
🍁🍁🍁
"Kau bilang apa? hidup abadi? apa maksudmu Kainer??!" tanya Camellia sembari menatap serius ke arah Kainer, ia sangat menantikan jawaban dari kekasihnya itu.
Aku keceplosan. Seharusnya aku tidak berbicara tentang ini. Aku ingin dia bersamaku selamanya, tapi bukan berarti mengubahnya jadi sama seperti ku.
"Tidak, aku tidak bilang apa-apa. Aku akan pergi menemui mereka di penjara. Kau diam saja disini, aku akan segera kembali" kata Kainer terburu-buru, ia beranjak dari ranjang tempat nya duduk bersama Camellia.
"Tapi barusan kau bilang.."
"Kalau kau membutuhkan sesuatu, ada Gordon yang berjaga di depan pintu. Patuhlah, atau aku akan mengikatmu lagi. Jangan kemana-mana! kalau kau lapar dan haus, ada makanan dan minuman di mejamu yang dijamin tidak beracun" Kainer menyambarnya kata-kata kekasihnya yang belum usai itu, lalu ia mendaratkan bibirnya pada kening Camellia.
Aku harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum Camellia menanyakan hal yang macam-macam lagi.
CUP
Kainer menghilang begitu saja dari pandangan Camellia dengan buru-buru bersama dengan angin berhembus di sekitarnya.
WUSH~~~~
"Kainer! aku belum selesai bicara!" seru Camellia pada Kainer yang sudah menghilang dari pandangan nya itu.
Setelah membuatnya penasaran dengan pertanyaan dan tawaran tentang hidup abadi. Kainer malah pergi begitu saja meninggalkan Camellia.
"Hidup abadi? apa maksudnya hidup abadi? dengan cara apa aku bisa hidup abadi? Dasar.. menyebalkan sekali, setelah membuatku penasaran dia malah kabur begitu saja. Baiklah, aku akan bertanya saja pada Gordon. Siapa tau dia bisa menjawab rasa penasaran ku" Camellia tersenyum penuh tekad.
Camellia pun memanggilku Gordon yang sedang berjaga di luar kamarnya, ia pun menanyakan pertanyaan tentang kehidupan abadi yang dimaksud oleh Kainer dan rasa penasarannya.
"Yang mulia, benarkah Baginda bertanya begitu?" tanya Gordon tak yakin kalau Kainer menanyakan pertanyaan yang akan membuat nya dirinya terjebak.
Apa yang mulia benar-benar ingin mengubah takdir tuan putri? bukankah sebelumnya dia menolak dan tidak mau melakukan nya?
"Iya, makanya aku menanyakan nya padamu tuan Gordon. Apa kau tau apa maksudnya yang mulia Raja bicara seperti itu? apa yang dimaksud dengan hidup abadi?" tanya Camellia bingung
DEG!
Gordon berdebar mendengar pertanyaan Camellia, ia juga bingung mau menjawab apa.
🍀🍀🍀
__ADS_1
Di istana Fostiarus..
Keadaan kerajaan dan rakyatnya sudah mulai membaik sejak iblis tidak terlihat lagi di dunia manusia. Dimitri juga akan di angkat menjadi Raja Fostiarus yang sah dalam beberapa hari lagi. Namun ia masih menunggu Camellia yang sudah satu minggu tidak datang ke istana Fostiarus.
Disisi lain, hubungan Theodore dan Annelise berlangsung dengan baik. Mereka resmi menjalin hubungan pertunangan dan memulai kisah cinta yang baru. Meski belum sepenuhnya putra mahkota dari Ilios itu melupakan tentang Camellia. Namun, ia membuka pintu hatinya untuk Annelise yang mencintainya dan selalu ada bersamanya.
****
Malam itu..
Langit mendung tanpa bintang dan bulan yang terlihat, sama seperti hati seorang pria yang sedang gundah.
Dimitri sedang duduk di taman sendirian, ia melihat bayangan masa kecil nya dan kedua saudaranya. Arthur melihat kakaknya disana lalu menghampiri nya.
"Kakak, kau belum tidur?" tanya Arthur
"Perasaan ku tidak enak, Arthur" jawab Dimitri sambil menghela napas, pikirannya melayang kemana-mana. Antara Camellia dan Alexander.
"Ada apa kakak?" tanya Arthur sambil duduk di samping kakaknya, menatap sang kakak dengan cemas
"Sudah satu minggu lebih, Camellia belum datang menemui kita. Kita bahkan tidak tahu bagaimana keadaan nya disana. Apakah Raja iblis akan menjaganya dengan baik? Lalu soal ayah yang katanya masih hidup, tidak ada kabar satupun tentang ayah" jelas Dimitri yang pikirannya dipenuhi dengan kecemasan.
