
🍀🍀🍀
"Apa syaratnya?" tanya Camellia sekali lagi
"Dirimu.. adalah syaratnya" jawab Kainer
"Aku? apa maksudmu?"
"Kembalilah ke dunia iblis bersamaku dan tinggallah selamanya disana" Kainer menatap Camellia dengan serius
"Apa?!" Camellia memang sudah menduga kalau Kainer akan meminta nya tinggal di dunia iblis. Tapi, selamanya? bagaimana bisa?
"Kau mau mereka mati atau hidup, tergantung pada keputusan mu"
"Tidak.. tidak bisakah bangsa iblis dan bangsa manusia berdamai saja?"
Raja iblis itu menghela napas panjang, lalu ia menyunggingkan senyuman tipis di bibirnya, "Itu tidak ada di dalam pilihan mu, Camellia sayang"
"Memang tidak ada, ini hanya keinginan hatiku. Tidak bisakah bangsa iblis dan manusia berdamai? atau berteman?"
"Hahaa.. bisa " Kainer tertawa
"Benarkah? lalu bagaimana caranya?" tanya Camellia dengan mata yang berbinar-binar
"Kalau para manusia itu bersedia ikut dengan kami ke neraka, maka iblis dan manusia bisa berteman" kata Kainer serius
"Itu tidak mungkin.." gumam nya
"Memang tidak mungkin, selamanya manusia dan iblis tidak bisa hidup dalam satu atap. Iblis dan manusia tidak akan bisa hidup berdampingan satu sama lain" jelas Kainer
Mengapa Kainer terlihat sangat berbeda.. saat dia masih menjadi manusia, dia adalah pria yang lembut. Tapi, sekarang dia tampak menyeramkan? dia bukanlah Kainer ku yang dulu. Dia sudah menjadi iblis sepenuhnya.
Melihat keadaan yang tidak menguntungkan bagi para manusia, Camellia pun mengambil keputusan yang berat. Matanya menatap Kainer penuh keteguhan, bibirnya mulai berucap bahwa ia akan pergi bersama Kainer selamanya ke dunia iblis. Asalkan Kainer dan bangsa iblis tidak menganggu manusia di bumi selamanya.
"Keputusan yang bijak, Camellia" Kainer
"Kau harus tepati janjimu sekarang juga!" seru Camellia tegas
Terlalu banyak korban yang meninggal. Dan ini semua karena bangsa iblis. Camellia kesal pada bangsa iblis yang sudah banyak membunuh manusia.
Walaupun ini hanya sekedar transaksi bagimu, perlahan tapi pasti, waktu akan membuatmu dengan sendirinya, bersedia bersamaku selamanya. batin Kainer
"Gordon,Keith! kalian dengar aku?" Kainer berbicara dengan kedua bawahannya itu melalui telepati nya.
"Ya yang mulia!" jawab Keith dan Gordon
"Pukul mundur seluruh pasukan, kembali ke dunia iblis" titah Kainer
Lagipula sudah banyak kematian, itu sudah cukup untuk Raja neraka.
"Apa?!" Gordon dan Keith terkejut dengan perintah Rajanya itu.
"Aku tidak suka mengulang kata-kata ku" ucap Kainer dingin
__ADS_1
"Baik yang mulia!"
Satu kata dari Raja iblis itu benar-benar membuat semua bangsa iblis mundur, kembali ke dunia mereka. Kini yang tersisa hanya mayat mayat dan orang orang yang terluka disana. Matahari kembali terbit dan bersinar terang.
"Aku sudah lakukan apa yang kau minta" ucap Kainer
"Ya, turunkan aku sekarang"
"Kenapa? kau mau kabur? kau mau ingkar janji?" tanya Kainer berfikir yang bukan-bukan
"Kemana aku akan kabur? aku akan melihat keadaan keluarga ku sebelum aku pergi denganmu. Izinkan aku berpamitan lebih dulu ya?" bujuk nya sembari merengek manja pada Kainer. Hal ini tak pernah dilakukan olehnya.
"Kau menang"
WUSH---
Kainer membawa Camellia kembali turun dari atas langit. Arthur, Dimitri, dan Gustaf langsung berlari menghampiri Camellia. Disana juga Ada Gloria dan Theodore yang sedang membantu orang-orang yang terluka. Mereka melihat Camellia bersama Kainer.
"Lia, apa kau baik-baik saja?" tanya Arthur sambil memeluk adiknya
"Aku baik-baik saja kakak" senyuman pahit tersirat di bibirnya
Bagaimana aku mengatakan pada mereka? aku bingung.
Paman dan kedua kakak Camellia itu memandangi Kainer dengan tatapan penuh kebencian. Sudah jelas apa alasannya mereka membenci Kainer. Mereka memaki Kainer yang sudah mengacau di dunia manusia, bahkan mereka mengusir Kainer. Namun, Raja iblis itu santai saja dan tetap berdiri di belakang Camellia.
Pelan-pelan, Camellia mengambil napas panjang. Menyiapkan hatinya untuk mengatakan hal yang sulit pada keluarga nya.
Paman dan kedua Kakak Amelia tercengang mendengar bahwa adik mereka akan ikut dengan Lucifer ke dunia iblis. "Camellia, apa maksudmu?" tanya Gustaf tak paham
"Aku akan pergi bersamanya ke dunia iblis" jawab Camellia tegas
"Kau tidak bisa pergi! apa maksudmu dengan pergi?" tanya Theodore dengan wajah sedih.
