
...***...
"Apa kau akan terus bersikap seperti ini Camelia?!" tanya raja iblis itu dengan nada yang sedikit membentak
"Seperti yang kau lihat sendiri aku akan menikah dengan pria ini!" Camelia menggenggam erat tangan Theodore.
"Kau akan menyesalinya" mata Kainer memerah, melihat wanitanya bersentuhan dengan pria lain, bagian dalam tubuhnya terasa sangat sakit yang tak dapat dijelaskan oleh kata-kata tak terlihat juga oleh mata ia hanya bisa merasakannya.
Sikap dan hati Camelia sangat berlainan arah, tangannya memegang erat putra mahkota dari Ilios itu, akan tetapi matanya menatap Kainer yang sedang berada di hadapan nya.
"Aku tidak akan menyesal" jawabnya yakin
"Kalau begitu maka kita akan perang! aku tidak akan sungkan lagi padamu, bangsa manusia pasti akan kalah dari bangsa iblis dan saat itu terjadi kau akan memohon padaku untuk kembali!" teriak Kainer murka
Kenapa kau sangat bersikeras menolak ku? apa hanya karena kita berbeda dunia ataukah kau memang menyukai pria sialan dari Ilios itu?
DEG!
Dimitri, Gloria dan Arthur tersentak mendengar kata-kata Kainer tentang perang. Apakah ini artinya perang antara manusia dan iblis akan segera terjadi?
"Aku tidak akan melakukan nya, aku tidak akan memohon padamu!"
"Keras kepala,kita lihat saja nanti" Kainer tersenyum pahit.
Kainer membalikkan badannya, ia tampak kesal." Gordon, kau tetap disini!" bisik Kainer pada burung peliharaan nya itu.
Aku pikir Baginda akan menyuruhku kembali ke dunia iblis karena ia marah kepada putri. Jika yang mulia menugaskan ku tetap di sini,bukankah ini artinya yang mulia ingin aku tetap menjaga tuan putri? yang mulia memang marah pada tuan Putri, tapi dia tetap mencintainya. Gordon terperangah kaget ia tak menyangka akan tetap ditugaskan berada di sisi Camelia oleh rajanya itu.
"Baik yang mulia" jawab Gordon patuh
Kainer langsung menghilang dari sana dengan sihir teleportasi nya. Sementara itu Gordon bersembunyi dan mengawasi Camellia.
Camellia yang merasa bersalah pada Theodore, mengobati Theodore dengan sihir penyembuhan miliknya. Ia juga mengobati kedua kakaknya yang terluka.
Kapal yang akan menuju ke Brilla pun sampai, kedua kakak Camellia berjalan lebih dulu untuk memastikan bahwa kapal itu aman dan tidak mencurigakan. Sementara itu, Camellia, Gloria dan Theodore berada di belakang.
"Saint, apa kau terluka?"tanya gadis itu yang bermaksud ingin menyembuhkan Gloria jika wanita tua itu terluka.
"Tuan putri saya baik-baik saja.. Anda sudah melakukan hal benar yang mulia, dengan menolak nya" kata Gloria senang
"Ah.. iya.." jawab Camellia lemas
Hal benar? Ya, keputusan ini sudah benar. Camellia, kau tidak akan menyesalinya. Sekarang, berikan saja hatimu pada putra mahkota Theodore.. dia adalah tunangan mu, dia juga adalah pria yang baik.
"Putri Camellia, apa kau baik-baik saja? pasti kau menggunakan kekuatan penyembuhan mu terlalu banyak. Wajahmu sangat pucat" kata Theodore khawatir
"Aku hanya sedikit cemas yang mulia" jawab nya
"Yang mulia? Kita sudah bertunangan dan kau masih memanggilku seperti ini?" tanya Theodore sambil memapah Camellia berjalan menuju ke kapal laut
"Lalu aku harus panggil apa?" tanya Camellia
"Theo, panggil aku Theo" jawab Theodore
"Baiklah Theo"
"Dan aku akan memanggilmu Lia"
"Hm.. iya" jawab Camellia
"Lia, aku tau kau belum mencintaiku sekarang. Tapi, akan ku pastikan kau bahagia bersamaku. Aku janji tidak akan pernah membuatmu menangis dan sedih. Kau bisa percaya padaku kan?"ucap pria itu penuh kesungguhan
"Aku menerimamu karena aku percaya padamu, jadi mari kita jalani hubungan ini Theo..aku juga berjanji padamu, selama kita bersama aku tidak akan pernah berhubungan dengan pria lain. Bisakah kau menjanjikan hal yang sama?" tanya Camellia serius
"Aku bersumpah dengan kehormatan ku, bersumpah pada langit dan bumi. Aku tidak akan pernah melihat wanita lain selain dirimu" Theodore mencium punggung tangan Camellia.
