthur adalah kedua kakak yang sangat disayangi oleh gadis yang ia cintai itu.


"Minggir lah, aku tidak mau melukai kalian berdua kakak ipar" Kainer fokus menyerang Theodore.


"Kau sudah gila! siapa yang mau jadi kakak ipar mu?!!" teriak Dimitri kesal


Beberapa kali Theodore terjatuh karena serangan dari Raja iblis itu. Gloria pun turun tangan untuk menyelamatkan Camellia lebih dulu, selagi Kainer sedang fokus melawan kedua kakak Camellia dan Theodore.


"Saint!"


"Tuan putri anda bisa melepaskan diri anda sendiri"


"Bisakah aku melakukan nya? aku bahkan tidak bisa bergerak sama sekali." tanya nya bingung


"Saya akan bertanya pada yang mulia, apa benar yang mulia ingin melepaskan diri dari Raja iblis ini?" tanya Gloria


"Tentu saja, kenapa Saint bertanya seperti itu?"


"Karena saya melihat ada cinta di mata yang mulia untuk nya. Semoga saya salah" ucap Gloria sambil menancapkan sebuah jarum kecil di jari telunjuk Camellia. Gadis itu bingung dengan apa yang dilakukan Gloria?


Tes, Tes..


Darah menetes keluar dari jari Camellia."Tuan putri, teteskan darahmu pada tali nya!" seru Gloria pada nya.


"Apa?" Camellia yang bingung, pada akhirnya menurut juga pada Gloria. Ia membiarkan darah itu mengalir pada tali sihir yang mengikatnya.


Perlahan-lahan, tali sihir yang mengikat tubuh Camellia menghilang. Camellia dan Gloria sama-sama terkejut melihatnya.


Janji darah, ini benar-benar nyata. Ternyata saat itu Baginda ratu Leticia memang membuat janji darah dengan Lucifer. Dan sekarang, janji darah itu melekat pada putri Camellia. Bagaimana jika ramalan itu benar?


Kenapa saint terlihat pucat?apa dia terkejut melihat ini? Ya, aku sendiri pun tidak percaya kalau darah ku ternyata bisa melepaskan tali sihir.Jika saja aku tau sejak awal cara ini bisa dilakukan, aku akan menggunakan nya untuk keluar dari dunia iblis. Camellia cemas melihat Gloria yang terlihat syok.


Sesaat Gloria terdiam, ia pun mengamankan Camellia ke belakangnya. Gloria membawa tongkatnya, ia meminta sedikit darah Camellia untuk tongkat sihirnya itu.


"Yang mulia saya minta sedikit darah anda" ucap Gloria


"Silahkan....tapi untuk apa?" tanya Camellia polos


Camellia meneteskan darah di jarinya pada batu permata yang ada di tongkat milik Gloria. Batu permata yang semula berwarna merah itu berubah menjadi hitam kelam.


Gloria menyerang Kainer dengan tongkat itu dengan sekali serangan.


BRUAKK


Kainer langsung jatuh tersungkur, setelah mendapat serangan dari tongkat milik Gloria. Serangan yang hampir setara dengan kekuatan nya.


Theodore, Dimitri, dan Arthur tersenyum senang melihat Kainer yang terluka. Mulutnya juga mengeluarkan darah. Disisi lain, Camellia menatapnya dengan cemas.


Apa darahku yang melukainya? tapi kenapa bisa?. Batin Camellia keheranan dengan apa yang terjadi dihadapan nya itu.


Bagaimana ini bisa terjadi? bagaimana mungkin wanita tua itu bisa menyerang ku seperti ini? kekuatan apa itu?


"Ohok ohok"


Gloria menatap Camellia dan Kainer dengan tatapan cemas, penuh pertanyaan, entah apa yang ia pikirkan.


