
🍀🍀🍀
Violet merasa bahwa yang dikatakan Leon adalah omong kosong. Pertemuan singkat mereka, tidak mungkin membuat Leon jatuh cinta padanya. Hal ini begitu tiba-tiba untuk gadis itu, pernyataan cinta yang mendadak itu membuat Violet kehabisan kata-kata.
"Bapak jangan bicara sembarangan lagi, jatuh cinta pandangan pertama? omong kosong apa ini pak?" tanya Violet yang tidak paham dengan sikap Leon
"Ini bukan omong kosong, tentang aku yang jatuh cinta padamu pada pandangan pertama. Itu semuanya benar" ucap Leon
"Pak Leon.. ini benar-benar tidak lucu" Violet tertawa sinis. Pikir nya bagaimana mungkin pria sempurna seperti Leon ingin menjadi pacarnya. Pasti pria hanya main-main dengannya saja.
Dia pasti bercanda, memangnya aku ini Cinderella? tidak mungkin ada hal seperti itu terjadi kepadaku.
"Mengapa kau merasa ini lucu? aku kan tidak sedang bercanda!"
"Lalu apa anda serius?" tanya Violet tak percaya
"Aku serius" jawab Leon tegas
Aku tidak mau berpisah darimu lagi Camellia, di kehidupan kali ini kita harus hidup bersama dan bahagia. Meski kita berbeda bangsa. Aku akan melanggar semua janjiku.
"Kalau anda serius, apakah anda mau menikah denganku?" tanya Violet bermaksud menantang Leon.
Laki-laki di zaman ini pasti akan langsung mundur saat di suruh menikah. Dia juga pasti hanya main-main saja padaku. Lihatlah, dia diam saja. batin Violet sambil tersenyum sinis
Apa dia sedang mengujiku? sial! mengapa aku tidak bisa membaca pikiran nya. pekik Leon dalam hatinya
"Baiklah, ayo kita menikah" jawab Leon dengan mudahnya
"Tuh kan, sudah saya duga bahwa anda tidak akan... Hah?!! apa?!!" Violet terperangah mendengar jawaban santai dari Leon.
Dia setuju?!
"Kalau ibu dan kakak mu setuju, aku akan menikahimu sekarang juga" Leon seriys
"Pak Leon! apa anda sudah gila? kita baru saja kenal tiga hari dan anda sudah mengajak saya menikah?!
Tidak Camellia, kita tidak mengenal tiga hari saja. Kita sudah kenal selama ratusan tahun. batin Leon
"Lalu kita harus mengenal berapa lama supaya menikah?" tanya Leon polos
"Se-sebelum menikah kita harus saling jatuh cinta. Kita tidak bisa sembarangan menikah"
"Lalu?"
"Saya belum mencintai bapak" jawab Violet
"Baiklah, apa lagi?"
"Kencan, kita harus mengenal satu sama lain dengan berkencan terlebih dahulu" ucap Violet gugup
Camellia.. kau tetap tidak berubah. Kau sama saja seperti dulu, aku ingat benar saat kau menolak menikah dan mengajakku berkencan lebih dulu.
__ADS_1
"Mari kita lakukan itu, kita kencan" ajak Leon sambil tersenyum
Setelah pembicaraan itu, Leon pulang ke rumahnya. Begitu pula dengan Violet terlihat linglung dengan apa yang terjadi padanya.
Bu Elisa menghampiri anaknya lalu memeluknya dengan bangga, bahwa putrinya akan menjadi nyonya Presdir Maxton grup. Sementara Violet sendiri masih tidak mengerti apa yang ada di dalam pikiran Leon.
Violet memberikan kesempatan untuk Leon mengejarnya jika memang pria itu serius padanya. Leon menyetujui syarat Violet, tapi dia juga ingin kencan nya hanya sebulan supaya tidak terlalu lama. Kalau dalam waktu itu Violet sudah jatuh cinta pada Leon, Violet tidak boleh menolak Leon.
****
Keesokan harinya pada hari pertama nya bekerja. Violet mengendap-endap masuk ke dalam kantornya seperti tikus yang takut ketahuan kucing. Saat itu suasana kantor masih sepi karena dia pergi pagi pagi buta untuk menghindari Leon dan teman-teman kerjanya.
"Aman, seperti nya si Presdir gila itu tidak ada disini. Aku sudah berangkat lebih pagi, jadi dia tidak mungkin...
"Tidak mungkin apa?" tanya seorang pria dibelakangnya
"P-pak presdir!!" teriak Violet terkejut melihat Leon ada dibelakang nya.
