Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 2. Pekerjaan baru


__ADS_3

Time travel di mulai dari sini ya!


Jangan lupa like, komen dan follow author nya😍😍❤️


🍀🍀🍀


Beberapa jam sebelumnya, seorang gadis cantik berambut panjang masih tertidur di ranjangnya. Gadis itu berkeringat dingin dan tidak tenang dalam tidurnya. Entah ia bermimpi buruk atau sedang sakit, ia terus bergerak tidak karuan, menggelengkan kepalanya.


Bahkan ia menangis di dalam tidurnya.


"Tidak.. jangan.. aku tidak mau mati!!" teriak gadis itu ketakutan dan sedih


Seorang wanita paruh baya menghampiri nya dan mencoba membangunkan nya dari tidur. "Violet, bangunlah! apa kau baik-baik saja nak?" tanya wanita paruh baya itu sambil menggoyangkan tubuh gadis bernama Violet itu.


Violet membuka matanya, ia terlihat berkeringat. Air mata membanjiri wajahnya, gadis cantik itu menghela napasnya.


"Haaah...haaah... ibu, syukurlah ibu membangunkan ku" Violet merasa bersyukur karena ia bisa terbangun dari tidurnya


"Kau memimpikannya lagi, nak?" tanya Bu Elisa cemas sambil membelai rambut panjang berwarna pirang anak gadisnya itu.


"Iya Bu, sudah seminggu ini aku memimpikan nya. Selalu mimpi yang sama dan aku merasa seperti gadis di dalam mimpiku itu Bu" jelas Violet dengan wajah yang sedih


Violet selalu memimpikan hal yang sama selama satu minggu itu. Ia bermimpi tentang seorang pria tampan bersayap hitam membunuh seorang wanita berambut perak dengan pedang nya. Setiap kali Violet memimpikan nya, Violet selalu merasa sedih dan merasa seperti ia adalah wanita di dalam mimpinya itu.


Kesedihan wanita berambut perak itu seolah sampai padanya dan menusuk hatinya. Violet selalu bertanya-tanya siapa orang-orang yang ada di dalam mimpinya itu? dan mengapa mereka selalu muncul.


"Sudahlah nak, jangan dipikirkan lagi. Mimpi itu hanya bunga tidur, sekarang bersiaplah! bukankah ini adalah hari pertama mu bekerja?" tanya Bu Elisa seraya menenangkan anaknya itu.


"Iya Bu, aku akan pergi ke kamar mandi dulu"ucap Violet sambil beranjak dari tempat tidurnya


"Iyah, ibu akan bereskan tempat tidurmu dan siapkan sarapan. Kau mandi saja yang tenang, jangan banyak pikiran" ucap Bu Elisa perhatian pada putrinya


Violet tersenyum dan mengangguk, ia masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Ia bercermin di depan kaca kamar mandi nya sambil menggosok gigi. Melihat mata nya yang berwarna biru langit, dan rambut pirangnya. Kulit nya putih bersih, hidungnya mancung, bibir nya terlihat seksi dan tipis.


Gadis itu selalu bersyukur dengan wajah cantik yang dianugerahi oleh Tuhan padanya. Namun, entah kenapa ia selalu merasa wajahnya itu bukanlah wajahnya. Terkadang bayang-bayang wanita cantik berambut perak itu selalu ada saat ia sedang bercermin.

__ADS_1


"Ini benar-benar gila! putri cantik yang seperti dari negeri dongeng itu.. sebenarnya siapa dia? mengapa dia selalu muncul di benakku? dan pria itu, kenapa saat aku melihatnya muncul di dalam mimpiku, aku selalu merasa sedih?" gumam nya sambil membersihkan tubuhnya dengan air.


Baginya, kamar mandi adalah tempat dimana ia bisa bersantai sendirian dan bicara sendiri. Memikirkan semua kepenatan nya dengan berendam di air hangat.


Violet adalah seorang gadis dari abad modern. Gadis berusia 23 tahun itu baru saja lulus S2 dari salah satu universitas ternama di Inggris. Ia memiliki seorang ibu bernama Elizabeth Marie Swan dan seorang kakak laki-laki bernama Mike Antonio Swan yang berprofesi sebagai pengacara di salah satu kantor firma hukum di kota itu.


Hari itu adalah hari pertama nya bekerja sebagai karyawan baru di sebuah perusahaan bernama Maxton grup. Sebuah perusahaan besar di bidang teknologi, fashion dan make over yang terkenal di kota itu.


Violet sangat bahagia karena ia bisa diterima di perusahaan besar itu. Tidak semua orang bisa masuk ke dalam perusahaan itu. Setelah selesai sarapan pagi, Violet berpamitan pada ibunya.


"Bu, aku berangkat dulu" ucap gadis itu sambil membawa tas selempang nya.


