
...πππ...
Semua orang kaget melihat Violet muntah di baju Leon. Bahkan mereka sampai berteriak saking kagetnya.
"Ketua tim, ayo bantu Violet!" bisik Nina pada Stacy
"Kau mau aku mati? aku masih mau hidup.." Stacy melihat ke arah Violet dengan cemas sambil menggigit jarinya
"Ya sudah, kita berdua saja supaya Violet selamat" Nina mengatupkan kedua tangannya seraya berdoa untuk keselamatan Violet yang sudah membuat ulah
Kedua mata Leon membulat melihat baju dan setelan jas mahal nya kotor oleh muntahan Violet.
"Haah.. leganya" Violet menghela napas setelah muntah di baju Leon, lalu ia duduk bersila di lantai dengan wajah konyolnya. Kedua tangannya mengusap bekas muntahan di sudut sudut bibirnya.
"Iuhh.." ucap beberapa orang yang jijik melihat Violet dan bekas muntahan nya.
Thomas ternganga melihat nya, ia ingin tertawa namun ia tahan. Sekretaris itu melihat ke arah Leon yang kehabisan kata-kata, Leon hanya melihat bajunya yang kini sudah kotor.
Gadis ini dia benar-benar.. satu kata untuknya menyebalkan, pembuat masalah. batin Leon sambil melihat ke arah Violet yang duduk di lantai.
"Pak, apa bapak baik-baik saja?" tanya Thomas cemas
Aku ingin tertawa tapi aku takut dosa.
"Thomas.. kau boleh saja tertawa tapi besok kau tidak usah masuk kerja lagi" Leon menjawab kata hati Thomas
Thomas tercengang mendengar ucapan Leon, terdengar seperti ancaman.
Mengapa pak presdir seperti bisa mendengar isi pikiran ku?
"Sa-saya tidak ingin tertawa" jawab Thomas sambil menunduk
Leon menarik tangan Violet dengan kasar, wajahnya terlihat marah karena kelakuan Violet. Semua orang mengira bahwa Leon akan menghukum Violet.
"Pak presdir kenapa menarik-narik tangan saya?" tanya Violet yang masih tidak sadar dan tubuhnya sempoyongan
Baru minum satu gelas saja dia sudah seperti ini, haah.. dia benar-benar tidak bisa minum. Leon melihat ke arah Violet yang mabuk
"Thomas, kau awasi si gendut ini sampai dia menghabiskan semua minuman nya! kalau minumannya tidak habis, kau yang ku habisi!" seru Leon sambil menarik tangan Violet dan melangkah pergi
"Baik pak, tapi pak Presdir mau kemana?"
"Menghukum anak nakal" jawab Leon sambil membopong tubuh Violet
"Aku tidak mau! aku masih mau minum! kau Presdir muka datar menyebalkan! aku mau minum! hey bodoh!" Violet memaki Leon di hadapan semua orang, hingga semua orang disana benar-benar dibuat tercengang oleh kelakuannya.
Stacy, Nina dan pegawai lainnya yang ada disana menggelar doa bersama untuk keselamatan Violet. Pesta penyambutan karyawan baru itu berakhir dengan gelak tawa para karyawan, tepat setelah Leon membawa Violet pergi dari sana.
Sementara itu, Robert terlihat tersiksa setelah menghabiskan dua botol bir di dalam keranjang itu. Thomas masih memperhatikan nya untuk menghabiskan semua botol minuman yang tersisa.
"Ayo jangan malas, baru minum dua botol saja kau sudah seperti ini. Apa kau mau kehilangan pekerjaan mu?" tanya Thomas pada pada Robert yang baru saja menghabiskan 2 botol minuman dari 8 botol yang tersisa. Robert sudah teler, matanya berat, tubuhnya sempoyongan.
"Saya mohon, tolong beri saya keringanan. Saya sudah tua dan tidak kuat lagi.."Robert memohon pada Thomas
"Habiskan semuanya! siapa suruh kau genit pada wanita?!!" ucap Thomas tegas kepada Robert.
Aku tidak tahu apa hubungan pak presdir dengan gadis yang bernama Violet itu. Tapi, aku tahu kalau pak presdir sedang jatuh cinta padanya. Dan tentu saja aku harus memperlakukan nona itu dengan baik. karena siapa tahu dia akan menjadi nyonya presdir di masa depan.
Robert hanya menangisi nasibnya yang harus meminum semua minuman itu, dibawah pengawasan Thomas.