"Kau seperti tikus yang sedang mencari lubang untuk bersembunyi" Leon tersenyum
"Mengapa pak Presdir bisa berada sepagi ini disini?" Violet mengernyitkan dahinya keheranan
"Kenapa? tidak boleh?" tanya Leon sambil tersenyum menggoda Violet
Apa benar pria yang ada dihadapan ku ini adalah Presdir berdarah dingin itu? rasanya aku tidak percaya. batin Violet tak percaya
"Anda adalah seorang Presdir, tidak seharusnya anda pergi pagi-pagi ke perusahaan. Anda bisa berangkat siang" kata Violet dengan mudahnya
"Mana berani saya memerintah bapak, saya hanya memberikan saran saja..hahaha" Violet tertawa canggung
"Baiklah, ayo pergi" Leon memegang tangan Violet.
Violet menepis tangan Leon,"Kenapa bapak seenaknya memegang tangan saya?" tanya Violet marah
"Maafkan aku, apa orang yang sedang berkencan tidak boleh berpegangan tangan?" Leon pura-pura tidak tau
"Bo-boleh, tapi kita kan belum berkencan" jawab Violet gugup
Mengapa saat dia memegang tanganku, dadaku seperti kesetrum?
"Bukankah kemarin kau bilang kalau kita berkencan?
"Aku tidak bilang begitu!" sangkal Violet
"Lalu? aku harus apa dulu supaya bisa berkencan?" tanya Leon sambil menyilangkan kedua tangannya di dada
Camellia.. ini benar-benar dirimu.
"Bapak harus mengejar saya dulu" jawab Violet
"Maksudmu, aku harus membuatmu sedikit menyukai ku kan?" tanya Leon
__ADS_1
"Iya itu benar" Violet menganggukkan kepalanya.
"Maka kita mulai dari makan bersama"
"Makan bersama?"
"Datang sepagi ini kau pasti belum sarapan bukan? ayo pergi untuk sarapan"
"Ah tidak usah saya sudah sarapan"
KRUKKK..
KRUKKK..
Sial! bunyi memalukan apa ini? batin Violet malu
"Tapi sepertinya nya perutmu mengatakan hal yang sebaliknya" ucap Leon sambil menahan tawanya.
Walau aku tidak bisa membaca hatimu, tapi aku bisa melihat eskpresi wajahmu. Kau pasti belum sarapan sebelum datang kemari.
"Ti-tidak perlu, saya akan membeli roti saat Kantin kantor sudah buka nanti" Violet menolak ajakan Leon karena malu
"Ayolah, aku juga belum sarapan. Dengan makan bersama, ini adalah salah satu cara agar kau menyukai ku" Leon tersenyum menggoda gadis cantik itu.
"Ka-kau.. maksud saya bapak"
"Leon.. panggil saja Leon"
Lagi-lagi Leon tersenyum lebar pada Violet, membuat jantung dan hatinya berdegup disaat yang bersamaan, berdegup yang tidak normal. Entah karena malu atau kehilangan akal sehatnya, Violet akhirnya setuju untuk sarapan bersama Leon. Namun gadis itu menutupi wajahnya dengan masker dan memakai topi.
Mereka berdua sampai di depan restoran bubur, sesampainya disana mereka duduk di salah satu meja dekat jendela. Tidak banyak orang disana karena hari masih pagi.
"Ada apa denganmu? apa makan harus sampai memakai masker dan topi segala?" tanya Leon heran melihat Violet memakai masker dan topi, belum lagi tingkahnya yang terlihat mencurigakan dan tak terbaca oleh Leon.
"Saya takut ada karyawan kantor lainnya yang melihat saya disini" ucap Violet hatinya
Hem, benar juga. Mungkin akan berbahaya bagi Violet kalau orang-orang kantor sampai mengenalinya. Tapi, aku tidak masalah.. malah aku senang kalau di gosip kan dengannya. Biarkan saja orang-orang melihat, supaya mereka tau bahwa mereka tidak boleh sembarangan menganggu Violet.
"Pak? bapak kenapa selalu melamun di depan saya?" tanya Violet heran melihat pria itu terus terlihat melamun di depannya.
"Melamun? tidak, aku tidak pernah melakukan nya" sangkal Leon
"Bapak selalu melakukan nya, setiap bapak bersama saya.. pasti bapak selalu melamun. Dan saya tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran bapak sebenarnya" Violet bingung
"Aku juga tidak bisa membaca pikiran mu, seandainya pikiranmu bisa terbaca sama seperti orang lain" jelas Leon jujur
"Apa?" Violet terpana mendengar nya.
Apa dia sedang bermain drama fantasi atau apa? hah!
...---***---...
__ADS_1