
"Maafkan aku, aku harus pergi sementara waktu" ucap nya berpamitan pada Camellia
"Tidak apa-apa, aku mengerti. Terimakasih untuk semuanya, kau mengorbankan banyak waktumu untuk menyelamatkan ku. Dan aku sangat meminta maaf, karena ku pekerjaan mu terbengkalai. Padahal kau sibuk tapi kau masih harus menyelamatkan ku"
"hus.. sudah cukup! aku tidak mau mendengar kata terima kasih atau kata maaf darimu. Bukan kata itu yang ku nantikan, kita sudah bertunangan dan akan segera menikah. Rasanya tidak cocok kalau kau mengucapkan terimakasih pada tunangan mu, orang yang akan menjadi keluargamu" jelas Theodore sambil menatap wanita itu dengan lembut
Ucapan terimakasih dan maaf itu tidak pantas diucapkan oleh pasangan kekasih dan juga keluarga. ---By Kainer
DEG!
Mendadak kata-kata Kainer terlintas di pikiran Camellia, fokusnya menjadi terpecah. Matanya menatap Theodore, tapi hati dan pikiran nya mengarah ke arah yang lain.
Camellia Hyacynthia Wayne! sadarkan dirimu, kenapa kamu masih memikirkan nya?
Camellia menampar hatinya sendiri agar ia tidak memikirkan raja iblis lagi.
Aku tau kau belum mencintaiku, tapi aku yakin aku pasti bisa membuka hatimu. Bisa membuatmu berpaling darinya, aku hanya butuh waktu agar semua itu terwujud. Camellia, aku akan menunggu hari dimana aku mendengar kata cinta dari mulutmu dengan tulus sepenuh hatimu.
Theodore menatap Camellia dengan tatapan lembut, bibirnya menyunggingkan senyuman yang pahit. Tangannya yang kekar berotot, meraih tubuh mungil Camellia yang tingginya jauh berbeda darinya.
Pria itu mendekap nya dengan lembut dan erat. Camellia agak terkejut dengan dekapan yang tiba-tiba itu.
"Theodore.." lirih Camellia
"Aku akan menunggu, sampai hatimu menyambut hatiku. Jadi, jangan kunci hatimu dan biarkan aku masuk di dalamnya" ucap Theodore tulus dari dalam lubuk hatinya
Tidak, hatiku tidak terkunci karena aku tak pernah menguncinya. Sayangnya hatiku cuma ada satu, dan kenapa semuanya hanya dipenuhi olehnya?
"Aku.."
CUP
Theodore mencium kening Camelia dengan lembut, penuh kasih sayang. Camellia terdiam setelah bibir Theodore mendarat di keningnya.
"Aku pergi dulu, aku akan kembali saat hari pernikahan kita empat hari lagi." ucap Theodore
"Iya baiklah, berhati-hati lah dan jaga kesehatan mu" kata Camellia tulus
"Hem.. iya, aku harus tetap sehat agar bisa menikah denganmu" Theodore tersenyum
"Aku menunggumu"
Theodore dan rombongannya pergi dari kerajaan Brilla dan akan kembali ke kerajaan Ilios untuk menyiapkan pernikahan dan peperangan sekaligus.
Alasan Theodore mempercepat pernikahan, karena ia takut kalau Camellia akan berubah pikiran dan kembali pada Kainer. Theodore tidak mau persetujuan pernikahan yang sulit ia dapatkan dari Camelia, dibatalkan kembali olehnya.
Setelah kepergian Theodore, Camellia merasa kalau Annelise semakin memusuhi nya. Setiap ditanya ada apa dengan gadis itu, Annelise selalu menghindar. Camellia semakin bingung dengan sikap Annelise.
Tak terasa 4 hari telah berlalu sejak kepergian Theodore, selama itu pula Theodore selalu rajin mengirimkan surat untuk kekasihnya dan Camellia selalu membalasnya.
__ADS_1
"kenapa aku masih tidak ada hati padanya? Theodore, apa yang harus aku lakukan?" Camellia memandangi cincin bunga Camellia yang tersemat di jarinya dengan wajah yang bingung. Padahal besok adalah hari pernikahan nya.
...***...
Di dunia iblis, malam itu Kainer mendapatkan semua laporan tentang Camellia dari Gordon yang masih berada di dunia manusia. Dan di dunia iblis hanya tinggal beberapa jam lagi untuk sampai pada satu Minggu di dunia manusia.
"Hormat saya yang mulia raja" Gordon berbicara dengan Rajanya itu melalui cermin ajaib.
"Ada berita apa?" tanya Kainer
"Itu.. itu..."
Bagaimana aku mengatakannya ya? kalau pernikahan putri Camellia dipercepat?
"Aku tidak suka kalau kau bicara tergagap seperti itu, katakan ada apa?" tanya Kainer
"Sebenarnya putra mahkota Theodore dan Putri Camellia akan segera menikah"
"Apa? menikah?!" Kainer tersentak mendengar nya.
