
Pov
Camellia Kainer
...🍂🍂🍂...
Suhu tubuh Camellia mulai membaik, terlihat dari bibirnya yang semula pucat kembali menjadi merah. Aludra dan Kara menyimpulkan dari hasil pemeriksaan mereka, bahwa Camellia akan segera sadar.
Kedua dokter dari dunia yang berbeda itu, bekerja sama untuk membuat obat penahan rasa sakit untuk Camellia.
Kainer masih menunggu Camellia yang masih belum siuman, setelah menunggu selama beberapa jam. Camellia mulai membuka matanya perlahan-lahan.
"Kainer?" panggil nya pada Raja iblis yang duduk di samping nya
"Camellia? kau sudah sadar? apa yang kau rasakan? apa ada yang sakit? ayo katakan padaku!" Kainer menatap cemas ke arah kekasihnya itu yang baru saja siuman, tangannya memegangi tangan lembut Camellia.
"Kau harus bertanya satu satu, aku bingung bagaimana menjawabnya" Camellia beranjak duduk di ranjangnya.
"Pelan-pelan, kau tiduran saja. Kau masih sakit" Kainer khawatir melihat Camellia duduk di ranjang. Kainer memakaikan mantel hangat pada tubuh kekasihnya itu.
"Aku baik-baik saja kok, tapi apa yang terjadi padaku?" tanya Camellia kebingungan dengan tubuhnya yang agak dingin.
"Ada racun di dalam makanan dan di dalam tubuhmu ada racun. Tapi, kau tenang saja! aku akan menyelidiki siapa yang sudah melakukan ini padamu, aku akan menghukum nya seberat-beratnya" Kainer tersenyum lega, tangannya masih menggenggam tangan yang lembut itu.
Makanan ku diracuni? Keith yang membawa makanan nya, tapi mana mungkin dia?
"Ellia, kenapa kau diam saja? apa kau merasa sakit?" tanya Kainer
"Dimana Keith, Monia dan Greta? panggilkan mereka kemari" Camellia menanyakan keberadaan kstaria penjaga dan dua orang dayang setianya.
"Mereka tidak disini, mereka di penjara" jawab Kainer
"Mengapa mereka dipenjara? apa kau yang memenjarakan mereka?!!" tanya Camellia tercekat kaget mengetahui kalau orang-orang nya berada di dalam tahanan
"Ya, mereka mungkin sedang menjalani proses interogasi" jawab Kainer
"Kau mencurigai mereka yang meracuniku??!" seru Camellia sambil mendelik kesal pada Kainer.
"Tentu saja, disini tidak ada yang tidak bisa dicurigai. Semua orang mempunyai motif untuk mencelakai mu" Kainer mengatakan nya dengan tegas bahwa semua orang bisa mencelakainya kapan saja dan dimana saja.
"Aku tau itu bahkan sejak pertama aku datang kemari. Semua orang disini patut dicurigai, tapi tidak dengan orang-orang ku," Camelia sepenuhnya sangat mempercayai orang-orang terdekatnya. Apalagi Monia dan Greta.
__ADS_1
"Tetap saja mereka harus diintrogasi, aku tidak mau pelaku yang meracuni mu lepas begitu saja" ucap Kainer tegas
"Bawa aku ke sana! bawa aku pada mereka!" Camellia mulai beranjak dari ranjangnya.
"Kau tidak akan kemana-mana tanpa seizin ku" tolak Kainer
"Aku akan pergi sendiri" Camellia mulai melangkah pergi meninggalkan kamarnya. Kainer menggunakan sihir nya untuk menahan tubuh Camellia.
SRET
"KYAKK!!" Camellia terkejut dengan tali sihir yang mengikat tubuhnya.
"Aku sudah bilang kau tidak boleh pergi kemanapun! kau sungguh keras kepala, tubuhmu masih lemah sekarang" Kainer terheran-heran dengan sikap keras kepala kekasihnya itu.
Mengertilah Camellia, aku tidak mau mengambil resiko jika terjadi sesuatu padamu lagi. Lebih baik aku mengurung mu disini agar kau aman.
"Kau selalu saja berkehendak sendiri! lepaskan aku!"
Tubuh Camellia yang melayang oleh tali sihir itu, jatuh pelan-pelan terduduk di ranjang nya. Camellia menatap kesal ke arah Kainer.
"Aku bilang aku mau menemui mereka! kenapa kau menghentikan ku?!" gerutu nya sebal
"Kau mau menemui mereka, lalu apa yg akan kau lakukan?" tanya Kainer
"Mereka tidak akan bisa dibebaskan sebelum proses interogasi nya selesai, itu hukum di istana ku dan di dalam kerajaan iblis" kata Kainer tegas
Bagaimana kalau mereka disiksa disana? apalagi Greta, dia kan manusia sama seperti ku. Aku harus menolongnya. batin Camellia cemas
"Tolonglah.. aku mohon lepaskan mereka. Mereka tidak mungkin meracuniku.. kalau tidak ada mereka, aku akan sendirian" Camellia memohon di depan Raja iblis itu menggunakan wajah memelas, berharap dikasihani oleh Kainer.