Gadis itu hanya tersenyum lembut mendengarnya. Tidak ada emosi sama sekali dimatanya saat mendengar kata-kata romantis dari bibir Theodore itu.
Aku tau kau belum mencintaiku, tapi nanti kau akan mencintaiku. Aku percaya itu, hatimu bisa berubah..
Mereka pun naik ke kapal laut itu, menikmati indahnya langit di malam hari. Setelah pernyataan cintanya tadi sore, Theodore tidak mau sedikit pun jauh jauh dari Camellia, dalam hatinya ia merasa cemas dan takut, kalau Raja iblis akan membawa Camellia kembali ke dunia iblis.
PUK
Theodore memakaikan jas hangat untuk Camellia. "Tidak baik berdiri di luar sini, udara malam begitu dingin. Kau bisa kena flu"
"Terimakasih, tapi apa kau orang memang sehangat ini Theo?" tanya Camellia sambil menerima jas yang hangat itu dengan senang hati.
__ADS_1
"Dari dulu aku memang sehangat ini kok, hanya saja kau tidak menyadarinya" jawab Theodore penuh percaya diri
"Waktu pertama kali aku pikir kalau kau adalah orang yang dingin dan galak. Aku ingat kau marah padaku saat itu" kata Camellia sambil tersenyum mengingat pertemuan pertama nya dengan Theodore di depan gerbang istana nya.
"Saat itu aku tidak marah padamu, tapi aku terkejut. Baru pertama kalinya aku melihat ada seorang putri kerajaan yang naik ke atas pohon lalu melompat ke arahku untuk menyambut kedatangan ku" jelas Theodore
"Apa kau bilang? aku melompat ke arahmu? untuk menyambut kedatangan mu? haah.. apa kau sedang berhalusinasi?" tanya Camellia mulai kesal, bibirnya mengerecut, dahinya berkerut, matanya memincing menatap pria yang berdiri disampingnya itu.
"Memangnya apa yang seorang putri kerajaan lakukan di atas pohon? jika bukan untuk menyambut putra mahkota dari kerajaan Ilios?" tanya Theodore sambil tersenyum percaya diri
"Tentu saja aku naik ke atas sana karena aku sedang bosan, bukan untuk menyambut mu. Hah..tidak kusangka kau orangnya sangat percaya diri." gerutu Camellia kesal
"Ya, aku memang seperti ini. Jika bukan karena putri yang menyambut ku dari atas pohon itu, aku mungkin akan melajang seumur hidupku" ucap Theodore serius
Camellia tercekat mendengar kata-kata Theodore yang ditujukkan untuknya itu, ekspresi wajahnya juga tidak main main. Apa maksudnya dia akan melajang seumur hidup jika dia tidak melihat Camellia?
"Kau.. apa maksudmu? kau akan melajang kalau.."
"Aku bersumpah akan melajang seumur hidupku jika aku tidak bertemu dengan seorang gadis yang bisa membuatku berdebar debar."
"Jangan katakan itu! bagaimana bisa kau melajang? manusia itu, hidup diciptakan berpasangan. Bagaimana bisa kau bicara sembarangan?" tanya Camellia menasehati
"Ya itu kan jika aku tidak menemukan gadis yang membuatku berdebar, tapi kan gadis itu sudah kutemukan"
"Syukurlah kalau ada, jadi siapa dia?" tanya Camellia polos
"Dia ada di depanku sekarang dan aku sedang menatapnya" Theodore menatap Camellia dengan tatapan penuh cinta dan asmara.
"Kau.. kau ini jago sekali menggombal ya? berapa banyak kau makan permen? manis sekali kata katamu itu!" Camellia memalingkan wajahnya, ia merasa malu mendengar kata-kata manis yang meluncur dari mulut Theodore.
"Camellia, terimakasih sudah membuatku tidak jadi melajang seumur hidup" Theodore memegang tangan Camellia dengan lembut dan meletakkan tangan cantik gadis itu di dadanya. " Bisa kau rasakan? seperti ini lah debaran jantungku berpacu cepat saat dekat denganmu, rasanya aku akan meledak"
Putri bungsu dari kerajaan Fostiarus itu menatap Theodore dengan penuh keseriusan, ia bisa merasakan ketulusan hati pria yang sudah melamarnya itu.
