
...🍀🍀🍀...
Di istana Pragma, Camellia sedang berada dalam situasi yang kurang baik karena Raja Vairas terus mengajaknya bicara. Dan disisi lain terlihat Zefanya yang marah karena ayahnya yang galak tiba-tiba melunak di hadapan Camellia.
"Ayah, aku harap ayah tidak lupa tujuan kita datang kemari! jangan bicara lembut pada manusia rendahan itu!" bisik Zefanya pada ayahnya dengan nada kesal
Oh benar, aku hampir lupa kalau tujuanku kemari adalah untuk memperingatkan nya.
"Aku akan langsung saja bicara pada intinya, aku ingin kau menjauh dari Raja iblis. Karena Raja iblis akan menikah dengan putriku, posisi ratu satu satunya hanya milik putriku" ucap Vairas tegas dan tajam
"Yang mulia, anda bicara pada orang yang salah. Harusnya anda bicara pada pihak yang bersangkutan, kenapa malah bicara pada saya?" tanya Camellia sambil tersenyum menyeringai
"Apa maksudmu?" tanya Vairas bingung
"Kalau yang mulia ingin menikahkan putri Zefanya dengan Baginda Raja, mengapa harus meminta saya menjauhi Baginda Raja? Seperti yang Baginda Raja Vairas ketahui, kalau Baginda Raja Lucifer lah yang membawa saya kemari, saya tidak dapat berbuat apa-apa. Anda bicaralah pada yang mulia Raja sendiri, minta dia menjauhi saya, dan jangan bicara pada saya" jelas Camellia dengan senyuman tajamnya
Semakin aku melihatnya, wanita manusia ini semakin menarik. Sikapnya yang mudah beradaptasi, kepribadian kuat, wibawa, kecantikan, dia memiliki semuanya. Hanya saja dia bukanlah bangsa iblis, mungkin kalau dia jadi iblis dia akan menjadi iblis kelas atas yang kuat. Vairas tersenyum tipis ,mata genit nya tidak berhenti memandang Camellia yang menatapnya tajam.
BRAK
Pintu ruangan itu terbuka lebar, Camellia dan yang lainnya menoleh ke arah pintu.
Obrolan mereka harus terhenti karena Kainer yang baru saja pulang dari neraka, datang ke istana Pragma untuk menemui Camellia. Kainer terkejut, marah dan cemas begitu mendengar kabar dari Keith lewat telepati nya kalau Vairas dan Zefanya menemuinya.
"Mau apa anda kemari raja Vairas, putri Zefanya?" tanya Kainer sambil menatap tajam ayah dan anak itu.
"Yang mulia Raja tidak perlu cemas, Raja Vairas dan putri Zefanya hanya menyapa ku saja" jawab Camellia dengan suara yang tenang
"Itu benar, kami hanya menyapa tamu saja" tambah Zefanya membenarkan.
"Dia bukan tamu, dia adalah orang yang penting bagiku. Harap kalian tidak datang sembarangan ke istana ini tanpa seizin ku!" seru Kainer dengan tatapan tajam dan kesal
"Kau sungguh tidak tahu balas budi dengan orang yang sudah menolong mu. Tapi, aku akan bicara lagi lain kali. Zefanya, ayo kita pergi dulu" ajak Vairas pada putrinya itu
"Tapi ayah, kita belum selesai bicara dengannya" ucap Zefanya
__ADS_1
"Kita bisa bicara nanti, sekarang pergi dulu" Vairas menatap Zefanya dengan sinis, seolah menunjukkan bahwa perkataan nya tak boleh dibantah
Vairas menatap Camellia dengan tatapan aneh nya, Kainer kesal melihat pria lain menatapnya seperti itu.
Akhirnya Zefanya dan ayahnya pergi meninggalkan istana Pragma. Monia dan Keith juga ikut keluar dari ruangan itu, membiarkan Camellia dan Kainer berduaan saja.
"Huuhhh.. akhirnya aku bisa bernapas lega" Camellia merebahkan tubuhnya di sofa, dengan leganya.
"Apa mereka mengganggu mu?" tanya Kainer sambil duduk di samping Camellia
"Ya mereka sangat menganggu. Mereka menguras emosi batinku, apalagi tatapan si Raja mesum itu padaku. Benar-benar deh.." gumam Camellia sebal
"Raja mesum?apa mungkin dia melakukan sesuatu padamu? apa dia menyentuhmu?!!" tanya Kainer sudah emosi duluan
"Ah.. tidak tidak maksudku bukan seperti itu.."