****
Leon agak kesulitan memapah Violet yang sedang mabuk berat itu. Violet juga terus mengatakan hal-hal yang menjengkelkan pada Leon.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil Leon. Presdir Maxton grup itu berniat untuk membuang Violet i tengah jalan, karena ia kesal dengan perilaku tidak sopan yang dilakukan Violet padanya.
"Di masa depan, kau tidak boleh minum-minum lagi. Dasar!! harus aku apakan dia? ingin sekali aku membuang gadis ini ke jalanan" gerutunya pada Violet yang sudah tertidur pulas di kursi sebelahnya.
Niat hati ingin membuang Violet ke jalanan sebagai hukuman atas ketidaksopanan nya.Namun ia tak tega, terlebih lagi saat melihat Violet tertidur sangat pulas. Leon pun mengganti bajunya yang kotor terkena muntahan Violet, dengan baju ganti yang ada di mobilnya.
Leon langsung membuang baju kotor itu ke tempat sampah dengan jijik. KIni Leon sudah kembali setelah membuang sampah, ia menatap Violet yang masih tertidur pulas.
"Harus aku apakan dirimu? jika itu orang lain, mungkin aku akan membuang mu ke jalanan tapi hatiku tak tega. Kenapa aku merasa seperti di kendalikan olehmu, mengapa aku peduli padamu? sebenarnya siapa dirimu yang bisa membuat hatiku berdebar seperti ini? kenapa aku merasa seperti sudah lama mengenalmu?" gumam Leon yang tanpa sadar sedang membelai rambut panjang Violet yang tergerai.
Akhirnya Leon memutuskan untuk membawa Violet ke rumahnya. "Lihat saja, aku akan membuatmu menyesal karena sudah meminum alkohol. Bahkan kau akan menyesali bahwa kau pernah meminum alkohol" ucapnya sambil merebahkan tubuh Violet di sebuah ranjang yang luas.
Leon membuka baju nya, kini otot-otot dadanya mulai terlihat jelas. Otot yang sixpack dan seksi, ia tersenyum melihat ke arah Violet.
Di lantai bawah rumah itu terlihat beberapa wanita berpakaian pelayan sedang berkumpul melihat ke lantai atas.
"Apa kalian melihatnya?" tanya seorang pelayan berbisik-bisik
Ketiga pelayan lainnya mengangguk sambil menatap ke arah lantai dua.
"Tuan muda membawa seorang wanita! tuan muda kita!!" seru pelayan wanita lainnya dengan mata berbinar-binar seolah menemukan sebuah harta karun terpendam.
"Seorang wanita? tuan muda membawa seorang wanita!!" kata pelayan ketiga kegirangan.
__ADS_1
"Akhirnya tuan muda membawa wanita, akhirnya tuan muda jatuh cinta!!"'
Seorang pelayan pria melihat ke arah lantai dua itu dengan senyuman bahagia.
"Tuan Smith!" kata salah satu pelayan itu pada pelayan pria yang dipanggil Smith itu.
"Aku mengerti, aku akan segera memberitahukan ini pada nyonya besar" kata pria tua itu sambil tersenyum lebar, ia segera mengambil ponsel di dalam sakunya lalu menelpon seseorang.
Tut... Tut...
"Halo.... nyonya...... akhirnya penantian kita berakhir nyonya" Smith tersenyum lebar pada seseorang yang sedang bicara dengannya di telpon.
Ketiga pelayan di rumah itu terlihat sangat bahagia karena tuan muda mereka, Leon membawa seorang wanita ke dalam rumah. Leon yang mereka pikir anti terhadap wanita, tidak pernah berpacaran, gay. Ternyata berani, membawa wanita mabuk ke dalam rumah. Malah Leon meminta agar salah satu pelayan nya itu membawakan baju tidur untuk Violet.
Violet adalah wanita yang dibawa oleh Leon ke dalam rumah nya.
πππ
Sinar mentari pagi mulai menyinari kamar yang ditempati Violet, cahayanya masuk melalui celah-celah jendela.
Violet masih enggan membuka mata nya meski ia sudah sadar, seperti nya ia tampak nyaman dengan tidur nyenyak nya di ranjang empuk itu.
Sejak kapan ranjang ku sebesar dan seempuk ini. Ah.. sangat nyaman, aku ingin nya tidur saja.
Pelan-pelan Violet memaksakan diri membuka matanya, ia melihat disebelahnya ada pria bertelanjang dada memperlihatkan otot-otot perutnya. Rambut nya tampak indah, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir yang seksi, wajah yang tampan ada di depannya. Kulit Leon tampak merah-merah entah kenapa dan apa sebabnya.