"Apa maksudmu Arthur? apa kau tidak berharap ayah kembali bersama kita?" tanya Dimitri sembari melihat ke arah Arthur dengan mata yang bertanya-tanya
"Kakak salah paham. Bukan itu maksudku, maksudku adalah ayah mungkin masih hidup tapi mungkin ayah berada di dimensi yang berbeda dengan dunia kita. Itu sebabnya ayah tidak kembali pada kita" Arthur menerangkan penuturan Gloria padanya sebelumnya tentang keberadaan Alexander yang tidak diketahui jelasnya ada dimana.
"Oh jadi begitu, itu bisa saja terjadi" jawab Dimitri dengan wajah cemberutnya
Aku baru ingat kalau aku punya benda ajaib dari si Kainer raja iblis sialan itu!. Batin Arthur
"Kak, ayo kita bicara dengan Lia!" ajak Arthur pada kakaknya itu.
"Bagaimana caranya? bukankah portal nya tertutup?" tanya Dimitri
"Kakak, kita hanya bicara dengan Lia. Bukan menemuinya. Aku baru ingat kalau si Raja iblis sialan itu memberikan ku cermin ajaib yang bisa menghubungkan dunia kita dan dan dunia iblis" jelas Arthur sambil menunjukkan cermin kecil yang katanya ajaib, pada kakak nya Dimitri.
"Kenapa kau baru bilang sekarang! kalau tau kau punya benda seperti ini, dari kemarin-kemarin saja kita hubungi Lia atau setiap hari saja kita hubungi Lia!" Dimitri kesal pada adiknya itu karena baru tau tentang cermin ajaib penghubung antara dunia iblis dan dunia manusia.
"Hehe, maaf kak aku kelupaan dan juga baru ingat sekarang. Kalau begitu ayo kita hubungi Lia" Arthur menatap cermin ajaib itu lekat lekat.
__ADS_1
"Bagaimana caranya menggunakan benda ini supaya terhubung?" tanya Dimitri bingung
Aku akan memberitahu tentang penobatan ku sebagai Raja, pada Camellia.
"Si Raja iblis sialan itu bilang agar cerminnya terhubung, harus menggunakan setetes darah" jawab Arthur
SRET
Dimitri mengiris sedikit jarinya dengan belati yang ada di tubuhnya, lalu ia meneteskan darahnya ke arah cermin. Dimitri dan Arthur langsung terpana melihat cermin itu yang bercahaya lalu menampakan sebuah bayangan di penjara.
Wush~~~
"Apa ini? mana Lia? kenapa tempat ini seperti penjara?" tanya Arthur kebingungan karena yang dilihatnya di dalam cermin terlihat seperti penjara bawah tanah.
"Lia! Lia!!" panggil Dimitri pada cermin itu.
Namun mereka terkejut karena yang muncul disana bukanlah adik mereka tapi Greta yang sedang berada di dalam tahanan bersama Monia.
"Greta??!" Dimitri dan Arthur kaget melihat Greta yang muncul di cermin itu.
"Salam hormat saya kepada cahaya kerajaan Fostiarus yang mulia putra mahkota Dimitri dan yang mulia pangeran Arthur" Greta menundukkan kepalanya di depan kedua pangeran itu. Monia tepat disampingnya dan melihat Greta sedang bicara pada kedua pangeran dari kerajaan Fostiarus itu.
Aku lupa memberikan cermin nya pada tuan putri sebelum diseret ke penjara.
"Kenapa kau yang memegang cerminnya? dimana putri Camellia?" tanya Dimitri kepada dayang setia Camellia dengan wajah serius
"Yang mulia putra mahkota, tuan putri dia.."Greta akan menjelaskan apa yang terjadi
"Hey kalian berdua! cepat keluar dari sana, yang mulia Lucifer akan memulai introgasi untuk kalian berdua!" ujar seorang penjaga di penjara bawah tanah kerajaan iblis itu
"Introgasi? introgasi apa?" Arthur berbisik pada Dimitri. Dua pangeran itu memiliki banyak pertanyaan di kepala mereka.
"Keluarlah! setelah introgasi ini kita akan tau siapa yang meracuni putri Camellia" ucap seorang sipir penjara dengan tegas dan wajahnya yang hitam menyeramkan.
Dimitri dan Arthur tercengang mendengar kata-kata iblis sipir penjara yang mengatakan bahwa adik mereka diracuni.
"Maafkan saya yang mulia putra mahkota, yang mulia pangeran, saya harus pergi dulu" pamit Greta pada Dimitri dan Arthur
"Greta! tunggu dulu, bagaimana keadaan adik kami?!!" teriak Arthur panik
__ADS_1
...---***---...