
πππ
Mata Bu Elisa berbinar-binar saat melihat sosok Leonardo James Maxton yang tampan dan berwibawa. Seakan memberi lampu hijau, Bu Elisa mengundang Leon ke rumahnya untuk sekedar minum teh dan menjamu nya.
"Tidak perlu ibu, pak Presdir sangat sibuk. Dia tidak ada waktu untuk mampir" Violet mengusir Leon secara halus
Bisa gawat kalau ibu mengundang nya ke rumah, ibu pasti bicara yang macam-macam. Apalagi soal kisah cintaku. Huh!
"Benarkah pak presdir sangat sibuk? tidak bisakah anda mampir dulu ke rumah kecil kami?" tanya Bu Elisa setengah memohon pada Leon
Seperti nya aku akan suka pria ini, dia akan cocok untuk menjadi menantu laki-laki ku. Wajahnya tampan dan menawan, tapi untuk itu aku harus mengintrogasi nya.
"Sudahlah ibu, dia sibuk jangan memaksanya begitu" ucap Mike membantu Violet bicara
"Saya tidak sibuk, jika mampir sebentar.. saya bisa. Itu pun kalau ibu tidak keberatan" ucap Leon dengan senang hati dia ingin tau kehidupan seperti apa yang dijalani reinkarnasi kekasihnya itu.
"Benarkah? kalau begitu ayo masuk pak Presdir, kita minum teh dulu sambil berbincang sedikit" ajak Bu Elisa semangat sambil memegang tangan Leon.
"Ta-tapi ibu.." Violet kehabisan kata-kata, ibunya memang selalu berbuat seenak hatinya. Apakah ini akan menjadi masalah?
Bu Elisa dan Leon sudah masuk lebih dulu ke dalam rumah. Sementara Violet dan Mike masih berdiri di depan gerbang rumah mereka.
"Apa kau pacaran dengan pria itu?" tanya Mike pada adiknya
"Kakak bicara apa? aku tidak pacaran dengannya atau dengan siapa pun! dia hanya bos ditempat ku bekerja"
"Baguslah kalau tidak pacaran. Aku tidak terlalu suka dengan pria itu" ucap Mike menyampaikan pendapat nya yang tidak suka pada Leon sejak pandangan pertama.
"Tidak suka dia? kenapa? aku pikir dia bukan tipe pria yang playboy" pendapat Violet tentang bos nya yang kalem dan tidak tebar pesona pada wanita.
"Dia terlihat setia, tapi aku tidak suka padanya. Dia terlihat menyembunyikan sesuatu, tatapan matanya sangat dalam, terutama saat dia melihatmu. Carilah pria yang normal saja" Mike menepuk kepala Violet dengan penuh kasih sayang
"Pria normal? memangnya dia tidak normal? tatapan mata yang dalam seperti apa?" tanya Violet penasaran dengan apa maksud kata-kata kakaknya.
Anehnya aku merasa kalau kata-kata kakak ku benar. Dia selalu menatapku dengan tatapan yang tidak pernah bisa ku artikan apa maksudnya, seakan-akan kita pernah saling kenal dan bertemu. Padahal aku dan dia baru saja bertemu beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
"Sudahlah, kau tidak usah tau. Yang jelas kau tidak boleh menjalin hubungan dengan orang seperti dia. Dia terlalu sempurna untuk mu yang jelek dan remahan ini" celetuk Mike mengejek pada adiknya
"A-Apa?! apa maksud kakak aku jelek??" bibir Violet membulat mendengar ejekan dari kakaknya itu.
"Sudah sudah! ayo masuk, kita harus menjamu bos mu itu" Mike tersenyum sambil berjalan meninggalkan adiknya yang kesal disana
"Kakak sangat menyebalkan! ini sebabnya Kakak tidak punya pacar di usia kakak sekarang! itu karena kakak selalu mengejek ku dan ikut campur urusanku! huh!" gerutu gadis itu kesal pada kakaknya
Aku hanya ingin yang terbaik untukmu Violet, sebelum aku bahagia. Kau duluan yang harus bahagia. batin Mike tulus pada Violet.
Violet dan Mike masuk ke dalam rumah. Di sana terlihat lah Leon sedang duduk di sofa, Bu Elisa sibuk menyajikan beberapa cemilan di meja untuk Leon.
