
...🍁🍁🍁...
Kainer merengkuh leher gadis itu, mencium bibirnya dengan sangat dalam. Tubuh Camellia sendiri menjadi lemas setelah mendapatkan ciuman dari Kainer.
Kedua tangan yang awalnya memberontak, tiba-tiba terkulai lemas. Penyatuan bibir mereka sungguh tak terelakkan lagi, keduanya hanyut dalam perasaan yang sama.
Meyakinkan diri mereka bahwa cinta dan sayang itu masih ada di dalam hati. Perasaan mereka juga masih sama ,hanya terhalang oleh beberapa hal yang cukup berat.
Kedua nya sama-sama tenggelam dalam ciuman itu, hingga mereka tidak sadar kalau mereka berdua sudah berada di atas ranjang. Kerinduan, cinta, sayang dan n*fsu berpadu menjadi satu.
"Hmm..umm.... haahh"
Kainer menghentikan ciuman nya di bibir, ia menatap sepasang mata cantik berwarna biru yang ada di bawah tubuhnya itu.Tangannya membelai rambut perak milik Camellia, matanya menatap nanar seolah mengisyaratkan sesuatu.
"Lucifer.."lirih Camellia
"Salah, tapi Kainer" ralat Kainer mengoreksi panggilan gadis itu padanya
"Kau selalu saja berubah-ubah, aku tidak mengerti denganmu" Camellia memalingkan wajahnya dari Kainer
"Aku punya dua sisi yang harus kau ketahui, aku memang Raja iblis. Tapi, di hadapanmu aku adalah Kainer kekasihmu" ucap nya sambil membelai pipi gadis itu dengan lembut. Camellia tidak menolak nya, tapi dia menghindar dengan wajah bingung.
"Tadi siang kau marah-marah sekarang kau bermulut manis? apa yang kau mau dariku sebenarnya? langsung saja katakan, jangan membuatku bingung.." tanya Camellia bingung
"Aku ingin hatimu menerimaku sepenuhnya, kekurangan dan kelebihan ku. Diriku apa adanya" jawabnya tegas
Camellia memang merasa kalau dirinya belum menerima Kainer seutuhnya. Sejujurnya, memang masih banyak halangan diantara mereka berdua. Bukan hanya berasal dari dunia yang berbeda, perselisihan di masa lalu, ataupun perselisihan sekarang. Tapi masalah intinya adalah perasaan Camellia yang belum menerima Kainer apa adanya.
Kainer beranjak duduk di ranjang, ia mencoba untuk menurunkan sedikit egonya, ia mulai berfikir bijak dan bertanya dari hati ke hati apa yang diinginkan oleh Camellia.
"Camellia, sebenarnya kau sudah memaafkan ku tentang kematian orang tua mu kan? jawab aku yang jujur" pinta Kainer pada gadis itu
"Iya, aku tidak menaruh dendam lagi padamu. Walaupun aku tidak lupa kalau orang tua ku sudah meninggal, tapi itu adalah takdir tuhan" jawab Camellia jujur dari dalam lubuk hatinya
"Lalu apa masalahnya sekarang? kau mencintaiku dan aku juga cinta padamu. Apa masalahnya sehingga kau sulit menerima diriku?" tanya Kainer sambil memegang erat tangan gadisnya itu, ia ingin kejelasan dari Camellia yang selalu menolak hatinya.
"Terlalu banyak yang harus dipertimbangkan dalam hubungan ini. Dalam sebuah hubungan bukan hanya ada cinta saja" Camellia memalingkan matanya ke arah lain, matanya menyipit, dahinya mengernyit.
"Baik.. jelaskan lah padaku apa yang sebenarnya kau inginkan selain cinta dariku?" tanya Kainer dengan wajah dan tatapan lembutnya pada Camellia.
Dari kata-kata dan sikapnya, seperti nya Kainer rela melakukan apa saja untuk membuat wanita yang ia cintai itu bahagia dan nyaman disisi nya.
Camellia terdiam sejenak, ia menatap Kainer dengan sedih."Aku ingin hubungan yang sehat dan normal, bukannya seperti ini"
"Sehat dan normal? apa maksudmu?" tanya Kainer heran
"Hubungan yang dijalani pasangan pada umumnya, kau kan iblis jadi tidak mungkin kau bisa mewujudkan nya"
"Apa yang tidak bisa ku wujudkan untukmu?aku bisa memberikan segalanya." kata Kainer penuh percaya diri, bahkan ia meraa bangga pada dirinya seolah bisa membawa seluruh dunia didalam genggaman nya
"Memangnya kalau aku bilang apa mauku, kau akan mengabulkan nya?" tanya Camellia memelas
"Ya asalkan kau tidak meminta meninggalkan istana ini" jawab Kainer tersenyum
"Jadi jalan-jalan keluar istana ini juga tidak boleh?" tanya Camellia dengan wajah yang memelas dan raut muka sedih.
