
...🍁🍁🍁...
Dengan hati yang berbunga-bunga, Kainer melangkah pergi ke istana hijau. Kainer pergi kesana untuk menemui Vairas dan Zefanya.
"Yang mulia Raja iblis telah tiba!!" ujar seorang pengawal mengumumkan kedatangan Kainer ke istana hijau
Pintu istana hijau terbuka lebar, terlihatlah disana Zefanya sedang duduk santai sambil menikmati seteguk darah dan seonggok daging yang cukup besar di meja.
Mulut nya belepotan darah, buru-buru Zefanya menghapus darah yang ada di mulutnya itu.
Apa Lucifer kemari karena ingin menemui ku untuk meminta maaf?
"Salam Raja iblis"
"Kau masih makan daging manusia?" tanya Kainer menatap sinis daging mentah berlumuran darah yang ada di atas meja.
"Iya, aku masih tidak bisa mengendalikan n*fsu ku terhadap daging manusia" jawab Zefanya
"Kau tidak boleh makan di sembarang tempat, Camellia tidak suka darah. Dia akan muntah muntah kalau melihat darah di sekitarnya" Kainer mengingatkan Zefanya untuk tidak makan di depan Camellia karena ia tau kalau Camellia pernah muntah ketika melihat darah dan tidak mau makan.
"Kau kemari hanya untuk mengatakan ini?" tanya Zefanya kesal
Bagaimana bisa pria yang sudah ku kenal lebih dari 200 tahun bisa berubah karena manusia rendahan itu? Zefanya bisa merasakan bahwa Lucifer yang ia kenal sudah mulai berubah. Tunangan nya berubah karena ia sempat bereinkarnasi menjadi manusia dan jatuh cinta pada manusia.
"Aku kemari untuk mencari ayahmu, dimana Raja Vairas?" tanya Kainer pada Zefanya, karena ia tak melihat batang hidung si Raja Vairas itu
"Dia sedang pergi ke kastil serigala, ada apa?" tanya balik Zefanya
"Apa yang dia lakukan disana?" tanya Kainer sambil menatap curiga pada Zefanya.
"Ayahku.. dia.. dia hanya berkunjung saja dan melihat apakah istana serigala baik-baik saja" jawab Zefanya gugup
Gawat kalau sampai Lucifer tau, ayah pergi untuk membangun pasukan pemberontak. batin Zefanya
"Oh begitu ya? kalau dia sudah datang, tolong sampaikan padanya aku ingin bertemu dan bicara empat mata dengannya" ucap Kainer tegas pada Zefanya
Ada apa dengan reaksi Zefanya? dia terlihat gugup. Aku yakin ada yang dia sembunyikan. Aku akan meminta Gordon memantau Vairas.
"Apa kau benar-benar tidak akan menikahi ku?" tanya Zefanya sedih
"Benar. Istriku, kekasihku dan ratu ku satu satunya hanyalah Camellia" jawab Kainer tanpa ragu, ia menekankan dengan tegas kalau Camellia adalah satunya cinta dalam hidupnya.
"Aku kalah oleh manusia rendahan itu? aku? Zefanya? yang berasal dari bangsa iblis kalah oleh manusia rendahan?" harga diri Zefanya terluka, ia kalah dari Camellia yang tidak sebanding dengannya. "Dia yang bahkan tidak punya apa-apa untuk dibandingkan denganku, dia tidak punya kekuatan sebesar kekuatan yang ku miliki, bahkan hidupnya tidak abadi!" seru Zefanya kesal
"Sejak awal kau tidak pernah kalah Zefanya. Karena kau tidak pernah menang, dan tidak pernah ada kesempatan untuk mu menang darinya." ucap Kainer tegas tanpa keraguan
Ada atau tidak ada kau di dalam hidupku, aku akan tetap mencintai Camellia.
"Apa kau benar-benar tidak punya perasaan apa apa padaku?" tanya Zefanya sakit hati
__ADS_1
"Tidak" jawab Kainer
"Kau.. kau akan menyesal. Dari awal manusia dan iblis tidak akan pernah bisa bersama, aku mengingatkan mu! kau tidak akan pernah bisa bahagia bersamanya! cinta mu hanya akan menyakiti nya, Lucifer" Zefanya mengingatkan Kainer bahwa iblis dan manusia tidak bisa bersama
"Jangan pernah coba ingatkan aku! aku dan Camelia akan menciptakan akhir yang bahagia dalam hubungan kami. Itu saja yang perlu kau tahu, kami tidak akan berakhir dengan kesedihan" Kainer menatap Zefanya dengan penuh keyakinan, bahwa kisahnya tidak akan berakhir dengan menyedihkan
"Kita lihat saja nanti" Zefanya tersenyum sinis melihat ke arah Kainer
Kainer pergi meninggalkan kastil hijau dan kembali ke istana Pragma. Malam itu, Kainer melihat Camellia yang sudah tertidur pulas.
"Kau bilang mau menungguku? tapi kau malah tertidur lebih dulu. Dasar kau benar-benar membuatku tidak bisa berkata-kata" Tangan kekarnya membelai Camellia dengan lembut. Hatinya yang keras kini sudah luluh lantak, Camellia meruntuhkan pertahanan hati nya itu.
Keinginan nya saat meminta reinkarnasi benar-benar terwujud, ia meminta hidup sebagai manusia dan mendapatkan cinta. Dan Cinta itu kini sudah ada di depan matanya. Seorang wanita cantik dengan rambut perak, mata biru yang indah sebiru air samudera.