"Maafkan saya pak presdir, di rumah kami hanya ada makanan seperti ini" ucap Bu Elisa dengan senyuman sopan dan ramahnya pada pria itu
"Tidak apa-apa Bu, ini sudah cukup" jawab Leon dengan senyum tipis di bibirnya
Leon memperhatikan beberapa foto yang terpasang di dinding rumah itu. Ada banyak foto Mike dan Violet terpajang disana, Leon juga melihat ada lemari yang berisi banyak piala.
Rumah sederhana dan tidak terlalu luas itu membuat Leon merasa sedikit tidak nyaman. Dia merasa kalau Violet hidup kesulitan bersama keluarga nya di kehidupan nya kali ini. Padahal di kehidupan sebelumnya, Violet adalah seorang putri kerajaan dan tinggal di istana megah nan mewah.
Apa Violet kesusahan sampai dia tinggal di rumah yang sederhana seperti ini? apa dia bahagia sebagai Violet? aku harus membuatnya bahagia, kalau begitu aku akan menjadi kekasihnya agar aku bisa membuatnya bahagia dan dekat dengannya. Camellia harus mendapatkan kebahagiaan dari segala aspek, aku harus pastikan semua itu.
"Ah ya? aku baik-baik saja. Bu, piala nya banyak sekali.. piala siapa ini?" tanya Leon penasaran dengan piala yang menumpuk di lemari kaca tempat piala disimpan
"Oh, piala-piala itu adalah piala penghargaan Violet dan kakaknya. Tapi, banyaknya piala itu adalah milik Violet" jelas Bu Elisa sambil tersenyum bangga pada putri dan putranya itu
"Bolehkah saya melihat piala-piala itu?" tanya Leon penasaran ingin melihat piala-piala itu dari dekat.
"Silahkan pak" jawab Bu Elisa memperbolehkan Leon melihat lihat piala itu.
Kenapa bos nya Violet terlihat sangat penasaran tentang nya? mencurigakan. Mike memperhatikan gerak-gerik Leon yang terlihat penasaran dengan adiknya.
Leon hanya tersenyum melenguh mendengar isi pikiran Mike tentangnya. Leon melihat-lihat piala yang ada disana. Banyaknya piala adalah piala taekwondo, bela diri, menyanyi, lari maraton, di bidang olahraga dan seni.
Persis seperti Camellia, di masa lalu dia juga menyukai hal-hal seperti ini. Hobi berpedang, bela diri dan dia suka menyanyi. Leon teringat Violet
__ADS_1
"Jadi kau pandai menyanyi juga?" tanya Leon sambil melihat ke arah Violet.
"I-itu.." Violet bingung mau menjawab apa mendengar perkataan Leon.
"Benar pak! Violet memang jago nya dalam bidang seni dan olahraga" ucap Bu Elisa membanggakan putrinya itu
"Jangan lupa juga bu, kalau Violet jago meluluhkan hati pria" ucap Mike pada ibunya
Meluluhkan hati pria? hati siapa yang sudah dia luluh kan? batin Leon merasa tak nyaman mendengar nya
Eh? kenapa kakak bicara seperti itu?. batin Violet terkejut mendengar ucapan kakak nya.
"Mike, kenapa kau bicara begitu?" tanya Bu Elisa sambil memukul tangan anaknya.
PLAK
"Itu memang kenyataan nya Bu, Violet yang bodoh selalu bisa meluluhkan hati pria" ucap Mike sambil tersenyum pada adiknya itu
"Hehe, itu tidak benar! dan adikmu tidak bodoh!" Bu Elisa mencubit perut Mike dengan gemas, meminta nya untuk diam.
"Aduh, sakit Bu!" rintih Mike kesakitan sambil memegang perutnya
"Lalu, apakah Violet sudah punya kekasih, bu?" tanya Leon pada Bu Elisa
Mike dan Violet terpana mendengar pertanyaan dari Leon pada ibunya.
"Eh.. ehm.. kurasa belum" jawab Bu Elisa
Kenapa si tampan menanyakan pertanyaan seperti ini? apa dia suka pada Violet? batin Bu Elisa
"Kalau begitu, bolehkah saya menjadi kekasih Violet, Bu??" tanya Leon dengan wajah nya yang serius itu.
"APA?!!"
...---****---...
__ADS_1
Readers.. mohon maaf banget ya mungkin untuk sementara waktu, novel ini akan Hiatus karena author sibuk untuk mengerjakan 3 novel lainnya dan satu novel sedang mengajukan crazy up πβΊοΈ tenang saja, novel ini belum tamat kok, author pakai label end untuk menghindari surat cinta saja...ππ
Kalau author sempat, author akan sempatkan untuk up novel ini, tapi author gak janji βΊοΈ