
🔥🔥🔥
...Ilustrasi Dimitri Albert De Wayne...
🍂🍂🍂
Camellia memalingkan wajahnya saat ia melihat Kainer bersama dengan wanita berambut merah itu.
" tuan putri, apa kita tidak akan menyapa Baginda Raja dulu?" tanya Monia
" Tidak perlu, seperti nya dia juga sedang sibuk berbincang dengan tunangannya. Aku mau melanjutkan jalan-jalan ku saja " Camellia berusaha tersenyum.
Tunangan huh? jadi kau punya tunangan dan masih bilang cinta padaku, lalu mengurungku disini. Aku benar-benar bodoh mengira bahwa aku satu satunya untukmu. Camellia, apa yang kau pikirkan! seharusnya kau membencinya, kenapa kau seperti ini? mau dia dengan siapa dan berbuat apa pun? apa itu ada urusan nya denganku?
Aludra dan Monia bisa merasakan kalau Camellia terlihat kesal melihat Kainer bersama dengan wanita dari klan rubah iblis itu.
****
Disisi lain, Kainer bukanlah sedang mengobrol dengan wanita itu, tapi sedang mengusirnya. Namun, wanita itu terus menempel padanya.
" Apa yang kau lakukan disini Zefanya?" tanya Kainer tak senang
" Kenapa pertanyaan mu aneh sekali? aku disini ingin menemui tunangan ku yang belum menikahi ku " Zefanya tersenyum
" Hentikan itu! pertunangan kita sudah lama usai. "
Mau apa sebenarnya dia kemari tanpa di undang?
Zefanya melihat ke arah Kainer dan ia bisa merasakan perubahan setelah 200 tahun mereka tidak bertemu. Zefanya adalah wanita dari klan iblis rubah merah 🦊 yang sudah dijodohkan dengan Kainer saat usia Kainer 250 tahun. Namun, pada saat Kainer dewasa ia memutuskan tali pertunangan mereka dan memutuskan untuk menyendiri seumur hidupnya. Itu adalah kejadian sebelum Kainer/ Lucifer bertemu dengan Camellia.
" aku tau kau butuh bantuan ku Lucifer, dan aku bisa membantumu. Kau mau pergi ke neraka, kan?" tanya Zefanya
" Kenapa kau bisa tau? " Kainer terpana
Apa mungkin Keith yang memberitahu nya?
Zefanya tidak percaya bahwa Kainer/ Lucifer akan jatuh cinta pada seorang manusia dan rela melakukan apapun demi dirinya. Sebelum nya ia bertemu Keith dan Keith yang mengatakan semuanya. Awalnya Zefanya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh ajudan Raja iblis itu, namun setelah melihat Kainer secara langsung Zefanya mendapati kenyataan bahwa pria yang tidak mau menikah dengannya dan tidak pernah jatuh cinta, sedang berhubungan dengan manusia.
Aku jadi penasaran siapa wanita manusia yang sudah membuatmu sampai seperti ini? dia pasti ada disini. Aku harus mencarinya.
" Lucifer, aku akan membantumu bicara pada ayahku dan Raja Koros agar dia menunda perang dengan dunia manusia. "
" Kenapa tiba-tiba kau melakukan ini Zefanya?" tanya Kainer curiga
" Aku hanya ingin berbuat baik saja, aku tau tentang gadis yang kau bawa ke istana mu ini. Dia manusia kan? apa dia adalah gadis yang kau cintai?" tanya Zefanya dengan mata yang sedikit memincing, tanda ketidaksenangan
Ini pasti Keith.
" Pasti ada sesuatu yang kau inginkan dengan membantuku " Kainer curiga
" Ternyata kau cukup pintar."
" Katakan!"
" Aku ingin menikah denganmu, ayah ku juga sudah menyetujui nya loh " Zefanya memeluk Kainer dengan genit
Sekalipun kau menyukai gadis manusia itu, aku tidak peduli selama aku bisa memiliki dirimu.
