
🍂🍂🍂
"Kainer, aku harus bicara secara pribadi dengan kak Dimitri dan kak Arthur, bisakah kau tunggu diluar saja?" bujuk gadis itu pada Kainer
"Iyah aku akan menunggumu. Pangeran Arthur, Putra mahkota Dimitri, aku tunggu diluar" jawab Kainer sambil tersenyum lembut pada Camellia dan kedua kakaknya itu.
Benarkah dia adalah Raja iblis? rasanya aku tidak percaya bahwa Raja iblis bisa tunduk pada adikku seperti itu. batin Arthur curiga
Meski mendapatkan perlakuan kasar dan sinis dari kedua kakak Camellia, Kainer tetap bersabar menahan emosinya. Kainer menuruti perkataan gadis itu dan pergi meninggalkan Camellia dan kedua kakaknya untuk bicara secara pribadi.
"Lia, apa kau sudah tidur dengannya?" tanya Arthur tiba-tiba
"Apa yang kakak katakan?! kenapa kakak bicara sembarangan?" tanya Camellia kaget dengan pertanyaan kakak nya, tidur bersama maksudnya apa?
"Arthur, apa maksud dari pertanyaan mu itu?!" tanya Dimitri yang ikut marah mendengar pertanyaan Arthur pada Camellia
"Ma-maafkan aku.. aku tidak bermaksud menyinggung Lia. Aku hanya berfikir kenapa si Raja iblis itu begitu tenang dan menurut pada adik kita. Apa dia sudah memaksamu melakukan hubungan itu?" tanya Arthur curiga
"Itu tidak benar, aku dan dia tidak pernah melakukan hal seperti itu! percaya atau tidak, dia sangat sabar menghadapi ku. Dia juga adalah orang yang pengertian" jelas Camellia jujur
"Benarkah? iblis itu orang yang pengertian?!!!" Arthur tak percaya kata-kata adiknya, bahwa si Raja iblis itu bisa bersabar dan pengertian pada Camellia.
"Lia, apa benar kau tidak di siksa disana? apa dia memaksamu melakukan hal yang tidak kau inginkan?" tanya Dimitri melihat ke arah Camellia dengan cemas
"Sama sekali tidak kak, lihatlah aku baik-baik saja dan tubuhku juga sehat." Camellia tersenyum ceria meyakinkan kedua kakaknya bahwa ia baik-baik saja
Meskipun hidup di dunia iblis sana, aku harus selalu bersiap menghadapi bahaya.
"Benar juga, kau gemuk ya?" Arthur memperhatikan pipi adiknya yang semakin tembem itu
"Mereka tidak berani macam-macam padaku, para iblis itu juga tunduk padaku. Kalian jangan cemaskan aku, pikirkanlah diri kalian sendiri" jelas Camellia pada kedua kakaknya
Setelah selesai berbincang dengan kedua kakaknya untuk waktu yang cukup lama. Camellia dan Kainer berpamitan pada Dimitri dan Arthur.
Kedua pangeran itu masih tidak ikhlas kalau Camellia harus kembali ke dunia iblis yang penuh dengan bahaya untuknya. Namun, Camellia tidak bisa tinggal bersama kedua kakaknya dulu sampai Kainer benar-benar tidak mengancamnya lagi. Camellia percaya bahwa suatu saat nanti Kainer akan melepaskannya dengan sendirinya, tanpa mengancam akan menghancurkan dunia manusia lagi.
"Kakak kalian harus jaga kesehatan ya, jangan cemaskan aku" Camellia memeluk kedua kakaknya sebelum ia kembali ke dunia iblis.
__ADS_1
"Kalian jangan khawatir, saya akan selalu menjaga putri Camelia dari marabahaya" kata Kainer penuh kesungguhan
"Yang paling berbahaya itu adalah kau, jadi kau lah yang harus nya menjauhi Lia" ucap Arthur sinis
"Raja iblis, aku ingin kau menjamin keselamatan adikku selama disana sampai kembali kesini. Jika adikku terluka sedikit saja, kau akan menanggung akibatnya" ancam Dimitri pada Raja iblis itu
"Jika terjadi sesuatu pada Camellia, maka aku sendiri yang akan mengakhiri hidupku" jawab Kainer
"Kakak, aku akan kemari mungkin 2 Minggu lagi" ucap Camellia
Saat Camellia akan terbang bersama Kainer, Greta berlari menghampiri Camellia sambil membawa tas besar ditangannya.
