Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Dimitri Arthur ke dunia iblis


__ADS_3

🍂🍂🍂


Dimitri dan Arthur langsung kaget melihat mendengar adiknya diracuni. Tentu saja mereka mencemaskan keadaan Camellia. Dimitri dan Arthur berteriak-teriak ke arah cermin itu.


"Greta! katakan padaku apa yang terjadi pada Camellia!! Hey! Greta!!" teriak Arthur sangat penasaran dengan keadaan Camellia.


Kainer yang juga berada di penjara untuk mengintrogasi orang-orang yang berkaitan dengan insiden racun dingin. Dia mendengar suara yang tidak asing dari cermin yang sedang dipegang Greta.


"Itu kan cermin yang aku berikan untuk Ellia? kenapa bisa ada padamu?" tanya Kainer heran pada Greta


"Yang mulia putri menitipkan nya pada saya yang mulia dan saya lupa mengembalikan nya" jelas Greta


"Raja iblis sialan!!" teriak Arthur dari dalam cermin yang dipegang oleh Greta


Itu kan suara..Kainer mendengarkan suara itu dengan seksama


"Bagaimana kami bisa mempercayaimu untuk menjaaga adik kami? kalau terjadi hal seperti ini pada Lia? apa benar adikku diracuni?" Dimitri mencecar Kainer dengan kata-kata tajam.


DEG!


Greta ketakutan melihat wajah Kainer yang tampak kesal saat melihatnya, seperti nya Kainer sudah tau kalau Greta yang membocorkan insiden racun itu pada Dimitri dan Arthur.


"Greta, berikan cermin itu!" ujar Kainer sambil mengulurkan tangannya


"Mohon ampuni saya yang mulia, saya keceplosan! saya tidak sengaja!" Greta memohon maaf pada Kainer dengan tubuh yang gemetar.


Apa aku akan di bunuh? aku pasti dibunuh kan? apa aku akan menjadi makanan para iblis itu?!


Kainer mengambil cermin ajaib penghubung antara dunia iblis dan dunia manusia dari tangan Greta.


"Tidak apa, kau santai saja. Aku tidak akan memakan mu" ucap nya pada Greta, "Penjaga! bawa Greta dan Monia ke ruang interogasi bersama Keith, ingatlah! kalian tidak boleh melukai mereka!" ujar Kainer pada para penjaga di penjara itu.


"Baik! Baginda Raja" jawab para penjaga patuh


Mereka langsung membawa Monia, Keith dan Greta ke ruang introgasi yang telah disebutkan oleh Kainer sebelumnya.


Kainer langsung mengarahkan wajahnya ke arah cermin dan benar saja kalau disana ada di pangeran dari kerajaan Fostiarus yang terlihat sangat marah, juga cemas.


"Salam hormat saya, putra mahkota Dimitri dan pangeran Arthur" ucap Kainer sopan kepada dua pangeran tampan itu.

__ADS_1


"Tidak usah berbasa-basi, kami punya banyak pertanyaan untuk diajukan padamu!" Arthur menunjuk ke arah Kainer dengan mata yang tajam.


"Benar, tapi alangkah baiknya jika kita bicara secara langsung wahai Raja iblis" ucap Dimitri yang ingin tau keadaan Camellia dan bertatap muka dengan adiknya yang berada di istana iblis itu


Apa maksud mereka ini adalah...Kainer tampak berfikir, ia sedang mengartikan kata-kata Dimitri.


"Baiklah, kita bisa bicara secara langsung. Tapi, seperti nya kalian yang harus kemari karena keadaan Camellia tidak memungkinkan untuk pergi kemana-mana" jelas Kainer yang setuju dengan kata-kata Dimitri


"Bagaimana caranya untuk kami bisa kesana?" tanya Dimitri pada Kainer


Sebuah cahaya hitam muncul dari tubuh Kainer, Raja iblis itu memejamkan matanya. Kemudian dalam sekejap mata, si Raja iblis itu sudah muncul di depan kedua pangeran dari kerajaan Fostiarus.


WUSH~~~


Dimitri dan Arthur sempat merasa terpesona dengan sihir teleportasi yang dimiliki oleh Kainer. Tidak heran dengan identitas nya sebagai Raja iblis terkuat dan tidak ada yang bisa menandingi nya. Dia bisa dengan mudah menggenggam dunia atau bahkan menghancurkan nya.


Kedua pangeran itu merasa rendah diri melihat kekuatan Kainer yang sangat menakjubkan. Mereka membayangkan bahwa kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan Kainer.