Kainer mendorong Zefanya hingga wanita itu hampir jatuh ke lantai. Zefanya nampak kesal dengan tindakan Kainer yang kasar.
" Kau sangat keterlaluan, bagaimana bisa kau memperlakukan wanita seperti ini?" tanya Zefanya kesal
" Kau yang keterlaluan, bicara apa kau ini? aku kan sudah memutuskan untuk tidak menikah seumur hidupku "
" Nah, itu kau masih ingat dengan janjimu sendiri. Lalu kenapa kau membawa gadis itu kemari? apa kau akan menikahi nya? bagaimana masa depan mu dengannya apa kau sudah memikirkan nya Lucifer? Manusia dan iblis, selamanya tidak akan bisa bersatu. Itulah takdir !" Zefanya menegaskan kepada Kainer bahwa Kainer dan Camellia tidak bisa bersama
" Tau apa kau soal takdir. Jangan bicara soal takdir lagi "
" Aku hanya mengingatkan mu, ini demi kebaikan mu juga. Kau hanya terluka pada akhirnya Lucifer "
" Sejak aku memutuskan untuk memberikan hatiku padanya, aku tidak peduli dengan takdir. Aku hanya peduli pada apa yang kurasakan "
" Seperti nya karena kelamaan menjadi manusia, kau banyak berubah ya. Apa itu karena wanita itu? " Zefanya tersenyum pahit
Kainer berjalan begitu saja dan menjauhi Zefanya. terlihat kesal melihat Kainer mengabaikan nya. Kainer memang butuh bantuan Zefanya untuk meyakinkan Koros, tapi ia tak mau menjadikan hubungan nya dan Camellia yang sudah buruk menjadi semakin buruk lagi.
__ADS_1
Akhirnya Kainer sendiri lah yang bertemu dengan Koros dan bicara padanya tentang menunda penyerangan ke dunia manusia.
Dengan alasan bahwa Raja iblis itu ingin mempersiapkan semuanya dengan matang. Juga melatih pasukannya. Koros tersenyum sinis dengan alasan yang diberikan oleh Kainer.
" Ya baiklah, ini juga tidak mendesak. Aku akan berikan waktu 4 hari lagi " Koros tersenyum
" Terimakasih "
Masih ada waktu 4 Minggu lagi untuk manusia agar mereka tetap hidup.
Kainer segera menghilang dari gerbang pintu neraka itu. Koros mengubah senyuman nya itu menjadi sebuah tatapan tajam.
" Hilde ! "
" Ya yang mulia "
" Seperti apa yang dikatakan oleh Keith itu benar adanya, karena manusia itu membuat Lucifer Raja iblis berubah. Dia tidak menjadi tegas dan kejam seperti dulu. Apa menurutmu juga begitu?" tanya Koros pada anak buahnya
" Saya juga sependapat dengan anda Baginda " jawab Hilde
Hilde mengusulkan pada Koros untuk membunuh Camellia agar Kainer kembali pada sisi nya sebagai Lucifer seutuhnya. Namun, Koros tidak mau membunuh nya.
" Daripada membunuh nya, aku lebih suka menggunakan nya sebagai tali yang mengikat leher Lucifer " senyum licik terlihat di wajah Koros
" Tali?"
" Hilde, cari cara untuk membawa wanita manusia kesayangan Lucifer itu kemari. "
" Baik yang mulia, itu sangat mudah. " Hilde tersenyum
" Kalau kau kesulitan, mintalah bantuan pada Keith. Aku yakin dia akan membantu kita " Koros tersenyum sinis
🍂🍂🍂
Sehabis jalan-jalan, Camellia kembali ke kamarnya. Wajahnya sama sekali tidak terlihat ramah sama sekali. Perasaan nya sangat buruk saat melihat Kainer bersama Zefanya, apalagi saat ia tau kalau Zefanya adalah tunangan nya.