"Hati-hati di jalan Violet, maaf katanya kakak mu tidak bisa mengantar mu" ucap Bu Elisa pada Violet


"Iya Bu, tidak apa-apa. Aku mengerti kakak sibuk sampai harus lembur. Pasti banyak kasus yang ia tangani" Violet mengerti pekerjaan kakak nya sebagai pengacara memang tidak mudah. Setiap ada kasus, Mike pasti selalu lembur di kantornya malah jarang pulang ke rumah untuk berkumpul dengan ibu dan adik perempuan nya.


Violet segera berangkat bekerja, ia naik taksi supaya tidak terlambat di hari pertama nya bekerja. Jam menunjukkan pukul 7 pagi, masih bisa lah Violet untuk bersantai sedikit.


Saat sedang duduk santai di dalam taksi, perhatian Violet teralihkan pada sebuah TV besar yang ada di pusat kota. Di tv itu memperlihatkan betapa hebatnya grup Maxton yang sudah mendunia.


"Itu karena Presdir grup Maxton adalah orang yang sangat misterius" ucap supir taksi pada Violet


"Benarkah begitu pak?" tanya Violet dengan mata nya yang penasaran


"Saya tidak tau bagaimana jelasnya, tapi saya tau dari karyawan yang bekerja disana. Katanya presdir Maxton grup itu jarang terlihat oleh karyawan lainnya, dan dia tidak suka terekspos oleh media. Orangnya tertutup, tapi kabar burung bilang kalau dia sangat tampan.." ucap supir taksi itu bergosip pada Violet


"Oh begitu ya" bibir Violet membulat saat mendengar nya


Tampan ya? misterius? memang nya setampan apa dirinya sampai tidak mau menunjukkan dirinya pada media?. Violet jadi penasaran saat memikirkan sosok pemimpin Maxton grup itu


Jalanan tiba-tiba saja menjadi macet karena ada sebuah mobil mogok. Hanya tinggal beberapa menit lagi, waktu yang tersisa untuk Violet masuk ke tempat kerjanya.


"Pak, saya turun disini saja!" ucap Violet sambil membayar pak supir taksi itu dengan uang tunai.


Dengan memakai heels nya, Violet berlari menuju ke arah kantornya terburu-buru. Violet sangat takut terlambat.

__ADS_1


"Aduh! bagaimana bisa tiba-tiba macet? menyebalkan!" gerutu nya kesal sambil berlari menuju ke arah pintu masuk kantor.


Saat tinggal beberapa langkah lagi, ia melihat seorang wanita tua yang berteriak bahwa tas nya di curi.


"Tolong! tas ku di curi!! tas ku!!' teriak wanita tua yang tak mampu mengejar si pencuri itu


Bagaimana ini Violet? hanya tinggal beberapa langkah lagi.. tapi wanita tua dan pencuri itu..


Gadis itu bingung untuk memilih antara kemanusiaan dan mas depannya. Akhirnya ia melepaskan kedua heels di kaki nya lalu melemparnya tepat ke kepala si penjambret tas yang berpakaian hitam-hitam itu.


PLETAK


"Auhhh!" di pencuri itu terlihat kesakitan memegang kepalanya


"Diam kau disana pencuri!" teriak Violet penuh keberanian tanpa rasa takut


Violet menghampiri pencuri itu dengan keadaan telanjang kaki, lalu ia memukul pencuri itu habis habisan dengan tas selempang nya dan ilmu taekwondo yang dimilikinya. Dengan mudah nya Violet memelintir tangan pria itu, tak lama kemudian polisi datang kesana dan menangkap si pencuri.


"Nyonya, ini tas anda. Coba anda periksa, apakah ada yang hilang atau tidak" ucap nya sambil menyerahkan tas berwarna merah itu pada wanita tua yang baru saja ditolongnya


Wanita tua itu memeriksa tas nya dan tidak ada yang hilang. Ia sangat berterimakasih pada Violet yang sudah menolongnya. Setelah itu Violet yang baik hati mengantarkan wanita tua ke taksi.


Ia mengambil kedua heels nya yang patah dan meratapi hells nya itu.


"Aduh, kenapa harus patah segala?" gerutu Violet sambil mematahkan heels sepatu nya yang satunya lagi. Akhirnya kedua sepatu itu menjadi pendek seperti pentople. "Nah, begini lebih baik"


Tanpa ia sadari seorang pria memakai jas hitam melihat nya tak jauh dari sana. Di belakang nya ada seorang pria berkacamata dan berpakaian rapi juga.


Violet merasa ada angin aneh berhembus ke arahnya, ia menoleh ke arah pria tampan itu dan tanpa sengaja kedua mata mereka bertemu.


Mengapa hatiku terasa aneh saat menatap pria ini?. Batin Violet sambil menyimpan tangannya di dada. Ada rasa sakit, rindu, yang tak bisa dijelaskan oleh kata-kata.


Pria itu juga tercekat saat melihat Violet, apalagi ketika ia melihat bola mata biru sebiru langit milik Violet.


...---***---...

__ADS_1


__ADS_2