Tidak mungkin! mereka sudah terhubung, ini benar-benar buruk. Jika iblis dan manusia bersama, apa yang akan terjadi pada dunia? dan apa yang terjadi pada dunia tuan putri?. Batin Gloria panik


"Kainer, lebih baik kau pergi dari sini.." ucap Camellia yang tak berani menatap Kainer


"Aku tidak akan pergi tanpamu, Camellia!" ucap Kainer sambil berdiri dengan tegap, tangannya memegang dadanya


Apa yang harus aku lakukan kalau kau terus kepala seperti ini? tidak bisakah kau lihat situasi nya? Kainer, kau hanya membuat posisiku dan posisi mu sulit saja. Bagaimana bisa kau sekeras kepala ini mempertahankan diriku? jangan buat aku goyah.


"Pergilah! aku tidak mau melihatmu lagi, dasar iblis sialan!!"


Camellia sampai mengeluarkan kata kata pedasnya memaki Kainer, berharap agar harga diri nya sebagai Raja iblis terluka dan dia pergi meninggalkan tempat itu, meninggalkan dirinya.


" Haha... Apa kau berharap aku pergi setelah kau menghinaku dan memakiku seperti ini? Aku sama sekali tidak masalah harga diriku terluka karena dirimu, Ellia.." Raja iblis itu tersenyum menatap gadis yang dicintainya itu.


DEG!


Camellia tersentak, mendengar bahwa Kainer bisa menebak apa yang ia pikirkan. Bagaimana bisa? apa mereka ada ikatan batin? ataukah Kainer bisa membaca pikiran?


Apa dia bisa membaca pikiranku? kenapa dia tau semua yang kupikirkan?


"Jangan banyak omong, pergilah dari sini ! dunia ini tidak menerima mu lagi, dan aku tidak akan membiarkan kau bersama dengan adikku" jelas Dimitri tegas


Tiba-tiba saja sebuah cahaya hitam muncul, tepat di sebelah Kainer. Keith dan Gordon berwujud burung elang iblis muncul di hadapannya.


Sesegera mungkin mereka berlutut dan menunduk hormat di depan rajanya itu.

__ADS_1


"Hormat kami, yang mulia Raja" ucap Gordon dan Keith bersamaan


"Ada apa kalian kemari?bukankah sudah ku peringatkan untuk menjaga kastil?!!" tanya Kainer setengah membentak kedua orang kepercayaan nya itu.


Keith membisikkan sesuatu ke telinga Kainer, entah apa yang ia bisikkan pada Rajanya itu. Wajah Kainer tampak tidak baik.


"Kita kembali sekarang" ucap Kainer pada kedua anak buahnya


"Ya, yang mulia" jawab Gordon dan Keith kompak


"Camellia, pangeran Arthur, dan putra mahkota Theodore, aku akan datang lagi untuk menjemput kalian lagi nanti." kata Kainer


"Menjemput? siapa yang mau kau jemput hah? dasar iblis" gerutu Arthur kesal


"Camellia, tunggu aku" kata Kainer pada gadis itu sebelum pergi.


Kainer dan kedua anak buahnya itu menghilang di telan cahaya. Ketika Kainer dan kedua iblis lainnya itu menghilang, Arthur, Theodore, dan Dimitri langsung menghampiri Camellia lalu menanyakan bagaimana keadaaan Camellia.


Ya, memang harus begini. Biarkan lah dia pergi, ini memang yang terbaik Camellia. ucap gadis itu dalam hati


"Lia, kau baik-baik saja? apa kau terluka?" tanya Arthur sambil memperhatikan adiknya dari atas sampai bawah.


"Putri Camellia, apa kau baik-baik saja?" tanya Theodore, tak luput dari tatapan cemasnya.


"Lia, kau tidak apa-apa?" tanya Dimitri dengan penuh kasih sayang.


"Aku baik-baik saja.."


"Kalau kau baik-baik saja, lalu kenapa kau menangis? apa kau sakit?" tanya Arthur cemas


"Aku.. menangis?" tanya nya pada dirinya sendiri.