"Haha.. aku pasti bermimpi, tidak mungkin di kamarku ada si Presdir bermuka datar itu. Saking tampannya dia aku jadi menghayal. Ini benar-benar ngaco" Violet menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa bahwa sosok Leon yang sedang tidur pulas di hadapan nya adalah mimpi.
Violet menutup matanya kembali, lalu ia kembali membuka matanya lebar-lebar. "Tunggu! seperti nya ini bukan kamarku" pekik nya sambil memperhatikan ruangan yang tampak aneh disekelilingnya itu
"Kau sudah bangun?" tanya Leon sambil beranjak duduk di ranjang nya.
Violet tercekat dan melihat ke arah Leon, ia segera menutupi baju tidur tipisnya dengan selimut. Matanya membulat kaget karena suara Leon terdengar jelas ditelinga nya.
Tenang Violet, ini pasti mimpi. Ini mimpi, ayo bangun. Violet mencubit pipinya sendiri untuk meyakinkan apakah ini mimpi atau bukan
"Aw!! sakit!!"
Ini benar-benar nyata.
"Apa kau baik-baik saja? Seingat ku, kepalamu tidak terbentur" tanya Leon sambil tersenyum melihat tingkah konyol gadis itu.
Lagi-lagi aku tidak bisa membaca pikiran nya. Aku benar-benar tidak bisa menebak apa yang sedang ia pikirkan. Leon menatap mata Violet dan ia masih tidak bisa membaca pikiran Violet.
"Ini dimana? apa yang kau lakukan padaku?!!" Violet sadar bahwa itu bukanlah mimpinya, ia berteriak marah pada Leon
"A-apa yang terjadi? mengapa aku bisa ada disini?" tanya Violet bingung
"Semuanya akan terjawab kalau kau cepat mandi lalu turun ke bawah. Kau harus bertanggungjawab atas perbuatan mu" Leon tersenyum jahil, lalu ia melangkah pergi dari sana.
Ini hukuman agar kau jera!
"Bertanggungjawab??" Violet terpana mendengar kata-kata Leon
Leon pergi dari kamar itu, meninggalkan Violet yang kebingungan sendirian didalam sana. Banyak pertanyaan di kepalanya, bagaimana ia bisa ada disana? apa yang terjadi? dan kenapa ia bisa tidur seranjang dengan Presdir nya?
Beberapa menit kemudian setelah membersihkan dirinya, Violet terlihat kebingungan karena baju nya yang semalam kotor dan sobek.
"Aku harus pakai baju apa, kenapa bajuku bisa sobek?" gumam Violet yang masih memakai kimono handuk.
Tok, tok, tok
"Siapa?" tanya Violet pada seseorang yang mengetuk pintu kamar itu
"Maafkan saya nona, nama saya Marina.. saya pelayan di rumah ini" ucap Marina dengan sopan
"Pelayan? baiklah, kau boleh masuk" jawab Violet mempersilahkan pelayan bernama Marina itu untuk masuk
KLAK
Marina membawakan sebuah kantong berwarna coklat, lalu ia memberikan nya pada Violet.
Wah, nona rumah ini terlihat sangat cantik dari dekat. Tidak salah tuan muda, jatuh cinta padanya. batin Marina sambil menatap ke arah Violet dan mulai senyum-senyum sendiri
"Maaf? ada apa ya kau datang kemari?" tanya Violet pada pelayan yang sedang melamun itu
"Maafkan saya nona, saya bersikap tidak sopan. Saya kemari atas perintah tuan muda, tuan muda bilang untuk membawakan nona pakaian yang baru..hihi" Marina tertawa cekikikan dan terlihat malu-malu saat memberikan kantung berisi pakaian itu pada Violet.
Seperti nya tuan muda sudah menghabiskan malam pertama dengan sangat baik. Marina tersenyum sendiri saat melihat ranjang yang acak acakan itu
Mengapa pelayan nya sedikit aneh?
"Haha, terimakasih ya. Tapi bisakah kau keluar dulu? aku mau ganti baju dulu" Violet tertawa heran dengan keanehan Marina, si pelayan itu.
"Baiklah nona, kalau nona membutuhkan saya. Saya ada di depan pintu..hihihi" lagi-lagi si pelayan itu tertawa cekikikan bahagia, namun Violet tidak tahu apa yang membuat Marina bahagia.
"Haa.. ya baiklah" Violet tersenyum lebar pada Marina
__ADS_1
Apa pelayan itu punya gangguan mental?
"Hehe.. "
Asyik! akulah orang pertama yang melayani nona rumah ini, aku orangnya. Aku mau pamer pada pelayan yang lainnya ah.
