Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 20. Ciuman


__ADS_3

...🍀🍀🍀...


Violet memasuki ruangan Leon dengan wajah merah karena marah. Leon menyuruh Thomas untuk meninggalkan nya bersama Violet berdua saja di ruangan itu. Thomas pun pamit undur diri keluar dari ruangan Presdir.


Kini hanya Leon dan Violet saja berdua yang ada di ruangan itu.


"Bagaimana keadaan mu? apa kau sudah baikan?" tanya Leon ramah pada Violet. Gadis itu hanya menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan olehnya.


Sial! kenapa aku tidak bisa membaca pikiran nya? aku tidak bisa membaca isi hatinya?


"Duduklah dulu" titah Leon pada Violet


Dengan patuh gadis itu duduk di kursi yang ada di depan Leon. Bibirnya mengerucut, keningnya berkerut, matanya memicing menatap pria yang ada di depannya dengan curiga.


Tanpa basa-basi lagi Leon bertanya apa yang membuat Violet mendatanginya. Karena dia sendiri tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran dan hati gadis itu.


"Pak Leon! sebenarnya saya punya banyak pertanyaan, tapi saya akan menanyakan dua pertanyaan saja. Inti dari semua pertanyaan yang ada di dalam hati dan pikiran saya" kata gadis itu tegas


"Baiklah, katakan apa yang mau kau tanyakan kepadaku?"


"Apakah bapak akan menjawab pertanyaan saya dengan jujur?"tanya Violet ragu pada Leon akan menjawab semua pertanyaannya dengan jujur.


"Apa ini termasuk salah satu dari dua pertanyaan yang kau katakan?" tanya balik Leon pada Violet. Leon sengaja membuat gadis itu kesal karena merasa berbelit-belit.


"Saya bertanya bapak malah balik bertanya! huh! itu bukan lah salah satu pertanyaan inti yang akan saya ajukan. Jawab saja sekarang, bapak harus mengatakan dengan jujur. Janji!!" seru Violet mulai kesal dengan Leon


"Haaah.. jika aku berjanji untuk jujur apa yang akan kudapatkan?' tanya Leon sambil menggoda Violet dengan senyumannya.


"Pak Leon! saya sudah bilang jangan bertanya lagi kepada saya!!" seru gadis itu kesal, karena dia baru sadar dari tadi hanya Leon yang bertanya-tanya padanya dan dia belum bertanya. Leon bahkan belum menjawab satu pertanyaan nya dengan benar.


Senang sekali melihat Violet marah seperti ini. Dia terlihat seperti Camellia. ucap Leon sambil memandangi gadis itu.


"Baiklah, aku menyerah. Kau mau bertanya apa? cepatlah karena aku sibuk" Kata Leon pada Violet untuk segera bertanya karena dia punya segudang jadwal yang harus diselesaikan. Dan segudang jadwal itu bernama pekerjaan.


"Apa bapak sengaja menggendong saya di depan semua orang, sehingga semua orang di kantor melihatnya?" tanya Violet


"Ya aku sengaja" jawab nya enteng, dengan senyuman santai di bibirnya.


"Pak presdir!" tanpa sadar Violet berteriak pada Leon, saking kesalnya dia dengan sikap santai Leon menanggapi nya. "Saya kan belum menerima bapak, taukah bapak kalah sikap bapak ini bisa menimbulkan masalah untuk saya?"

__ADS_1


Tidak mudah bagi Violet ataupun orang lain yang baru saja terjun ke dunia orang dewasa, dunia pekerjaan. Dia harus beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, teman, atasan, bahkan orang yang berada di bawahnya juga agar dia nyaman berada di tempat nya bekerja. Kini semua keinginan nya itu harus dia lupakan ketika insiden tadi pagi membuat semua orang membencinya tanpa alasan. Kenyamanan di tempat kerja mungkin itu hanya mimpinya saja?


Leon terlihat sama sekali tidak mempedulikan itu, dia hanya ingin semua orang tau bahwa Violet adalah miliknya dan tidak boleh ada siapapun yang mengganggunya. Meski tidak akan ada yang menganggu Violet secara fisik, tapi mereka akan menganggu nya secara psikologis dengan menyerang mental. Kekuatan netizen yang maha benar, gosip yang dilebih-lebihkan akan membuat nya tidak nyaman berada di kantor.


"Bapak sangat keterlaluan ya, apa bapak memang orang yang cuek seperti ini? sungguh saya tidak suka dengan sikap bapak. Seenaknya saja bapak bilang begitu, padahal belum tentu juga kita akan pacaran..apa kata semua orang nanti nya? kita juga baru saling mengenal dua hari" tutur Violet kesal pada sikap Leon yang dianggap seenaknya.


"Di kehidupan ini kita tidak hanya akan pacaran saja, bahkan kita akan menikah dan punya anak" jawab Leon dengan wajah yang serius


"Seperti nya percuma saya bicara dengan bapak. Bapak harus memeriksa kan kepala bapak ke rumah sakit jiwa" Violet dengan berani memarahi bos nya, mengatai nya tidak waras secara tidak langsung.


"Apa kau bilang?!! kau menganggap ku gila??" Leon beranjak dari kursinya dan terlihat kesal.


"Pertanyaan kedua, apa bapak benar-benar manusia??" tanya Violet berlanjut pada pertanyaan kedua


"Apa lagi ini??" Leon terheran-heran dengan pertanyaan Violet yang satu ini


Apa kekuatan menghapus ingatan ku tidak mempan padanya? tapi bagaimana bisa?. batin Leon kebingungan.


"Saya ingat dengan jelas kalau mata bapak tadi berubah warna menjadi merah, saya juga lihat kalau bapak menghentikan motor yang hampir menabrak saya dengan sinar merah" jelas Violet yakin dengan apa yang dia lihat, seperti nya gadis itu sudah menaruh curiga pada Leon.


