Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Kau sudah gila!


__ADS_3

...***...


Theodore melewati lorong istana itu, ia berencana untuk kembali ke kamarnya setelah mengantar Camellia ke kamarnya.


Theodore melihat Annelise yang sedang duduk di dekat taman, pada malam hari dengan baju tidurnya yang terbilang tipis. Gadis itu tampak sedih, terlihat matanya bengkak karena menangis.


"Putri Annelise, sedang apa kau disini?" tanya Theodore


"Apa peduli anda, yang mulia putra mahkota?" tanya Annelise


"Secara pribadi aku memang tidak peduli padamu, tapi aku hanya sekedar peduli biasa pada saudara sepupu calon istriku" jelas Theodore jujur


Mengapa kau begitu tergila-gila padanya? apa aku sama sekali tidak pernah ada di hatimu? mengapa dia spesial dan aku tidak?


"Terimakasih, tapi aku tidak butuh perhatian mu" kata Annelise ketus


"Aku tidak tau ada apa dengan mu dan apa masalahmu, aku sebenarnya tidak ingin tau. Putri Annelise, aku hanya tidak suka kau bersikap kasar dan tidak baik para calon istriku" jelas Theodore


"Oh? begitu ya? kau tidak suka aku bersikap tidak baik padanya?" tanya Annelise dengan kesal


"Ya, aku tidak suka." jawab Theodore


"Kau mau tau alasannya kenapa? aku bersikap seperti ini karena seorang pria yang begitu bodohnya mencintai seseorang yang bahkan tidak pernah mencintai nya sama sekali. Dia bahkan mengemis cintanya!"


JLEB!


Serangan dari mulut tajam Annelise langsung membuat Theodore sempat terdiam. Dan beberapa saat kemudian ia tersenyum sinis.


"Jadi...inilah sifat asli dari putri Annelise yang selalu disanjung sanjung oleh semua orang? yang sifatnya lemah lembut dan baik hati. Aku tidak tau kalau putri yang lemah lembut itu aslinya bermulut tajam, dan tidak bisa menjaga kata-kata nya" Theodore sinis


DEG!


Annelise tersentak, ia tersadar bahwa mulutnya , lidah nya yang tidak bertulang itu sudah menyakiti perasaan Theodore. Membuat pria itu semakin berpikiran buruk padanya.


"Aku cukup tau saja kalau putri Annelise sangatlah berbudi luhur" Theodore menyungging senyuman sinis nya pada Annelise.


Ya Tuhan! apa yang sudah ku katakan? kenapa aku bicara seperti itu padanya? tanpa sadar aku melukai hatinya. Annelise kebingungan.


Annelise terlihat merasa bersalah, ia pun mengejar Theodore yang belum jauh melangkah darinya.


"Putra mahkota Theodore! tunggu!" ujar Annelise


Annelise berlari mengejar Theodore, dan beberapa saat kemudian tanpa sengaja gaunnya terinjak dan membuat ia jatuh ke lantai.


BUGH!


Theodore menoleh kebelakang begitu mendengar suara sesuatu yang jatuh, ia melihat Annelise sedang duduk menangis dan memegang pergelangan kaki nya.


"Uhh.. sakit" rintih nya sambil memegang pergelangan kakinya


Ah! sial! umpat Theodore dalam hati


Pria itu mendekati Annelise dan melihat keadaan nya, dengan terpaksa ia memapah Annelise yang sedang menangis. Dan mendudukkan nya di sebuah kursi.


"Sakit tidak?" tanya Theodore


"pakai tanya segala lagi? tentu saja sakit!" gerutu Annelise kesal

__ADS_1


"Aku akan panggilkan pengawal mu, mereka akan memapah mu" ucap Theodore cuek


Dia sangat cengeng, berbeda dengan Camellia yang mandiri dan tegas.


Apa dia serius akan meninggalkan ku disini? dalam keadaan seperti ini? Kenapa sih hanya pada Camellia saja, putra mahkota Theodore bersikap lembut?. Batin Annelise sakit hati


"Aku mau kau yang memapah ku" Kata Annelise dengan berani


"Aku tidak bisa. Camellia akan salah paham, aku tidak bisa menyentuh wanita lain selain dirinya, kecuali dia melihat keadaannya" kata Theodore menolak tegas


Annelise mengepal tangannya, wajahnya penuh kekecewaan. Betapa setianya pria yang bernama Theodore ini pada calon istrinya yang bahkan tidak mencintainya? Sial! beruntung sekali saudara sepupu nya itu, mendapatkan pria sempurna seperti Theodore. Annelise yang tidak pernah mengumpat, jadi mengumpat dalam saking emosinya.


Theodore benar-benar meninggalkan Annelise disana bersama seorang pengawal. Annelise hanya bisa mengelus dadanya, dan memendam kesedihan.


...***...


Di kamar Camellia..


Kainer berbaring santai dengan baju tidur terbuka yang memperlihatkan bentuk badannya. Camellia kaget karena pria itu masih mau menemuinya walaupun sudah disakiti olehnya berkali-kali.


"Sedang apa kau disini Raja iblis yang terhormat?" tanya Camellia sambil menyandarkan tubuhnya di pintu kamar, tangannya menyilang di dada, menatap sinis pria yang sedang berbaring di ranjangnya dengan santai


"Aku rindu pada kekasihku, jadi aku datang kemari" kata Kainer sambil meminum air berwarna ungu di dalam gelas."Kau mau? wine ini rasanya enak loh" Kainer tersenyum pada Camellia


"Keluar dan pergilah dari sini!" Camellia mengusir pria yang masuk tanpa izin ke dalam kamarnya


"Mau pergi kemana aku tanpamu?" tanya Kainer "Lia kemarilah, ayo kita tidur bersama" ajak nya


"Kau sudah gila ya? tidak tahu malu! apa yang kau lakukan dikamar seorang wanita yang akan segera menikah?"tanya Camellia memanasi


"Haha.. kau tidak akan berani, kalau kau membunuhnya. Maka aku akan mati bersamanya juga" jelas Camellia


SLING


"KYAA!!"