"Jalan-jalan? kau mau jalan-jalan?" tanya Kainer
Tidak ada salahnya untuk memberikan kesempatan pada hubungan ini, siapa tau takdir kami memang benar bersama. Tidak peduli apapun yang terjadi, aku memang tidak bisa mengelak bahwa aku mencintainya. Baiklah, aku harus membuka hatiku untuk segala kemungkinan, berharap bahwa Tuhan memang mentakdirkan kami untuk bersama. Camellia tersenyum tipis, ia berencana untuk memberikan kesempatan pada hubungan nya dan Kainer.
Camellia mengangguk semangat. Camellia juga mengatakan bahwa ia ingin hubungan yang normal seperti di dunia manusia. Kainer menyanggupi permintaan Camellia. Ini artinya bahwa mereka akan memulai hubungan dari awal.
"Baiklah kalau itu mau mu, aku tidak keberatan kalau kita mulai dari awal" jawabnya setuju
Akhirnya Camellia tidak selalu membuatku naik darah terus, dia sudah bisa tersenyum dan memberikan kesempatan untukku. Kainer bersyukur dalam hatinya, Camellia sudah mulai membuka hatinya.
__ADS_1
"Kalau kau tidak keberatan. Maka aku akan menyebutkan syarat yang lain dalam rencana kencan kita ini" Camellia tersenyum dan mulai memikirkan sesuatu
"Syarat lain? masih ada syarat lain?" tanya Kainer penasaran dengan syarat yang diajukan Camellia
"Iya ada. Dalam kencan juga ada aturannya, pertama kau tidak boleh memaksaku melakukan sesuatu yang tidak aku suka, kedua kau tidak boleh menyentuhku lebih dari pegangan tangan saja, ketiga.. tempat kencannya harus di dunia manusia" Camellia memaparkan syarat-syarat nya untuk memulai sebuah hubungan, dengan kata lain kencan pertama mereka.
"APA?!! syarat macam apa itu? hanya boleh pegangan tangan saja? aku tidak boleh mencium? memeluk? atau melakukan hal intim lainnya denganmu?" Kainer terpana dengan syarat yang diajukan Camellia
"Apa kau mencintaiku karena n*fsu saja? kenapa kau hanya berfokus pada hal itu saja hah!" teriak Camellia kesal karena Kainer sudah memikirkan sampai ke hubungan badan.
"Bukannya begitu.. biasanya kan pasangan kekasih akan melakukan hubungan seperti itu, di dunia manusia juga melakukan hal itu sah sah saja sebelum menikah bahkan ada yang sampai hamil" Kainer tersenyum santai setelah apa yang dikatakannya dengan mudah.
"Tidak, bagiku itu tidak sah walaupun lumrah. Aku tidak mau melakukan hubungan seperti itu sebelum menikah, begitulah prinsip ku!" seru Camellia tegas berpendirian
DEG!
Kainer tersentak, ia tiba-tiba teringat dengan Leticia yang juga pernah mengatakan hal yang sama padanya di masa lalu. Saat Leticia tengah mengandung Camellia dan dua saudaranya. Prinsip dan keteguhan hati mereka benar-benar sama, tapi sikap mereka sungguh berbeda.
"Oke kalau kau maunya begitu, aku tidak akan melakukan hal yang diluar batas padamu. Selama kita memulai hubungan dari awal, lakukanlah apa yang kau inginkan. Aku menurut saja.. " Kainer mengalah di depan gadis itu untuk menghargai nya
Aku akan membuatmu betah di sisiku sampai kau tidak mau kabur lagi.
Tidak kusangka dia akan setuju dengan mudahnya, apa ini karena dia benar-benar mencintaiku??
"Terimakasih atas pengertiannya, nah kalau begitu keluarlah sekarang dari kamarku. Aku mau tidur, aku ngantuk" Camellia merebahkan tubuhnya di ranjang empuk dan hangat itu
"Tidak bolehkah aku tidur disini?" Kainer semakin mendekatkan tubuhnya pada tubuh Camellia.