"Yang mulia Raja iblis, saya mohon bawalah juga saya ke dunia iblis" Greta menatap Camellia dan Kainer dengan mata yang berkaca-kaca
"Maaf Greta, tapi disana berbahaya. Kau jangan ikut dan disini saja" Camellia menolak Greta yang ingin ikut dengannya.
Terlalu beresiko membawa Greta kesana. Disana ada banyak mata dan pedang yang mengarah ke arah ku bersiap membunuhku.
"Yang mulia Raja iblis! saya mohon izinkan saya ikut! saya ingin menjaga tuan putri, saya janji tidak akan merepotkan" Greta memohon kepada Kainer untuk membawanya juga
Percuma aku berada di istana ini, bila tidak ada tuan putri. Selama ini Greta kesepian karena putri yang ia layani tidak ada bersamanya, ia sudah berjanji ingin mengabdikan seluruh hidupnya untuk melayani Camellia.
"Lia, biarkan Greta ikut bersama mu. Dia sudah galau setiap hari karena tidak ada kau disisinya" ucap Arthur merasa kasihan pada Greta yang galau ditinggal oleh Camellia
Kainer terlihat berfikir, mungkin akan lebih baik jika Greta ikut ke dunia iblis untuk menghibur Camellia dan menemaninya.
"Baiklah kau boleh ikut" Kainer setuju
"Benarkah? saya boleh ikut? terimakasih yang mulia!!" Greta tersenyum bahagia karena diizinkan ikut oleh Kainer
"Kainer, kenapa kau.."
"Lebih banyak orang yang menjaga mu itu lebih baik, dan kau tidak akan kesepian jika ada orang terdekat mu disisi mu" Kainer memotong ucapan Camellia
"Haahh.. ya baiklah"
Arthur dan Dimitri terpana melihat sendiri sikap lembut Kainer pada adik mereka. Kedua pangeran itu keheranan, mengapa iblis jatuh cinta pada adik mereka? sampai melakukan hal se ektrim ini untuk mendapatkan nya.
__ADS_1
"Gordon! Keith! keluar!" ujar Kainer pada kedua pesuruhnya yang dari tadi bersembunyi. Mereka berdua pun menampakkan diri.
Apa dari tadi mereka mengikuti ku dan Kainer? mengapa aku tidak sadar? batin Camellia terkejut melihat Keith dan Gordon yang sudah ada di depannya
"Kami menghadap, yang mulia"
"Bawa wanita itu dengan aman sampai istana Pragma. Keselamatan nya adalah tanggungjawab kalian!" titah Kainer pada dua orang kepercayaan nya
"Ya yang mulia"
****
Kainer dan Camellia sampai ke istana Pragma. Sebelum pergi mengganti pakaian nya, Kainer berpesan pada Camellia agar jangan bertemu dengan Vairas maupun Zefanya tanpa sepengetahuan nya. Camellia mengerti maksud nya, ia tau kalau Vairas berniat jahat padanya.
"Kalau begitu aku masuk dulu"ucap Camellia pamit pada Kainer
"Iya, aku juga akan kembali dulu ke istana ku sebentar" Kainer tersenyum lembut
Aku harus memperingatkan mereka agar tidak menggangu Ellia. batin Kainer
"Iya baiklah" jawab Camellia yang akan melangkah masuk ke istananya.
Aku harus bilang apa ya di akhir kencan pertama kami?
Camellia terlihat ragu-ragu, ia pun berlari mendekati Kainer yang akan melangkah pergi. Camellia memberikan Kainer sebuah kecupan manis di pipinya.
MUACH
"Hehe, terimakasih untuk kencannya hari ini" Camellia tertawa kecil setelah mencium pipi Kainer
"Apa aku sudah lulus untuk menjadi kekasihmu?" tanya Kainer sambil memegang pipinya yang baru saja dicium itu
"Belum, kan masih ada dua kencan lagi yang akan menentukan kau jadi kekasihku atau tidak" jelas nya
"Baiklah kita rencanakan lagi nanti, kalau begitu apa kau suka kencan kita hari ini?" tanya Kainer
"Iya aku suka dan senang. Hari ini aku tau kalau ayahku mungkin masih hidup, aku juga bertemu dengan kedua kakakku, lalu aku seharian bersamamu" jelas Camellia bahagia
__ADS_1
Kainer tersenyum mendengar Camellia yang bahagia melakukan kencan pertama mereka. Lalu Camellia masuk ke dalam istana itu.
...---***---...