Kainer menggunakan sihirnya untuk menarik tubuh gadis keras kepala itu ke sisi nya. Camellia kini berada tepat di depan Kainer, dan mereka dalam posisi berpelukan.


GREP


Kenapa aku masih merasa nyaman di dalam pelukan nya? Ya tuhan.. Camellia terdiam membeku dalam pelukan Kainer.


"Aku tau kau rindu padaku, tapi tidak usah memeluk ku terlalu erat begini" Kainer tersenyum dan balas memeluknya.


Aku tau Camellia, di dalam hatimu masih ada diriku.


"Si-siapa yang memeluk mu? kau yang membawaku ke pelukan mu!" seru Camellia kesal sembari menjauhkan dirinya dari Kainer.


Camellia sadarlah, kau sudah punya putra mahkota Theodore.


"Keluar kau dari sini, pergilah Lucifer"


"Mengapa kau memanggilku begitu? aku adalah Kainer mu" ucap pria itu sambil menatap Camellia


"Kau bukan Kainer, kau Lucifer.. Raja iblis yang mulia" sanggahnya


"Kenapa kau selalu menghindari ku? jelas-jelas kau mencintaiku, kau selalu mengelak nya. Kau terlalu realistis, Camellia"

__ADS_1


"Aku hanya tidak mau terluka, pada akhirnya kita tidak akan berakhir dengan baik" ucap Kainer


"Jadi benar kan kau mencintaiku?" Kainer memeluk gadis itu dari belakang.


Camellia bisa merasakan hembusan napas Kainer di bahunya, betapa hangatnya pelukan dari pria yang ia cintai itu. Insting mulai bergerak dengan sendirinya, Camellia hendak membalas pelukan Kainer tapi ia menarik tangannya kembali.


Camellia bodoh! apa yang kau lakukan? apa yang akan kau pikirkan?


"Pergilah dan lupakan aku, ini akan baik untuk kita berdua" ucapnya sembari menyingkirkan tangan Kainer yang memeluk erat dirinya.


"Aku harus lakukan apa lagi untuk meruntuhkan kerasnya hatimu itu? Ellia.. apa aku harus memaksamu?" tanya Kainer serius


"Tidak bisakah kau menerima kenyataan saja! jangan lakukan apapun untuk mengikat ku disisi mu, karena aku akan selalu lari" kata Camellia


"Walaupun kau berkata seperti ini, tapi aku tau ada cinta yang besar di dalamnya."


"Tidak ada cinta! puas?!" Camellia menyilangkan tangannya di dada.


"Dasar keras kepala! baiklah, aku akan pergi dari sini. Tapi aku akan datang lagi bersama pasukan yang banyak untuk langsung menjemput mu" Kainer beranjak dari tempat tidur itu.


"Apa yang akan kau lakukan? apa kau benar-benar akan berperang?" tanya Camellia mulai cemas


"Kenapa sayang? kau khawatir? tenang saja, kau dan keluarga mu adalah pengecualian. Aku tidak mungkin menyakitimu" Kainer tersenyum


"Aku serius bertanya! tapi kau malah bercanda!" seru gadis itu marah-marah


"Sayang, aku juga serius. Aku hanya memberitahukan ini padamu saja, bersiaplah dalam waktu satu Minggu"


Apa dia benar-benar serius? tidak! tidak boleh ada yang mati lagi!. Camellia panik


"Tidak bisakah kau hentikan perangnya? akan banyak orang yang mati" Camellia memohon


"Mungkin akan ku pertimbangkan kalau kau mau kembali denganku sekarang" Kainer tersenyum dan mengulurkan tangannya


"Tidak, aku tidak akan pergi"


"Percayalah padaku, kau mau menolak sekeras apapun itu. Nanti kau akan kembali padaku, malah kau yang akan memohon padaku. Ya sudah, aku mau kembali.'


"Kau benar-benar.. "


"Ah tunggu, ada yang kelupaan" Kainer kembali membalikkan badannya dan menghampiri Camellia.


Tangan kekarnya meraih leher Camellia, dan satunya lagi merangkul pinggul mungilnya. Kainer menyatukan bibirnya pada bibir merah Camellia yang indah, ia menyesap bibir yang manis itu. Menyapu yang ada di dalam mulutnya dengan lidah.


"Hmph!! Hmph!!" Camellia memukul mukul tubuh Raja iblis itu, tapi Kainer semakin merengkuhnya dengan erat. Mencium bibirnya semakin dalam.


"HAHhhh...kau sudah gila ya" Camellia bersiap melayangkan tamparan nya pada wajah Kainer, namun ia teringat saat terakhir kali Camellia menamparnya.


"Harusnya bibirmu adalah satu satunya milikku, tapi dia mengotorinya. Namun, aku sudah membersihkan nya" Kainer menyentuh bibir Camellia dengan tangannya yang mulai panas


Dia tau kalau Theodore mencium ku?


Sial! berlama-lama disini akan membuat otak ku Travelling! aku akan pergi saja.


"Lain kali jaga bibirmu itu baik-baik, aku akan mengambil semua tubuhmu pada saatnya nanti" Kainer menyeringai lalu pergi dari kamar Camellia, menghilang ditelan sebuah lubang yang gelap.


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2