Tidak ada salahnya Camellia, kau harus membuka hatimu untuknya. Kau pasti bisa melupakan nya.
"Maafkan aku Theo, mungkin saat ini aku belum merasakan apa-apa. Tapi, aku akan berusaha untuk membuka hatiku untukmu. Aku tidak mau bohong padamu, aku ingin memulai hubungan kita dengan kejujuran" ucap Camellia merasa bersalah
"Tidak perlu minta maaf. Aku malah berterimakasih padamu karena kau sudah mau membuka hatimu untukku." Theodore tersenyum.
Theodore terpana melihat kecantikan gadis yang ada didepannya itu. Gadis yang unik, berbeda dengan putri kerajaan lainnya. Gadis pertama yang membuatnya melanggar sumpah kstaria untuk melajang seumur hidup.
Theodore menelan saliva nya, ia ingin sekali memeluk tubuh mungil gadis cantik yang ada didepannya itu, membelai rambutnya yang panjang. Rasanya seperti mimpi, bahwa gadis itu sudah menerima lamarannya.
"Lia, bolehkah aku memelukmu? sekali saja?" tanya Theodore tak tahan lagi melihat keindahan terpancar di depan mata nya.
"Kau tidak perlu meminta izinku untuk hal seperti ini, kita kan sudah bertunangan" jawab Camellia ramah
GREP
Tubuh kekar dengan dada bidang, wajah tampan itu memeluk Camellia dengan erat dan penuh kasih sayang. Di wajahnya tersirat senyuman kebahagiaan, berbeda dengan pria itu, Camellia malah tersenyum pahit. Ia membalas pelukan hangat Theodore untuknya.
Disisi lain, kedua kakak Camellia hanya memperhatikan kemesraan adik bungsu mereka.
"Seperti nya kita akan keduluan kak" kata Arthur
"Keduluan apa?" tanya Dimitri sambil mengasah pedang miliknya
"Menikah"
"Memangnya kau sudah ada calon?" tanya Dimitri
"Belum sih" jawab Arthur "Memangnya kakak tidak apa-apa keduluan menikah oleh adik bungsu kita?" tanya Arthur
"Aku tidak masalah" jawab Dimitri
"Ya, kalau begitu aku juga tidak masalah deh"
"Apa kau mau menikah lebih dulu? mau ku carikan perempuan? atau kau sudah ada gadis yang kau suka?" tanya Dimitri pada adiknya itu.
"Tidak ada kak, lagipula usia kita masih muda. Santai saja lah" kata Arthur santai
"Baiklah kalau begitu" Dimitri tersenyum. Tiba-tiba saja ia teringat seorang gadis yang ia temui saat dalam perjalanan nya ke menemukan Saint Gloria. Wanita itu adalah Cassia.
...***...
Di dunia iblis, Kainer tampak galau. Raja iblis itu hanya duduk melamun di singgasananya, ia tidak makan ataupun minum. Wajahnya tampak tidak bersemangat, ada yang menyentuhnya sedikit saja ia menjadi marah besar. Semua bawahannya terlihat takut padanya, mereka memilih diam daripada mendekati nya atau bertanya ada apa dengannya.
__ADS_1
Sudah berapa banyak tembok yang ia hancurkan di kastil nya sendiri. Pikiran Kainer sangat kacau, di penuhi oleh bayangan Camellia dan Theodore yang kini sudah bersama-sama.
"Yang mulia, pasukan iblis sudah siap!" Keith melapor
"... " Raja itu masih tertegun di singgasananya.
"Yang mulia.." Keith memanggilnya.
"Tuan Keith, sejak kembali dari dunia manusia. Yang mulia Raja sudah seperti itu" bisik seorang iblis berwujud singa pada Keith
Apa ini karena tuan putri itu lagi? dia benar-benar merusak suasana hati yang mulia.. harusnya aku membunuhnya selagi masih ada kesempatan. Bagaimana jika karena ini yang mulia berubah pikiran?
"Yang mulia!"seru Keith
"Bodoh, kenapa kau berteriak seperti itu? aku bisa mendengar mu! aku tidak tuli!" teriak Kainer murka
"Maafkan hamba yang mulia, hamba hanya ingin melaporkan bahwa pasukan kita telah siap! kapan anda akan memerintahkan kami untuk menyerang dunia manusia?" tanya Keith semangat
SWISH
Dari tangan Kainer muncul sebuah amplop surat yang di stempel dengan cap kastil iblis. Tanpa banyak bicara, Kainer memberikan amplop surat itu kepada Keith.