"Apa?! tidak bisa, keluar sana! bukankah barusan kita sudah sepakat?" Camellia berfikir yang macam-macam
"Aku hanya ingin tidur bersamamu di ranjang ini, tapi aku tidak akan melakukan apapun. Aku bersumpah!"
"Apa iblis seperti mu bisa dipercaya?" tanya Camellia meragukan sumpah Raja iblis itu
"Sekalipun aku iblis, aku adalah Raja yang menepati sumpah dan janji. Aku tidak akan macam-macam kok, hanya tidur saja disampingmu" Kainer tersenyum dan satu tangannya diangkat ke atas, mengisyaratkan sebuah sumpah.
"Ya aku paham. Tidurlah.. besok kita akan jalan-jalan ke tempat yang ingin kau kunjungi" ucap Kainer sambil menyelimuti tubuh Camellia dengan selimut hangat.
Setelah obrolan yang cukup panjang, namun berhasil merekonsiliasi hubungan mereka yang selalu memanas. Camellia tertidur pulas di samping Kainer.
Sedangkan Kainer masih terbangun dengan wajah yang cerah. Sebenarnya ia tak pernah tidur sejak kembali menjadi iblis. Padahal saat ia masih menjadi manusia, ia bisa tidur layaknya manusia.
Namun, sekarang ia tidak pernah tidur lagi. Matanya selalu terbuka lebar memperhatikan dunia manusia, karena memang tugasnya menjerumuskan manusia ke jalan yang sesat. Sebenarnya tidur bersama itu hanya alasan agar ia bisa bersama Camellia.
"Apa yang harus aku lakukan padamu Camellia? aku sungguh ingin hidup abadi bersamamu. Tapi kamu hanya manusia yang bahkan usianya tidak mencapai seratus tahun. Bagaimana jika aku mengubah mu menjadi sama denganku? apa kau rela?" gumam Kainer sambil memainkan rambut perak milik Camellia dengan lembut.
Hati nya sakit kalau memikirkan suatu saat nanti ia akan menghadapi kenyataan dari kematian gadis yang ia cintai, karena hidupnya tidak abadi. Bagaimana ia hidup sendirian tanpa ada Camellia di sampingnya? ia tak mau membayangkan seperti itu karena rasanya ia akan gila bila tak ada Camellia.
Kainer tersenyum pahit, karena takdir memang menantang hubungan mereka. Tidak pernah ada bangsa iblis yang menjalin hubungan dengan manusia.
"Sial! kenapa aku baru kepikiran sekarang? bukankah dulu ayahanda pernah mengatakan pernah ada satu orang manusia menjalin hubungan dengan bangsa iblis, bahkan sampai menikah. Aku harus mencari tau siapa orang itu dan bertanya padanya" gumam Kainer sambil tersenyum senang, merasa bahwa ia masih ada harapan untuk bersama Camellia
Kainer memakai jubah merah nya dan pergi meninggalkan Camellia yang tidur lelap di kamarnya. Kainer melihat Monia dan beberapa penjaga ada di luar kamar itu.
"Kalian jagalah dia! kalau terjadi sesuatu padanya, kalian akan tau apa yang terjadi selanjutnya. Layani dia dengan baik!" titah Kainer pada para bawahannya itu, sembari menajamkan pandangannya pada mereka.
"Ya, yang mulia" jawab Monia dan kedua pengawal berwujud harimau itu dengan patuh.
"Dimana Keith?" tanya Kainer mengarah kan matanya pada Monia
"Tuan Keith ada di istana utama, yang mulia," jawab Monia sambil membungkukkan setengah badannya.
🍀🍀🍀
Kainer berjalan menuju ke istananya utama untuk melihat keadaan Keith yang terluka parah akibat serangan nya itu. Kemampuan penyembuhan Keith sebenarnya cukup baik, akan tetapi luka yang di berikan oleh Kainer tidak akan mudah disembuhkan maupun sembuh dengan sendirinya. Itulah sebabnya semua iblis takut dengan kekuatan Kainer Raja iblis.
__ADS_1
"Hormat saya yang mulia" Keith menunduk di depan Raja nya itu.
Yang mulia Raja pasti akan mengomeli ku lagi karena manusia rendahan itu.
"Apa kau sudah menyadari kesalahan mu, Keith?" tanya Kainer dengan tatapan tajam pada iblis yang sedang berlutut dihadapannya itu
"Ampuni saya yang mulia, saya tidak bermaksud seperti itu" Keith masih berlutut di depan Raja nya, meminta pengampunan.
"Kenapa minta maaf padaku?" tanya Kainer sinis
"Karena saya sudah berbicara sembarangan" jawab Keith dengan nada bicara yang rendah.
