Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Pemberontakan(1)


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


GLEK


Gordon menelan saliva nya, ia menunjukkan wajah tegangnya ketika si Raja iblis itu menunjukkan wajah marah.


"Jangan pernah sebut-sebut lagi soal mengubah nya jadi iblis! apalagi dari mulutmu itu!!" Kainer membentak bawahannya itu


"Ta-tapi yang mu...


SRET


Kainer menyabet Gordon dengan pedang nya, keluarkan darah dari leher Gordon. Beruntungnya Gordon memiliki kekuatan penyembuhan yang sama dengan Keith. Namun, kali ini lukanya cukup parah dan lukanya agak sulit sembuh.


"Yang mulia, kenapa.. uhhh" Gordon memegang lehernya yang berdarah, ia tampak kesakitan


"Jika ada pembicaraan ini lagi! aku akan membunuhmu" ancam nya pada Gordon


Tidak, Camellia tidak mau jadi iblis seperti ku. Dan aku juga tidak bisa melaksanakan kehendaknya. batin Kainer


Di tempat lain, para bangsa iblis yang membenci Kainer sedang berkumpul di istana raja Vairas.


"Kapan kita akan menyerang istana iblis, yang mulia Raja Vairas?" tanya seorang iblis berwujud buaya


"Benar, kami sudah tidak sabar! dia sudah membuat dunia iblis kacau dan hampir runtuh karena manusia rendahan itu!" ucap salah satu iblis penuh kebencian


"Wanita itu sudah mengacaukan pikiran nya! sehingga dia membuat dunia iblis kacau!"


"Jika kau menjadi Raja kami, kami akan sangat senang. Kau pasti tidak akan berpihak pada bangsa manusia" kata seorang iblis percaya penuh pada Vairas


"Tentu saja, manusia-manusia itu pantas menjadi budak para iblis! dan aku akan mewujudkan semua keinginan kalian" Vairas tersenyum menyeringai, meyakinkan para iblis yang membenci Kainer.


Jumlah iblis itu tidaklah sedikit. Mungkin setengahnya dari bangsa iblis sudah berada di pihak nya. Sikap Kainer pada Camellia dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian, ketidakadilan terhadap bangsa iblis yang sekarang sudah dilarang menyerang manusia. Hal itu membuat bangsa iblis berpindah haluan ke sisi Vairas yang menjunjung tinggi perbudakan manusia.


"Sekarang juga kita akan menyerangnya, mumpung tuan putri itu sedang ada di kastilnya. Aku akan membagi tugas yang berbeda-beda pada kalian" Vairas tersenyum pada iblis iblis itu


Mereka menantikan perintah dari Vairas dan siap melaksanakannya. Tak lama setelah pembagian tugas, Kainer dibantu oleh pasukan Koros memulai perjalanan mereka ke kastil iblis. Zefanya juga ikut dalam rombongan itu.


Perjalanan itu tidak berlangsung lama, kini Vairas dan para pengikutnya sudah berada di depan kastil iblis. Iblis pengikut Vairas menyerang penjaga kastil iblis dengan brutal tanpa takut mati.


Suara pedang, suara perkelahian terdengar ricuh di depan istana.


"Kalian hadang mereka, aku akan menemui sang putri yang menjadi kunci utama nya" ucap Vairas dengan wajahnya yang tampak menyeramkan, ia berwujud serigala.


"Tunggu Raja Vairas!" ucap Hilde pada Vairas


"Ada apa?" tanya Vairas menoleh ke arah Hilde, pesuruh setia Koros si raja neraka


"Biar saya yang membawa tuan putri, saya punya masalah yang harus saya selesaikan berdua dengannya" Hilde tersenyum menyeringai, matanya penuh dendam. Hilde teringat saat ia dikurung oleh Kainer karena menculik Camellia.


"Ingatlah jangan kau sentuh dia!" Vairas mengingatkan Hilde, karena dia tidak mau mangsanya disentuh oleh orang lain selain dirinya.


"Tenanglah Raja Vairas, aku tidak punya nafsu seperti itu pada nya. Aku hanya ingin menyelesaikan dendam yang belum usai"

__ADS_1


Putri Camellia tunggulah aku, aku akan memberimu pelajaran. Hilde penuh dendam pada putri bungsu dari kerajaan Fostiarus itu.


"Baiklah, tapi kau jangan membunuhnya. Aku ingin menikmatinya dulu" ucap Vairas pada Hilde


Membayangkan wajah nya yang cantik saja aku sudah sangat bergairah. Apalagi jika tidur dengannya. Mantap!. Vairas tersenyum genit, lidahnya menjulur keluar seperti orang yang kelaparan dan kehausan.


Dasar serigala penuh nafsu!. ucap Hilde pada Vairas dalam hatinya


"Aku pergi"


SLING


Hilde mengubah wujudnya menjadi ular raksasa dengan kepala wujud manusia. Rambutnya menjuntai panjang dan lidahnya menjulur keluar. Tampak menyeramkan!


🍀🍀🍀


Ketika peperangan di depan istana sedang berlangsung, Camellia baru saja bangun dari tidurnya. Racun dingin yang menguasai tubuhnya itu sudah mulai membaik. Berkat Kainer yang melakukan pelukan penuh cinta untuk memulihkan kondisinya.