"Hahaha.. kau pasti salah lihat. Mana mungkin aku seperti itu? apa kau terlalu banyak nonton drama fantasi? film horor? vampir? bukankah kau tidak percaya hal-hal seperti ini? pertanyaan mu sungguh lucu sekali nona Violet" Leon memaksakan dirinya untuk berakting tertawa sebagus mungkin. Memutar balik fakta tentang Violet yang sudah melihat dirinya dalam mode iblis


"Ini tidak lucu pak, saya yakin dengan apa yang saya lihat. Dan saya masih waras, saya dapat membedakan mana yang nyata dan tidak" kata Violet tegas dan sangat yakin


Violet kesal karena sampai akhir Leon tidak mau mengaku padanya dan terus menyangkal. Merasa pembicaraan tidak akan berakhir dalam satu patah dua patah kata, Violet pun memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan pergi bekerja.


"Seperti nya saya hanya buang-buang waktu saja bicara dengan pak Presdir. Lebih baik saya kembali bekerja. Oh ya pak, tolong buat pengumuman bahwa bapak bukan kekasih saya di depan semua orang. Saya tidak mau ada rumor aneh tentang saya" jelas dan titah Violet pada bos nya itu.


"Kau bahkan berani memerintah ku?! di dunia ini tidak boleh ada yang memerintah diriku!" ucap Leon kembali pada sikap egois nya.


"Hmph!!" Violet tersenyum sinis lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan itu dengan kesal.


Tak lama setelah Violet pergi, Leon mengacak-acak semua dokumen yang ada di mejanya dengan emosi. Mendengar suara gaduh dari dalam ruangan, membuat Thomas masuk ke dalam ruang presdir nya dan dia melihat kekacauan yang terjadi. Betapa berantakan nya ruangan itu, dan banyak dokumen yang harus disusun ulang dari awal lagi.


Thomas mengira kalau emosinya ini berkaitan dengan Violet. Benar saja hari itu dan seterusnya, Violet berada dalam kesulitan karena semua orang membicarakan hal buruk tentangnya yang menggoda Presdir dan sudah tidur dengan Presdir. Hatinya sangat terluka dengan omongan netizen netizen itu.


Sore itu setelah pulang kerja, Violet sedang menangis di atap gedung perusahaan Maxton yang sepi.


"Sudahlah Violet, jangan pedulikan itu. Kenapa kau menangis? ini seperti bukan dirimu" Nina mencoba menghibur sahabatnya yang sedang menjadi sorotan semua orang di kantor

__ADS_1


"Ta-tapi.. merasa mengatai ku pelacur, wanita penggoda yang menggoda Presdir. Padahal itu kan tidak benar..hikss.." Violet menangis mengadu pada sahabatnya itu


"Sudahlah, tenang saja.. aku kan ada disini, jangan pedulikan mereka dan kerjakan dengan nyaman" ucap Nina menyemangati Violet yang sedang sedih.


Niat hati ingin menemani Violet lebih lama, namun sebuah telpon mendadak memintanya cepat pulang karena ibunya yang datang dari luar kota datang untuk mengunjungi nya. Akhirnya Nina pamit pulang duluan, sementara itu Violet masih ada disana.


🍀🍀🍀


Tanpa terasa hari sudah mulai gelap, Violet yang sudah menyelesaikan urusannya yang menangis itu. Memutuskan untuk turun dari lantai paling atas gedung itu, dia menuruni tangga dan dia melihat lampu kantor presdir masih menyala.


"Apa si Presdir gila itu belum pulang?" tanya Violet bergumam sendiri. Violet yang rasa penasarannya tak bisa dicegah lagi akhirnya melihat ruangan Leon.


Dia melihat beberapa botol minuman keras berserakan di lantai. Violet berjalan dengan hati-hati dan mengendap masuk lebih dalam ke ruangan itu.


Kemudian sepasang tangan menarik nya masuk ke dalam ruangan rahasia tempat Presdir nya selalu beristirahat. "KYAA!!!"


Entah bagaimana ceritanya, Violet berada dibawah tubuh Leon dan berada di atas ranjang empuk. Napas Leon terengah-engah, wajahnya memerah, bau alkohol tercium menyengat dari tubuhnya.


"Ah!! lepaskan saja pak!! lepaskan!! kau mabuk!!" teriak Violet yang berusaha melepas dirinya dari kungkungan Leon, kedua tangannya terikat oleh satu tangan kekar Leon. Tubuh Leon yang panas menindih nya


"Lia.." lirih Leon memanggil nama itu pelan-pelan.


"Bapak bilang a..."


AKHP!!!


Violet terkesiap, ketika bibir Leon terbenam dengan bibirnya. Kedua bibir mereka bersatu, Leon membuat Violet membuka mulutnya dengan cara paksa, akhirnya kedua lidah mereka saling bersahutan.


Leon mengisap, memilin dan menikmati bibir manis itu. Dia tidak memberikan Violet jeda untuk bernapas.


'Hmph!!!


Bajingan gila


Leon menyelipkan tangannya masuk ke dalam baju Violet. "Ahhh!!" Leon memutar mutar bagian dalam menonjol tubuh Violet dan merem*s nya. Kemudian dia, membuka baju Violet dengan paksa.


"AHHHHHH!! tidak pak!! apa yang akan anda..."


Dengan rakus Leon kembali mencium bibir Violet. Hingga tubuh gadis itu menjadi lemas karena perlakuan Leon padanya.

__ADS_1


Apa yang dia lakukan? mengapa dia seperti ini??!. Violet mulai ketakutan dengan pria yang tidak sadar diri itu.


...---***---...


__ADS_2