Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Bab 6. Perjanjian


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Violet terkejut bukan main, baginya yang diucapkan Leon adalah hal ambigu. Mengejutkan dan surprise untuknya. Bagaimana bisa pria meminta pertanggungjawaban wanita? bagaimana bisa Presdir yang terkenal cuek dan dingin itu berbicara seenak jidatnya?


Violet melongo melihat ke arah Leon. Tatapannya mengandung pertanyaan pada pria itu, mengapa ia bisa berada di rumah Leon? benarkah ia melakukan hubungan intim itu dengan Leon?


Lagi-lagi aku tidak bisa membacanya. Apa wanita ini punya kekuatan supranatural yang tidak aku tau?


"Bagaimana kau akan bertanggungjawab? aku merasa sangat dirugikan"


"A-APA?! pak, anda kan pria! bagaimana bisa pria mengatakan hal seperti ini pada wanita?! dan kalau kita melakukan nya, harusnya aku lah yang meminta pertanggungjawaban!" omel Violet


"Haa.. aku pikir kau orang yang pendiam dan pemalu. Tapi ternyata kau banyak bicara juga ya" Leon tersenyum tipis di bibir seksinya itu.


"Pak Leon!!" seru Violet


"Apa?"


"Apa bapak dan saya benar-benar sudah melakukan nya?" tanya Violet dengan mata tajam dan suara yang serius.


Kumohon.. semoga saja aku tidak benar-benar kehilangan keperawanan ku di usia yang semuda ini. Prinsip ku adalah melakukan nya setelah menikah dan seperti ini. Violet berharap agar Leon memberikan jawaban yang tidak padanya. Violet sama sekali tidak ingat apa-apa semalam.


Bagaimana kalau aku mengerjai nya?


"Setelah menikmati tubuhku semalam dan menguras energi ku, kau tidak mau bertanggungjawab? jadi kau tidak percaya?" tanya Leon dengan akting memelas nya. Leon pun membuka ponsel yang ada di saku bajunya, ia menunjukkan foto Violet di ponselnya sedang berpelukan dengan Leon di ranjang.


"A-APAAA??!!!!" teriak Violet kaget melihat foto itu.


Memang di dalam foto itu.. aku seperti pelakunya. Tapi benarkah aku seperti itu? aku tidak tau apa-apa? aku tidak ingat. Bagaimana ini?


Rasakan, siapa suruh kau minum alkohol. Leon puas melihat wajah Violet yang kaget itu.


"Bagaimana kau akan bertanggungjawab padaku? apa kau akan lari?" tanya Leon sedih


Mengapa melihat wajahnya yang seperti itu, membuatku merasa sangat bersalah? seperti aku sudah melakukan hal fatal saja!. Mata Violet membulat terbelalak melihat eskpresi Leon yang seolah tertindas.


"Kenapa saya harus bertanggungjawab pada bapak?!!" teriak Violet gemas pada Leon yang terus memintanya untuk bertanggungjawab.


"Karena aku merasa rugi, malam pertamaku diambil olehmu begitu saja" jawab Leon yang masih memasang wajah memelas nya.


Lagi-lagi Leon melihat sosok wanita yang berambut perak ada di dalam diri Violet.


Kainer.. suara seorang wanita terdengar di pikiran Leon.


Suara itu lagi.. Leon terpana, lalu memandang ke arah Violet.

__ADS_1


Violet mendengus kesal, "Rugi? harusnya aku yang rugi! aku kan kaum wanita, kau mengambil mahkota berharga ku! harusnya aku yang meminta tanggungjawab"


"Ya, aku akan bertanggungjawab" jawab Leon


"A-aapa yang bapak katakan?!" Violet dibuat terkejut lagi oleh Leon


"Aku sudah mengambil mahkota mu, maka aku akan bertanggungjawab" Leon tersenyum lembut ke arah Violet.


"Kenapa bapak mau bertanggungjawab?! kita.. kita kan..." Violet menatap pria itu dengan mata yang bergetar, mata nya mulai berkaca-kaca.


"Karena..aku sudah mengambil mahkota mu dan aku tidak bisa mengembalikan nya lagi" jawab Leon santai


"Hiks...hiks.. Huuu... huu.." Violet menangis tersedu-sedu, air matanya mengalir deras membasahi pipi.


"Hey.. kenapa kau menangis?" Leon menghampiri Violet yang menangis, ia terkejut melihat nya menangis.


"Aku.. aku tidak perawan lagi.. aku bisa dibunuh ibu dan kakakku.. hiks.. bagaimana aku akan menikah nanti.. huuuhu.."


Leon bingung harus bagaimana, padahal ia hanya bercanda tapi Violet sampai menangis di buatnya. Leon tidak tau cara menenangkan wanita, apalagi wanita yang menangis. Pengetahuan nya tentang wanita adalah nol besar, karena ia tak pernah menjalin hubungan dengan seseorang dengan dekat terutama wanita.