Marina masih tersenyum sampai saat ia keluar dari kamar itu dan tak terlihat lagi batang hidungnya oleh Violet.
CEKRET
Violet membuka baju yang ada di kantong itu, ia tercengang melihat barang-barang yang ada di dalamnya.
"A-apa ini? Leonardo Maxton! kau mesum!" teriak Violet sambil memegang segitiga pengaman dan bikini yang seksi dengan bahan tembus pandang. Ada satu gaun yang terlihat seksi juga disana.
Bukan hanya itu saja yang ada di dalam kantongnya, namun ada sebuah salep yang mencurigakan juga.
"Salep apa ini??" Violet membaca merek di salep itu dan lagi-lagi ia dibuat tercengang, "APA? salep di oleskan ke XX?! memangnya aku dan dia sudah melalukan itu semalam?!!" teriak Violet tak habis pikir
Violet sama sekali tidak ingat apa yang terjadi padanya semalam. Namun, ia yakin bahwa dirinya tidak melakukan apa-apa dengan Leon. Berkali-kali Violet mengecek bagian terlarang nya dan ia merasa tidak apa-apa. Tapi hati nya tetap deg deg an.
Setelah selesai mengganti baju, Violet turun ke lantai bawah. Terlihat lah disana beberapa pelayan wanita menyambut nya dengan ramah.
"Selamat pagi nona" sapa ke 4 pelayan wanita itu sambil membungkukkan setengah badan mereka.
"Pagi juga" jawab Violet canggung
Wow, aku merasa seperti tuan putri.
"Nona, tuan muda Leon sudah menunggu nona di taman belakang" ucap Marina dengan senyum profesional nya
Hah? pelayan aneh ini lagi?
"Nona pasti tidak tau dimana tamannya, biar saya yang mengantarkan nona. Sebelum itu perkenalkan nama saya Greta" kata Greta memperkenalkan dirinya
DEG
DEG
Tiba-tiba saja Violet terdiam saat mendengar nama Greta disebut. Hatinya berdenyut mendengar nama itu.
Greta? mengapa aku seperti tidak asing dengan nama itu? Greta?.
Bayangan gadis berambut perak kembali muncul di pikiran nya, Violet memegang kepalanya dan jatuh terduduk.
Empat pelayan wanita itu terkejut melihat Violet yang jatuh terduduk di lantai.
"Nona, apa nona baik-baik saja?" tanya Greta cemas
"Nona seperti ini pasti karena belum sarapan!" kata Marina cemas sambil membantu Violet berdiri.
"Aku tidak apa-apa" jawab Violet dengan hati dan langkah yang gamang.
Mengapa mendengar nama Greta, aku jadi sedih?
Violet menemui Leon di taman belakang rumah yang mewah bak istana itu. Leon sedang duduk di sebuah kursi bercat putih, dengan meneguk secangkir teh hangat.
"Kau sudah datang" sambutnya pada Violet
"Iya" jawab Violet dengan wajah yang muram
Ya Tuhan, mengapa perasaanku terus seperti ini?. batin Violet bingung
Ada apa dengannya? apa yang dia pikirkan? akan lebih baik kalau aku bisa membacanya.
"Duduklah! kepalamu pasti pengar karena semalam kau minum sampai tidak sadarkan diri"
"Oh ya apa yang aku lakukan semalam? mengapa aku berada disini?" tanya Violet sambil menikmati semangkuk sup hangat di depan nya. Violet menyeruput nya pelan-pelan.
"Semalam kau tidur denganku" jawab Leon tanpa ragu
PRUTTTT....
Violet tercengang, sup yang ada di dalam mulutnya tersembur keluar sampai ke meja.
"A-apa maksud bapak saya tidur dengan bapak?" tanya Violet
"Kau memaksaku" jawab Leon dengan wajah memelas
"Apa?!! tolong katakan yang jelas!" seru Violet yang merasa kalau kata-kata Leon sedikit ambigu
"Kau tidak lihat bekas merah di leherku ini? ini semua perbuatan mu. Kau harus bertanggungjawab karena sudah mengambil keperjakaanku" Leon menatap tajam pada Violet
"A-APA??!!!"
...---****---...
**Hai Readers ku yang masih setia menanti novel ini, makasih ya dukungannya β€οΈβ€οΈ vote gift like dan komen nyaπ mohon maaf bila ada kesalahan dan ketidakpuasan dalam novel ini. Author tidaklah sempurna, ada kalanya lelah dan pusing πππ€§
__ADS_1
Doakan author sehat selalu supaya novel ini terus berlanjut sampai tamatπ₯°**