Tanpa sadar aku menangisi nya.. apa aku sudah jatuh terlalu dalam perasaan ini?


"Eh, loh? kenapa kamu malah semakin menangis? ada apa?" tanya Dimitri sambil menyeka air matanya.


Camellia memeluk Dimitri, ia menangis di bahu kakaknya itu. Camellia tak bisa menahan lagi perasaan nya yang ingin menangis, sedihnya, ia menumpahkan semuanya di pelukan kakak tertuanya itu. Dimitri menepuk nepuk punggung Camellia dengan lembut.


"Tenanglah, semuanya baik-baik saja. Kau baik-baik saja, ada kami disini" ucap Dimitri dengan senyuman lembut di wajahnya.


"Sudah, jangan menangis lagi ya?" Arthur ikut mengelus kepala adik perempuan nya itu.


"Hiks.. hiks.. kakak..."


Bagaimana bisa aku mengatakan pada kalian kalau aku mencintai musuh kita?


...🍂🍂🍂...


.


.


.


Mereka sampai di depan kastil iblis, disana ada Koros dan beberapa pasukan neraka. Mereka seperti nya menanti kehadiran Lucifer/Kainer.


"Kau sudah datang, Raja iblis?" tanya pria bertubuh besar dan berwarna merah api menyala itu.


"Ada apa Raja neraka datang kemari secara tiba-tiba tanpa di undang?" tanya Kainer


"Tentu saja kau mengundangku kemari. Kau menahan salah satu anak buah ku di tempatmu ini. " jawab Koros dengan wajah kesal


"Aku mohon maaf sebelumnya, tapi aku menangkapnya bukan tanpa alasan. Dia sudah mengacau di wilayah ku, dengan menculik seorang gadis yang ada di istanaku" jelas Kainer


"Apa maksudmu gadis dari dunia manusia itu? kau benar-benar memanjakannya ya? sampai kau melupakan dirimu sebagai Raja iblis?" tanya Koros dengan nada bicara nya yang sinis


"Aku tidak pernah melupakan jati diriku sebagai Raja iblis, tapi gadis itu tidak bisa sembarangan disentuh oleh siapapun" kata Kainer tegas


Terjadilah perdebatan antara Raja iblis dan Raja neraka itu. Dari mulai iblis tingkat rendah sampai tingkat atas, mendengarkan perdebatan mereka yang tidak berakhir juga. Akhirnya setelah perbincangan yang panjang kesepakatan telah tercapai, Kainer membebaskan Hilde dari tahanan.


Rencana nya untuk menculik Camellia gagal dan membuat Koros sangat kesal. Koros dan para pengikutnya kembali ke neraka, di sanalah Koros melampiaskan kekesalannya.


"Sialan! bukan hanya rencana ku gagal, tapi aku dipermalukan oleh Raja iblis itu karena bawahan ku yang tidak becus!!"


"Hamba siap menerima hukuman dari yang mulia" jawab Hilde pasrah


"Bagus, kau tau bagaimana harus bersikap.Aku punya satu hukuman yang bagus untuk mu. Dan jangan kecewakan aku lagi kali ini, kau harus berhasil" ucap Koros pada Hilde


"Apa yang harus saya lakukan yang mulia?"


"Kemari lah!" ujar Koros pada Hilde


Hilde mendekati Raja neraka itu yang ada di singgasana nya. Koros membisikkan sesuatu pada Hilde, ia tersenyum menyeringai.


"Kali ini saya tidak akan gagal yang mulia!" Hilde tersenyum penuh percaya diri


...***...


Hai Readers? apa kabar semuanya? semoga semua dalam keadaan sehat ya, dan bagi yang sedang kurang sehat segera disembuhkan.. Aamiin...

__ADS_1


Udah lama ya novel ini hiatus akhirnya bisa up kembali, siapa yang masih menanti ceritanya? Acungkan tangan kalian dan jempol kalian ya🤗🤗😁🙏


__ADS_2