"Hey.. aku..." Leon bingung


"Aku.. aku.. mempunyai prinsip untuk tidak melakukan nya sebelum menikah.. selama ini aku selalu menjaga prinsip itu..hiks.. lalu semuanya musnah dalam satu malam.." Violet menangis tersedu-sedu.


Bagaimana ini.. aku membuatnya menangis. Tapi kenapa kata-kata nya terdengar tidak asing. Aku seperti pernah mendengar prinsip ini sebelum nya.


"Apa yang terjadi Greta?" tanya Marina pada Greta yang sedang melihat tuan muda nya dari kejauhan


"Nona itu menangis" jawab Greta


"Mana coba, aku ingin melihat nya!" kata Liz ( nama pelayan ke tiga)


Liz melihat Leon dan Violet dari kejauhan melalui teropong itu. "Wah, kenapa nona menangis ya?"


"Apa karena tuan muda Leon memaksanya?" tanya Greta


"Atau mungkin karena tuan Leon kurang memuaskan nya" Marina nyengir


"Pikiran mesum macam apa itu, Marina!!" Greta langsung memukul pundak Marina


PLAK


"Aduh, sakit Greta!" keluh nya pada temannya itu.


Violet masih menangis, Leon kebingungan untuk menenangkan nya. Tangisnya tidak berhenti juga, akhirnya Leon pun mengatakan hal yang sebenarnya.

__ADS_1


"Kamu tidak pernah tidur denganku, puas?!!"


"A-Apaa?" Violet menatap ke arah Leon


"Kamu tidak pernah melakukan itu denganku. Tidak pernah!! jadi jangan menangis lagi!" teriak Leon pada Violet.


"Tidak pernah?"


Akhirnya masalah terselesaikan dengan pengakuan Leon pada Violet. Bahwa malam itu mereka sama sekali tidak melakukan hubungan intim seperti apa yang dipikirkan oleh Violet.


Gadis itu yang tadinya menangis langsung tersenyum lebar, ia menghentikan tangisannya dan menyeka air matanya. Sambil berkata aku masih perawan dan aku masih bisa menikah.


Ketika gadis itu tersenyum dan tertawa, Leon ikut tersenyum melihat nya. Setelah itu Leon lah yang kena omel oleh Violet, tanpa takut dengan status bawahan dan bos. Violet menegur dan memarahi Leon karena sudah menakuti dan berbohong padanya.


"Salahmu sendiri, kenapa kau minum alkohol itu dan tidak ingat semuanya? ingatlah, tidak semua orang sebaik aku. Jadi lain kali, hindari minuman yang seperti itu.. maaf, bukan lain kali tapi tidak ada lain kali" jelas Leon menasehati


"Saya kan dipaksa meminum nya, kalau tidak dipaksa.. saya juga tidak akan mau meminum nya" gumam Violet sambil mengambil tas selempang nya di meja, seperti nya ia akan pulang.


"Ngomong-ngomong kau masih harus bertanggungjawab"


"Tanggung jawab apa pak? saya kan tidak mengambil keperjakaan bapak? bapak jangan bercanda lagi dengan saya ya" gerutu Violet


"Jas dan kemeja ku, kau harus menggantinya"


"Memangnya kenapa dengan jas dan kemeja bapak?" tanya Violet yang sungguh tidak ingat apapun kejadian semalam.


"Kau muntah disana dan aku membuang nya"


"A-apa?"


"Harga jas dan kemejaku adalah satu tahun gaji mu di Maxton grup" jawab Leon sambil menyilangkan tangannya di dada.


"A-apa?"


Apa sebenarnya maksud pria ini? kenapa aku merasa bahwa dia ingin dekat denganku?.


Lalu dibuatlah perjanjian di antara mereka berdua, demi mengambil mengganti jas dan kemeja Leon. Violet harus bekerja di rumah Leon sebagai pelayan setiap jam pulang kerja di kantornya selama tiga bulan.


Itu karena Violet tidak mampu untuk membayar biaya ganti untuk jas dan kemeja Leon yang mahal.


Aku heran sekali dengan pria ini, padahal dia sangat kaya raya. Tapi dia begitu memperhitungkan satu jas dan satu kemeja miliknya. batin Violet heran


Setelah itu Violet pulang dari rumah Leon yang besar itu. Tiba-tiba saja angin berhembus ke arahnya, ia merasa ada seseorang di atas rumah Leon yang memperhatikan nya.


"Aneh, aku merasa seperti ada orang yang sedang melihat ku? ah mungkin ini hanya perasaan ku saja" gumam Violet kebingungan. Lalu ia melangkah ke arah jalan raya untuk mencari kendaraan umum.

__ADS_1


"Ternyata dia, reinkarnasi putri Camellia" gumam seorang pria berjubah hitam sambil tersenyum menyeringai ke arah Violet. Wajahnya tidak terlihat karena ia memakai topeng.


...---***----...


__ADS_2