Kekasihku Raja Iblis

Kekasihku Raja Iblis
Masih memikirkan mu


__ADS_3

...***...


Hati Annelise seperti tertusuk sesuatu yang tajam, melihat pria yang ia suka sedang menggendong sepupunya.


Mengapa? mengapa putra mahkota Theodore menggendong Camellia? dan cincin apa yang ada di jarinya?. Annelise melihat Camellia dengan tatapan terluka.


Zayana juga bisa melihat kecemburuan Annelise pada Camellia. Zayana menepuk pundak putrinya itu, mengisyaratkan agar ia tenang dan tidak memperlihatkan perasaannya.


"Salam yang mulia Ratu Zayana" ucap Theodore


Camellia masih saja tertidur pulas di punggung Theodore, tidak peduli suara-suara yang ada di sekitarnya. Gadis itu terlihat sangat lelah.


"Salam juga putra mahkota Theodore" jawab Zayana


Mengapa selalu Camellia yang mendapatkan segalanya? kenapa harus pembawa sial itu yang selalu beruntung?. Annelise memaki saudara sepupu nya di dalam hati.


Mereka masuk ke dalam kereta menuju ke kerajaan Brilla, lebih tepatnya ke istana Brilla. Camellia naik kereta yang sama dengan Theodore, Gloria dan Annelise.


Perlahan-lahan gadis itu membuka matanya, ia melihat sosok Theodore ada di depannya. Camellia langsung beranjak duduk begitu ia menyadari kalau ia tertidur dipangkuan Theodore.


"Ehem.. maafkan aku" Camellia merasa tidak enak, ia memalingkan wajahnya dan tersipu malu. Gloria dan Theodore tersenyum melihat Camellia yang malu-malu.


"Tidak perlu malu-malu begitu, lagian kalian akan segera menikah. Hanya tidur dipangkuan saja tidak apa-apa, kalian boleh kok melakukan yang lebih dari itu" Gloria tersenyum


DEG!


Hati Annelise hancur saat tau dari Gloria kalau pria pujaannya itu akan menikah dengan sepupunya? apa yang terjadi selama ini? kenapa bisa ini semua terjadi? Annelise hanya bisa menelan ludah. Ia tak berani bertanya apa-apa pada mereka, atau ikut gabung dalam pembicaraan itu.


"Saintess, jangan bicara seperti itu ah" Theodore tersenyum malu


"Ternyata calon pengantin pria juga bisa malu-malu,ah .. maafkan ketidaksopanan saya yang mulia putra mahkota dan tuan Putri. Saya tidak akan dihukum kan?" tanya Gloria yang tersenyum wajah keriputnya.


"Santai saja Saintess" jawab Theodore santai


Kenapa aku merasakan hawa kecemburuan di sekitar sini? Ada hati yang kotor dan tercemar. Batin Gloria sambil melirik ke arah gadis yang ada di sebelahnya.


"Kak Annelise, apa kabar kak?" tanya Camellia yang baru menyadari kalau Annelise ada di sebelah Gloria.


"Aku baik, kabarmu bagaimana? ah ya, tanpa ditanyakan juga pasti kau baik-baik saja kan?" tanya Annelise dengan nada bicara yang kurang menyenangkan didengar


"Iya kak, aku baik-baik saja.." jawab Camellia dengan wajah yang bingung

__ADS_1


Kenapa tiba-tiba putri Annelise yang lemah lembut bisa bicara dengan sinis seperti ini?. Batin Theodore keheranan melihat sikap Annelise.


Sepanjang perjalanan menuju ke istana, Annelise hanya diam saja, tak bicara satu kata pun. Gadis itu juga mengabaikan Camellia yang berbicara padanya seolah bermusuhan dengan nya.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba terdengar suara dari kereta yang membuat tertawa.


KRUKKK..


KRUKKK...


"Lia, apa kau lapar?" tanya Theodore sambil melirik ke arah Camellia


"Ti-tidak.." jawab Camellia gugup


KRUKKK..


"PFut.. haha" Theodore dan Gloria tertawa mendengar suara perut keroncongan yang berasal dari Camellia itu.


Annelise merasa semakin cemburu, melihat Theodore tersenyum dan tertawa karena Camellia. Sedangkan saat bersamanya, Theodore tak pernah menunjukkan ekspresi seperti itu.


"Ah ini.. ini bukan karena aku lapar. Sungguh!" kata Camellia sambil memegang perutnya.


"Pengawal! hentikan keretanya!" ujar Theodore pada pengawal yang ada di luar kereta.


Mereka pun berhenti di pusat kota, siang itu banyak yang berjualan di jalanan. Camellia dan Theodore berjalan bersama untuk mencari tempat makan. Sementara Annelise dan Gloria jalan dibelakang mereka, ditemani beberapa pengawal juga.