" Yang mulia, apa anda mau minum?" tanya Monia
" Ya boleh. Air nya harus yang dingin ya, aku mau air dingin " jawab Camellia tajam
Ada apa dengan putri?apa putri benar-benar cemburu pada yang mulia Raja dan nona Zefanya? Monia tersenyum senang, karena Camellia cemburu, artinya ia memiliki perasaan untuk Kainer
" Baik yang mulia, tunggulah sebentar " Monia tersenyum dan segera pergi meninggalkan Camellia yang sendirian di kamarnya.
Camellia duduk dan merasa bosan. Ia merebahkan dirinya di ranjang, dan mulai merasa ngantuk.
Saat ia memejamkan matanya, dan ketika ia membuka matanya kembali. Ia melihat Kainer sudah ada di depannya. Camellia kaget dan langsung beranjak duduk.
" Maaf, apa aku mengagetkan mu?" tanya Kainer sambil tersenyum
" Kau? kenapa kau ada disini?" tanya Camellia sinis
" Tentu saja untuk bertemu denganmu. Apa kau menikmati jalan-jalan mu?" tanya Kainer
" Apa urusan mu aku menikmati nya atau tidak " jawab Camellia sinis
Kainer sudah terbiasa dengan mulut Camellia yang selalu pedas padanya. Ia mendekati gadis itu dan memegang tangannya.
" Pergi kau dari sini!" seru Camellia
Camellia langsung menampar wajah Kainer dengan sekuat tenaganya.Pukulan Camellia tidak ada apa-apa nya untuk Kainer, ia tak merasa kesakitan sama sekali.
PLAKK
" Camellia ada apa?" tanya Kainer yang mulai heran dengan sikap Camellia begitu kasar padanya.
" Tidak ada apa-apa! aku hanya mau kau pergi! aku tidak mau melihat mu lagi bajingan!" teriak Camellia marah
Uh, tanganku sakit. Kenapa kulitnya keras sekali. Dulu saat dia menjadi manusia, dia sangat lembut.
Kainer memegang tangan Camellia dan menarik tangannya, Camelia terus saja marah-marah padanya. Tapi, Kainer mengabaikan nya dan malah melihat tangan Camellia yang tadi dipakai untuk menampar dirinya.
Apa dia marah padaku? Batin Camellia
" Apa tangan mu sakit? astaga, ini merah " Kainer meniup niup tangan Camellia yang memerah
Loh? kenapa dia tidak marah dan malah mencemaskan tanganku yang terluka?. Camellia keheranan melihat Kainer
__ADS_1
" Ini pasti sakit, sampai berbekas seperti ini. Aku akan ambilkan salep untuk luka mu " Kainer menatap Camellia dengan penuh ketulusan
" Tidak perlu" ucap Camelia sambil menepis tangan Kainer
" Ada apa ini sebenarnya? apa ada sesuatu yang membuatmu marah?"
" Kau lah yang selalu membuatku marah "
" Aku sudah melakukan semua yang kau minta, kenapa kau masih marah?" tanya Kainer
" Aku tidak marah, aku hanya tidak mau melihat mu lagi !" ujar Camellia
Kainer menghela napas, ia berusaha sabar menghadapi Camellia. Kainer mengoleskan salep pada tangan Camellia yang terluka. Wajah Camellia masih cemberut.
Huh, kenapa dia tidak pergi? padahal aku sudah marah-marah padanya dari tadi. Dia harusnya sudah mengamuk sekarang.
" Apa kau mau bicara sekarang? ada apa denganmu? mengapa kau begitu marah hari ini?" tanya Kainer dengan nada suara yang lembut
Huh, dia bicara begitu lembut padaku hari ini karena dia ingin menutupi kelakuan nya dengan wanita berambut merah itu.
" Aku tidak marah, aku cuma tidak ingin melihat mu. Kenapa kau terus disini, harusnya kau sedang sibuk?" tanya Camellia dengan tangan menyilang di dada
" Apa kau sedang mengintrogasi ku? kenapa tidak langsung bertanya apa yang ku lakukan di luar sana daripada memakai kode seperti ini?" senyuman menyungging dari bibir Kainer
" Si-siapa yang yang mengintrogasi mu? dan siapa yang ingin tau apa yang kau lakukan diluar sana? aku tidak peduli, bahkan jika kau sedang bersama wanita berambut merah "
Ke-kenapa aku keceplosan seperti ini?