Camelia melepaskan cincin yang tersemat di jarinya, dan menyerahkan pada tangan Theodore. Theodore terpana dengan apa yang Camellia lakukan, kepalanya menyimpan banyak pertanyaan untuk gadis yang ada di depannya itu.
Camellia hanya bisa mengatakan maaf padanya, karena Theodore berhak mendapatkan wanita yang lebih baik darinya. Dalam artian pernikahan mereka dibatalkan. Theodore tersentak! hatinya terluka seperti habis di tusuk oleh pedang, mendengar kata maaf dari Camellia adalah pertanda buruk, pertanda penolakan untuknya.
Diam-diam Kainer tersenyum senang melihat Theodore yang ditolak oleh Camelia.
"Tapi.. tapi kenapa.." Theodore memegang cincin ditangannya dengan galau
"Maafkan aku, aku tidak bisa menikah denganmu. Maafkan aku karena menyakiti hatimu, kau pasti akan mendapatkan wanita yang baik"
"Tidak ada wanita yang baik untukku, hanya kau saja yang baik untukku! Camellia, apa dia memaksamu meninggalkanku? katakan padaku!" Theodore memegang tangan Camellia, lalu Kainer menepis tangan Theodore yanh memegang tangan Camellia.
Memang dia yang memaksaku meninggalkan dunia ku sendiri, tapi hatiku memang masih mencintainya. Syukurlah belum terlambat bagiku untuk menyudahi hal yang seharusnya tidak pernah aku lakukan, yaitu menyakitimu Putra mahkota Theodore.
Camellia memeluk paman dan kedua kakaknya, ia memaksakan dirinya untuk tersenyum. Demi keamanan dunia nya, ia akan pergi lagi ke dunia iblis. Theodore menelan pahitnya penolakan menyakitkan dari Camellia, kstaria yang hebat dalam berperang itu dibuat menangis oleh Camellia.
"Lia! aku tidak pernah mengizinkan mu untuk pergi ke dunia iblis bersamanya! kami tidak pernah mengizinkan!" teriak Dimitri emosi
"Kau tidak menghargai kami sebagai saudara mu? apa kau mau egois dan keras kepala seperti ini?!" seru Arthur marah
__ADS_1
"Kakak, maafkan aku.. maaf kak. Aku harus pergi"
"Ka-kalau kau harus pergi demi menyelamatkan semua orang. Maka bawa aku juga, apa gunanya aku disini kalau tidak melihatmu disisi ku, Lia!" seru Arthur
"Tidak kakak! Lucifer, ayo pergi!" Camellia memegang erat tangan Kainer
Aku mengerti kesedihan mu berpisah dengan keluarga mu. Aku yakin, nanti kau akan mengerti kalau aku melakukan semua ini untukmu. Mungkin sekarang kau menangis, tapi nanti kau akan bahagia. Karena takdirmu bersamaku.
"Ayo sayangku" Kainer memegang tangan Camellia
"CAMELIA!!" teriak Dimitri marah" kalau kau pergi dari sini, aku tidak akan pernah mengakui mu sebagai adikku lagi!" ancam nya
Mengapa kau melakukan pengorbanan seperti ini seorang diri? dulu juga kau menderita sendirian, kau selalu menanggung semuanya sendirian.
DEG!
Camellia memalingkan badannya, kedua bola matanya mulai berderai air mata. Kainer merasa sedih melihatnya, tapi ia juga tidak mau gadis itu menarik lagi keputusan nya. Kainer ingin memiliki Camellia untuk dirinya sendiri. Arthur, Dimitri, Gustaf dan Theodore melihat Camellia dengan tatapan kecewa bercampur sedih.
"Tunggu!! Raja iblis, saya ingin bicara!" seru Gloria sambil melangkah maju ke arah Kainer
"Ada apa?" tanya Kainer
"Jangan membawa tuan putri!" larang Gloria
"Siapa kau berani memerintah ku?" tanya Kainer dengan mata yang marah
"Kau akan menyesal jika kau membawanya ke dunia mu, penyesalan yang tidak ada akhirnya" jawab Gloria
"Apa maksudmu?"
"Dalam penglihatan ku.. jika kau tetap bersikeras membawa nya ke dunia iblis, dia akan mengalami penderitaan, bahkan kematian"
"Ha.. jangan mengatakan omong kosong. Tidak akan ada yang seperti itu selama Camellia bersamaku. Justru, aku akan membuatnya bahagia dan selalu menjaganya" kata Kainer penuh percaya diri.
Apa camellia akan mati bila bersamaku? omong kosong macam apa ini? jika dia berada di kastil ku, dia akan lebih aman karena ada aku yang selalu menjaganya.
"Tidak! kalian mungkin akan bahagia, tapi itu tidak akan lama. Lepaskan tuan Putri dan biarkan dia hidup bahagia dengan orang lain tapi itu bukan anda!." jelas Gloria tegas
"Nenek tua, kesabaran ku juga ada batasnya!"
GREP
Kkkeukk!!!
Kainer mencekik leher Gloria dan mengangkat tubuh nenek tua itu hingga ke atas. Camellia dan yang lainnya panik melihat itu. "Hentikan! kau akan membunuhnya! lepaskan dia Lucifer" ujar Camellia pada Kainer
Kkkeukkh
"Lucifer!!" teriak Camellia pada Raja iblis itu.
Kemarahan Lucifer tidak terkendali, ia terus mencekik leher nenek tua itu dengan kekuatan nya dan penuh amarah.
...---***---...
__ADS_1