Sudah lama aku tidak melihat pemandangan seperti ini. Di dunia iblis aku hanya bisa jalan-jalan di taman buatan Kainer. Dia sedang apa sekarang? apa dia benar-benar serius akan berperang?. Batin Camellia memikirkan Kainer.


"Kau mau makan apa?" tanya Theodore sambil memegang tangan Camellia.


"Ah ya, padahal seharusnya kita tidak berhenti ditengah jalan. Kita bisa makan di istana saja"


"Ya kita bisa saja makan disana, tapi mungkin kau sudah mati kelaparan sebelum kita sampai disana "


"Mati? tidak mungkin, jangan remehkan aku! ini hanya lapar, bahkan aku bisa bertahan di dunia iblis dan masih hidup sampai sekarang"


"Ya, kau hebat. Kau memang wanita tangguh, itu sebabnya aku menyukai mu" Theodore merapikan rambut Camellia yang tergerai ke depan, dan merapikannya kebelakang.


Ya Tuhan, harusnya aku merasa berdebar menerima perlakuan lembut seperti ini dari seorang pria? tapi kenapa aku biasa saja? kenapa aku malah memikirkan Kainer di saat seperti ini? Aku benar-benar berdosa, memikirkan pria lain di depan pria yang akan aku nikahi.


Camellia tersenyum pahit dan memegang tangan Theodore sebagai bentuk rasa bersalah nya pada pria itu. "Ayo, aku mau makan ayam panggang!" ajak nya sambil melihat sebuah toko kecil yang ada logo ayam di depannya

__ADS_1


"Baiklah" jawab Theodore patuh


Kenapa aku harus berada disini? melihat mereka bermesraan? apa mereka tidak tahu hatiku sangat sakit melihat pemandangan ini?. Annelise terus mengeluh di dalam hatinya.


"Saint, kak Annelise ayo kita makan ayam panggang" ajak Camellia ramah


"Ya baiklah tuan putri" ucap Gloria


Mereka berempat makan bersama di toko yang kecil itu, diam-diam Gordon masih mengikuti Camellia dari kejauhan. Karena jika Gordon mengikuti Camellia dari dekat, Gloria bisa merasakan keberadaan nya.


"Yang mulia, apa anda tidak bisa merelakan nya? tuan putri sudah memilih pria itu untuk menjadi suaminya.. haa.. aku ingin berkata seperti itu. Tapi entah kenapa aku kasihan pada kisah cinta mereka ini" jelas Gordon bergumam sendiri, ia berada di atas pohon.


Di kehidupan sebelum nya Kainer alias Lucifer juga memendam rasa pada Leticia. Dan di kehidupan yang sekarang, ia mencintai dan bucin pada Camellia anaknya. Benar-benar takdir yang mempermainkan mereka.


Saat sedang makan bersama, Camellia mengajak Annelise mengobrol tapi Annelise terus mengabaikan Camellia. Ia tidak menutupi rasa cemburunya pada sepupunya itu. Suasana makan siang itu pun menjadi tidak nyaman karena tingkah Annelise.


Melihat Camellia diperlakukan acuh, Theodore tidak hanya diam saja. Ia berani menegur Annelise, tidak peduli status Annelise adalah putri dari kerajaan Brilla sekalipun.


"Saya tidak tau ada masalah apa, putri Annelise dengan Camellia. Bukannya menanyakan keadaan saudara anda, tapi anda malah bersikap seperti ini? seperti nya tuan putri Annelise yang bermasalah disini" jelas Theodore sinis


"Putra mahkota Theodore, tolong jangan seperti ini" ucap Camellia pada Theodore


"Dari tadi putri Annelise terus mengabaikan mu, aku tidak bisa diam saja. Aku harus tau ada masalah apa sehingga dia bersikap seperti itu pada saudaranya yang baru saja ia temui" kata Theodore marah


Masalah apa? kau lah masalahku putra mahkota Theodore.. kau penyebab ku bersikap seperti ini.


Annelise ingin bicara sesuatu, namun ia bingung mau bicara apa. Hatinya yang sakit membuat bibirnya menjadi kelu, ia pun memutuskan untuk mengakhiri makan siang nya yang belum selesai dan pergi lebih dulu.


"Kak! kak Annelise!"


Sebenarnya ada apa dengan kak Annelise.


Annelise keluar dari restoran kecil itu, ia menangis sedih, lalu pergi menuju ke kereta. Theodore dan Camellia menyusulnya. Gloria juga mengikuti dari belakang.


...---***---...


Maaf readers! untuk chapter ini terbilang sedikit! besok up lagi kok, insyaallah 2 chapter..makasih ya buat dukungan kalian buat karyaku ini.😊🙏


Tolong juga ingatkan author ya jika ada salah kata atau nama, soalnya author rada rada lupa sama nama namanya dan performa author jadi berkurang deh 😁🤣 efek kelamaan Hiatus..🥰 dan tenang aja, jalan cerita masih panjang kok.


Makasih 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2