Kainer tercengang mendengar nya, ia mengerti kemarahan Camellia berasal dari pertemuan nya dan Zefanya. Raja iblis itu tersenyum melihat Camellia yang marah.
Kenapa dia malah senyum-senyum begitu?
Aku tau kau masih mencintaiku
" Wanita itu adalah..
" Tunangan mu kan?"
" Apa? darimana kau dengar itu? siapa yang bilang?'
" Jadi itu benar kan? kalau kau sudah punya tunangan harusnya kau melepaskan aku pergi. Jangan mengurungku seperti ini " jelas Camellia marah
" Kau seenaknya menyimpulkan sendiri, dia memang pernah menjadi tunangan ku. Tapi dia sekarang..."
" Aku tidak mau dengar! dan aku tidak peduli !" Camellia menutup kedua telinga nya dengan tangannya, bibir nya mengerucut ke depan.
Kainer terus bicara tapi Camellia terus memotong pembicaraan nya ketika pria itu berusaha menjelaskan. Akhirnya Kainer membuat Camelia terdiam dengan kecupan pelan yang di arahkan ke bibir nya.
" Nah, diam dulu seperti ini kan lebih baik. Camellia, dia pernah jadi tunangan ku tapi sekarang tidak lagi. Dan itu sudah lama berlalu, kau dengar aku kan?" tanya Kainer
" Kau tidak tahu malu! beraninya kau mencium ku lagi !" Camellia memukul mukul Kainer dengan kekuatan nya, namun pria itu sama sekali tidak merasa kesakitan
" Hentikan, nanti tangan mu yang akan sakit "
" Apa kau sedang mengejekku?" tanya Camellia kesal
" Akui saja, kamu cemburu kan pada si rubah merah itu?" tanya Kainer
" Cemburu? hahaha, kenapa aku harus cemburu pada hubungan cinta kalian. Aku tidak peduli "
" Kau marah karena kau cemburu "
" Aku tidak !"
" Kau cemburu " Kainer tersenyum lalu memeluk Camellia dengan lembut.
" Hey ! apa yang kau lakukan?!"
" Sebentar saja, tetap diam seperti ini sebentar saja ya. Sudah lama aku tidak memeluk mu seperti ini. " Tangan Kainer memeluk Camellia dengan erat.
Aku tau, aku tau di dalam hatimu masih ada diriku. Kau mencintaiku Camellia. Tunggu saja sampai kau membuka hatimu lagi, tunggu saja sampai aku menyelesaikan semua urusanku di kastil iblis. Aku akan bersamamu selamanya, tahta atau apapun itu aku tak peduli lagi. Kata-kata itu hanya terucap di dalam hati Raja iblis
Camellia tidak membalas atau menolak pelukan dari pria itu. Hatinya mulai goyah, kebencian yang ia pendam pada Kainer mungkin mulai memudar. Benci dan cinta mungkin berbeda tipis baginya.
Tuhan, kenapa kau begitu kejam menciptakan rasa ini di dalam hatiku? kenapa aku harus membenci dan mencintai pria yang bahkan bukan manusia ini secara bersamaan? apa ini hukuman untukku? lalu aku salah apa tuhan?
Mereka berpelukan cukup lama. Dan tanpa mereka sadari Zefanya melihat kemesraan itu dari balik pintu. Perasaan nya kesal, sekaligus tak percaya bahwa Lucifer benar-benar memperlakukan Camellia dengan berbeda. Wanita itu spesial untuk Kainer.
__ADS_1
" Aku sudah menunggu ratusan tahun agar kau bisa bersama ku. Dan aku malah dikalahkan oleh manusia rendahan itu? " gumam Zefanya marah
...---***---...