"Sampaikan ini pada Raja neraka, penyerangan akan di mulai sehari lagi"
*yang artinya satu minggu di dunia manusia.
"Baik yang mulia, akan segera saya sampaikan" ucap Keith sambil membungkuk hormat
Keith langsung pamit undur diri membawa surat itu, ia tersenyum senang dengan keputusan final Raja iblis. Keith pergi ke neraka sesuai yang diperintahkan oleh Kainer.
Kainer sendiri yang sedang patah hati, ia berjalan menuju ke kamar tempat Camellia berada sebelumnya. Hatinya terasa sedih, memikirkan gadis pujaannya sudah menerima cinta dari pria lain.
Dalam hatinya, ia ingin sekali membunuh pria yang sudah merebut kekasihnya itu. Kainer jadi berandai andai, seandainya ia sejatinya adalah manusia dengan identitas Kainer Romanov Ascart dan bukan Lucifer Raja iblis. Pasti ia dan Camellia masih bersama.
"Kenapa Tuhan menciptakan diriku seperti ini? siapa yang ingin menjadi Raja iblis???! Aku tidak pernah memintanya! bukankah saat tersegel aku ingin menjadi manusia seutuhnya? kenapa aku malah kembali menjadi iblis?!!"
Dari tubuh nya keluar api biru yang membara, ia terlihat sangat marah pada dirinya sendiri. Kainer merasa Tuhan sedang mempermainkan takdirnya.
Untuk apa ia dilahirkan kembali menjadi manusia, bertemu dengan Camellia, merasakan jatuh cinta, lalu kembali menjadi iblis. Apa maksud Tuhan mempermainkan nya seperti ini? Apa ini yang namanya patah hati?
"Aaarggghhhhhhhhhhhh..... AAaaahhhhh" Kainer mengerang panjang, seperti ingin menghabiskan semua kekesalannya lewat suara.
Apa yang harus aku lakukan? aku tidak bisa lepas dari tanggungjawab ku sebagai Raja iblis? Apa salahku jatuh cinta pada manusia? siapa juga yang ingin menjadi iblis?
Monia yang diam-diam melihat itu, lalu merasa sedih.
Perang akan segera dimulai satu hari lagi, dan satu Minggu untuk dunia manusia merasakan ketenangan.
...***...
Setelah perjalanan yang panjang menuju ke Brilla, pada pagi buta itu mereka sampai di dermaga kerajaan Brilla. Theodore menggendong Camellia yang masih tidur dipunggung nya, sama sekali ia tak merasa keberatan. Theodore malah terlihat senang menggendong gadis yang sudah menjadi tunangan nya walaupun belum resmi.
"Putra mahkota Theodore, berikan saja Lia padaku. Kau pasti berat menggendongnya terus" kata Dimitri menawarkan diri
"Tidak perlu, aku hanya perlu menggendongnya sampai ke dalam kereta"
"Bagaimana kalau kita bangunkan saja dia kak?" tanya Arthur pada Dimitri
"Jangan, kasihan juga kalau dibangunkan. Dia banyak menggunakan sihir penyembuhan nya, jadi biarkan saja dia tertidur. Asalkan putra mahkota Theodore tidak keberatan " jelas Dimitri sambil melihat ke arah Camellia yang tertidur pulas di punggung Theodore
"Aku sama sekali tidak keberatan putra mahkota Dimitri"
"Baiklah" jawab Dimitri
Lia, aku bisa percaya kalau pria ini bisa melindungi mu. batin Dimitri.
Saat mereka berjalan menuju ke dalam kereta yang akan mereka sewa, tiba-tiba Annelise dan Zayana sudah berada di depan mereka bersama beberapa prajurit.
"Bibi Zayana" Dimitri dan Arthur membungkuk memberi hormat pada bibi mereka
"Ya, kalian akhirnya kembali dengan selamat" kata Zayana lega melihat keponakan keponakan nya kembali dengan selamat.
Annelise melihat ke arah Theodore yang sedang menggendong Camellia, hatinya tersentak melihat pemandangan itu.
Kenapa Lia digendong olehnya? dan cincin apa yang ada di jarinya?
...---***---...
__ADS_1