"Haaah.. badanku terasa segar dan lebih baik" Camellia merentangkan tangannya, ia tersenyum cerah. "Aku sudah berfikiran yang bukan-bukan saat dia membuka bajunya untuk menolongku. Malu nya! oh ya, aku harus membuat sesuatu untuknya sebagai rasa ungkapan terimakasih ku. Tapi, aku buat apa ya?" Camellia terlihat berfikir


WUSH~~


"Kau mau buat apa untukku?!" tanya Kainer yang sudah ada di depan matanya


"Kau sudah datang?" Camellia bertanya tanpa melihat ke arah Kainer, wajah gadis itu merona karena malu.


Loh? kenapa aku seperti ini? kenapa aku harus malu?


Seperti nya dia malu. Aku goda saja dia! Kainer tersenyum nakal, lalu ia pun berekspresi serius


Camellia mengangguk, "Ya, terimakasih"


"Tadi kau bilang mau membuatkan sesuatu untukku?" tanya Kainer dengan mata yang penasaran


Camelia tercekat melihat wajah Kainer, "Apa kau mendengar semuanya?"


"Iya aku dengar semuanya. Ellia apa yang pikirkan saat aku telanjang dada?" tanya Kainer


"Aku tidak memikirkan apapun! tidak ada" Camellia menggelengkan kepalanya, menunjukkan wajah polosnya.


"Aku tau kau mesum!" Kainer menunjuk ke hidung Camellia lalu mencubitnya


"Uh.. Lepaskan! sakit!!" rintih nya kesakitan


"Aku akan melepaskan mu kalau kau mau mengaku, apa yang kau pikirkan?" tanya Kainer yang semakin berani menyentuh bagian sensitif Camellia.


Gadis itu menggelinjang kegelian saat Kainer menyentuh lehernya dengan lembut, kemudian pria itu juga meniup niup telinga Camellia. Kainer tau benar kalau Camellia gampang geli, dan sensitif oleh sentuhan.


"Hihiy... geli, Kainer hentikan.. kau.. kau ini..uh...kau mesum.." Camellia merintih dan mengeluarkan suara-suara aneh nan merdu.


Geli sekali, tubuhku jadi terasa aneh


"Sekarang siapa yang mesum? kau apa aku?" tanya Kainer sambil menggelitik leher Camellia, ia tersenyum puas melihat kekasihnya kegelian.

__ADS_1


"Uh... ahh.. hentikan ih geli!" Camellia menggelinjang, sesekali gadis itu tertawa.


Kainer sangat menyebalkan.


"Kau wanita otak mesum! bagaimana bisa kau mengeluarkan suara suara seperti itu hah?" Kainer tertawa


"Itu kan karena kau! kau menggodaku terus! kau iblis!" seru Camelia kesal


"Haha.. aku memang iblis" Kainer tertawa


Gadis itu tak mau diam saja, ia membalas Kainer dengan mendorongnya ke ranjang. Kini Camellia berada di atas tubuhnya.


Kini giliran aku yang menggoda mu. batin Camellia sambil tersenyum menyeringai


"Apa yang kau lakukan?" tanya Kainer sambil melihat ke arah gadis nya itu.


Camellia tidak menjawab, kedua tangannya membuka kancing baju Kainer perlahan-lahan. Kainer mulai panik dengan tindakan Camellia yang dinilai berani.


"He-hey! Ellia apa yang kau lakukan?!" tanya Kainer


"Balas dendam" jawab nya sambil tersenyum menggoda, kedua tangan nya meraba-raba otot dada Kainer perlahan-lahan


"Ca-camellia..aku tidak akan geli karena tindakan mu ini" Kainer mengingatkan


"Masa sih tidak geli? bukankah iblis itu tidak tahan dengan godaan?" tanya Camellia yang terus melanjutkan aktivitas nya.


"Camellia jangan lanjutkan.. Haahh.. kau akan menyesalinya nanti.." Kainer mendes*h, tubuhnya mulai memanas. Camellia yang polos masih saja meraba-raba tubuhnya


"Kau geli kan? sudah kuduga kalau kau..." Camellia tertawa puas melihat Kainer yang kegelian sampai wajahnya memerah.


BRUGH


Keadaan kini berbalik, Kainer yang berada di atas Camellia.


"Hey! kau curang!"


"Aku kan sudah bilang kau akan menyesali nya. Apa kau lupa kalau yang kau goda itu adalah iblis? bahkan Raja nya?" Kainer melepas bajunya, ia menatap nanar ke arah perempuan yang berada di bawah tubuhnya itu.


"Kau, kau mau apa?" Camellia melihat Kainer dengan wajah polos nya


"Ini salahmu, kau menggodaku" Kainer tersenyum menyeringai, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Camellia. Hanya tinggal satu senti lagi dan tubuh mereka akan bersentuhan.


DEG


DEG


Jantung Camellia berdegup kencang, ia mulai merasa ketakutan dengan gelagat Kainer. Kainer tersenyum, lalu menggenggam erat kedua tangan cantik Camellia. Memasukkan sela-sela jarinya ditangan cantik itu. Tatapan mata Kainer penuh cinta dan gairah seperti akan melahap sesuatu.


Kainer mau apa?


Kainer siap mendaratkan bibirnya pada bibir Camellia, akan tetapi..


"YANG MULIA!!" teriak seseorang dari balik pintu kamar itu.

__ADS_1


...---***---...


__ADS_2