Ayolah, kau pasti lemah melihat wajah dan suaraku yang seperti ini.
"Tidak ada gunanya bertingkah imut seperti itu. Cepat hentikanlah, aku tidak suka melihatmu seperti ini. Bukannya merasa kasihan, aku malah ingin tertawa melihat mu begitu," Kainer tersenyum melihat kekasih nya yang bertingkah imut di depan nya.
Tidak berhasil. Batin Camellia sebal
"Cih, pokoknya aku tetap mau menemui mereka" kata Camellia tetap teguh pada pendirian nya.
"Apa kau merasa khawatir dengan keselamatan mereka? kau tenang saja tidak akan ada siksaan seperti itu untuk mereka. Karena mereka hanya di introgasi saja" Kainer menyentuh kepala Camellia dengan lembut seraya menenangkan nya.
"Benar tidak ada?" tanya Camellia dengan mata memincing menatap ke arah Kainer.
__ADS_1
"Iya tidak ada hal yang seperti itu'
"Kau serius kan? bagaimana aku bisa mempercayai iblis seperti mu?" tanya Camellia meragukan Kainer.
Rupanya dia tidak percaya. Terpaksa harus pakai cara ini.
Kainer mengambil sebuah belati, lalu ia menggores tangannya dengan belati itu. Camellia terkejut dan langsung menghampiri Kainer dengan cemas.
"Apa yang kau lakukan?! kau mau bunuh diri hanya karena aku tidak percaya padamu??!" Camellia memegang tangan kiri Kainer yang berdarah darah itu. Camellia mengambil sapu tangan lalu menutupi darah yang mengucur di tangannya.
"Apa? aku bunuh diri? kau seperti nya salah paham, aku tidak bermaksud untuk.." Kainer kebingungan.
"Kau bodoh! bagaimana jika kau kehabisan darah? kau menggoresnya tepat di urat nadi mu! aku percaya padamu bahkan jika kau tidak melakukan ini" Camellia mengomeli Kainer yang sudah melukai tangannya sendiri.
"Kau yang bodoh! aku bukan nya mau bunuh diri, tapi aku melakukan ini untuk melakukan janji darah dengan mu"
"Janji darah? oh jadi kau tidak bermaksud untuk bunuh diri?" tanya Camellia dengan wajah polosnya.
"Meskipun aku membunuh diri ku berkali-kali, atau ada yang mencoba membunuhku. Aku tidak akan mati, kau tau kan kalau aku adalah Raja iblis dan aku akan abadi sampai akhir zaman" jelas Kainer pada Camellia
DEG!
Camellia tersentak oleh kata-kata Kainer dan tertampar kenyataan kalau Kainer adalah Raja iblis yang akan hidup sampai akhir zaman. Usianya mungkin lebih panjang darinya yang manusia biasa. Kainer sendiri juga merasakan hal yang sama dengan Camellia, yang tertampar oleh kata-kata nya sendiri.
Aku baru sadar kalau aku dan Kainer berasal dari dunia yang berbeda. Mau seperti apapun kami saling mencintai, mau seperti apapun aku bertahan. Cinta kami tidak akan abadi dan kami tidak akan bisa selalu bersama. Aku akan menua dan mati sedangkan Kainer akan tetap hidup abadi. Baguslah, aku tidak perlu melihat kematiannya. Karena aku yang akan mati lebih dulu. batin Camellia sedih mengingat takdir yang membentang diantara mereka berdua.
Benar juga, aku dan Camellia berasal dari bangsa yang berbeda. Aku akan berumur panjang, sedangkan dia mungkin akan mati dalam usia sekitar 60 tahunan. Lalu setelah itu akan bagaimana hidupku tanpanya? bagaimana aku bisa melihat kematiannya? Dan bagaimana bisa aku hidup di dunia yang tidak ada kau di dalamnya?
Tangan Kainer yang tadi terluka tiba-tiba saja lukanya menghilang. Darahnya juga berhenti mengucur. Kainer dan Camellia saling bertatapan dengan mata yang sedih. Tangan kekar Kainer meraih tubuh Camellia lalu memeluknya.
Tidak, aku tidak mau melihatmu mati. Aku tidak mau hidup dalam kesepian tanpa ada dirimu. Aku tidak akan sanggup menanggungnya. Aku harus hidup abadi bersamanya. Kainer memeluk Camellia semakin erat.
"Ada apa Kainer? kenapa kau memelukku dan ini?" tanya Camellia sambil membalas pelukan hangat Raja iblis itu
"Camellia.. maukah kau bersamaku selamanya?" tanya Kainer
"Kenapa kau menanyakan hal yang sudah pasti?" tanya Camellia pada Kainer
"Maksudku mau kah kau menjadi abadi sama seperti ku?" tanya Kainer
Camellia langsung terkejut, ia melepaskan genggaman tangannya dari pelukan Kainer. Camellia menatap Kainer dengan wajah yang tegang.
__ADS_1
...---***---...