Tidak heran dia memang Raja iblis. Sungguh menakjubkan, seperti nya kekuatanku ini memang tidak ada apa-apa nya di depan dia. batin Arthur


Seandainya dia manusia dan bukan raja iblis. Dan seandainya saja dia tidak ada hubungan nya dengan kematian ibu dan hilangnya ayah. Mungkin aku akan menerimanya dengan mudah. Pria kuat seperti nya pasti bisa melindungi Lia. Batin Dimitri menyayangkan kalau Kainer adalah Raja iblis


Ada apa dengan mereka?


"Putra mahkota Dimitri, pangeran Arthur! mari kita pergi!" ajak Kainer pada Arthur dan Dimitri


"Ah iya.." jawab Arthur yang baru saja sadar dari lamunannya.


Kenapa aku dan kakak malah terpesona padanya?. Arthur melihat ke arah kakaknya yang juga baru sadar dari lamunannya itu.


Apa yang kupikirkan? bagaimana pun juga iblis dan manusia tidak mungkin bisa bersama. batin Dimitri meneguhkan lagi fakta bahwa adiknya tidak akan bisa bersatu dengan Kainer, dan itu sudah takdir.


Kainer membuat sebuah lingkaran teleportasi yang bisa membawa mereka bertiga ke dunia iblis.


Arthur Dimitri dan Kainer masuk ke dalam lingkaran hitam itu secara bersamaan. Mereka pun menghilang dan dalam sekejap mata sudah sampai di depan istana Pragma.


Dimitri yang baru pertama kali ke dunia iblis, melihat-melihat ke arah sekitarnya dengan waspada. Dimitri merasakan kalau hawa di dunia manusia sangatlah berbeda dengan hawa di dunia iblis.


"Kalian tidak usah cemas, disini aman. Masuklah! disini tempat Camellia tinggal" ucap Kainer menyambut ramah kedua kakak dari gadis yang ia cintai itu.

__ADS_1


"Jangan sok ramah pada kami! sekali iblis ya tetap iblis!" seru Arthur ketus pada Kainer


Istana ini sangat indah, apa Lia benar-benar tinggal disini?. Arthur takjub melihat istana yang indah dan megah itu.


Kainer diam saja dan bersabar di perlakukan ketus oleh Arthur, untuk meninggalkan kesan baik pada kedua pangeran itu.


Mereka bertiga berjalan menyusuri lorong menuju ke kamar Camellia. Terlihat beberapa prajurit iblis sedang berjaga disana. Sembari berjalan, Dimitri memulai introgasi nya pada Kainer.


"Berapa orang yang tinggal di istana ini? apa kau juga tinggal disini?" tanya Dimitri mengarah pada Kainer.


"Hanya Camellia, beberapa pelayan dan prajurit penjaga yang ada disini." jawab Kainer


"Kau tidak tinggal disini?"tanya Arthur tak percaya


"Tidak, Camellia dan saya sudah menetapkan agar tidak melewati batas" jawab Kainer jujur


"Syukurlah, berarti adik kami masih perawan" Arthur tersenyum lega


"Arthur! jangan bicara sembarangan!!" Dimitri mengingatkan pada adiknya agar jangan bicara sembarangan.


"Kita sudah sampai" ucap Kainer pada pintu besar berwarna pink yang ada di depan nya itu.


Salah satu penjaga mengatakan kedatangan Kainer ke dalam kamar Camellia. Pintu itu terbuka lebar. Terlihat Camellia yang baru saja ingin merebahkan dirinya di ranjang.


Camellia terkejut melihat kedua kakaknya ada di hadapannya. Bahkan ia sampai mengucek ucek matanya. Merasa tak yakin dengan apa yang ia lihat.


Aku pasti berhalusinasi, kedua kakak ku tidak mungkin ada disini.


"Kainer, apa kau sedang menggunakan sihir ilusi padaku?! jangan bercanda, ini tidak lucu!" Camellia masih menatap kedua pria yang tidak asing baginya, berdiri di belakang Kainer.


"Kau pikir aku menggunakan sihir?' Kainer tersenyum pada Camellia.


Dimitri dan Arthur tersenyum lalu berlari menghampiri Camellia dan memeluk adik mereka dengan penuh haru dan kerinduan.


"Lia? apa kau baik-baik saja?? kami sangat mencemaskan dirimu" kata Dimitri cemas


"Kak Dimitri, lihat ini! lama tidak bertemu dan adik kita menjadi kurusan!' Arthur memegang kedua pipi Camellia dengan gemas" Kemana hilangnya chubby yang ada di pipi ini? " Arthur menatap adiknya dengan cemas


"A-Apaa??!! jadi aku tidak bermimpi? kalian memang benar-benar ada disini?!!" Camelia tercengang merasakan sentuhan kedua kakaknya yang terasa nyata. Padahal ia pikir ini cuma mimpi.

__ADS_1


...--***--...


__ADS_2