Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 21. Menerobos


__ADS_3

Hai Readers! mohon untuk yang masih dibawah umur, jauh jauh dari chapter ini!


Dan mohon maaf baru sempat up, author slow up karena dalam beberapa chapter lagi.. novel ini akan end 😍 Please komen, like, gift nya ya😁πŸ₯ΊπŸ™


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi sangat panas ketika kedua tangan Leon berusaha menarik segitiga pengaman yang ada dibawah rok gadis itu.


"Akhhhhhh....." tanpa sadar Violet mengerang ketika tangan Leon menelusuri lehernya


Semakin lama Leon semakin kehilangan kendalinya, dia membuka baju Violet dengan paksa.


SREK


SREK


Pakaian Violet sobek akibat perbuatan nya, gadis itu tidak diam saja. Dia mencoba melawan tubuh Leon yang menindihnya. Namun, Leon terlalu kuat.


Dengan berani Leon, membuka pengait bh milik Violet. "Ah!! apa yang bapak lakukan??! tolong hentikan pak!!"


Astaga! apa aku akan kehilangan keperawanan ku hari ini? tidak! ini tidak boleh terjadi. Violet panik, dia menggigit bahu Leon dengan kencang. Namun anehnya Leon sama sekali tidak berdarah atau kesakitan karena ulahnya, meski luka yang dia timbulkan itu berbekas.


"Ahhh!!!"


Leon memeluk gadis itu, mengunci kedua tangannya. Kini ditubuh Violet hanya tersisa rok nya saja, bagian atas tubuh Violet sudah terpampang telanjang. Violet malu, karena tubuhnya yang tidak pernah di lihat oleh seorang pria itu, mungkin kini akan digerayangi oleh Leon.


Presdir dari tempat dimana dia bekerja yang berkata ingin berpacaran dan menikah dengannya.


MUACH


Sebuah kecupan manis mendarat di kening Violet. "Lepaskan aku!! lepaskan!!" teriak Violet


"Diam lah!" Leon membungkam mulut Violet dengan mulutnya. Lidah liarnya mulai bermain-main di dalam sana, menyesap rasa manis di bibir gadis itu.


"Hmph!!"

__ADS_1


Ya Tuhan, aku tidak bisa melawan. Tubuhku tiba-tiba saja lemas.. Violet sudah hampir meleleh dan mati lemas karena sentuhan Leon yang sudah kelewat batas menyerang bagian sensitif nya.


SREK


Leon menarik segitiga pengaman itu, dia membuka lebar-lebar kaki Violet dan kaki nya memasuki sela-sela kaki putih Violet. Kaki panjang Leon menyentuh ke bagian tengah tubuh Violet.


Pertama-tama dia menikmati keindahan dua buah gunung yang ranum itu, menyesap, men jilat, menikmati nya seolah itu adalah permen yang manis. "Ahhhh!! pak, hentikan!! tolong pak!! jangan.. arrgh..."


Gadis itu menggelinding kegelian, dia seperti sedang terbang. Leon membawanya melambung jauh tunggu di awan.


"AKHHHHHH!!" Teriak Violet meringis kesakitan saat jari-jari Leon mulai memasuki bagian bawah tubuhnya.


Jari nya masuk ke dalam...Ahh! Kedua mata Violet terbuka lebar


Leon mengacak-acak bagian dalam tubuh Violet, dengan lidah dan jarinya. Hingga menjadi becek dibawah sana, Violet pun hanya bisa pasrah karena tubuhnya tak kuasa melawan sentuhan pria yang sudah merajai tubuhnya itu.


Violet terkejut lagi ketika melihat mata merah Leon yang sebelumnya dia lihat. Kini dia yakin bahwa ada sesuatu dengan Leon. "Pa-pak!!"


Leon melorotkan rok Violet dan kini membuat tubuh Violet telanjang. Gadis itu menangis, namun Leon tidak peduli. Dia malah semakin menjadi-jadi melancarkan aksinya untuk membuat tubuh gadis itu melemah.


Ya Tuhan, aku tidak bisa melawannya!


Leon menguras habis semua tenaga Violet, tidak ada satu tubuh pun yang terlewat dari jamahan tangan dan bibirnya. Dari mulai bagian luar sampai bagian sensitif nya, terus Leon sentuh dengan penuh hasrat dan gairah.


"Haahhh...haaahh...." Violet menangis, hampir di sekujur tubuhnya tak terlewatkan dengan tanda merah yang Leon ciptakan. "Hiks...hiks.." Violet sudah kehilangan tenaga, dia mati lemas melawan kekuatan Leon yang tidak mungkin bisa dia lawan.


Pria itu menatap Violet dengan tatapan nanar, dia membuka baju dan celananya. Dia membuang baju dan celana itu kemana saja, dia sudah telanjang bulat. Violet terpana dan takut melihat sesuatu milik pria itu yang tidak pernah dia lihat, baru pertama kalinya.