"Iya, mereka akan menikah besok, yang mulia.." jawab Gordon
"Menikah? jangan mimpi. " gumam Kainer kesal
"Yang mulia, apa yang akan anda lakukan?" tanya Gordon penasaran
"Apa yang akan ku lakukan? Tentu saja membuat pertunjukan, biarkan saja mereka menyiapkan pernikahan nya" kata Kainer santai
"Ha..Kita lihat saja besok" Kainer tersenyum menyeringai
Ternyata kau benar-benar serius, baiklah aku akan melayani mu. Camellia jangan menyesalinya, karena kau yang memulainya.
Apa yang direncanakan oleh yang mulia? setiap melihatnya tersenyum seperti itu, aku sedikit ngeri.
...🍂🍂🍂...
Tibalah hari dimana Camellia akan menikah dengan Theodore. Melalui perundingan antara tiga kerajaan (Brilla-Ilios dan Fostiarus), pernikahan Camellia dan Theodore akan dilaksanakan secara sederhana di salah satu gereja kerajaan Brilla. Mengingat kondisi rakyat kerajaan belum stabil karena serangan iblis beberapa waktu yang lalu.
Pernikahan itu hanya dihadiri oleh keluarga terdekat saja. Pagi itu Camellia sudah di dandani oleh perias pengantin. Mengenakan gaun putih, dan rambutnya berhiaskan mahkota berlian. Semuanya sudah sempurna, barang seserahan yang jumlahnya banyak juga sudah diserahkan untuk Camellia.
"Yang mulia, seperti nya putra mahkota Theodore sangat mencintai yang mulia" ucap Greta sambil merapikan hiasan di rambut Camellia
"Hem iya dia seperti nya begitu" jawab Camellia malas
"Kenapa yang mulia terlihat tidak bersemangat? apa yang mulia masih memikirkan tuan Kainer? maksudku Raja iblis?" bisik Greta pada Camellia
"tidak kok"
Aneh, kenapa hatiku tidak nyaman?
__ADS_1
Tok, tok,tok
"Yang mulia putra mahkota Dimitri dan pangeran Arthur telah tiba!!" ucap seorang pengawal dari luar kamar itu.
CEKRET
Pintu kamar itu terbuka lebar, disana terlihat lah kedua saudara Camellia. Berdiri dengan memakai tuxedo warna hitam, mereka berpakaian formal dan rapi dari sebelumnya.
"Kau sangat cantik adikku" ucap Arthur memuji
"Semoga kau bahagia, itu yang terpenting untuk kami"
"Terimakasih kakak kakak sudah mendukung ku"
"Aku akan selalu mendukung jika itu memang kebahagiaan mu" ucap Dimitri sambil memegang tangan adiknya.
Syukurlah karena seperti nya Lia sudah bisa melupakan raja iblis itu. ucap Dimitri dalam hatinya
Kakak, maafkan aku. Aku sebenarnya tidak bahagia dan pernikahan ini bukanlah yang aku inginkan. ucap Camellia sedih
Dimitri memegang tangan adiknya, menemani adiknya di upacara pernikahan itu. Camellia memaksakan senyumannya di saat semua orang melihat ke arahnya. Annelise terlihat sedih melihat Theodore tersenyum bahagia di hari pernikahan nya dengan saudara sepupu nya.
Apa aku harus kehilangan cinta pertamaku? Kenapa sampai akhir aku tidak bisa mengatakan cinta ku padanya?. Annelise sedih
Raja Darren dan Raja Derrick ada di tempat paling depan di geraja itu. Hati Theodore berdebar-debar, saat Camellia dan kakaknya berjalan menuju ke arahnya.
"Aku serahkan adikku padamu, putra mahkota Theodore" ucap Dimitri
"Saya akan menjaga Camellia dan membahagiakan nya seumur hidup saya" ucap Theodore sambil memegang tangan Camellia.
Hatinya sangat gembira, wanita cantik yang ada di sampingnya itu akan segera menjadi istrinya beberapa saat lagi. Pendeta mulai berceramah, menyampaikan kata-kata pembuka pernikahan. Lalu tibalah pada saat intinya, pertanyaan yang bisa menyatukan dua insan.
"Putra mahkota Theodore Varda Mathius dari kerajaan Ilios, apakah anda bersedia dan setuju untuk menikah dengan putri Camellia Hyacynthia Wayne dari kerajaan Fostiarus untuk menjadi istri, sehidup semati bersamanya?" tanya pendeta
"Saya bersedia menikah dengan Putri Camellia Hyacynthia Wayne, hidup sehidup semati bersamanya, setia seumur hidup padanya"
"Lalu, apakah putri Camellia Hyacynthia Wayne bersedia menikah dengan putra mahkota Theodore Varda Mathius?" tanya Pendeta beralih pada Camellia, gadis yang ada di samping Theodore.
Saat saat penentuan akan tiba dalam beberapa detik lagi, jawaban Camellia akan menentukan kemana kisah hidupnya akan berlanjut. Camelia menghela napas panjangnya, lalu mulutnya mulai terbuka.
"Saya ber..
JEDERRRR!!!
KYAAA
Terdengar suara gaduh dari luar gereja itu, semua orang panik berlarian melihat banyak api disana. Pintu gereja yang awalnya tertutup rapat itu akhir nya terbuka.
Sepasang mata merah menatap Camellia dan Theodore yang sedang berdiri di depan gereja. Mereka berdua tercekat melihat sosok yang ada di depan pintu.
__ADS_1
"Seperti nya aku tidak terlambat"'
...---***---...