"Kepada siapa kau bicara sembarangan? apa itu padaku? aku tanya padamu Keith!" ujar Kainer dengan nada yang dingin namun emosi.
"Sa-saya bicara sembarangan pada putri Camellia, "jawab Keith takut
"Lalu kenapa kau meminta maaf padaku? bukannya meminta maaf padanya?!!" Nada bicaranya mulai meninggi, matanya memancarkan emosi pada bawah nya yang setia itu.
"Saya akan meminta maaf pada putri Camellia" jawab Keith tegas
Selama ini aku selalu diam saja dan memperhatikan Keith. Dia selalu bersikap kurang ajar pada Camellia. Aku harus mendisiplinkan nya.
"Berdiri dan duduklah! kau masih terluka, jika kau terus berlutut maka lukamu akan semakin parah, " titah Kainer pada Keith yang masih berlutut di bawah kakinya
Ternyata yang mulia masih peduli padaku.
Keith berdiri perlahan-lahan dan duduk di kursi kayu disana. Kainer juga duduk di depan nya, namun di sofa yang empuk.
Raja iblis itu menanyakan alasan kenapa Keith sangat membenci Camellia. Apakah Camelia punya salah padanya? ataukah ada sesuatu yang membuat Keith tidak nyaman dengan keberadaannya di istana iblis?
"Saya tidak pernah membenci putri Camellia, yang mulia" sanggahnya atas pertanyaan Kainer
"Tidak pernah membenci?? tapi kau memusuhi nya, kau bahkan berusaha membunuhnya." Kainer menyeringai melihat ke arah orang kepercayaan nya itu
"Saya tidak melakukan itu!" sangkal Keith
"Mengelak sekali lagi! aku akan benar-benar membunuhmu Keith! aku bersumpah!" mata Kainer yang hitam berubah menjadi warna merah menyala dan tajam.
"Saya memang tidak suka pada tuan putri, tapi saya tidak membencinya sampai ingin menghilangkan nyawanya. Saya tidak suka kalau yang mulia mengabaikan dunia iblis karena tuan putri" jelas Keith mengeluarkan semua unek-unek di dalam pikirannya pada Kainer.
Kainer tersentak mendengar ucapan yang keluar dari mulut Keith, tangannya mengepal kesal, lalu ia bertanya "Kapan aku pernah mengabaikan dunia iblis karena dirinya?"
DEG!
Sial! aku salah bicara! Keith terlihat panik, ia tak bisa menjawab pertanyaan Kainer.
"Kau benar-benar tidak tau diri, kalau bukan karena permintaan nya. Aku sudah membunuhmu Keith!" seru Kainer
"Apa maksud yang mulia?" tanya Keith
"Walaupun kau bersikap tidak sopan dan kurang ajar padanya, tapi dia peduli padamu. Dia mengatakan bahwa apapun yang kau lakukan padanya, aku tidak boleh membunuhmu, karena kau adalah orang yang setia padaku" jelas Kainer sambil tersenyum menyeringai.
Kenapa kau mengatakan itu pada yang mulia? apa dia bermaksud untuk terlihat baik di depan yang mulia dengan mengampuniku?
"Kau pasti berprasangka buruk lagi padanya kan? terlihat jelas dari wajahmu itu. Keith aku peringatkan padamu ya, kalau kau berhutang banyak kata maaf padanya, juga berhutang banyak nyawa padanya,"
"Apa yang mulia putri benar-benar memaafkan saya dan mengatakan itu pada Baginda?" tanya Keith terpana bahwa Camellia memaafkan kesalahan nya, walaupun Camellia sebelum nya sengaja mengerjai nya.
"Benar. Ini peringatan terakhir untukmu, setia pada ku berarti kau harus setia padanya juga. Jika kau berbelok lagi, maka aku akan membunuhmu dan tidak akan peduli lagi pada pengampunan nya untukmu!" Kainer memperingatkan Keith dengan tegas.
Tidak disangka kalau tuan putri tidak membenciku. Malah dia mengampuni nyawaku, aku malu sekali pernah berniat membunuhnya.
"Saya akan memohon ampun pada yang mulia putri dan berterimakasih padanya. Mohon maaf beribu saya kesempatan memperbaiki kesalahan saya!" kata Keith memohon dengan tulus
"Ya ini kesempatan terakhir. Bukalah hatimu juga Keith"
__ADS_1
"Ya, yang mulia.." Keith tersenyum tipis
...---***---...