CUP
Kainer mengecup kening Camellia dengan penuh cinta. "Aku berharap aku bisa hidup bersamamu selamanya. Aku berharap umurmu panjang, aku ingin menua bersamamu. Tapi, aku adalah iblis yang akan hidup sampai akhir zaman. Camellia, aku berjanji akan menciptakan kebahagiaan untukmu pada kisah kita. Kisah kita tidak akan berakhir menyedihkan, aku janji" Kainer memegang erat tangan Camellia dengan penuh kasih sayang dan kelembutan.
🍀🍀🍀
Keesokan harinya, Camellia terbangun dari tidurnya. Greta dan Monia menyambut pagi hari yang dibuat oleh Kainer. Karena di dunia iblis tidak ada pagi hari, jadi Kainer menciptakan pagi buatan untuknya. Agar Camellia merasa bahwa ia berada di dunia nya sendiri.
"Yang mulia anda sudah bangun?" tanya Greta menyambut Camellia yang baru saja beranjak dari ranjang nya melangkah menuju ke arah jendela
"Rasanya seperti mimpi kau ada disini Greta" ucap Camellia sambil tersenyum ramah pada dayang nya itu
"Saya juga yang mulia, saya merasa pagi ini seperti mimpi."
Dia benar-benar membuatkan matahari buatan seolah ini adalah pagi di dunia ku sendiri. Dasar dia.. Camelia tersenyum sendiri melihat matahari bersinar terang di luar jendela kamarnya.
"Kenapa yang mulia selalu mengusir saya? saya tidak akan pernah pergi lagi dari yang mulia, saya akan tetap berada disini!" seru Greta sebal
"Baiklah. Kalau kau merasa tidak nyaman, kau bicara saja padaku ya. Jangan ragu" kata Camellia pengertian
"Baik yang mulia"
Perkataan yang mulia itu benar, ia memang di perlakukan dengan baik disini. Tapi tetap saja ini dunia iblis. Pasti ada banyak iblis yang membenci yang mulia disini. batin Greta cemas
Tok, tok,tok
"Siapa?" tanya Greta pada seseorang yang mengetuk pintu kamar Camellia
"Ini saya Monia" jawab Monia dari balik pintu
"Masuklah!" ujar Camellia
Monia memberikan hormat pada Camellia. Greta dan Monia berkenalan, mereka pun bekerjasama melayani Camellia dengan baik atas perintah Kainer. Greta tidak menyangka bahwa ada iblis sebaik Monia di dunia iblis.
Saat selesai mandi dan berganti pakaian, Camellia duduk di teras istana Pragma. Menikmati taman bunga semu yang dibuat oleh Kainer untuknya. Camellia juga terkejut melihat ada danau disana.
__ADS_1
"Yang mulia bilang kalau tuan putri suka dengan danau, jadi yang mulia membuatkan danau untuk tuan putri" jelas Monia yang sedang menemani Camellia berjalan di sekitar danau
"Benarkah? aku hanya mengatakan nya sekali tapi dia benar-benar membuatkannya, bahkan ada perahu juga" Camellia tersenyum melihat danau dan perahu yang ada disana. Terlihat sama persis dengan danau dan perahu yang ia naiki di danau desa Winterne.
Raja iblis memang mencintai tuan putri, tapi kenapa hatiku tetap cemas pada keselamatannya? batin Greta cemas
"Yang mulia, ini saya bawakan cemilan kesukan yang mulia dari dunia manusia" ucap Keith yang tiba-tiba muncul membawa nampan berisi sepiring cemilan dan segelas susu coklat.
Tuan putri pasti akan senang, karena aku membawa camilan kesukaannya. batin Keith
"Terimakasih Keith" jawab Camellia sambil tersenyum hangat
Aku pikir dia sudah mulai berubah, sikapnya juga baik padaku.
Camellia duduk di sebuah kursi yang ada di tepi danau. Ia menikmati cemilan dan minuman yang dibawa oleh Keith sambil menikmati view yang ada disana.
"Greta, Monia, apa kalian mau juga?" tanya Camellia sambil memakan cemilan itu dengan lahapnya
"Tidak yang mulia, kami sudah sarapan" jawab Monia dan Greta
"Sarapan? apa iblis juga sarapan? dengan apa kalian makan?" tanya Camellia keheranan
"Saya sarapan daging rusa tadi pagi" jawab Monia
"Daging rusa?!" tanya Camellia sambil meneguk susu di dalam gelas.
"Mentah?" tanya Greta
"Iya masih hidup dan mentah" jawab Monia
Greta dan Camellia langsung tertawa saat mendengarnya. Memang bangsa iblis makan daging mentah, tapi mendengarnya sendiri dari Monia. Mereka merasa geli.
"Oh ya Keith, dimana yang mulia Raja?" Camellia menanyakan keberadaan Kainer pada Keith
"Sebentar lagi yang mulia akan segera kemari" jawab Keith dengan wajah ramahnya
DEG deg deg deg
Jantungku.. ada apa? kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh di dalam tubuhku..
Camellia beranjak dari kursinya, tangan nya memegang dada. Greta, Monia dan Keith melihatnya dengan cemas.
"Ada apa yang mulia?" tanya Keith khawatir
"Aku tidak.. uhuk uhuk.." Camellia memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Lalu gadis itu pun jatuh tak sadarkan diri.
"YANG MULIA!!" teriak Greta, Monia dan Keith panik langsung menghampiri yang mulia.
"Yang mulia!! yang mulia!! apa yang terjadi??!" Greta menangis dan panik memegang tubuh Camellia yang dingin. Darah dari mulutnya membanjiri gaun nya yang berwarna biru langit itu.
__ADS_1
"Yang mulia!!" teriak Monia panik, ia menatap Keith dengan tajam seolah mencurigainya.
...---***---...