Astaga! aku lupa emosi pria ini.
"Jadi dia menyentuhmu? dimana dia menyentuh mu?! akan ku bunuh dia sekarang juga!" ujar pria yang sedang cemburu itu.
"Camellia, kenapa tiba-tiba jadi bicara tentang itu? kita sedang bicara tentang Raja Vairas!" seru Kainer kesal
"Kau mau kencan denganku tidak? kalau kau tidak mau ya sudah, jangan harap aku mau membuka hati ku" Camellia menyilangkan tangannya di dada, bibirnya mengerucut cemberut.
"Haaah.. ya baiklah kita akan bahas nanti, kau menang, ayo kita kencan" Kainer tersenyum dan menurut pada Camellia
Akhirnya aku berhasil juga mengalihkan pembicaraan!
"Bagus! ayo kita pergi!" ajak Camellia semangat untuk pergi ke dunia manusia.
"Kau mau pergi dengan teleportasi atau terbang?" tanya Kainer pada gadis itu, terakhir kali saat Camellia terbang bersama nya, Camellia terlihat senang.
"Terbang? apa bisa?" tanya Camellia tak percaya
"Apa yang tidak bisa ku lakukan untukmu, dunia pun bisa ku genggam jika kau mau?" Kainer mengulurkan tangannya dan tersenyum lembut pada Camellia.
__ADS_1
Aku berharap waktu berhenti disini, disaat aku bersamamu. Melihat senyuman mu, aku hanya berharap bahwa cinta kita abadi selamanya. ucap Kainer dalam hatinya bahagia
Kainer aku berharap takdirmu memang denganku. Aku berharap kalau kau memang terlahir untukku. Aku mencintaimu, tapi aku belum bisa mengatakannya. Aku masih ragu apakah kita bisa bahagia dengan takdir dan hubungan yang mustahil ini?
Camellia mengulurkan tangannya dan menggapai tangan Kainer. Sepasang sayap berwarna hitam tiba-tiba muncul dari tubuh Raja iblis iblis. Camellia masih merasa takjub saat melihat sepasang sayap yang menurutnya sangat indah itu.
Kainer merengkuh erat tubuh Camellia, lalu membawanya terbang untuk pergi kencan ke dunia manusia. Camellia melihat pemandangan dunia iblis.
"Aku tidak percaya.."
"Apa yang tidak kau percaya?" tanya Kainer
"Bagaimana Tuhan menciptakan iblis yang memiliki sayap dan wajah yang seindah ini?" tanya Camellia sambil tersenyum memandangi pria yang sedang membawanya terbang itu.
"Bukankah itu tujuan tuhan menciptakan ku seperti ini untuk menggoda manusia?" tanya Kainer
"Benar juga, aku juga sudah tergoda olehmu" Camellia tersenyum manis
"Apa kau sedang merayu ku?" tanya Kainer
"Tak perlu aku rayu pun, kau sudah tergila-gila padaku" kata Camellia sangat percaya diri bahwa pria itu memang sangat mencintainya.
"Kau benar, aku sudah tergila-gila padamu. Aku mencintaimu, sampai aku tak tahu dasar nya ada dimana" ucap Kainer penuh perasaan.
Mereka terbang dari dunia iblis sampai ke dunia manusia. Dan berhenti di sebuah desa tempat Alexander dilahirkan, desa Winterne.
Camellia dan Kainer melakukan kencan pertama mereka di desa kecil itu. Jalan-jalan bersama, makan bersama, mengobrol layaknya orang yang sedang berkencan. Dibelakang mereka ada Gordon dan Keith yang mengikuti, untuk menjaga keselamatan Camellia dan jaga-jaga kalau ada sesuatu yang membahayakan.
Sore pun tiba, Camellia dan Kainer duduk di sebuah bangku panjang di tepi danau. Camellia tersenyum memandangi danau itu, ia bercerita pada Kainer tentang ibunya yang berasal dari dunia lain.
...---****---...
Mohon maaf readers! mungkin ceritanya kurang menarik dan kurang bagus😁🥺 author sedang kejar tayang jadi buru-buru nih.
Mohon dukungan nya dong, komen dan like nya buat author 🥰🥰 terkadang author lupa dengan jalan cerita sendiri..😁
__ADS_1