Gadis itu memberanikan diri, dengan sedikit tenaga yang dia miliki untuk berlari dari sana. Dia sudah tau bahwa ketika dia melihat benda keras itu, dia akan tamat dan kehilangan kesucian nya.


Tanpa sehelai benang dan tanpa pikir panjang, Violet beranjak dari ranjang itu. Maksud hati ingin meraih gagang pintu. Namun sebelum beranjak dari ranjang, Leon sudah menangkapnya.


"ACK!! KYAA!!"


Leon membopong tubuh Violet dan melempar nya ke ranjang empuk itu. "Ellia.. aku mencintaimu" ucap Leon sambil mengunci kedua tangan Violet dengan tangannya.

__ADS_1


"Ellia?? brengs*k! apa kau berfikir aku adalah wanita lain?!" Violet marah mendengar Leon memanggilnya dengan nama wanita lain. Dia tidak tahu saja bahwa wanita itu adalah dirinya di kehidupan yang lalu.


Leon membenamkan bibir nya lagi pada bibir cantik Violet. Dia melahapnya dengan memaksa, tangannya terus bermain kesana kemari. Violet hanya menangis karena dia sudah tak kuasa melawan.


Dirasa semua permainan sudah cukup, Leon mulai beranjak dari tubuh Violet pelan-pelan. "Di kehidupan kali ini, aku akan mendapatkan mu dengan cara apapun. Hari ini adalah harinya, Camellia"


Kedua mata Violet membulat, dia terlihat marah karena Leon memanggil nama Camellia berulang kali. Siapakah wanita itu? Violet merasa cemburu dan tidak nyaman dengan dirinya sendiri yang tidak dia tahu.


Tanpa aba-aba, Leon memasukkan benda keras miliknya ke dalam tubuh Violet. Dia menggoyangkan pinggulnya berirama, menikmati kenikmatan penyatuan malam pertama. Dan malam pertama itu adalah malam yang dipaksakan, dengan menerobos Violet. Karena mereka saat itu tidak berada dalam ikatan pernikahan, akhirnya kesucian Violet telah direnggut oleh n*fsu dan ketidaksadaran Leon saat naluri iblis menguasai dirinya.


"AAaaaaHHHH!!" Violet berteriak ketika benda keras milik pria itu masuk ke dalam dirinya, kedua tangannya memegang erat baju Leon. Sehingga kuku kuku cantik nya membuat bahu yang kekar dan putih itu terluka.


Kesucian ku, prinsip hidupku.. semuanya sudah hancur malam ini.


"Cameliaaa....Camelli-ahh..." Berulang kali Leon mengucapkan nama itu saat berhubungan badan dengan Violet. Violet murka dan ingin pergi saat itu juga, dia mengira Leon memikirkan wanita lain selain dirinya. Dia ingin pergi, tapi tubuhnya menolak pergi.


"Haahh... haaahhh..." Violet mendes*h begitu Leon menggoyangkan pinggulnya, memaksakan dirinya masuk ke dalam kenikmatan.


Lagi-lagi Camellia? siapa wanita itu? kenapa pak Leon meracau memanggil namanya? apa dia sedang melakukan nya bersama wanita itu? Violet sakit hati.


Satu kali, dua kali, bahkan berkali-kali Leon menyiksa Violet malam itu. Tak henti nya Leon menuntaskan semua hasratnya dengan mempraktekkan berbagai macam gaya. Violet sudah pasrah, dia sudah menyerahkan semuanya karena sudah terlalu lelah. Dia membiarkan Leon berbuat sesukanya.


Kegiatan itu terhenti saat benda keras milik Leon menyemburkan cairan berwarna vanilla pada tubuh Violet dan mungkin sampai ke dalam nya. Mereka berdua sudah sampai ke surga ketujuh.


"AAaaaaHHHH........!!!"


Mereka sama-sama melenguh panjang, terakhir mereka berpelukan lalu jatuh tertidur.


Beruntung nya malam itu tidak ada orang yang melihat mereka, penjaga yang berjaga sampai malam pun tidak berani naik ke lantai atas karena larangan dari Leon dan Thomas.


Keesokan harinya, Leon terbangun lebih dulu dari tidurnya. Dia melihat banyak pakaian robek di berserakan di lantai. Ada dalaman wanita juga disana, bertebaran dimana-mana.


Dan yang lebih membuatnya kaget adalah keberadaan sosok Violet yang masih tertidur di sampingnya dengan tubuh tanpa sehelai benang dan hanya ditutupi selimut. Di tubuh Violet banyak bekas ciuman berwarna merah.


"A-apa yang sudah aku lakukan??" gumam Leon bingung, dia memegang kepalanya. Leon menyibakkan selimut itu perlahan-lahan, dia melihat ada bercak merah di seprai yang berwarna biru itu.

__ADS_1


...---****---...


__ADS_2